Tingkatkan Literasi, SD Muhammadiyah Banyuraden Kunjungi Perpustakaan Istana Kepresidenan

Sleman – Kepala SD Muhammadiyah Banyuraden, Maria Ulfa menegaskan pentingnya penguatan budaya literasi bagi peserta didik melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan edukatif.
Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga membangun wawasan, karakter, serta kesadaran sejarah pada diri siswa sejak dini.
“Siswa diajak memahami bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga membangun wawasan, karakter, dan kesadaran sejarah,” ujarnya, di Gedung Perpustakaan Istana Kepresidenan Yogyakarta, pada Kamis (7/5/2026).
Maria Ulfa menambahkan, sekolah terus mendorong penguatan budaya literasi melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan perluasan wawasan peserta didik.
Ia berharap para siswa SD Muhammadiyah Banyuraden semakin termotivasi untuk gemar membaca, memperluas pengetahuan, serta memiliki kepedulian terhadap sejarah dan nilai-nilai kebangsaan sebagai bagian dari pembentukan generasi yang cerdas dan berkarakter.
Kegiatan kunjungan tersebut menjadi sarana penguatan budaya literasi dan pembelajaran sejarah melalui pengenalan langsung terhadap koleksi buku, arsip, serta dokumentasi kebangsaan yang tersimpan di lingkungan istana.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa memperoleh penjelasan mengenai fungsi perpustakaan sebagai pusat pengetahuan dan sumber literasi yang menyimpan berbagai referensi sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
“Anak-anak kami dikenalkan dengan sejumlah koleksi buku, dokumentasi kenegaraan, serta arsip sejarah yang berkaitan dengan perjalanan pemerintahan Republik Indonesia. Selain itu, siswa diajak memahami pentingnya budaya membaca sebagai fondasi pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegasnya. (Athiful/KIM Depok)



