Bedah Buku Resep di Caturtunggal, Dorong Literasi dan Pola Makan Sehat Masyarakat

Sleman – Kalurahan Caturtunggal menggelar kegiatan Bedah Buku bertajuk “100 Resep Bekal Organik Anak Sekolah” karya Tuti Soenardi, pada Senin (27/4/2026) di Pendopo Puspadenta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi masyarakat berbasis praktik melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Kegiatan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari perwakilan 20 padukuhan dan Tim Penggerak PKK Kalurahan Caturtunggal. Tidak hanya membahas isi buku, peserta juga diajak untuk langsung mengaplikasikan resep melalui praktik memasak bersama seorang chef professional, Chef Suswanto.

Dalam sambutannya, PJ Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mengembangkan fungsi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat.

“Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya memahami isi buku, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Chef Suswanto dalam pemaparannya menekankan pentingnya pengolahan makanan yang tepat untuk menjaga kualitas dan nilai gizi. Ia menjelaskan bahwa makanan sebaiknya diolah dalam waktu maksimal empat jam setelah persiapan untuk menjaga kesegaran bahan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai komposisi makanan sehat yang terdiri dari karbohidrat, lauk, dan sayur, serta pentingnya variasi menu agar anak tidak merasa bosan dengan bekal yang disiapkan.

“Penyajian yang menarik juga sangat penting untuk meningkatkan selera makan anak. Bahkan menu sederhana bisa dibuat lebih menarik jika dikreasikan dengan baik,” jelasnya.

Dalam sesi praktik memasak, peserta tampak antusias mengikuti arahan narasumber. Mereka mencoba langsung resep dari buku dengan memperhatikan teknik dasar memasak, pengolahan bahan organik, serta tips penyajian yang menarik.

Kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai penyimpanan makanan yang aman, termasuk pengaturan suhu dan waktu penyimpanan agar makanan tetap layak konsumsi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat tidak hanya meningkat literasinya, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam mengolah makanan sehat bagi keluarga, khususnya untuk bekal anak sekolah.

Kegiatan Bedah Buku Resep ini menjadi bukti bahwa literasi dapat dikembangkan secara aplikatif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sehari-hari. (Oktaviana / KIM Depok)




Kapanewon Depok Gelar Sosialisasi Adminduk Termutakhir untuk Perkuat GISA

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok menyelenggarakan sosialisasi kependudukan bertajuk “Sosialisasi Kebijakan Adminduk Termutakhir”, dalam rangka mendorong peningkatan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) di Gedung Anglocitatama Kapanewon Depok, Selasa (28/4/2026).

Sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh semakin terintegrasinya layanan publik dengan data kependudukan, sehingga diperlukan penguatan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan secara komprehensif dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sleman, yaitu Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Sleman, Arifin, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Suryo Adi Dwi Kurnianto, serta Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil, Funtu Rahmatu.

Panewu Anom Depok, R. Hery Subagio menegaskan pentingnya peran perangkat wilayah dalam mendorong tertib administrasi kependudukan di masyarakat.

“Perangkat wilayah, khususnya para dukuh, merupakan ujung tombak dalam memastikan masyarakat tertib administrasi kependudukan. Kami mendorong agar informasi kebijakan adminduk ini dapat disampaikan secara utuh dan berkelanjutan hingga ke tingkat padukuhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan kesadaran administrasi kependudukan menjadi kunci dalam mendukung optimalisasi pelayanan publik berbasis data.

“Data kependudukan yang akurat dan mutakhir menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan layanan publik, termasuk dalam penyaluran berbagai program pemerintah agar tepat sasaran,” tegasnya.

Sosialisasi tersebut juga membahas kebijakan termutakhir di bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.

Materi yang disampaikan meliputi implementasi aplikasi SIAK Terpusat di tingkat kalurahan yang mendukung Identitas Kependudukan Digital (IKD), inovasi layanan LUKADESI, serta upaya pemutakhiran data kependudukan.

Hery menegaskan kewajiban perekaman KTP elektronik sebagai syarat dalam mengakses layanan administrasi kependudukan, termasuk layanan perpindahan penduduk dan pemutakhiran data.

“IKD juga ditetapkan sebagai salah satu prasyarat dalam pendaftaran perlindungan sosial guna mendukung penyaluran bantuan yang tepat sasaran,” ungkapnya.

Hery pun menekankan bahwa IKD menjadi sarana utama dalam memvalidasi keaslian dokumen kependudukan dan akta pencatatan sipil secara digital.

Kegiatan ini juga membahas tindak lanjut data BNBA (By Name By Address) yang telah disampaikan oleh Dinas Dukcapil Sleman kepada Kapanewon Depok dan pemerintah kalurahan.

“Data tersebut telah dipilah hingga tingkat padukuhan sebagai langkah percepatan pemutakhiran data kependudukan,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Kapanewon Depok berharap terwujud peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya administrasi kependudukan serta mendukung akurasi data untuk optimalisasi pelayanan publik. (Athiful/KIM Depok)




Pembangunan Irigasi Gayam Pelem Disosialisasikan, Dorong Ketahanan Pangan dan Perkuat Infrastruktur Desa

Sleman — Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembenahan infrastruktur dasar terus dilakukan di berbagai daerah. Salah satunya melalui sosialisasi pembangunan Daerah Irigasi (DI) Gayam Pelem, Kalurahan Margorejo, yang mengaliri irigasi di Padukuhan Ngebong, Gundengan Lor dan Gundengan Kidul. Sosialisasi ini digelar di ruang pertemuan Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, masyarakat, serta pihak penyedia jasa pelaksana proyek, yakni CV Danar Dono Margorejo. Hadir sebagai narasumber dari Juru Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Subbagian Tata Usaha UPTD Pelayanan Sumber Daya Air Wilayah Barat Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, FX Indro Risdianto.

Sosialisasi dilakukan sebagai bagian penting sebelum dimulainya pekerjaan fisik, agar masyarakat memahami tujuan pembangunan, tahapan pelaksanaan, hingga manfaat jangka panjang yang akan dirasakan bersama.

Dalam paparannya, FX Indro Risdianto menegaskan bahwa sistem irigasi memegang peranan vital dalam menjaga produktivitas pertanian, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan nasional.

“Saluran irigasi bukan sekadar jalur air, tetapi urat nadi pertanian. Ketika distribusi air berjalan baik, maka petani bisa menanam tepat waktu, hasil panen meningkat, dan ketahanan pangan daerah ikut terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan DI Gayam Pelem diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi air ke lahan pertanian warga, mengurangi potensi kerusakan saluran lama, serta mendukung keberlanjutan sektor pertanian di kawasan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan proyek infrastruktur tidak hanya ditentukan kualitas teknis, tetapi juga dukungan masyarakat sekitar.

“Kami berharap warga ikut mengawal proses pembangunan ini. Jika masyarakat merasa memiliki, maka hasil pembangunan akan lebih awet dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Sementara itu, pihak penyedia jasa dari CV Danar Dono menyatakan kesiapan menjalankan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis, jadwal pelaksanaan, serta prinsip keselamatan kerja di lapangan. Pelaksanaan proyek juga diharapkan tetap memperhatikan kenyamanan warga selama masa pembangunan berlangsung.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan adanya dialog antara peserta dan narasumber. Warga menyampaikan harapan agar pembangunan berjalan lancar dan mampu menjawab kebutuhan petani yang selama ini membutuhkan pasokan air lebih stabil saat musim tanam.

Pembangunan jaringan irigasi seperti DI Gayam Pelem menjadi contoh bahwa pembangunan nasional tidak selalu hadir dalam proyek berskala besar di perkotaan. Di desa-desa, perbaikan saluran air justru menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat, menjaga produksi pangan, serta memperkuat ekonomi lokal dari sektor pertanian. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)




Rayakan HUT ke-110, Pemkab Sleman Uji Emisi 1.000 Kendaraan di Lapangan Denggung

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar uji emisi kendaraan bermotor di Parkir Utara Lapangan Denggung mulai Selasa (28/04/2026). Uji emisi ini berlangsung selama dua hari sampai Rabu (29/04/2026) dan merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110. Tujuannya adalah untuk mengurangi polusi udara dari sektor transportasi.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Sugeng Riyanta, menjelaskan bahwa acara ini menyasar kendaraan dinas milik pemerintah, kendaraan umum, dan pribadi. Hari pertama pengujian difokuskan pada kendaraan operasional pemerintah. Hari kedua, pengujian dibuka untuk masyarakat umum.

Sugeng Riyanta mengatakan bahwa targetnya adalah kendaraan yang mengikuti uji emisi, dengan rincian 250 kendaraan dinas dan 750 kendaraan pribadi maupun umum. Langkah ini diambil karena sektor transportasi masih menjadi salah satu penyebab terbesar pencemaran udara di perkotaan. Dengan uji emisi ini, pemerintah dapat memantau apakah kendaraan yang beroperasi di Sleman masih memenuhi standar emisi.

“Kami ingin memastikan indeks kualitas udara di Sleman tetap baik. Sekarang, indeks kualitas udara kita adalah 83 dari target awal 71. Ini positif, tapi kita harus terus melakukan pengendalian melalui uji emisi seperti ini agar lingkungan tetap sehat,” kata Sugeng Riyanta.

Dalam uji emisi ini DLH Sleman bekerja sama dengan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa Kementerian Lingkungan Hidup dan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Mereka menyediakan personel, alat, dan unit uji emisi khusus bensin dan diesel. Selain itu, DLH juga menyediakan ruang konsultasi bagi pemilik kendaraan yang hasil emisinya belum memenuhi standar.

Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, mendukung acara ini sebagai instrumen edukasi bagi pengendara untuk merawat kendaraan mereka. Menurutnya, kesadaran pemilik kendaraan adalah kunci utama dalam mewujudkan indeks lingkungan hidup yang berkualitas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak hanya tertib lalu lintas, tapi juga tertib dalam merawat mesin kendaraannya. Jika emisi kendaraan kita memenuhi standar, artinya kita telah berkontribusi dalam menjaga udara Sleman tetap bersih,” tutur Susmiarto.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan data dasar yang akurat untuk evaluasi kebijakan pengendalian pencemaran udara di masa depan. Dengan partisipasi aktif dari masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sleman optimistis target peningkatan kualitas udara dapat tercapai secara berkelanjutan.




Asah Skill Digital, Karang Taruna Depok Ikuti Pelatihan Konten Kreator Bersama Praktisi Profesional

Sleman — Dinas Sosial Kabupaten Sleman mengambil langkah konkret dalam memperkuat kapasitas pemuda di era digital dengan menyelenggarakan pembinaan khusus bagi pengurus dan anggota Karang Taruna di Ruang Anglocita, Kapanewon Depok, Senin (27/4/2026). Pertemuan kali ini difokuskan pada Pelatihan Konten Kreator untuk membekali generasi muda Sleman dengan keterampilan teknis serta strategi manajerial di media sosial.

Hadir sebagai narasumber utama, praktisi berpengalaman sekaligus pemilik Drone , Irfan Nur Taufik. Dalam sesi materinya, ia tidak hanya membagikan teknik pengambilan gambar yang estetik dan berkualitas, tetapi juga menekankan pentingnya strategi membangun narasi digital yang kuat guna mempromosikan potensi daerah masing-masing secara efektif.

Irfan Nur Taufik menjelaskan bahwa optimalisasi visual tidak selalu membutuhkan peralatan mahal, namun lebih kepada kreativitas dalam mengambil rekaman yang menarik dengan alat yang tersedia. Selain itu, ia mengajak anggota Karang Taruna untuk membangun penjenamaan personal yang positif agar dapat menjadi wajah representatif bagi desa mereka melalui konten yang bermanfaat dan edukatif.

“Pemuda Karang Taruna memiliki peran strategis untuk menjadi wajah positif bagi desanya. Melalui konten yang kreatif namun tetap menjunjung nilai edukasi, kalian bisa mempromosikan potensi lokal ke jangkauan yang lebih luas. Konsistensi dalam memproduksi karya yang menghibur sekaligus bermanfaat adalah kunci untuk memenangkan perhatian masyarakat di dunia digital saat ini,” ujar Irfan Nur Taufik di hadapan puluhan peserta.

Kegiatan yang dimulai sejak siang hari ini berlangsung sangat interaktif. Tidak hanya terpaku pada teori, para peserta langsung diajak mempraktikkan ilmu yang didapat dengan membuat konten kreatif di sekitar lingkungan Kantor Kapanewon Depok. Hasil karya para peserta kemudian ditinjau langsung oleh narasumber untuk diberikan masukan teknis guna meningkatkan kualitas visual maupun alur ceritanya.

Melalui bimbingan langsung dari praktisi profesional, Karang Taruna di wilayah Kapanewon Depok diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi positif dan inovasi lokal melalui platform digital. Semangat kolaborasi dan praktik langsung ini diproyeksikan dapat melahirkan kreator-kreator muda berbakat yang mampu membawa kemajuan bagi Kabupaten Sleman di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. (Sri Rahayu/KIM Depok)