Perkenalan Kapolsek Baru, Polsek Depok Timur dan Pemkal Condongcatur Perkuat Koordinasi

Sleman – Kapolsek Depok Timur yang baru, Kompol Dede Setiyarto Harsoyo melakukan kunjungan silaturahmi ke Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Selasa (26/5/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perkenalan diri setelah resmi menjabat sebagai Kapolsek Depok Timur menggantikan Kompol Agus Setyo Pambudi, yang kini bertugas sebagai Kapolsek Prambanan.

Dalam kunjungan tersebut, Kompol Dede Setiyarto Harsoyo didampingi Kanit Sabhara Polsek Depok Timur, AKP Darwanto, Bhabinkamtibmas Condongcatur, Aiptu Bastian Sapta Ardi, serta Bripka Bagio.

Rombongan diterima langsung oleh Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji didampingi Jagabaya Condongcatur, Rudi Antariksawan dan staf Carik, Wasana, di ruang kerja Lurah Condongcatur sekitar pukul WIB.

Pada kesempatan itu, Kompol Dede Setiyarto Harsoyo menyampaikan harapannya agar Polsek Depok Timur bersama Pemerintah Kalurahan Condongcatur dapat terus memperkuat sinergi dan koordinasi dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta mendukung pembangunan wilayah.

“Mohon izin memperkenalkan diri, saya Kompol Dede Setiyarto Harsoyo, mendapat amanah dari pimpinan untuk menjabat sebagai Kapolsek Depok Timur berdasarkan TR mutasi tertanggal 13 Mei 2026. Serah terima jabatan telah dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026. Sebelumnya saya menjabat sebagai Kapolsek Prambanan Sleman,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Condongcatur dan sekitarnya.

“Kami berharap dapat terus saling bersinergi dan berkoordinasi untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Condongcatur. Saat ini, Polsek Depok menjadi salah satu barometer pelayanan dan keamanan di Daerah Istimewa Yogyakarta,” tandas Kompol Dede.

Sementara itu, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji menyambut baik kunjungan silaturahmi tersebut. Menurutnya, Pemerintah Kalurahan Condongcatur siap melanjutkan kerja sama dan kolaborasi bersama Polsek Depok Timur demi terciptanya lingkungan masyarakat yang aman dan nyaman.

“Selamat datang dan selamat bertugas kepada Kompol Dede Setiyarto Harsoyo, sebagai Kapolsek Depok Timur yang baru. Kami di Kalurahan Condongcatur siap melanjutkan sinergi dan kolaborasi serta mendukung penuh upaya Polsek Depok Timur dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah,” ungkapnya

Wilayah hukum Polsek Depok Timur meliputi dua kalurahan, yakni Kalurahan Condongcatur dan Kalurahan Maguwoharjo, Kabupaten Sleman. (Wasana / KIM Depok)




TPK Padukuhan Gempol Lakukan Pendampingan Rutin bagi Bumil, Bufas, dan Baduta

Sleman – Tim Pendamping Keluarga Padukuhan Gempol melaksanakan kunjungan pendampingan kepada ibu hamil (bumil), ibu nifas (bufas), dan baduta di wilayah Padukuhan Gempol, pada Selasa (26/5/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pemantauan kesehatan sasaran secara rutin setiap bulan agar kondisi kesehatan ibu dan anak dapat terpantau dengan baik.

Pendampingan dilakukan secara langsung ke rumah warga oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) Padukuhan Gempol. Tim 1 TPK Padukuhan Gempol terdiri dari unsur bidan, kader PKK, serta kader KB yang secara bersama-sama memberikan edukasi, pemantauan kesehatan, dan dukungan kepada keluarga sasaran.

Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan keluarga melalui pendekatan yang dekat dengan masyarakat. Dalam kunjungannya, tim melakukan pemantauan kondisi ibu dan anak, memberikan motivasi, serta mengingatkan pentingnya menjaga pola makan, kebersihan, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Salah satu warga sasaran, Anggita Risna, mengaku senang dengan adanya kunjungan dari Tim Pendamping Keluarga.

“Saya merasa senang dan diperhatikan karena kesehatan kami dipantau secara langsung oleh tim TPK,” ungkapnya.

Dengan adanya pendampingan rutin ini diharapkan kesehatan ibu hamil, ibu nifas, serta balita dan baduta di wilayah Padukuhan Gempol dapat terus terjaga sehingga tumbuh kembang anak berlangsung optimal dan keluarga semakin sadar pentingnya kesehatan sejak dini. (Tri Suhartati / KIM Depok)




Dikunjungi Direktorat BGN, SPPG Margomulyo Dinilai Jadi Model Pemberdayaan Masyarakat Terbaik di Yogyakarta

Sleman – Badan Gizi Nasional melalui Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat melakukan kunjungan kerja ke SPPG Margomulyo di Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, pada Senin (25/5/2026). Kunjungan ini menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan SPPG Margomulyo dalam membangun model pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis pemberdayaan dan partisipasi masyarakat yang dinilai terbaik di DIY.

Dalam kunjungan tersebut, tim Direktorat melihat langsung berbagai praktik baik yang telah dijalankan oleh SPPG Margomulyo, mulai dari pelibatan petani lokal, UMKM, kader masyarakat, hingga penguatan edukasi gizi kepada keluarga penerima manfaat. Konsep kolaboratif ini dinilai mampu menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat sekitar.

Kepala SPPG Margomulyo, Joni Prasetyo menjelaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari distribusi makanan bergizi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat ikut tumbuh bersama program tersebut.

“SPPG bukan hanya dapur makan bergizi, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat. Kami melibatkan petani lokal, pelaku usaha kecil, kader kesehatan, hingga masyarakat sekitar agar program ini benar-benar memberikan manfaat luas bagi warga,” ujarnya.

SPPG Margomulyo selama ini dikenal aktif menggandeng petani dan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan untuk program MBG. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkuat ekonomi desa sekaligus menjaga keberlanjutan program pangan bergizi.

Selain itu, SPPG Margomulyo juga mengembangkan berbagai inovasi, seperti layanan edukasi dan konsultasi gizi melalui Gizi Center, penguatan literasi pangan sehat, hingga pengelolaan limbah dapur berbasis zero waste yang mengubah limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan ramah lingkungan.

Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN, Tengku Syahdana menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan SPPG Margomulyo dapat menjadi role model bagi pengembangan SPPG lain di Indonesia, khususnya dalam membangun keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.

Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan bebas stunting melalui program MBG yang berkelanjutan. (Joni Prasetyo / KIM Seyegan)




Sinergi Lintas Sektor Jadi Fokus Koordinasi IPSM Depok

Sleman – Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Kapanewon Depok menggelar koordinasi pada Selasa (26/5/2026), di ruang rapat lantai 2 Kapanewon Depok. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Staf Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Subekti Handayani, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Kapanewon Depok, serta perwakilan pengurus Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) se-Kapanewon Depok.

Dalam sambutannya, Subekti menyampaikan pentingnya kerja sama lintas sektor antara PSM, pemangku wilayah, serta berbagai unsur masyarakat lainnya, agar kiprah IPSM Depok dapat berjalan lebih maksimal dalam melayani masyarakat.

“Perlu adanya sinergi dan kerja sama lintas sektor antara PSM, pemangku wilayah, dan unsur terkait lainnya, sehingga keberadaan IPSM Depok dapat semakin optimal dalam berkiprah di masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua IPSM Kapanewon Depok terpilih periode 2026–2031, Tri Suhartati, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kapanewon Depok yang selama ini telah memberikan dukungan terhadap kegiatan IPSM Depok.

“Koordinasi kali ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan pengukuhan pengurus Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat Kapanewon Depok periode 2026–2031, agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan sesuai rencana,” tandas Suhartati.

Melalui koordinasi tersebut diharapkan terjalin komunikasi dan kolaborasi yang semakin kuat antara IPSM, pemerintah kapanewon, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung kegiatan sosial dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kapanewon Depok. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Resmi Diluncurkan, Albizoo Jadi Media Edukasi Flora dan Fauna bagi Anak

Sleman – Kandang Edukasi Albizoo Ramah Anak di Jalan Tembus Sanggrahan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok resmi dibuka pada Selasa (26/5/2026). Kehadiran kandang edukasi ini menjadi sarana rekreasi sekaligus ruang belajar alternatif bagi anak-anak dan keluarga untuk mengenal berbagai jenis hewan secara interaktif dan menyenangkan.

Peresmian dihadiri Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, dr. Novita Krisnaeni, Panewu Anom Depok, R. Herry Subagio, Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, unsur pemerintah kalurahan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, lembaga PAUD dan TK, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Rangkaian kegiatan meliputi sambutan, doa, pemotongan tumpeng, pemotongan pita, dan peninjauan area kandang edukasi.

Ketua sekaligus pengelola Albizoo, Paijan Trisnoharjono, mengatakan kandang edukasi dibangun sebagai alternatif kegiatan positif bagi anak-anak agar tidak terlalu bergantung pada gadget.

“Anak-anak bisa bermain, memberi makan hewan, sekaligus belajar mengenal satwa secara langsung,” ujarnya.

Berbagai jenis hewan tersedia di Albizoo, mulai dari kelinci, marmut, kambing, iguana, monyet, hingga ayam hias mancanegara seperti Golden Pheasant dan Silver Pheasant. Paijan mengatakan kandang edukasi ini terbuka untuk umum tanpa biaya masuk dan hanya menyediakan kotak donasi sukarela untuk perawatan hewan.

Selain koleksi satwa, kawasan Albizoo juga dilengkapi dengan tanaman apotek hidup dan warung hidup yang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi flora dan fauna bagi anak-anak.

Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam menyampaikan bahwa keberadaan Albizoo menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan ramah anak di tengah semakin terbatasnya ruang bermain alami.

“Dengan adanya kandang edukasi ini diharapkan anak-anak dapat mengurangi penggunaan gadget dan lebih banyak beraktivitas positif di luar rumah,” katanya.

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman, dr. Novita Krisnaeni pun mengapresiasi inovasi masyarakat Condongcatur dalam menghadirkan ruang edukasi berbasis lingkungan yang mendukung program Kalurahan Ramah Anak dan Kabupaten Layak Anak.

“Anak-anak bisa belajar langsung di lapangan, berinteraksi dengan hewan, dan lebih dekat dengan lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PAUD Condongcatur, Reni Lestari menilai Albizoo sangat bermanfaat sebagai media pembelajaran konkret bagi anak usia dini dan dapat dimanfaatkan sebagai lokasi outing class bagi PAUD dan TK di wilayah Condongcatur.

“Melalui keberadaan Kandang Edukasi Albizoo, masyarakat berharap tercipta ruang tumbuh anak yang sehat, edukatif, kreatif, dan dekat dengan alam,” tandasnya. (Wasana /KIM Depok)