Ribuan Keluarga di Margorejo Sleman Terima Bantuan Pangan

Sleman — Upaya penguatan jaring pengaman sosial terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman melalui penyaluran bantuan pangan guna menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Sebanyak Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, menerima alokasi bantuan cadangan pangan periode Maret–April 2026 yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Kalurahan Margorejo, Selasa (28/4/2026).
Penyaluran ini merupakan bagian dari program nasional pemanfaatan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang menyasar keluarga miskin dan rentan. Penentuan penerima manfaat dilakukan secara ketat dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial, guna memastikan bantuan sampai kepada pihak yang benar-benar membutuhkan dan tepat sasaran.
Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan alokasi gabungan untuk dua bulan sekaligus, yakni total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Skema penyaluran satu tahap untuk dua periode alokasi ini sengaja diterapkan untuk mengefisiensikan proses distribusi serta mengurangi beban biaya mobilisasi bagi warga yang datang ke lokasi penyaluran.
Tenaga Pendamping Sosial Kecamatan Margorejo, Iwan Wismantoro, menekankan pentingnya kedisiplinan warga dalam mengikuti jadwal yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penumpukan massa dan memastikan proses administrasi berjalan lancar. Ia juga mengingatkan agar bantuan yang diterima digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga dan dilarang keras untuk diperjualbelikan.
“Kami mengimbau seluruh penerima untuk hadir tepat waktu sesuai jadwal yang telah diatur. Ketertiban warga sangat membantu petugas dalam memberikan pelayanan yang cepat dan nyaman. Kami juga mewajibkan pemeriksaan dokumen asli berupa KK dan KTP untuk memastikan bahwa bantuan ini diterima langsung oleh pihak yang berhak tanpa ada penyalahgunaan data,” ujar Iwan Wismantoro di sela proses distribusi.
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Kelembagaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Feri Istanto, yang hadir memantau langsung kegiatan tersebut menyatakan bahwa bantuan pangan tetap menjadi instrumen vital dalam menjaga stabilitas domestik di tengah tekanan ekonomi. Menurutnya, akurasi data dan kolaborasi apik dengan pemerintah kalurahan menjadi kunci efektivitas program perlindungan sosial ini.
“Bantuan sosial bukan sekadar pembagian barang, tetapi merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam menjaga ketahanan keluarga dan memperkuat kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Karena itu, pengawasan di lapangan dan kolaborasi dengan pemerintah kalurahan harus terus kita perkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga,” ungkap Feri Istanto.
Feri juga menambahkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga terus mendorong penguatan kapasitas relawan sosial serta pemberdayaan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas. Keberhasilan penyaluran di Margorejo ini diharapkan menjadi model tata kelola distribusi bantuan yang transparan dan tertib bagi wilayah lain di Kabupaten Sleman. (SBD/KIM Senyum Tempel)



