Tekan Angka Stunting, Pemerintah Kapanewon Depok Intensifkan Monitoring Posyandu Balita

Sleman — Pemerintah Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, terus memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat melalui aksi nyata di lapangan. Pada Senin (13/4/2026), pihak kapanewon melaksanakan monitoring langsung terhadap kegiatan Posyandu Balita di Padukuhan Dabag, Kalurahan Condongcatur, guna memastikan program pencegahan stunting berjalan efektif dan tepat sasaran.
Monitoring ini difokuskan pada pemantauan tumbuh kembang anak usia 0 hingga 5 tahun yang menjadi periode emas pertumbuhan. Petugas memantau secara detail proses penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga pengukuran lingkar kepala balita. Data-data tersebut sangat krusial sebagai indikator deteksi dini jika ditemukan potensi gangguan pertumbuhan atau masalah gizi pada anak di wilayah tersebut.
Perwakilan Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Subekti Handayani, menegaskan bahwa keaktifan warga dalam mengunjungi Posyandu merupakan kunci utama dalam memutus rantai stunting. Pencatatan rutin pada Kartu Menuju Sehat (KMS) atau buku KIA bukan sekadar formalitas, melainkan dokumen penting untuk melihat tren kesehatan anak secara berkelanjutan.
“Manfaat Posyandu Balita antara lain untuk pemantauan tumbuh kembang melalui pencatatan rutin guna mendeteksi dini masalah gizi, stunting, atau gizi buruk. Kami ingin memastikan setiap anak di Depok terpantau dengan baik, sehingga jika ada indikasi gangguan pertumbuhan, intervensi dapat segera dilakukan sebelum terlambat,” ujar Subekti Handayani di lokasi kegiatan.
Selain memantau kesehatan fisik balita, kunjungan lapangan ini juga berfungsi sebagai sarana koordinasi lintas sektor antara pemerintah kapanewon dengan para kader kesehatan. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan pendampingan berkelanjutan agar para kader memiliki kemampuan yang mumpuni dalam mengelola data secara akurat dan sistematis. Akurasi data inilah yang nantinya akan menjadi pijakan bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan intervensi kesehatan di masa depan.
Subekti menambahkan bahwa penguatan peran pembinaan dan pengawasan akan terus dilakukan secara rutin di berbagai titik wilayah Kapanewon Depok. Optimalisasi layanan kesehatan di tingkat akar rumput diharapkan dapat menciptakan generasi masa depan yang sehat dan memiliki daya saing tinggi melalui pencegahan stunting yang komprehensif.
“Langkah ini kami lakukan untuk memastikan layanan berjalan optimal dan data terkelola secara akurat. Dengan pemantauan langsung seperti ini, kita dapat memastikan bahwa program intervensi pencegahan stunting dilaksanakan secara tepat sasaran serta berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Sleman,” tegasnya. (Athiful/KIM Depok)



