Sabin Pasar Rasa 2026: Menilik Harmoni Gaya Hidup Mindful di Tengah Alam Sleman

Sleman — Di tengah dinamika dunia yang kian cepat, konsep hidup berkesadaran atau mindful living semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat urban. Hal ini tercermin dalam kesuksesan gelaran Sabin Pasar Rasa 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 3 hingga 5 April 2026. Bertempat di Sabin by Seken Living, Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, festival ini hadir bukan sekadar sebagai pasar biasa, melainkan sebuah ruang terbuka yang mengajak pengunjung untuk berhenti sejenak dan kembali terhubung dengan diri sendiri serta alam sekitar.

Rangkaian acara dibuka dengan tema “Rasa dan Rupa” yang ditandai dengan peluncuran paviliun artistik hasil kolaborasi dekorasi penuh makna dari tim Heart Party Decor. Tak hanya soal visual, dimensi intelektual juga dihadirkan melalui sesi Rasa Talks. Dalam diskusi tersebut, narasumber Cinta membedah filosofi tentang cara merangkai rasa dan merawat karya. Ia menekankan bahwa kesadaran penuh dalam setiap proses kreatif sangat diperlukan agar karya yang dihasilkan memiliki “jiwa” dan resonansi yang kuat bagi penikmatnya.

Memasuki hari kedua, suasana festival terasa semakin intim dengan digelarnya agenda Genduri Sore. Perwakilan dari Sabin dan Seco, Thomas, berbagi cerita mengenai filosofi di balik terciptanya ekosistem ruang yang harmonis di kawasan tersebut. Selain itu, aspek kesehatan mental dan fisik juga menjadi sorotan melalui kegiatan Rasa Wellness, di mana para peserta diajak melakukan olah napas dan meditasi suara untuk menciptakan jeda tenang di tengah hiruk-pikuk aktivitas luar ruang.

“Kami berharap setiap langkah yang datang ke sini dapat membawa pulang rasa hangat dari ruang pertemuan yang ada. Melalui Sabin Pasar Rasa, kami ingin membuktikan bahwa ruang yang mengedepankan kualitas hubungan manusia, makanan, dan alam kian menjadi kebutuhan esensial bagi masyarakat modern saat ini. Terima kasih untuk semua yang telah menjadi bagian dari perjalanan rasa ini,” ujar Thomas di sela-sela acara.

Hari penutup yang mengusung tema “Pasar dan Jiwa” menjadi puncak kunjungan massa yang memadati lokasi. Kendati ramai, panitia tetap mengedepankan kenyamanan dan pengendalian kerumunan yang tertib. Momen Rasa Garden Soiree memberikan kesempatan bagi tamu untuk menikmati hidangan di ruang terbuka, ditemani oleh alunan musik dari DJ serta pertunjukan tari tradisional yang menyatukan unsur modernitas dan akar budaya, sebelum akhirnya ditutup dengan pembagian apresiasi kepada pengunjung.

Sebagai bentuk nyata dari nilai mindfulness terhadap lingkungan, usai acara resmi ditutup, seluruh tim internal segera melakukan proses bongkar area dan pembersihan lokasi secara menyeluruh. Langkah ini diambil guna memastikan lingkungan Sabin by Seken Living kembali bersih dan asri seperti semula. Keberhasilan festival ini menegaskan bahwa tren gaya hidup sehat dan berkesadaran kini telah menjadi bagian dari identitas masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya. (Ajeng/KIM DSN)




200 Bikers Muhammadiyah Klaten Gelar Bakti Sosial di Lereng Merapi

Sleman — Deru mesin ratusan sepeda motor memecah keheningan lereng Gunung Merapi saat komunitas Bikers Muhammadiyah (BikersMu) Chapter Klaten menyambangi wilayah Turi, Sleman. Sebanyak 200 riders melakukan aksi Touring Syawalan dan Tadabur Alam yang dikemas dengan misi kemanusiaan serta penguatan nilai keagamaan pada Minggu (5/4/2026).

Rombongan yang berangkat dari Klaten ini memusatkan kegiatan bakti sosial di Masjid Shirothol Mustaqim, Ngentak, Bangunkerto. Kehadiran para penunggang besi ini disambut hangat oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi. Sinergi antara komunitas hobi dengan struktur organisasi keagamaan ini dinilai menjadi potret segar dakwah kontemporer yang menyentuh langsung lapisan masyarakat di pedesaan.

Ketua PCM Turi, Bambang Rahmanto, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif komunitas otomotif tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan bahwa hobi berkendara bisa bertransformasi menjadi gerakan sosial yang membawa manfaat nyata bagi umat. Ia berharap kolaborasi lintas daerah seperti ini dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus mempererat hubungan antarkabupaten melalui aksi nyata.

“Kami dari PCM Turi merasa sangat senang dengan adanya kegiatan silaturahmi dan bakti sosial dari BikersMu Klaten ini. Ini bukan sekadar touring atau hobi semata, tetapi membawa nilai dakwah dan kepedulian sosial yang tinggi. Kami berharap kegiatan positif ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk menggabungkan kesenangan pribadi dengan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Bambang Rahmanto di sela-sela acara.

Ketua Panitia pelaksana, Eko Teguh Wibawanto, menjelaskan bahwa rangkaian acara dimulai dengan perjalanan disiplin dari Klaten menuju lokasi bakti sosial, dilanjutkan dengan pengajian halal bihalal, dan diakhiri dengan tadabur alam. Dalam sesi tausiyah, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten mengingatkan para peserta untuk menjadikan komunitas sebagai sarana memperkuat iman dan ilmu, terutama dalam membekali generasi muda menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Usai merampungkan agenda sosial dan keagamaan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju destinasi wisata Grojogan Watu Purbo di Merdikorejo, Tempel. Dengan pengawalan ketat dari personel Polsek Turi dan KOKAM Turi, para riders melintasi jalan-jalan pedesaan yang hijau dan asri, menciptakan suasana kebersamaan yang kental di tengah keindahan alam Sleman.

Sebelum bertolak kembali ke Klaten, sejumlah anggota komunitas menyempatkan diri singgah di kediaman warga asal Cawas yang kini merintis usaha konveksi di Turi sebagai bentuk dukungan moral antarsesama perantau. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan penuh keakraban, menegaskan pesan bahwa semangat Syawalan harus diisi dengan silaturahmi yang produktif dan bermanfaat bagi sesama. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)




Pererat Silaturahmi Pasca-Ramadan, Yayasan Ikhtiar Sejahtera Salurkan Santunan Dhuafa di Sleman

Sleman — Momentum Syawal menjadi ajang bagi Yayasan Ikhtiar Sejahtera (YIS) untuk memperteguh nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan Syawalan yang dirangkai dengan penyaluran santunan bagi kaum dhuafa, yayasan ini berkomitmen menjaga spirit berbagi tetap menyala pasca-bulan suci Ramadan. Acara tersebut berlangsung khidmat di Sekretariat YIS, Ngebong, Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, Minggu (5/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan pengurus yayasan, kelompok pengajian ibu-ibu Sahabat Quran Queen Latifa, serta masyarakat sekitar. Dalam aksi sosial tersebut, sebanyak 60 paket sembako disalurkan kepada warga yang membutuhkan sebagai bentuk kemanfaatan nyata lembaga bagi lingkungan. Sinergi antara kegiatan spiritual dan sosial ini menjadi kekuatan utama dalam membangun solidaritas di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.

Ketua Yayasan Ikhtiar Sejahtera, Anwar Ihsani, menegaskan bahwa santunan dhuafa bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wujud nyata dari empati yang harus terus dirawat. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dan berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi warga sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan antar sesama.

“Melalui momentum Syawal ini, kami ingin menguatkan kembali semangat berbagi dan kepedulian yang telah terpupuk selama Ramadan. Santunan dhuafa bukan hanya tentang memberi materi, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun empati dan mempererat ikatan sosial di tengah masyarakat agar tidak ada jarak antara yang mampu dan yang membutuhkan,” ujar Anwar Ihsani di sela-sela acara.

Selain prosesi santunan, acara juga diisi dengan pengajian halal bihalal yang menghadirkan pengurus Badko TPA Kabupaten Sleman, Muh Nur Subkhi. Dalam tausiyahnya, ia menekankan bahwa silaturahmi merupakan fondasi utama untuk menciptakan kehidupan sosial yang harmonis. Menurutnya, hikmah utama dari bulan Syawal adalah melapangkan hati untuk saling memaafkan dan memperkuat hubungan antarsesama.

“Silaturahmi bukan hanya sekadar tradisi tahunan, melainkan sebuah kebutuhan bagi setiap insan. Dengan saling memaafkan, hati menjadi lapang dan hubungan antarsesama menjadi jauh lebih kuat. Inilah yang menjadi esensi kemenangan kita setelah sebulan penuh berpuasa, yakni kembali fitrah dengan hubungan sosial yang lebih baik,” tutur Muh Nur Subkhi dalam ceramahnya.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Ikhtiar Sejahtera tidak hanya memosisikan diri sebagai lembaga sosial-keagamaan, tetapi juga sebagai penggerak nilai-nilai kemanusiaan yang inklusif. Semangat berbagi dan menjaga kerukunan yang diusung dari tingkat kalurahan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi komunitas lain di berbagai wilayah untuk terus menebar kebaikan secara berkelanjutan. (SBD/KIM Tempel)




Perkuat Toleransi, Pemerintah Kalurahan Condongcatur Pantau Langsung Misa Malam Paskah 2026

Sleman — Pemerintah Kalurahan Condongcatur menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama melalui kegiatan patroli dan sambang wilayah pada perayaan malam Paskah, Sabtu (4/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan rangkaian ibadah umat Kristiani di wilayah Kapanewon Depok, Sleman, berjalan dengan aman, nyaman, dan khidmat.

Rombongan yang dipimpin oleh Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, bersama Kapolsek Depok Timur, Jagabaya, Satlinmas, serta Jagawarga menyambangi sejumlah titik rumah ibadah. Salah satu lokasi utama yang dikunjungi adalah Gereja Katolik Santo Yohanes Rasul Pringwulung, yang menjadi pusat perayaan Paskah bagi ribuan jemaah di wilayah tersebut.

Dukuh Pringwulung, Sahid Fahrudin, menjelaskan bahwa kehadiran aparatur pemerintah dan keamanan di tengah jemaah bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi. Ia menyebutkan bahwa antusiasme umat tahun ini sangat besar, namun tetap teratur. Selain ibadah tatap muka, pihak gereja juga memfasilitasi jemaah yang berhalangan hadir melalui siaran langsung di kanal YouTube resmi gereja.

“Misa Hari Paskah di Gereja Pringwulung diadakan secara berjemaah dan disiarkan secara online melalui kanal YouTube Yoras Pringwulung. Kehadiran Bapak Lurah dan tim patroli di sini memberikan rasa tenang bagi para jemaah yang sedang menjalankan ibadah,” ujar Sahid Fahrudin di sela-sela kunjungan.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Kristiani yang merayakan. Ia berharap momentum Paskah tahun ini dapat membawa pesan perdamaian dan kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat di Condongcatur. Menurutnya, stabilitas wilayah yang kondusif adalah kunci utama dalam membangun lingkungan yang harmonis.

“Selamat Paskah, semoga kasih dan kebangkitan membawa harapan serta kebahagiaan bagi kita semua. Kami berharap Paskah kali ini menginspirasi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan senantiasa membawa damai bagi lingkungan sekitar,” ucap Reno Candra Sangaji.

Kedatangan rombongan pemerintah kalurahan ini disambut hangat oleh Romo Bernadus Irawan Heryuwono bersama panitia Paskah. Pihak gereja mengapresiasi perhatian dan atensi yang diberikan pemerintah setempat, yang dinilai menambah semangat dan rasa bangga bagi umat Katolik di Pringwulung.

“Ibadah malam Paskah ini diikuti oleh sekitar jemaah yang dibagi ke dalam dua sesi, yakni pukul WIB dan pukul WIB. Kami sangat berterima kasih atas dukungan keamanan dan kunjungan ini, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala,” ungkap Bernadus Irawan Heryuwono. (Wasana/KIM Depok)




Atlet Bela Diri MAN 4 Sleman Borong Medali di POPDA DIY 2026

Sleman — Kontingen atlet dari MAN 4 Sleman menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026. Dalam kompetisi yang berlangsung pada 31 Maret hingga 3 April 2026 tersebut, para siswa madrasah ini berhasil mendominasi podium di dua cabang olahraga bela diri sekaligus, yakni Tarung Derajat dan Pencak Silat.

Pada cabang olahraga Tarung Derajat, Muhammad Gibran yang merupakan siswa kelas X B sukses menyabet medali emas setelah tampil dominan sejak babak penyisihan. Langkah impresif Gibran diikuti oleh rekan sekelasnya, Damar Mahesa Langit, yang berhasil meraih medali perak setelah melalui pertarungan sengit di babak final. Keberhasilan keduanya menjadi bukti nyata dari hasil latihan intensif dan disiplin tinggi yang mereka jalani selama beberapa bulan terakhir.

Prestasi membanggakan juga datang dari arena Pencak Silat yang digelar di Graha Wana Bhakti Yasa, Yogyakarta. Siswi berbakat, Mufidatul Halwa, bersama timnya sukses meraih Juara 1 pada kategori beregu putri. Keberhasilan ini diraih setelah melalui persiapan fisik, mental, dan strategi bertanding yang matang di bawah bimbingan pelatih berpengalaman.

“Alhamdulillah, kami berhasil mendapatkan juara satu untuk kategori ekshibisi beregu putri di kejuaraan POPDA DIY 2026. Ini adalah hasil kerja keras tim dan pelatih yang selama ini konsisten berlatih,” ujar Mufidatul Halwa saat memberikan laporan prestasi kepada pihak madrasah, Sabtu (4/4/2026).

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian para atlet muda tersebut pada Minggu (5/4/2026). Ia menegaskan bahwa prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi individu atlet, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika madrasah yang terus berkomitmen mendukung pengembangan bakat siswa di bidang non-akademik.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Gibran, Damar, dan Mufidatul Halwa. Prestasi ini adalah hasil sinergi antara kerja keras siswa, dukungan orang tua, serta bimbingan pelatih. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk berani berprestasi dan mengharumkan nama institusi, baik di kancah regional maupun nasional,” tegas Ahmad Arif Makruf.

Dengan raihan emas dan perak ini, MAN 4 Sleman semakin mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang mampu melahirkan atlet-atlet bela diri berkualitas. Pihak madrasah berharap semangat juang para atlet ini terus berkobar untuk menghadapi ajang kompetisi yang lebih tinggi di masa mendatang. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)