Kasat Binmas Polresta Sleman Sosialisasikan Peran RW dalam Penguatan Kamtibmas

Sleman – Kasat Binmas Polresta Sleman, AKP Sugiyanto, menjadi narasumber dalam sosialisasi Peran RW dalam mendeteksi dini pencegahan dan penyelesaian masalah gangguan Kamtibmas. Kegiatan ini digelar Dinas Pberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman dalam bimbingan teknis (bimtek) Ketua RW, pada Rabu (13/5/2026) di Oproom Dinas PMK Kabupaten Sleman.

Dalam paparannya, AKP Sugiyanto menekankan bahwa kamtibmas tidak hanya bisa ditangani polisi. Dibutuhkan peran aktif masyarakat melalui sistem siskamling, komunikasi cepat dengan Babinkamtibmas, dan deteksi dini potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

“RW sebagai ujung tombak pemerintahan paling bawah memiliki posisi strategis. Kalau RW kuat dan kompak, maka gangguan kecil di masyarakat bisa diselesaikan sebelum membesar,” ujarnya.

Sugiyanto juga memaparkan latar belakang Yogyakarta sebagai Daerah Istimewa yang dikenal sebagai, Kota Pelajar, Kota Wisata, Kota Budaya, dan Kota Toleran. Identitas ini menjadi alasan penting untuk menjaga stabilitas keamanan di Wilayah DIY.

“Yogyakarta dikenal dunia karena nilai toleransi dan budayanya. Kamtibmas yang kondusif adalah syarat utama agar citra itu tetap teejaga,” jelasnya.

Ia juga menyajikan data kriminal tahun 2026 sebagai bahan evaluasi bagi pengurus RW. Salah satunya, kasus curanmor (pencurian motor) tercatat 16 kejadian pada periode Januari-Maret 2026. Adapun rinciannya ialah sembilan kasus di Januari, lima kasus di Februari, dan dua kasus di Maret. Data ini diharapkan menjadi pemicu bagi pengurus RW untuk memperkuat siskamling di wilayahnya.

AKP Sugiyanto pun menyoroti kejahatan jalanan yang akkhir-akhir ini semakin merebak. Ia menjelaskan kejahatan jalanan merupakan istilah yang menggambarkan tentang beberapa jenis kejahatan.

“Bentuk kejahatan tersebut antara lain perampasan, curanmor, pencopetan, penodongan, pemalakan, penganiayaan, dan pengrusakan,” jelasnya.

“Dampak dari kejahatan jalan tersebut menjadikan ketidak nyamanan masyarakat dalam beraktivitas,” sambung AKP Sugiyanto.

Ia menambahkan faktor pemicu munculnya kenakalan remaja/kejahatan jalanan/klithih. Sementara faktor pemicu munculnya kenakalan remaja di antaranya mengendarai sepeda motor dengan membleyer (menyalakan lampu terlalu terang) jika papasan kelompok motor lain. Kemudian emosi dan kejar-kejaran.

“Faktor keduanya suka nongkrong. Nongkrong dalam jumlah banyak (dalam satu komunitas), biasanya sering bertemu miras. Karena pengaruh miras jika ada kelompok lain yang lewat atau melihat dianggap menantang,” jelasnya.

“Sedang faktor ketiganya adalah bawa senjata. Komunitas biasanya membawa senjata seperti gir, clurit, pedang dan lain sebagainya. Kalau tertangkap berdalih untuk jaga-jaga, kenyataannya untuk melukai korban. Sangat disayangkan, biasanya dilakukan oleh anak di bawah umur. Bahkan kemungkinan mereka sengaja diminta oleh seniornya untuk melakukan kejahatan, karena mereka masih di bawah 17 tahun tidak akan diproses hukum,” imbuh AKP Sugiyanto.

Sugiyanto pun meminta kepada RW untuk membantu menyosialisasikan Peraturan Bupati Sleman Nomor 45 Tahun 2020 Tentang Jam Rumah / Jam Istirahat Anak kepada Masyarakat di lingkungannya. (Giek / KIM Moyudan)




Penyaluran Bansos di Banyuraden Diawasi Langsung, Pastikan Pembagian Tepat Sasaran

Sleman – Penyaluran bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat di Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (13/05/2026), mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Sejumlah petugas lapangan yang terdiri dari unsur Pemerintah Kalurahan Banyuraden Bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat, melakukan monitoring dan pengawasan langsung di lokasi.  

Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bantuan yang diberikan pemerintah diterima masyarakat secara tepat sasaran, tertib, dan transparan. Kehadiran petugas di lapangan juga bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama proses penyaluran berlangsung.

Petugas pun melakukan pengecekan terhadap daftar penerima bantuan, kesesuaian jumlah paket yang disalurkan, hingga mekanisme pembagian agar tidak terjadi penumpukan antrean. Langkah ini dinilai penting untuk meminimalisasi potensi kesalahan administrasi maupun kendala teknis selama proses distribusi bantuan sosial.

Menurut Bhabinkamtibmas Banyuraden, Aipda Suyanto, bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam membantu meringankan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan.

Tercatat sebanyak warga menerima bantuan sosial berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter untuk masing-masing penerima manfaat.

“Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, bantuan tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga,” ujarnya.

Selain memastikan ketepatan sasaran, monitoring juga dilakukan untuk menjaga transparansi serta akuntabilitas penyaluran bantuan pemerintah. Dengan pengawasan secara langsung, proses distribusi dapat berjalan lebih tertib dan mengurangi kemungkinan terjadinya penyimpangan maupun keluhan dari masyarakat.

Sementara itu, Babinsa Banyuraden, Serda Heri Prabowo memberikan imbauan kepada warga agar tetap menjaga ketertiban selama proses pengambilan bantuan. Masyarakat diminta mengikuti prosedur yang telah ditentukan, membawa dokumen persyaratan, serta tetap menjaga suasana kondusif demi kelancaran bersama.

Warga Banyuraden menyambut baik adanya bantuan sosial tersebut. Sejumlah warga mengaku terbantu dengan penyaluran beras dan minyak goreng yang dinilai sangat bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Mereka pun mengapresiasi adanya pengawasan langsung sehingga proses pembagian berjalan lancar dan tertib.

Adanya sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam pelaksanaan monitoring penyaluran bantuan sosial, diharapkan seluruh proses distribusi bantuan di wilayah Banyuraden dapat berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran, sehingga tujuan utama membantu kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara optimal. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Donor Darah PMI Seyegan Lampaui Target, Warga Antusias Penuhi Stok Darah

Sleman – Kepedulian warga terhadap aksi kemanusiaan kembali terlihat dalam kegiatan donor darah rutin yang diselenggarakan PMI Kapanewon Seyegan, pada Rabu (13/5/2026), di Pendopo Kapanewon Seyegan. Kegiatan yang dimulai pukul WIB ini, berhasil menarik puluhan peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Aksi sosial tersebut menjadi bagian dari upaya PMI untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kabupaten Sleman yang masih cukup tinggi. Kegiatan donor darah rutin PMI Seyegan selama ini melibatkan pamong kalurahan, relawan, unsur Polri, hingga masyarakat umum. Lokasi pelaksanaannya juga bergilir di berbagai wilayah se-Kapanewon Seyegan, agar menjangkau Masyarakat luas.

Sebelumnya, PMI Cabang Seyegan juga menggelar kegiatan donor darah di GOR Kalurahan Margoluwih, dalam rangka Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman.

Antusiasme masyarakat terhadap donor darah tinggi. Dari total 43 orang yang mendaftar, sebanyak 38 pendonor dinyatakan lolos skrining kesehatan dan berhasil mendonorkan darahnya.

Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Seyegan sekaligus Pengurus PMI Cabang Seyegan, Subagyo Rahayu, mengatakan bahwa donor darah memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi penerima donor tetapi juga bagi kesehatan pendonornya sendiri.

“Kegiatan donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerimanya, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi kesehatan fisik dan mental pendonornya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan salah satu pengurus PMI Cabang Seyegan, Ipnu Sutopo. Ia menilai donor darah mampu memberikan dampak positif secara emosional dan sosial bagi masyarakat.

“Donor darah dapat meningkatkan kesejahteraan emosional karena memberikan rasa bahagia dan kepuasan batin setelah membantu menyelamatkan nyawa orang lain,” kata Ipnu.

Ia juga mengungkapkan bahwa kebutuhan darah di Kabupaten Sleman masih tinggi. Rata-rata kebutuhan darah mencapai sekitar 60 hingga 70 kantong per hari, atau sekitar sampai kantong darah setiap bulan.

Sementara itu, stok darah yang tersedia hanya berkisar antara hingga kantong per bulan. Kondisi tersebut membuat PMI sering menghadapi kekurangan stok, terutama pada momen tertentu seperti bulan Ramadan maupun akhir tahun.

“Pada situasi tertentu, stok darah harian bahkan hanya mencapai sekitar 50 kantong. PMI Sleman sampai harus mendatangkan pasokan darah dari daerah lain seperti Malang dan Surabaya untuk menutup kekurangan,” jelas Ipnu.

PMI Kabupaten Sleman pun terus mengimbau masyarakat agar rutin melakukan donor darah, khususnya untuk golongan darah tertentu yang kerap mengalami kekosongan stok. Informasi ketersediaan darah dapat dipantau melalui akun Instagram resmi PMI Sleman maupun berbagai kanal informasi seputar Sleman.

Selain itu, PMI juga terus mengembangkan layanan jemput bola melalui kegiatan donor darah keliling di seluruh wilayah Sleman guna menambah pasokan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ipnu berharap semakin banyak pendonor pemula dari kalangan remaja yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.

“Kami berharap munculnya pendonor darah pemula dari kalangan remaja dapat menumbuhkan rasa kepedulian generasi muda terhadap tanggung jawab kemanusiaan kepada sesama yang membutuhkan,” pungkasnya. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Mendikdasmen Abdul Mu’ti Apresiasi TK ABA Semesta, Hadirkan Pendidikan Usia Dini Bertaraf Internasional

Sleman – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti melakukan kunjungan ke TK ABA Semesta di Perumahan Jatimaa Permai, Jati sawit, Balecatur, Gamping, Sleman, pada Rabu (13/5/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung proses pembangunan dan kesiapan embaga pendidikan usia dini, sebagai pusat layanan pendidikan modern berkelas internasional.

Apresiasi diberikan oleh Abdul Mu’ti atas hadirnya TK ABA Semesta yang dirancang dengan pendidijan mutakhir, baik dari sisi fasilitas, lingkungan belajar, maupun pendekatan pembelajaran anak usia dini yang berorientasi pada pengembangan karakter, kreativitas, dan kemampuan global peserta didik.

Abdul Mu’ti menegaskan pendidikan usia dini memiliki peran penting dalam membentuk fondasi generasi masa depan menuju Indonesia Emas 2045. Kehadiran embaga pendidikan yang memberikan pelayanan berkualitas, menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan zaman.

“TK ABA Semesta menunjukkan komitmen ‘Aisyiyah untuk menghadirkan pendidikan terbaik sejak usia dini. Desain pembelajaran, fasilitas, dan lingkungan dibangun mencerminkan semangat memberikan pelayanan pendidikan kelas internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendidikan modern tidak hanya berupa bangunan yang megah, tetapi juga kemampuan menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

TK ABA Semesta hadir sebagai bagian dari pengembangan pendidikan ‘Aisyiyah yang mengintegrasikan nilai keislaman, kemajuan teknologi, kreativitas dan pendekatan pembelajaran masa depan.

“Dengan desain bangunan modern serta ruang belajar yang dirancang ramah anak, sekolah ini, sekolah ini diharapkan menjadi pusat keunggulan pendidikan usia dini,” imbuhnya.

Selain meninjau pembangunan fisik, Abdul Mu’ti juga berdialog dengan pihak pengelola dan tim pengembang, terkait konsep pendidikan yang akan diterapkan. Ia berharap TK ABA Semesta mampu menjadi model pendidikan anak usia dini yang unggul dan mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebudayaan Indonesia.

“Kepercayaan masyarakat adalah amanah. Oleh sebab itu, pendidikan harus dikelola secara profesional dengan pelayanan terbaik bagi anak-anak dan orang tua,” ungkapnya.

Kehadiran TK ABA Semesta juga wujud nyata dari komitmen ‘Aisyiyah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas yang adaptif terhadap tantangan zaman.

“Sekolah ini dirancang sebagai sarana memberikan pengalaman belajar yang holistik melalui perpaduan pendidikan karakter, literasi, kreativitas, teknologi, dan pembiasaan nilai Islam berkemajuan,” pungkasnya. (Giek / KIM Moyudan)




Gelar Pembinaan Linmas, Kapanewon Depok Perkuat Kesiapsiagaan Satlinmas

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan pembinaan Linmas Kapanewon Depok, Rabu (13/5/2026). Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas, pemahaman, serta kesiapsiagaan anggota Satuan Perlindungan Masyarakat atau Satlinmas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam pembinaan ini, peserta mendapatkan materi mengenai dasar hukum, tugas pokok, dan fungsi Linmas. Materi tersebut mencakup peran Linmas dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, membantu penanggulangan bencana, mendukung pengamanan Pemilu dan Pilkades, serta berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, menyampaikan bahwa Satlinmas memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam membantu pemerintah menjaga ketenteraman masyarakat di wilayah masing-masing. Menurutnya, keberadaan Linmas harus terus diperkuat melalui pembinaan yang berkelanjutan.

“Linmas merupakan unsur penting dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan perlindungan masyarakat. Melalui pembinaan ini, kami berharap anggota Satlinmas semakin memahami tugasnya, semakin sigap, dan mampu hadir di tengah masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kapanewon Depok berharap anggota Satlinmas semakin siap dalam menjalankan tugas perlindungan masyarakat, sekaligus mampu menjadi mitra strategis pemerintah kapanewon, kalurahan, dan padukuhan dalam menjaga ketenteraman wilayah.

“Antusiasme dalam mengikuti kegiatan ini menunjukkan komitmen anggota Satlinmas untuk terus meningkatkan kapasitas dalam mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif,” tandas Rakhmat.

Sementara, Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Depok, Deni Irwandi, menegaskan bahwa pembinaan ini tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman secara teoritis, tetapi juga membangun kesiapan mental, kedisiplinan, dan koordinasi antaranggota Linmas.

“Satlinmas perlu memiliki kesiapsiagaan yang baik, baik dalam kondisi normal maupun saat terjadi kedaruratan. Karena itu, pemahaman terhadap tugas, koordinasi di lapangan, serta kemampuan merespons situasi menjadi hal yang sangat penting,” katanya. (Athiful/KIM Depok)