Dinas Dukcapil Sleman Jemput Bola Layanan Adminduk Warga Maguwoharjo

Sleman – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sleman menggelar layanan Sosialisasi Informasi, Rekam Data, dan Pelayanan Administrasi Kependudukan (Sisir Adminduk) di Balai Padukuhan Tajem, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi layanan jemput bola untuk memudahkan warga mengurus dokumen kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor Dukcapil. Melalui pelayanan ini, masyarakat dapat melakukan perekaman KTP-el, pembaruan Kartu Keluarga, penerbitan Kartu Identitas Anak, aktivasi Identitas Kependudukan Digital, serta cetak KTP karena hilang atau rusak.

Kepala Bagian Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung, mengatakan bahwa layanan Sisir Adminduk merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sleman mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat. Menurutnya, dokumen kependudukan yang lengkap dan mutakhir sangat penting untuk mendukung akses warga terhadap berbagai layanan publik.

“Administrasi kependudukan menjadi dasar bagi masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, dan pelayanan pemerintahan lainnya. Karena itu, layanan jemput bola ini diharapkan dapat membantu warga memperbarui dan melengkapi dokumen kependudukannya,” ujarnya.

Dalam layanan jemput bola di Padukuhan Tajem, tercatat 11 warga melakukan rekam KTP, 24 warga mengurus pembaruan Kartu Keluarga, 24 warga mengurus penerbitan Kartu Identitas Anak, 46 warga melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital, serta 31 warga mengurus cetak KTP karena hilang atau rusak.

Benyamin menjelaskan, layanan langsung di tingkat padukuhan sangat membantu masyarakat, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan waktu, jarak, maupun akses menuju kantor pelayanan. Pola tersebut juga dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib administrasi kependudukan.

Ia menambahkan, aktivasi Identitas Kependudukan Digital menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut. IKD diharapkan dapat mendukung pelayanan publik yang lebih cepat, praktis, dan aman seiring berkembangnya layanan berbasis digital.

“Harapannya, masyarakat semakin tertib administrasi kependudukan. Setiap perubahan data keluarga, status, maupun dokumen pribadi perlu segera diperbarui agar tidak menghambat akses terhadap layanan publik,” katanya.

Melalui layanan sisir adminduk ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap pelayanan administrasi kependudukan semakin mudah dijangkau masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat tertib administrasi kependudukan hingga tingkat padukuhan. (Athiful/KIM Depok)




Belajar ke BSI Surya Mulya, BUMKal Margomulyo Bidik Bisnis Daur Ulang Sampah

Sleman – Upaya pengembangan unit usaha terus dilakukan BUMKal Usaha Mulia Kalurahan Margomulyo. Kali ini, BUMKal menjajaki peluang bisnis pengelolaan sampah dengan melakukan kunjungan belajar ke Bank Sampah Induk (BSI) Surya Mulya di Gancahan Kulon, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Sleman, Rabu (20/5/2026).

Kunjungan tersebut diikuti langsung oleh Direktur, Sekretaris, dan Pengawas BUMKal Usaha Mulia. Mereka ingin mempelajari secara mendalam potensi bisnis pengelolaan sampah yang dinilai memiliki peluang ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi masyarakat.

BSI Surya Mulya sendiri dikenal sebagai organisasi sosial nirlaba yang aktif dalam sosialisasi pengelolaan sampah organik dan anorganik, studi tiru integrated farming, pendampingan pemilahan sampah bernilai ekonomis, pelatihan budidaya magot, hingga menjadi pelapak material daur ulang.

Dalam kesempatan tersebut, owner BSI Surya Mulya, Farid Fakhrudin, memberikan berbagai wawasan mengenai peluang usaha di sektor persampahan. Menurutnya, pengelolaan sampah dapat dimulai dari skala sederhana hingga berkembang menjadi bisnis yang menjanjikan.

“Jenis usaha yang bisa dijalankan sangat beragam, mulai dari pengolahan sampah organik menjadi kompos, pemilahan sampah daur ulang, hingga kerja sama dengan pelapak sebagai pembeli sampah terpilah,” ujar Farid.

Ia juga memperkenalkan berbagai jenis sampah yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Farid bahkan menyatakan siap menjadi mitra pelapak bagi BUMKal, termasuk untuk pengelolaan minyak jelantah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel.

Direktur BUMKal Usaha Mulia, Agung Mujihartono, mengaku tertarik dengan peluang usaha tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya akan memulai dari usaha berskala kecil terlebih dahulu.

“Kami tertarik untuk memulai usaha pengelolaan sampah, tetapi tahap awal akan dimulai dari yang sederhana dulu. Keterbatasan sumber daya, belum adanya tempat usaha, dan kebutuhan investasi mesin menjadi pertimbangan utama,” kata Agung.

Ketertarikan BUMKal Usaha Mulia terhadap sektor pengelolaan sampah bukan tanpa alasan. Kalurahan Margomulyo dinilai memiliki fasilitas persampahan yang cukup lengkap, seperti TPS3R dan Depo Transfer Sampah. Sayangnya, pengelolaan kedua fasilitas tersebut dinilai belum maksimal, bahkan depo transfer sampah saat ini masih belum berfungsi.

Kondisi tersebut justru menjadi pemicu bagi pengurus BUMKal untuk mengembangkan unit usaha baru berbasis pengelolaan sampah. Terlebih lagi, di wilayah Margomulyo telah terdapat tujuh bank sampah atau sedekah sampah yang tersebar di tujuh padukuhan dan berpotensi menjadi mitra kerja sama strategis.

Pengawas BUMKal Usaha Mulia, Sutarto Agus, juga menilai peluang kolaborasi dengan Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) sangat terbuka lebar, baik di Margomulyo maupun wilayah Seyegan.

“Dengan sistem jemput bola sampah, KPSM tentu akan lebih diuntungkan dalam penjualan sampahnya. Ini bisa menjadi pola kerja sama yang saling menguntungkan,” jelas Sutarto Agus.

Sementara itu, Sekretaris BUMKal Usaha Mulia, Joko Astono, berharap BSI Surya Mulya dapat membantu menyediakan katalog terbaru jenis sampah yang memiliki nilai jual berikut kisaran harganya.

“Katalog harga sampah sangat penting sebagai acuan bagi BUMKal untuk mulai menjalankan bisnis jual-beli rosok bersama KPSM,” ungkap Joko Astono.

Melalui kunjungan ini, BUMKal Usaha Mulia berharap dapat memperoleh gambaran nyata mengenai tata kelola bisnis pengelolaan sampah yang profesional dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kalurahan Margomulyo. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Sedekah Sampah Taman Cemara Krodan Dorong Kepedulian Lingkungan

Sleman – Warga Padukuhan Krodan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, melaksanakan kegiatan Sedekah Sampah Taman Cemara, pada Rabu (20/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi upaya masyarakat dalam mengelola sampah dari lingkungan terdekat sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.

Sedekah sampah dilakukan dengan mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Melalui kegiatan tersebut, warga diajak untuk tidak langsung membuang sampah, tetapi memilah dan memanfaatkannya agar dapat memberi manfaat bagi lingkungan maupun kegiatan sosial masyarakat.

Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Sri Rahayu, mengatakan kegiatan Sedekah Sampah Taman Cemara Krodan merupakan langkah baik dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Sedekah Sampah Taman Cemara ini menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan padukuhan. Sampah yang dikelola dengan baik bisa memberi manfaat, bukan hanya bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga bagi kegiatan sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan, persoalan sampah di Kabupaten Sleman membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan warga dalam memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumbernya

Sri Rahayu menambahkan, gerakan sedekah sampah dapat menjadi sarana edukasi agar masyarakat lebih terbiasa memilah sampah rumah tangga, terutama sampah anorganik yang masih bernilai. Dengan begitu, volume sampah yang dibuang dapat dikurangi secara bertahap.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan dapat berkembang di padukuhan lain. Jika masyarakat terbiasa memilah sampah dari rumah, maka pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman akan semakin baik,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




Kapanewon Depok Perkuat Posyandu Pantau Tumbuh Kembang Balita

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok melakukan monitoring Posyandu Balita Tunas Bangsa di Padukuhan Papringan, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan berbasis masyarakat berjalan optimal dalam memantau tumbuh kembang anak.

Perwakilan Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Subekti Handayani, mengatakan Posyandu Balita merupakan layanan kesehatan masyarakat yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan.

Menurutnya, layanan tersebut berfokus pada pemantauan tumbuh kembang anak, deteksi dini risiko gizi buruk dan stunting, serta pemberian imunisasi lengkap.

“Posyandu balita memiliki peran penting dalam memastikan anak tumbuh sehat. Melalui pemantauan rutin, kondisi tumbuh kembang anak dapat diketahui sejak dini sehingga apabila ada gangguan dapat segera ditangani,” ujarnya.

Ia menjelaskan, monitoring dilakukan untuk melihat pelaksanaan layanan posyandu sekaligus mendukung peran kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, keberadaan posyandu menjadi bagian penting dari upaya pencegahan stunting di tingkat padukuhan.

Subekti menambahkan, pemantauan berkala, deteksi dini gangguan tumbuh kembang, serta edukasi gizi bagi orang tua perlu terus diperkuat. Hal tersebut penting agar orang tua memiliki pemahaman yang baik dalam memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan anak sejak dini.

“Harapannya, melalui layanan posyandu yang berjalan baik, kita dapat mewujudkan generasi penerus yang sehat, kuat, dan cerdas. Pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini melalui pemantauan tumbuh kembang anak secara optimal,” katanya.

Ia juga berharap kegiatan posyandu di wilayah Kapanewon Depok dapat terus mendukung program kesehatan Kabupaten Sleman, khususnya dalam peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.

Dengan keterlibatan kader, orang tua, dan pemerintah, layanan posyandu diharapkan semakin kuat sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat.

“Semoga layanan posyandu balita di Kabupaten Sleman semakin aktif, tertib, dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” pungkasnya. (Athiful/KIM Depok)




CasaTrivera Perkuat Inovasi Wirausaha Mahasiswa di Sleman

Sleman – CasaTrivera, produk roti inovasi mahasiswa Departemen Fisika UNY, menjadi salah satu bentuk penguatan kewirausahaan mahasiswa yang berkontribusi pada pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Sleman.

Produk tersebut dikembangkan oleh tiga mahasiswa, yakni Aisyah Putri Asri, Allifah Izatunnisa, dan Lieffia Intan melalui Program Pembelajaran Luar Kampus (PLK) UNY Wirausaha.

Melalui program tersebut, mahasiswa terlibat langsung dalam proses bisnis, mulai dari perencanaan produk, produksi, pengemasan, pemasaran, hingga evaluasi pasar.

Allifah mengatakan bahwa CasaTrivera dikembangkan sebagai produk roti rumahan yang mengutamakan kualitas rasa, kelembutan tekstur, tampilan menarik, dan kesegaran produk. Menurutnya, usaha tersebut menjadi media pembelajaran nyata bagi mahasiswa sains untuk memahami dunia kewirausahaan secara langsung.

“CasaTrivera kami kembangkan dengan menekankan kualitas bahan, ketepatan proses produksi, dan konsistensi rasa. Dalam bisnis kuliner, kepercayaan konsumen dibangun dari produk yang stabil kualitasnya dan sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

CasaTrivera menghadirkan tiga varian utama, yakni Choco Sprinkle, Cheddar Bliss, dan Abon. Choco Sprinkle menawarkan roti lembut dengan isian cokelat oles dan taburan meses. Cheddar Bliss menghadirkan roti lembut dengan isian serta topping keju bercita rasa gurih dan creamy, sedangkan Abon menjadi pilihan roti gurih dengan taburan abon yang kaya rasa.

Ia menjelaskan, pemilihan varian tersebut mempertimbangkan selera pasar yang beragam. Produk manis dan gurih dihadirkan agar CasaTrivera menjangkau konsumen lebih luas, terutama pelajar, mahasiswa, keluarga, dan masyarakat umum.

“Setiap varian kami susun agar memiliki karakter rasa yang berbeda. Dengan begitu, konsumen memiliki pilihan sesuai selera, baik yang menyukai roti manis maupun roti gurih,” katanya.

Allifah menambahkan, CasaTrivera menggunakan sistem pre-order untuk menjaga kualitas produk. Pola tersebut memungkinkan tim memproduksi roti sesuai jumlah pesanan, sehingga produk yang diterima konsumen tetap segar dan tidak melewati masa simpan terlalu lama.

Menurutnya, sistem pre-order juga membantu mahasiswa memahami pola permintaan pasar, mengatur kebutuhan bahan baku, mengurangi risiko produk tidak terjual, serta menjaga efisiensi produksi.

“Strategi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun usaha kuliner yang terukur dan berkelanjutan,” paparnya.

Senada, Intan menyampaikan, pengembangan CasaTrivera tetap menghadapi tantangan, terutama dalam menjaga daya simpan produk, memperluas pasar, dan membangun pengenalan merek. Karena itu, tim terus memperbaiki pengemasan, tampilan produk, serta strategi promosi agar CasaTrivera semakin dikenal masyarakat.

“Kami belajar bahwa membangun usaha tidak cukup hanya menghasilkan produk yang enak. Produk juga harus memiliki identitas, kemasan yang baik, strategi pemasaran yang jelas, dan kemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumen,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut menjadi sarana penguatan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan.

“Program ini membuktikan bahwa mahasiswa sains dapat mengembangkan kemampuan lintas bidang, termasuk kewirausahaan, komunikasi pasar, manajemen produksi, dan inovasi produk,” jelasnya.

Kehadiran CasaTrivera juga memberi kontribusi bagi Kabupaten Sleman sebagai daerah pendidikan yang memiliki ekosistem mahasiswa, kampus, dan usaha kreatif.

“Produk tersebut menunjukkan bahwa lingkungan akademik dapat melahirkan inovasi usaha yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, membuka peluang kolaborasi, dan memperkaya ragam produk kuliner kreatif di Sleman,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)