Peduli Lingkungan, Takmir Masjid Nurul Iman Gunakan Besek untuk Wadah Daging Kurban

Sleman — Takmir Masjid Nurul Iman Kaliajir Lor, Kalitirto, Berbah, Sleman, menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan menggunakan besek anyaman bambu sebagai wadah pembagian daging kurban pada Iduladha 1447 H.
Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan setelah Salat Iduladha pada Rabu (27/5/2026), di kompleks Masjid Nurul Iman. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan ibadah kurban yang dilakukan umat Islam pada 10 Zulhijah hingga hari tasyrik.
Pada tahun ini, jamaah Masjid Nurul Iman menyembelih sembilan ekor sapi dan 13 ekor kambing. Daging kurban kemudian dibagikan kepada seluruh warga Padukuhan Kaliajir Lor yang terdiri dari tiga RW dan tujuh RT, tanpa membedakan latar belakang agama maupun status tempat tinggal, termasuk warga yang menempati rumah kontrakan.
“Semua warga Padukuhan Kaliajir Lor mendapatkan pembagian daging kurban sebagai upaya mempererat kekeluargaan, kebersamaan, serta memeriahkan Hari Raya Iduladha,” ujar Ketua Panitia Penyembelihan Kurban Masjid Nurul Iman, Sukamto.
Proses penyembelihan, pengulitan, pemotongan, hingga pembagian daging dilakukan oleh sekitar 100 panitia yang mengenakan seragam kaos berwarna kuning.
“Seragam yang dikenakan menjadi simbol kebersamaan panitia dalam menjalankan tugas masing-masing,” tandasnya.
Ketua Takmir Masjid Nurul Iman, H. Gatot Sugiri, menjelaskan bahwa penggunaan besek menjadi pembeda dibandingkan tempat penyembelihan kurban lainnya yang umumnya masih menggunakan kantong plastik.
Menurutnya, penggunaan plastik memang lebih praktis dan murah, namun berpotensi mencemari lingkungan karena sulit terurai apabila dibuang sembarangan. Sebaliknya, besek berbahan anyaman bambu lebih ramah lingkungan karena mudah terurai secara alami dan dapat menjadi kompos.
“Pemakaian besek sebagai wadah daging kurban merupakan salah satu upaya untuk ikut menjaga lingkungan,” jelas Gatot.
Ia juga menyampaikan bahwa remaja Masjid Nurul Iman Kaliajir Lor (Rismanik) tetap dilibatkan dalam seluruh rangkaian kegiatan meskipun telah dibentuk kepanitiaan khusus.
“Keterlibatan Rismanik selain membantu panitia juga menjadi sarana belajar bagi generasi muda yang nantinya akan melanjutkan kepengurusan takmir masjid,” pungkasnya. (Kusnadi/KIM Berbah)



