Kesbangpol Sleman Bekali Pemuda Berbah Wawasan Kebangsaan

Sleman — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman menggelar pembinaan wawasan kebangsaan bagi generasi muda guna memperkokoh semangat persatuan di tengah derasnya arus informasi digital. Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Muda sebagai Pilar Persatuan Bangsa di Era Digital” ini dilaksanakan di Blambangan, Jogotirto, Kapanewon Berbah, Jumat (24/4/2026).
Acara ini diikuti oleh 75 peserta dari berbagai unsur pemuda se-Kapanewon Berbah yang disiapkan untuk menjadi garda depan dalam menjaga keutuhan bangsa. Melalui pembekalan ini, para pemuda didorong untuk memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai pentingnya menjaga identitas nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Ali Imron, yang hadir sebagai narasumber menegaskan bahwa peran pemuda sangat krusial dalam menyongsong visi Generasi Emas 2045. Menurutnya, kemajuan bangsa di masa depan sangat bergantung pada sejauh mana anak muda saat ini mampu menguasai teknologi tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai integritas.
“Generasi Emas 2045 menempatkan pemuda sebagai kunci utama kemajuan bangsa. Oleh karena itu, pembinaan saat ini harus difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan, penguatan karakter, serta penguasaan teknologi dan inovasi. Kami ingin pemuda di Berbah menjadi generasi yang kreatif dan adaptif namun tetap memegang teguh semangat gotong royong,” ujar Ali Imron di hadapan para peserta.
Selain penguatan karakter, narasumber dari Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Ahmad Nasir Ari Wibowo, menekankan bahwa wawasan kebangsaan merupakan fondasi mutlak untuk menjaga persatuan. Sementara itu, Diasma Sandi Swandaru dari PSP UGM menyoroti sisi teknis penggunaan media sosial. Ia mengajak para peserta untuk lebih bijak dalam menyaring informasi agar nilai-nilai Pancasila tetap terimplementasi secara nyata dalam interaksi digital sehari-hari.
“Di era digital ini, setiap individu adalah produsen informasi. Generasi muda harus mampu menjadi penyaring informasi agar ruang digital kita tetap sehat dan tidak terpecah belah oleh hoaks atau disinformasi yang merusak persatuan,” ungkap Diasma Sandi Swandaru saat sesi materi.
Diskusi yang berlangsung interaktif ini memperlihatkan antusiasme tinggi dari para peserta dalam mendalami isu-isu kebangsaan. Pembinaan ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan zaman. (Andy Ahmad/KIM DSN Ngaglik)



