Sleman – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman terus berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang adaptif, cepat, dan mudah diakses oleh masyarakat. Sejak tahun 2024 hingga saat ini, instansi tersebut telah meluncurkan enam inovasi layanan strategis sebagai langkah nyata dalam membangun Zona Integritas sekaligus mengoptimalkan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN).
Transformasi pelayanan publik ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era digital. Melalui terobosan yang humanis dan modern, BNNK Sleman berupaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat guna mewujudkan lingkungan yang bersih dari narkoba.
Kepala BNNK Sleman, Teguh Tri Prasetya, menjelaskan bahwa seluruh inovasi tersebut mengedepankan pelayanan informasi digital, optimalisasi konsultasi rehabilitasi, penyederhanaan layanan administrasi, hingga penguatan edukasi dengan memanfaatkan teknologi. Dengan sistem yang lebih praktis, masyarakat kini dapat mengakses berbagai kebutuhan layanan tanpa proses yang rumit.
“Inovasi layanan ini menjadi langkah nyata untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat mendapatkan layanan yang mudah, cepat, transparan, dan nyaman. Melalui inovasi ini, kami berharap kehadiran BNNK Sleman benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Teguh Tri Prasetya saat memberikan keterangan terkait perkembangan program tersebut, Senin (18/5/2026).
Enam inovasi layanan yang menjadi pilar transformasi BNNK Sleman tersebut memiliki fokus dan sasaran yang beragam agar dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Inovasi pertama adalah BERTAMU atau Berbagi Informasi dan Edukasi Bahaya Narkoba melalui Tatap Muka. Program yang berjalan sejak Januari 2025 ini menyasar kelompok rentan seperti remaja dengan masalah sosial di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Dinas Sosial DIY. Layanan sosialisasi ini dikemas dalam bentuk Seminar Peer setiap hari Selasa serta Sharing Circle setiap Rabu dan Kamis malam.
Kedua, terdapat program MERAPAT atau Melayani Masyarakat Setempat yang juga diinisiasi sejak awal 2025. Program ini menyasar lingkungan masyarakat, pendidikan, hingga instansi pemerintah dan swasta. BNNK Sleman membuka layanan rutin setiap hari Selasa di Kantor Kelurahan Condong Catur serta lokasi situasional lainnya untuk melayani penerbitan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkoba (SKHPN), tes urine, edukasi, konsultasi, hingga layanan pengaduan.
Ketiga, untuk penanganan adiksi, BNNK Sleman menghadirkan SALAK MADU yang merupakan kepanjangan dari Sarana Layanan Konseling Masyarakat Adiksi Dengan Upaya Pemulihan. Program berkelanjutan ini menyasar warga binaan pemasyarakatan dan klien rehabilitasi di Lapas Kelas IIB Sleman serta lembaga rehabilitasi lainnya setiap hari Rabu. Layanan yang diberikan meliputi skrining, asesmen, pemeriksaan urine, intervensi psikososial, manajemen kasus, hingga pemantauan.
Keempat, dalam sektor pariwisata, terdapat inovasi SEKAWAN atau Sosialisasi dan Edukasi Kawasan Wisata Anti Narkoba yang dimulai sejak Juli 2025. Dengan proyek percontohan di Wisata Ledok Sambi, layanan ini menyasar para wisatawan melalui fasilitas photobooth anti narkoba, pemutaran edukasi audio visual, serta Pojok BNN yang menyediakan pameran replika narkoba, rompi anti peluru, cek kesehatan gratis, dan konsultasi.
Kelima, BNNK Sleman menyediakan TENAR atau Teras Edukasi Narkoba yang sudah berjalan sejak 2024. Bertempat di teras depan Kantor BNNK Sleman setiap hari Jumat, program ini menyasar masyarakat luas yang melintas dengan memberikan edukasi P4GN, cek kesehatan gratis, serta ruang konsultasi terbuka.
Keenam, untuk menjangkau titik-titik keramaian strategis seperti pasar dan area lampu lalu lintas, program ELING atau Edukasi Keliling dijalankan setiap hari Rabu dan Kamis. Program yang eksis sejak 2024 ini memfokuskan diri pada sosialisasi P4GN secara langsung di tengah kerumunan massa, seperti yang baru-baru ini dilaksanakan di area SPBU Cebongan.
Ketua Zona Integritas sekaligus Kasubbag Umum BNNK Sleman, Dayu Purnama A, mengungkapkan bahwa seluruh jajaran berkomitmen penuh untuk membangun budaya pelayanan prima yang cepat, responsif, akuntabel, dan ramah. Sejauh ini, respons yang diterima dari masyarakat sangat positif karena layanan dinilai menjadi lebih efisien dan mudah dijangkau.
“Banyak warga merasa lebih terbantu karena layanan menjadi lebih efisien dan mudah dijangkau. Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa transformasi pelayanan publik mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Ke depan, BNNK Sleman akan terus melakukan pengembangan dan pembaruan layanan agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi informasi,” tutur Dayu Purnama A.
Melalui keberlanjutan enam inovasi ini, BNNK Sleman optimis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional dan modern, sekaligus memperkuat benteng pertahanan masyarakat dalam melawan peredaran narkotika di wilayah Sleman dan sekitarnya.