Generasi Muda Gamping Didorong Perkuat Wawasan Kebangsaan di Era Digital

Sleman — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman menggelar kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan bagi generasi muda, pada Selasa (7/4/2026).
Kegiatan yang mengusung tema Generasi Muda sebagai Pilar Persatuan Bangsa di Era Digital tersebut berlangsung di Joglo Karyantaran, Temuwuh Lor, Balecatur, Gamping, Sleman, dan diikuti oleh 75 pemuda se-Kapanewon Gamping.
Ketua Tim Kerja Wawasan Kebangsaan Badan Kesbangpol Sleman, Dwijo Anggono menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para peserta. Ia menilai generasi muda di wilayah Gamping memiliki potensi besar dalam menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.
“Menuju Indonesia Emas 2045, kami berharap generasi muda benar-benar siap menghadapi berbagai tantangan. Gamping sebagai wilayah perbatasan memiliki dinamika persoalan yang beragam, namun juga menyimpan banyak peluang positif,” ujarnya.
Anggono juga menekankan pentingnya komitmen generasi muda dalam menjaga empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus terus diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas di ruang digital.
Dalam kegiatan tersebut, hadir dua orang narasumber yang memberikan pemaparan materi. Narasumber pertama, salah satu dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yayuk Hidayah yang menyampaikan materi mengenai pentingnya wawasan kebangsaan bagi generasi muda.
Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan penuh semangat, ia mengajak peserta untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sementara itu, narasumber kedua, perwakilan dari Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM), Diasma Sandi Swandaru pada mengulas tentang aktualisasi nilai-nilai Pancasila di era digital.
Ia menekankan pentingnya penerapan nilai gotong royong di tengah masyarakat, termasuk dalam menghadapi tantangan informasi dan interaksi di dunia maya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda tidak hanya memahami konsep wawasan kebangsaan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sosial maupun di ruang digital. (Andy Ahmad – KIM DSN NGAGLIK)



