Wujudkan Keluarga Sadar Ekologi, Kemenag Sleman Perkuat Program Caping bagi Calon Pengantin

Sleman — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman terus memperkuat implementasi program Calon Pengantin Peduli Lingkungan (Caping). Program inovatif ini merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya dalam penguatan ekoteologi yang tertuang dalam program Asta Protas.
Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Depok Sleman, Sunhaji, menjelaskan bahwa program Caping mengintegrasikan layanan bimbingan perkawinan dengan peningkatan kesadaran lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan. Melalui pendekatan ini, pasangan yang hendak menikah tidak hanya diberikan pembekalan tentang tata cara membangun keluarga sakinah, tetapi juga didorong untuk memiliki tanggung jawab sosial terhadap kelestarian alam.
Sunhaji menegaskan bahwa setiap pasangan calon pengantin yang mengikuti bimbingan perkawinan diajak untuk memberikan kontribusi nyata dalam bentuk wakaf bibit tanaman. Bibit-bibit yang terkumpul tersebut nantinya akan didistribusikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, sehingga tercipta sebuah jejaring kolaborasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di wilayah Sleman.
“Program ini mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kepedulian lingkungan secara langsung. Calon pengantin kami dorong untuk berkontribusi melalui wakaf bibit tanaman sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga alam. Kami ingin setiap pasangan memulai langkah baru mereka dengan memberikan manfaat bagi bumi,” ujar Sunhaji di Kantor KUA Depok Sleman, Rabu (8/4/2026).
Lebih lanjut, Sunhaji menambahkan bahwa penguatan ekoteologi kini menjadi salah satu fokus kebijakan strategis Kementerian Agama. Langkah ini bertujuan membangun kesadaran kolektif, baik di kalangan aparatur maupun masyarakat luas, agar peduli terhadap isu-isu lingkungan. Melalui Caping, nilai-nilai teologis tersebut diterjemahkan ke dalam aksi konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh ekosistem sekitar.
Guna meningkatkan partisipasi, Kemenag Sleman juga gencar melakukan sosialisasi melalui berbagai kegiatan formal maupun publikasi di media sosial. Hal ini dilakukan agar para calon pengantin tidak hanya fokus pada pemenuhan aspek administrasi dan pembinaan rumah tangga semata, tetapi juga merasa terpanggil untuk berperan aktif sebagai duta lingkungan di lingkungan tempat tinggal mereka kelak.
Dengan konsistensi pelaksanaan program ini, Kemenag Sleman berkomitmen untuk menghadirkan layanan publik yang lebih bermakna dan berdampak luas. Inisiatif ini diharapkan mampu membentuk karakter keluarga baru yang memiliki kesadaran ekologis tinggi sejak awal mereka membangun biduk rumah tangga.
“Integrasi antara bimbingan perkawinan dan kepedulian lingkungan diharapkan mampu membentuk keluarga yang tidak hanya harmonis secara batiniah, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis yang kuat. Dengan menanam pohon, mereka sebenarnya sedang menanam kebaikan untuk generasi mendatang,” pungkas Sunhaji. (Athiful/KIM Depok)



