Jaga Tradisi Juara, Satlat Demak Ijo Sleman Kembali Sabet Emas di POPDA DIY 2026

Sleman — Satuan Latihan (Satlat) Tarung Derajat Demak Ijo Sleman kembali membuktikan taringnya sebagai kawah candradimuka atlet berbakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) DIY 2026, Satlat ini sukses mempertahankan tradisi medali emas melalui penampilan impresif petarung mudanya di kancah provinsi.
Prestasi tertinggi kali ini dipersembahkan oleh Kristanti, pelajar SMK Negeri 2 Depok, yang turun di kelas SMK Putri 44,1 – 47 kilogram. Kristanti tampil dominan sejak babak penyisihan dan berhasil mengandaskan perlawanan atlet-atlet terbaik dari kabupaten serta kota lain di DIY, hingga akhirnya naik ke podium tertinggi untuk mengalungkan medali emas.
Pelatih Tarung Derajat Satlat Demak Ijo, Ruslan, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari proses panjang yang mengedepankan kedisiplinan dan latihan konsisten. Menurutnya, keberhasilan meraih emas bukan sekadar soal keunggulan teknik di atas matras, melainkan juga ketangguhan mental dan semangat pantang menyerah yang ditanamkan sejak dini kepada para atlet.
“Tradisi emas yang selama ini terjaga di Satlat Demak Ijo menjadi tanggung jawab bersama untuk terus dipertahankan. Oleh karena itu, kami selalu menanamkan nilai kerja keras, sportivitas, dan rasa percaya diri kepada setiap petarung sejak tahap pembinaan awal. Kami tidak ingin prestasi ini dianggap sebagai hasil instan, karena di baliknya ada keringat dan dedikasi yang luar biasa dari para atlet,” ujar Ruslan saat ditemui di Banyuraden, Sleman, Senin (6/4/2026).
Ruslan menambahkan bahwa dukungan ekosistem pembinaan yang sehat, mulai dari peran orang tua, pihak sekolah, hingga lingkungan sekitar, menjadi faktor krusial dalam menjaga performa atlet. Sinergi ini memperkuat posisi Kabupaten Sleman sebagai salah satu kekuatan utama cabang olahraga tarung derajat di tingkat pelajar, yang diharapkan mampu terus melahirkan bibit unggul secara berkelanjutan.
Meski sukses mempertahankan tradisi juara, Ruslan mengingatkan anak didiknya untuk tidak cepat berpuas diri. Ia mendorong para petarung muda untuk terus meningkatkan kualitas diri guna menghadapi kompetisi yang lebih berat di masa mendatang, baik di skala nasional maupun internasional. Komitmen pembinaan yang terstruktur ini menjadi modal utama Satlat Demak Ijo dalam menatap berbagai ajang olahraga berikutnya.
“Kami berharap para petarung tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kualitas diri agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Semangat juang ini harus tetap menyala agar Satlat Demak Ijo terus menjadi inspirasi bagi perkembangan olahraga tarung derajat di Daerah Istimewa Yogyakarta,” pungkas Ruslan. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)



