Jaring Atlet Potensial Menuju PORDA XVIII, PORKAB Sleman 2026 Resmi Dimulai

Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman resmi membuka perhelatan Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Sleman 2026 sebagai langkah strategis untuk menjaring bibit atlet potensial di wilayah Bumi Sembada. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memimpin langsung upacara pembukaan ajang olahraga bergengsi ini di Lapangan Pemda Sleman, Sabtu (2/5/2026).

PORKAB Sleman 2026 merupakan program kerja Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sleman yang melibatkan atlet dari 17 kapanewon. Selain sebagai sarana kompetisi, penyelenggaraan tahun ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman sekaligus menjadi ajang pemanasan bagi para atlet sebelum menghadapi PORDA XVIII mendatang.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan bahwa PORKAB memiliki peran krusial dalam peta jalan pembinaan olahraga daerah. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar mengejar medali, melainkan sarana penting untuk mencetak atlet masa depan yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih tinggi.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat positif terhadap bidang olahraga dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berolahraga. Tidak tertutup kemungkinan, PORKAB ini dapat mencetak atlet-atlet potensial yang akan menjadi andalan kita di masa depan. Kami ingin melihat talenta-talenta terbaik dari tiap kapanewon muncul ke permukaan,” ujar Danang Maharsa di sela upacara pembukaan.

Lebih lanjut, Danang menekankan bahwa ajang ini harus dimaknai sebagai sarana mempererat persaudaraan dan solidaritas antarwarga. Semangat sportivitas yang dijunjung dalam PORKAB dinilai selaras dengan tema Hari Jadi Kabupaten Sleman tahun ini, yaitu “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”, yang mengandung filosofi tentang tanggung jawab bersama demi kesejahteraan masyarakat.

“Tema hari jadi tahun ini sangat relevan dengan semangat olahraga. Dalam kompetisi, kita diajarkan untuk tidak hanya mengejar prestasi pribadi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kebersamaan, saling mendukung, dan bertanggung jawab terhadap tim. Inilah esensi dari pembangunan olahraga yang ingin kita capai di Sleman,” tambah Danang Maharsa.

PORKAB Sleman 2026 dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, terhitung mulai 2 Mei hingga 11 Mei 2026. Sebanyak sembilan cabang olahraga akan dipertandingkan dalam ajang ini, meliputi atletik, bola voli, bulutangkis, catur, futsal, sepak takraw, tenis lapangan, tenis meja, hingga taekwondo. Melalui persaingan yang sehat di sembilan cabang tersebut, Pemkab Sleman optimis dapat membentuk kontingen yang kuat dan kompetitif untuk gelaran olahraga tingkat provinsi di masa mendatang.




Sambut May Day 2026, Pemkab Sleman Perkuat Sinergi Buruh dan Pengusaha demi Kemajuan Industri

Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dengan semangat kebersamaan di Lapangan Denggung, Sleman, Jumat (1/5/2026). Momentum ini dimanfaatkan sebagai ruang penguatan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja guna menghadapi tantangan ekonomi global serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Sembada.

Meski sempat diguyur hujan, ribuan peserta tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi hari. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan bahwa peringatan tahun ini bukan sekadar ajang seremonial tahunan, melainkan refleksi nyata dari upaya kolektif untuk memenuhi hak-hak pekerja dan menciptakan iklim investasi yang sehat melalui hubungan industrial yang harmonis.

“Saya berharap momentum ini menjadi penguat komitmen semua pihak dalam mewujudkan hak-hak buruh dan meningkatkan daya saing daerah. Hubungan yang harmonis antara perusahaan dan pekerja akan menumbuhkan kepercayaan investor, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Sleman secara luas,” ujar Harda Kiswaya di tengah acara.

Senada dengan tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen untuk menjadikan dialog sebagai jalan utama dalam menyelesaikan setiap tantangan di dunia kerja. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan industri di Sleman tetap tumbuh positif di tengah persaingan global yang semakin ketat.

“Pemerintah akan terus hadir memastikan setiap hak buruh terlindungi, namun kami juga meminta para pekerja untuk terus meningkatkan produktivitas demi kemajuan bersama. Kita harus berjalan beriringan agar tercipta ekosistem ekonomi yang stabil,” tambah Harda Kiswaya.

Ketua Panitia Hari Buruh Internasional Kabupaten Sleman, Hendrik, melaporkan bahwa agenda tahun ini diikuti oleh sekitar peserta dari berbagai sektor. Selain kegiatan olahraga seperti senam bersama dan jalan santai, panitia juga menyediakan berbagai layanan publik mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) secara daring.

Acara juga diwarnai dengan aksi sosial berupa penyerahan 100 paket sembako bagi keluarga pekerja yang membutuhkan, pemberian beasiswa prestasi bagi anak-anak pekerja di tingkat SD dan SMP, serta penyerahan simbolis klaim BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris dan korban kecelakaan kerja. Melalui beragam kegiatan ini, peringatan May Day di Sleman diharapkan mampu memberikan manfaat nyata yang menyentuh langsung kehidupan para buruh.




Sambut Mayday 2026, Pemkab Sleman Perkuat Sinergi dengan Serikat Pekerja Lewat Dialog Terbuka

Sleman — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman mengambil langkah proaktif untuk menjalin komunikasi dengan elemen pekerja. Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dan jajaran Forkopimda menggelar dialog serta serap aspirasi bersama perwakilan 10 afiliasi serikat pekerja di Myosotic Coffee, Kamis (30/4/2026).

Pertemuan ini dirancang sebagai wadah untuk menyelaraskan aspirasi para buruh dengan kebijakan pemerintah daerah. Langkah tersebut diambil guna menciptakan iklim investasi yang sehat sekaligus menjamin kesejahteraan para pekerja di wilayah Bumi Sembada agar tetap kondusif dan harmonis.

Bupati Sleman Harda Kiswaya dalam pembukaan dialog tersebut menyampaikan bahwa momentum ini merupakan bentuk penghormatan bagi seluruh buruh, khususnya yang berada di Kabupaten Sleman. Ia berharap peringatan May Day tahun ini dapat berlangsung aman dan menjadi ajang kolaborasi yang nyata antara pekerja, pemerintah, serta pihak manajemen perusahaan.

“Peringatan Hari Buruh Internasional ini menjadi bentuk penghormatan bagi teman-teman buruh, khususnya di Sleman. Kita harapkan peringatan ini akan berlangsung aman dan damai. Ini adalah momentum penting untuk menjalin komunikasi yang intens guna mewujudkan iklim industri yang harmonis bagi semua pihak,” ujar Harda Kiswaya di hadapan para perwakilan serikat buruh.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Disnaker Sleman Epiphana Kristiyani menjelaskan bahwa serap aspirasi ini sangat krusial untuk memetakan permasalahan dan kondisi kesejahteraan buruh secara langsung. Dengan memahami dinamika di lapangan, pemerintah daerah diharapkan dapat menentukan arah kebijakan yang lebih tepat sasaran bagi para pekerja.

Keamanan dan ketertiban selama penyampaian aspirasi juga menjadi perhatian utama. Kapolres Sleman Adhitya Panji Anom menegaskan komitmen kepolisian dalam mengawal peringatan Hari Buruh dengan pendekatan yang humanis, profesional, dan proporsional. Ia mengajak seluruh elemen buruh untuk mengedepankan dialog komunikatif dalam menyampaikan tuntutan agar pesan yang dibawa dapat diterima dengan baik sebagai masukan kebijakan.

“Kami hadir untuk memberikan rasa aman, baik bagi serikat buruh maupun masyarakat sekitar. Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah. Kami menjamin akan mengawal peringatan Hari Buruh ini dengan mengedepankan sisi humanis agar aspirasi dapat tersampaikan secara tertib dan damai,” ungkap Adhitya Panji Anom.

Melalui dialog terbuka ini, Pemerintah Kabupaten Sleman optimistis bahwa peringatan May Day 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan semata, tetapi menjadi langkah konkret dalam memperkuat hubungan industrial yang kuat dan saling menguntungkan antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.




Peringati Hari Jadi ke-110, Pemkab Sleman Fasilitasi Khitanan Massal Gratis bagi Ratusan Anak

Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar bakti sosial khitanan massal sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman. Kegiatan yang dipusatkan di Puskesmas Mlati II pada Kamis (30/4/2026) ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan.

Tercatat sebanyak 110 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman berpartisipasi dalam agenda ini. Para peserta yang memiliki rentang usia antara 2 hingga 14 tahun tersebut tidak hanya mendapatkan layanan khitan secara gratis, tetapi juga menerima bingkisan berupa perlengkapan ibadah seperti baju, sarung, kopiah, serta celana khusus sunat untuk menunjang masa pemulihan.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang meninjau langsung pelaksanaan kegiatan menyampaikan bahwa program ini merupakan representasi kehadiran negara di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya khitan, baik dari sisi syariat agama maupun kesehatan, sehingga pemerintah berupaya memfasilitasi proses tersebut agar dapat dijangkau oleh seluruh lapisan warga tanpa terkendala biaya.

“Sunat atau khitan merupakan bagian dari kewajiban dan syariat agama bagi anak laki-laki. Melalui kegiatan bakti sosial ini, pemerintah hadir memberikan pelayanan secara gratis agar anak-anak di Sleman dapat melaksanakan khitan dengan aman, nyaman, dan ditangani oleh tenaga medis yang kompeten,” ujar Danang Maharsa di sela peninjauan.

Lebih lanjut, Danang menjelaskan bahwa metode khitan yang digunakan saat ini sudah memanfaatkan teknologi kesehatan modern. Hal ini memberikan jaminan proses yang lebih cepat serta meminimalisir rasa sakit bagi anak-anak, sehingga mereka tidak perlu merasa takut saat menjalani tindakan medis tersebut.

Kepala Puskesmas Mlati II, Raditya Kusuma, menegaskan bahwa seluruh proses khitan massal ini ditangani oleh tim medis profesional guna menjamin aspek keamanan dan kenyamanan peserta. Menurutnya, antusiasme warga sangat tinggi karena program ini sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga, terutama di tengah momentum hari jadi kabupaten yang sakral bagi warga Sleman.

“Khitan massal ini diikuti oleh 110 peserta yang berasal dari berbagai kapanewon di wilayah Sleman. Kami memastikan seluruh tindakan medis dilakukan sesuai prosedur profesional agar anak-anak merasa nyaman. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan generasi muda di Sleman,” tutur Raditya Kusuma saat memberikan keterangan mewakili Dinas Kesehatan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan tenaga kesehatan ini, diharapkan peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman tidak hanya menjadi ajang seremoni semata, melainkan memberikan dampak sosial yang nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan kesehatan anak-anak di Bumi Sembada.




Panewu Berbah Pimpin Gerakan GEMPAR di Pasar Paing

Sleman – Sebagai tindak lanjut Surat Edaran Bupati Sleman Nomor 0262 Tahun 2026 tentang Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR), Panewu Berbah bersama staf dan pegawai melaksanakan kegiatan belanja di pasar tradisional pada Kamis (30/4/2026) di Pasar Paing, Jalan Jogja–Wonosari, Sendangtirto, Berbah, Sleman.

Panewu Berbah, Djaka Sumarsono, menyampaikan bahwa pelaksanaan GEMPAR ini juga dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147, Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, serta Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54.

Ia menjelaskan bahwa GEMPAR merupakan upaya untuk mengoptimalkan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) sekaligus mendukung kemajuan UMKM, khususnya para pedagang pasar rakyat. Melalui gerakan ini, diharapkan pendapatan pedagang pasar tradisional di wilayah Kapanewon Berbah dapat meningkat.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh staf dan pegawai Kapanewon Berbah ini juga bertujuan membiasakan masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional, sehingga dapat memperkuat roda perekonomian lokal. Selain itu, pasar tradisional dinilai tidak hanya sebagai tempat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki peran penting dalam interaksi sosial masyarakat.

“Pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi, tetapi juga ruang interaksi sosial. Proses tawar-menawar yang terjadi menciptakan keakraban, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat gotong royong,” jelas Djaka.

Pasar Paing dipilih sebagai lokasi pelaksanaan GEMPAR karena memiliki keunikan tersendiri. Aktivitas jual beli di pasar ini hanya ramai pada hari pasaran Paing, sementara di hari lainnya cenderung sepi.

“Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengubah pola tersebut, namun kebiasaan masyarakat yang sudah berlangsung bertahun-tahun membuat pola itu tetap bertahan,” tambahnya.

Salah satu pedagang, Sumiyati, yang telah lama berjualan di Pasar Paing, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, aktivitas pasar memang hanya ramai saat hari pasaran Paing karena masyarakat sudah terbiasa berbelanja pada waktu tersebut.

“Warga sudah hafal, kalau ingin belanja ke sini ya saat pasaran Paing,” ujarnya. (Kusnadi KIM Berbah)