Pengukuhan KIM Mlati dan Rakor KIM Sembada, Fokus pada Kualitas Informasi di Tengah Efisiensi

Sleman – Pasca perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 H, Forum KIM Sembada Kabupaten Sleman menggelar dua agenda besar, yaitu pengukuhan pengurus KIM “Pijar Mlati” Kapanewon Mlati periode 2026–2031, dan Rapat Koordinasi (Rakor) Forum KIM Sembada. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kapanewon Mlati, Rabu (1/4/2026).
Pengukuhan KIM Mlati dilakukan oleh Panewu Mlati, Dyah Purwanti. Usai dikukuhkan, para pengurus mendapatkan pembekalan dari Panewu Mlati, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman, dan Ketua Forum KIM Sembada Sleman, terkait peran strategis KIM dalam pembangunan masyarakat berbasis informasi.
Kegiatan dilanjutkan dengan Rakor KIM Sembada yang dipimpin langsung oleh Ketua Forum KIM Sembada Sleman, Adnan Imam Nurcahyo. Pada kesempatan itu, Adnan menyampaikan bahwa kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pada tahun 2025–2026 turut berdampak pada alokasi anggaran kegiatan KIM, sebagaimana diinformasikan oleh Dinas Kominfo Sleman.
“Fasilitasi Rakor KIM yang sebelumnya dapat dilaksanakan 12 kali dalam setahun, untuk tahun ini berkurang menjadi 10 kali. Selain itu, anggaran pelaksanaan juga mengalami penurunan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa honor atau kompensasi penulisan berita juga mengalami penyesuaian. Dinas Kominfo Sleman kini menerapkan kebijakan kurasi yang lebih ketat terhadap berita yang akan ditayangkan di Media Center Sleman.
“Hanya berita yang berkaitan dengan RPJMD yang akan ditayangkan,” imbuh Adnan.
Kedua hal tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Rakor yang dihadiri oleh perwakilan dari 17 kapanewon di Kabupaten Sleman. Terkait pengurangan frekuensi Rakor dan penyesuaian anggaran operasional, para peserta sepakat bahwa hal tersebut tidak menjadi kendala signifikan, mengingat sebagian besar penggiat KIM merupakan relawan.
Lebih lanjut, untuk kurasi berita, forum menilai hal tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas karya jurnalistik para penggiat literasi. Tidak hanya mengejar kuantitas tayangan, tetapi juga memperhatikan substansi dan relevansi berita.
Kurasi menjadi kunci utama, mengingat berita yang dipublikasikan melalui Media Center Sleman akan menjadi bagian dari analisis media dan informasi publik oleh Dinas Kominfo Sleman.
Selain membahas dua isu utama tersebut, Rakor juga menetapkan jadwal dan lokasi pertemuan KIM mulai Mei hingga Desember 2026. Sebagai inovasi baru, forum juga menerapkan infak kehadiran yang bersifat sukarela dan diperuntukkan bagi kegiatan sosial.
Melalui Rakor ini, Forum KIM Sembada menunjukkan komitmennya untuk tetap adaptif dan produktif di tengah keterbatasan anggaran, sekaligus terus mendorong peran aktif masyarakat dalam mewujudkan ekosistem informasi yang sehat dan berkualitas. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)



