Forkopim Tempel Perkuat Cipta Kondisi Jelang Malam Takbir Iduladha

Sleman — Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kapanewon (Forkopim) Tempel melakukan sambang kalurahan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama malam takbir. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (26/5/2026) itu dipimpin langsung oleh Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan, didampingi jajaran keamanan dari polri dan TNI.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas unsur pemerintahan dan masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah di tengah meningkatnya aktivitas warga menjelang hari besar keagamaan. Sambang dilakukan dengan pendekatan dialogis dan humanis agar masyarakat merasa dilibatkan dalam menjaga keamanan lingkungan.

Rombongan Forkopim Tempel salah satunya menyambangi Kalurahan Pondokrejo dan disambut langsung oleh Lurah Pondokrejo, R. Widayatma bersama jajaran pamong kalurahan, di antaranya Jogoboyo, Danarto, serta sejumlah kepala dukuh.

Dalam kesempatan tersebut, Panewu Tempel, Rasyid Ratnadi Sosiawan, menegaskan bahwa malam takbir bukan hanya momentum religius, tetapi juga saat penting untuk memperkuat solidaritas sosial dan kewaspadaan bersama.

“Perayaan Iduladha harus menjadi momentum yang membawa keteduhan dan kebersamaan. Karena itu kami ingin memastikan seluruh wilayah dalam keadaan aman, masyarakat nyaman, dan koordinasi antarunsur berjalan baik,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan pemerintah kalurahan, tokoh masyarakat, dan warga yang dinilai aktif menjaga lingkungan masing-masing sehingga situasi tetap kondusif.

Sementara itu, Lurah Pondokrejo, R. Widayatma menyampaikan bahwa komunikasi antara pemerintah kalurahan, aparat keamanan, dan masyarakat terus diperkuat terutama menjelang momentum keagamaan yang biasanya diwarnai meningkatnya mobilitas warga.

“Kami bersyukur situasi di wilayah Pondokrejo sampai malam ini aman dan terkendali. Ini tentu berkat kerja sama seluruh elemen masyarakat yang terus menjaga semangat guyub dan saling peduli,” katanya.

Kegiatan sambang wilayah seperti ini dinilai penting sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Di berbagai daerah, pendekatan preventif berbasis komunikasi langsung dengan masyarakat dinilai efektif menjaga stabilitas sosial selama momentum hari besar keagamaan.

Dengan suasana yang aman dan kondusif, masyarakat diharapkan dapat menjalankan malam takbir dan perayaan Iduladha dengan khidmat, tertib, dan penuh rasa persaudaraan. (SBD KIM SENYUM TEMPEL)




Sinergitas Tanpa Batas, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Sumbersari Kompak Sambang Warga

Sleman – Wujud nyata sinergitas TNI-Polri di tingkat kalurahan ditunjukkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa Sumbersari. Iptu Endri Destana dan Serda Endriyanto kompak melaksanakan kegiatan sambang warga, pada Selasa (26/5/2026).

Sambang dilakukan dengan metode dialogis, langsung menemui tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga yang sedang melaksanakan siskamling.

Aiptu Endri Destana, yang akrab dipanggil Desta, menyatakan Bhabinkamtibmas dan Babinsa adalah dua pilar keamanan di tengah masyarakat dan garda terdepan dalam menjaga kondusivitas.

“Melalui sambang ini kami menghimbau agar warga tetap waspada terhadap aksi kriminalitas C3, curat, curas, dan curanmor,” ujarnya di hadapan warga Tumut.

Selain itu, Desta berpesan agar warga menjaga kerukunan antar tetangga dan tidak mudah terprovokasi oleh isu hoaks yang beredar di media sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga mengajak masyarakat mengaktifkan kembali fungsi Pos Kamling sebagai langkah preventif di lingkungan masing-masing.

“Kekompakan TNI, Polri, Pemerintah Kalurahan, dan elemen masyarakat agar terus dipertahankan dan ditingkatkan. Komunikasi yang intensif dan keterbukaan informasi akan mewujudkan situasi di Sumbersari senantiasa aman, damai, nyaman, dan kondusif, sehingga aktivitas warga bisa lancar,” pungkasnya. (Giek / KIM Moyudan)




DLH Sleman Perkuat P3S Dukung Bebas Sampah 2029

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperkuat pendampingan pengelolaan sampah mandiri melalui sosialisasi di Gedung Sasana Anglocita Tama Kantor Kapanewon Depok, Selasa (26/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari percepatan program Sleman Resik menuju Sleman Bebas Sampah 2029.

Ketua Tim Kerja Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Sleman, Fitasari Ayu Wardani, menegaskan bahwa penguatan pengelolaan sampah dilakukan dengan melibatkan Petugas Pendamping Pengelola Sampah (P3S) di tingkat kapanewon dan kalurahan.

“Di sini, salah satu tujuan penting adanya P3S adalah mendorong terbentuknya Kelompok Pengelola Sampah Mandiri di setiap padukuhan di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Sleman memiliki padukuhan. Namun, belum seluruh padukuhan memiliki Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM). Sebagian KPSM yang telah terbentuk juga masih menghadapi kendala, mulai dari tidak aktif hingga berjalan belum stabil.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menjadi perhatian DLH Kabupaten Sleman. P3S diharapkan dapat membantu menghidupkan kembali KPSM yang tidak aktif, mendampingi kelompok yang masih lemah, sekaligus memfasilitasi pembentukan kelompok baru di wilayah yang belum memiliki KPSM.

“Semua anggota P3S sudah mendapatkan pembekalan. Karenanya, mereka diharapkan mampu menangani persoalan di lapangan sesuai kapasitas dan ketugasan masing-masing, itu yang penting,” katanya.

Fitasari menambahkan, perubahan sistem pengelolaan sampah semakin mendesak setelah penutupan TPA Piyungan. Pola lama berupa bayar, angkut, dan buang tidak lagi dapat dipertahankan. Masyarakat perlu mulai memilah sampah dari sumber agar residu yang dibuang dapat ditekan.

Ia menyampaikan, Sleman telah memiliki tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), yakni di Kalasan, Turi, dan Minggir. Meski demikian, kapasitas yang tersedia belum sepenuhnya mampu menampung seluruh timbulan sampah di Kabupaten Sleman.

“Nah, untuk menekan residu sampah yang terbuang ini, maka pemilahan sampah dari sumber menjadi sangat penting sekali,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fitasari mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah plastik. Asap hasil pembakaran plastik dinilai berbahaya karena mengandung zat dioksin yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan.

Selain pemilahan dan pengurangan residu, Fitasari menekankan pentingnya pelaporan data pengelolaan sampah. DLH Sleman telah menyiapkan aplikasi SiosEstu sebagai instrumen pelaporan pengumpulan sampah agar data di lapangan dapat tercatat lebih tertib.

“Penguatan P3S dan KPSM tersebut diharapkan mampu memperluas kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumber, memperkuat gerakan pengelolaan sampah mandiri, serta mendukung target Sleman Bebas Sampah 2029,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




Pemkal Sumbersari Sambang Warga, Pastikan Keamanan Iduladha 1447 H Berjalan Kondusif

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, melakukan sambang warga pada malam Iduladha 1447 H, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Lurah Sumbersari, Sukadi, bersama Jogoboyo, Novi Kuntansari Hadiningroem, didampingi Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan sejumlah anggota Satlinmas. Patroli ini menyasar sejumlah titik untuk memastikan suasana malam takbiran dan persiapan Idul Kurban tetap aman dan tertib.

Dalam arahannya, Sukadi menegaskan tujuan utama kegiatan ini adalah menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Idul Kurban.

“Pemkal berharap jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap keamanan hewan kurban. Menurutnya, hewan yang akan disembelih harus dipastikan aman dari potensi pencurian atau penyalahgunaan oleh pihak tak bertanggung jawab.

“Karena kelengahan sedikit bisa berakibat fatal. Masyarakat harus aktif menjaga hewan kurban,” tegas Sukadi.

Selain aspek keamanan, Pemkal Sumbersari juga memastikan tingkat partisipasi masyarakat dalam menyemarakkan malam takbiran berjalan baik. Hasilnya, suasana di wilayah Sumbersari terpantau kondusif, aman, dan tertib.

Langkah sambang warga ini menjadi bentuk kehadiran pemerintah kalurahan di tengah masyarakat, sekaligus upaya preventif agar perayaan Idul Adha 1447 H di Sumbersari berjalan khidmat dan lancar. (Giek/ KIM Moyudan)




Waspadai El Nino, Kemarau Panjang Berpotensi Picu Kekeringan dan Gagal Panen

Sleman – Memasuki musim kemarau tahun 2026, masyarakat diminta mewaspadai dampak fenomena El Nino yang diperkirakan menyebabkan cuaca lebih kering dan musim kemarau berlangsung lebih panjang hingga awal tahun 2027.

Hal tersebut disampaikan Panewu Berbah, Djaka Sumarsono, saat Sosialisasi Kampung Hijau, pada Senin (25/5/2026) di Ruang Gumregah Lantai 2 Kantor Kapanewon Berbah, Sleman.

Djaka menjelaskan, El Nino merupakan fenomena meningkatnya suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang terjadi secara berkala setiap tiga hingga tujuh tahun. Kondisi tersebut memengaruhi pola angin dan sirkulasi atmosfer global sehingga berdampak pada perubahan cuaca di sejumlah wilayah Indonesia.

“Dampak El Nino antara lain cuaca menjadi lebih kering, suhu meningkat, curah hujan menurun, dan berpotensi menyebabkan kekeringan hingga gagal panen yang dapat memengaruhi ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Menurutnya, wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra, sebagian Kalimantan, dan Sulawesi.

Selain berdampak pada sektor pertanian, El Nino juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan akibat suhu udara yang lebih panas dan kondisi lingkungan yang kering. Kebakaran hutan dapat merusak ekosistem serta memicu gangguan kesehatan, terutama penyakit pernapasan akibat asap.

Djaka menambahkan, pemerintah bersama masyarakat perlu melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak El Nino. Upaya tersebut antara lain menyiapkan sumur dan pompa air untuk menghadapi kekeringan, memilih varietas tanaman yang tahan kekeringan, serta melakukan konservasi sumber daya air melalui penanaman vegetasi penyimpan air.

“Masih banyak langkah mitigasi yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak El Nino,” pungkasnya. (Kusnadi/KIM Berbah)