Cegah Euforia Berlebihan, Polsek Gamping Ingatkan Siswa SMK Muhammadiyah Rayakan Kelulusan Secara Bijak

Sleman – Menjelang pengumuman kelulusan yang dijadwalkan pada, Senin 4 Mei 2026, Unit Binmas Polsek Gamping menggelar kegiatan imbauan kepada pelajar di SMK Muhammadiyah Gamping, Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan program Panewu Goes to School sebagai langkah preventif untuk menjaga kondusivitas wilayah sekaligus membentuk karakter disiplin di kalangan pelajar.

Imbauan tersebut dipimpin langsung oleh Panit Binmas Polsek Gamping, Iptu Mamik Susanti. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya menjaga sikap dan perilaku menjelang momen kelulusan yang kerap diwarnai euforia.

Iptu Mamik Susanti mengajak para siswa untuk merayakan kelulusan secara bijak dan tidak melakukan aksi yang melanggar hukum, seperti konvoi kendaraan yang tidak tertib, vandalisme, maupun tindakan lain yang dapat merugikan diri sendiri dan masyarakat.

“Kelulusan seharusnya menjadi momentum refleksi dan awal perjalanan menuju masa depan yang lebih baik, bukan justru diwarnai dengan perilaku yang mencoreng nama baik pribadi maupun institusi pendidikan,” tandasnya.

Iptu Mamik pun menekankan pentingnya peran pihak sekolah dalam mengingatkan para siswa agar tidak melakukan aksi konvoi di jalan raya maupun corat-coret seragam yang dapat mengganggu ketertiban umum serta membahayakan keselamatan.

Lebih lanjut, Bhabinkamtibmas Ambarketawang, Aiptu Ibnu Prastowo mengingatkan bahwa setiap tindakan yang melanggar hukum memiliki konsekuensi yang nyata, baik secara hukum maupun sosial. Pelajar diminta untuk lebih bijak dalam mengekspresikan kebahagiaan, sehingga tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Menurutnya, kegiatan ini semakin memperkuat nilai edukatif karena dilaksanakan bersamaan dengan program Panewu Goes to School di Kapanewon Gamping, yang turut memberikan pemahaman mengenai pemerintahan dan kepemimpinan. Kolaborasi ini menciptakan pendekatan yang menyeluruh dalam membentuk karakter generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergitas antara pihak kepolisian dan sekolah dalam menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif, khususnya pada momen pengumuman kelulusan,” imbuh Aiptu Ibnu.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Gamping, Asarika Fajarini menilai bahwa pendekatan langsung dari aparat kepolisian memberikan dampak yang lebih kuat dibandingkan penyampaian materi di dalam kelas. Pesan yang disampaikan terasa lebih nyata dan relevan dengan kondisi di lapangan.

“Forum ini menjadi sarana edukasi hukum yang efektif bagi pelajar. Dengan pendekatan persuasif dan komunikatif, siswa diharapkan lebih mudah memahami serta menginternalisasi pesan yang disampaikan oleh aparat kepolisian,” ujarnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Panewu Goes to School: Upaya Strategis Tanamkan Kepemimpinan Pelajar di Gamping

Sleman – Program Panewu Goes to School yang digelar di SMK Muhammadiyah Gamping pada Kamis (30/4/2026) menjadi salah satu langkah strategis pemerintah kapanewon dalam menanamkan pemahaman dasar tentang pemerintahan dan kepemimpinan kepada generasi muda.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas IX dengan antusias tinggi, sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter pelajar di wilayah Kapanewon Gamping.

Melalui program ini, siswa diajak untuk mulai membangun kesadaran mengenai perannya dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif di lingkungan masing-masing.

Panewu Gamping, Suyanto hadir memberikan pemaparan komprehensif mengenai struktur pemerintahan, mulai dari tingkat kalurahan hingga kabupaten. Ia menjelaskan peran strategis aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang efektif, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat.

Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, melainkan dilengkapi dengan contoh kasus nyata yang terjadi di lingkungan masyarakat. Pendekatan ini membuat siswa lebih mudah memahami bagaimana kebijakan publik dirancang, diimplementasikan, serta dievaluasi dalam praktik pemerintahan sehari-hari.

“Program ini dinilai penting karena memberikan fondasi awal bagi siswa untuk mengenal sistem tata kelola pemerintahan. Dengan pemahaman tersebut, para pelajar diharapkan mampu mengembangkan kesadaran sebagai warga negara yang aktif dan bertanggung jawab,” jelas Suyanto.

Selain membahas pemerintahan, aspek kepemimpinan menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Suyanto menekankan bahwa kepemimpinan tidak hanya identik dengan jabatan formal, tetapi juga mencakup kemampuan mempengaruhi, menginspirasi, dan memberikan teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Lebih lanjut, para siswa diajak untuk memahami pentingnya nilai-nilai dasar kepemimpinan seperti integritas, disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. Nilai-nilai tersebut dinilai krusial dalam membentuk karakter generasi muda yang unggul dan berdaya saing.

Dalam sesi dialog interaktif, siswa diberikan kesempatan untuk mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari mekanisme pengambilan keputusan di pemerintahan hingga tantangan yang dihadapi pemimpin di tingkat lokal. Antusiasme ini menunjukkan tingginya minat pelajar terhadap isu-isu kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan.

Pemerintah kapanewon menilai kegiatan ini sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Dengan memberikan edukasi sejak dini, diharapkan akan lahir generasi yang cerdas secara akademik, sekaligus memiliki pemahaman sosial dan politik yang matang.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Gamping, Asarika Fajarini menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ini. Menurutnya, kegiatan tersebut mampu melengkapi pembelajaran di kelas, khususnya dalam membangun wawasan kebangsaan dan kepemimpinan siswa.

“Pendekatan langsung dari praktisi pemerintahan memberikan perspektif baru yang tidak didapatkan dalam buku pelajaran. Hal ini membuat siswa lebih kontekstual dalam memahami dinamika pemerintahan,” tandasnya.

Ke depan, program Panewu Goes to School ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran kolaboratif antara pemerintah dan sekolah dalam membangun karakter pelajar yang berintegritas, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan global. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Forum KIM Sleman Ajak Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Implementasi PP Tunas

Sleman — Forum Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Sleman terus bergerak aktif dalam menyosialisasikan perlindungan anak di dunia digital. Sekretaris Forum KIM Kabupaten Sleman, Athiful Khoiri, mendorong mahasiswa untuk mengambil peran strategis dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau yang dikenal dengan sebutan PP Tunas.

Pesan tersebut disampaikan Athiful saat menjadi pemateri di SD Muhammadiyah Prambanan, Kabupaten Sleman, Minggu (3/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi vital sebagai agen perubahan karena kedekatannya dengan teknologi. Sebagai kelompok usia produktif yang aktif di dunia maya, mahasiswa diharapkan mampu membangun ruang digital yang lebih sehat, aman, dan produktif bagi generasi di bawahnya.

“Mahasiswa memiliki peran vital dalam menyampaikan informasi mengenai PP Tunas kepada masyarakat. Mereka bisa menjadi agen perubahan dengan memperbanyak konten positif di dunia maya untuk mengimbangi paparan informasi yang tidak sehat bagi anak-anak,” ujar Athiful Khoiri di hadapan para peserta.

Athiful menjelaskan bahwa PP Tunas merupakan instrumen hukum penting negara untuk melindungi anak-anak serta kelompok rentan dari berbagai ancaman di ruang digital. Regulasi ini hadir untuk memperkuat tata kelola sistem elektronik agar lebih berpihak pada keamanan dan tumbuh kembang anak. Tanpa literasi yang memadai, anak-anak berpotensi terpapar perundungan siber, eksploitasi, hingga penyalahgunaan data pribadi melalui media sosial dan gim daring.

Menurut Athiful, ruang digital seharusnya menjadi tempat yang memberikan manfaat bagi penggunanya. Oleh karena itu, penyebarluasan informasi mengenai PP Tunas perlu dilakukan secara masif melalui peran organisasi kepemudaan dan komunitas informasi masyarakat. KIM sendiri berkomitmen untuk terus menjembatani informasi kebijakan negara agar tidak hanya berhenti sebagai dokumen formal, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Ruang digital harus menjadi tempat yang aman dan bermanfaat. Implementasi PP Tunas yang mengusung semangat Tunggu Anak Siap ini membutuhkan dukungan semua pihak. Kami ingin kebijakan ini dipahami secara luas agar ekosistem digital kita benar-benar ramah terhadap anak,” jelas Athiful.

Ia juga mengajak para mahasiswa untuk menjadi pelopor literasi digital, mulai dari lingkungan terkecil seperti keluarga hingga ke tengah masyarakat luas. Mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, melainkan menjadi solusi atas berbagai problematika siber yang ada saat ini melalui produksi konten-konten yang edukatif.

“Mahasiswa harus hadir sebagai bagian dari solusi dan penggerak kesadaran publik. Dengan keterlibatan aktif mereka dalam menyuarakan keamanan digital, diharapkan perlindungan terhadap anak-anak di dunia maya dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan,” pungkas Athiful Khoiri. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Tingkatkan Kepercayaan Diri Kader, PKK Margorejo Sleman Bedah Strategi Komunikasi Efektif

Sleman — Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, mengambil langkah inovatif untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan bertajuk “Penguatan Pribadi Menghadapi Masa Kini”. Acara yang dikemas dalam format kelas privat dan diskusi santai ini menghadirkan Zen Risna, seorang praktisi komunikasi profesional, di ruang pertemuan Kalurahan Margorejo, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para kader PKK agar lebih percaya diri dan profesional saat menjalankan tugas di lapangan. Kehadiran Kamituwa Margorejo, Anwar Ihsani, dalam acara tersebut menegaskan komitmen pemerintah kalurahan dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui alokasi anggaran pengembangan kapasitas individu yang berkelanjutan.

Ketua TP PKK Margorejo, Maryana Abdul Aziz, berharap pelatihan ini mampu memicu kreativitas para kader dalam menggerakkan sepuluh program pokok PKK di tengah masyarakat. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi yang baik merupakan modal utama agar pesan-pesan program pemberdayaan dapat diterima dengan baik oleh warga.

“Niat baik itu sangat penting, tetapi niat saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan aksi nyata. Semua program harus dijalankan dan dikomunikasikan dengan tepat, bukan hanya sekadar direncanakan di dalam hati,” ujar Zen Risna saat memberikan materi kepada para peserta.

Dalam paparannya, Zen Risna menekankan bahwa nilai personal seorang kader tidak hanya diukur dari hasil kerja individu, tetapi juga dari kemampuan membangun kolaborasi melalui komunikasi kepemimpinan. Ia membedah komponen penting seperti kemampuan mendengar aktif, pemberian apresiasi, delegasi tugas yang jelas, serta penerapan komunikasi verbal dan non-verbal yang positif dalam setiap koordinasi.

Para peserta juga diajak untuk mengenali berbagai tipe komunikasi, dengan penekanan pada gaya asertif. Gaya ini dinilai paling efektif karena memungkinkan seseorang menyampaikan perasaan atau pendapat dengan lembut namun tetap tegas pada inti permasalahan, sehingga mampu menghindari konflik yang tidak perlu.

Selain keterampilan bicara, etika bermedia sosial dan kearifan lokal Jawa turut menjadi sorotan dalam diskusi tersebut. Zen mengingatkan para kader untuk memegang teguh prinsip hidup seperti “sepi ing hape, rame ing gawe” yang bermakna mengurangi aktivitas di gawai dan lebih fokus pada hasil kerja nyata. Penggunaan kata-kata santun seperti maaf, silakan, tolong, dan terima kasih tetap menjadi kunci utama dalam menjaga harmoni sosial.

Melalui pengembangan kapasitas ini, anggota PKK Margorejo diharapkan mampu bertransformasi menjadi pribadi yang lebih ramah, tegas, dan profesional. Kemampuan untuk menyaring pergaulan dari pengaruh negatif serta fokus pada solusi diharapkan dapat memperkuat peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam melayani masyarakat. (SBD/KIM SENYUM TEMPEL)




Tingkatkan Kesejahteraan Warga Gemawang, PT Hutama Karya Bangun Instalasi Air Bersih dan Unit RO

Sleman — Akses terhadap air bersih kini semakin terbuka bagi warga RT 04 dan RT 05 Padukuhan Gemawang, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati. Melalui kolaborasi antara PT Hutama Karya (Persero) dan Kinarya Anak Bangsa, warga setempat resmi mendapatkan bantuan pembangunan instalasi Penyediaan Air Bersih (PAB) serta unit usaha air minum Reverse Osmosis (RO) yang diluncurkan pada Minggu (3/5/2026).

Program bantuan ini merupakan respons atas kebutuhan vital masyarakat akan sumber air yang sehat dan berkelanjutan. Penentuan lokasi di Padukuhan Gemawang dilakukan setelah melalui proses pemilihan dari tiga titik sumber mata air potensial di wilayah Sinduadi. Proyek ini diproyeksikan menjadi pemacu semangat kemandirian warga dalam mengelola sumber daya alam secara mandiri.

Lurah Sinduadi, Senen Haryanto, menjelaskan bahwa pemerintah kalurahan memberikan dukungan penuh dengan menyediakan tanah kas desa seluas 100 meter persegi. Luasan ini jauh melampaui kebutuhan awal yang hanya 16 meter persegi, dengan harapan lahan tersebut dapat digunakan untuk pengembangan usaha air bersih yang lebih luas di masa depan.

“Lokasi di Gemawang ini kami pandang paling tepat untuk dijadikan pemicu semangat masyarakat dalam pengembangan air bersih berbasis warga. Kami sengaja menyediakan lahan yang lebih luas agar instalasi ini nantinya bisa berkembang menjadi unit usaha yang dikelola masyarakat secara profesional,” ujar Senen Haryanto di sela kegiatan peninjauan lokasi.

Selain aspek penyediaan, bantuan ini juga menyentuh sisi pemberdayaan ekonomi. Air baku yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual kini akan diolah menjadi air siap minum berkualitas tinggi. Ketua RT 05, Agus Setiawan, menyampaikan bahwa bantuan ini menjadi babak baru bagi pengelolaan jaringan air bersih di wilayahnya yang sebenarnya sudah dirintis sejak lima tahun silam.

“Bantuan ini merupakan pintu masuk bagi masyarakat kami untuk terus berkembang. Air baku yang dulunya tidak bernilai ekonomi, kini bisa diolah menjadi air RO yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai jual untuk mendukung kas warga. Kami sangat berterima kasih karena program ini benar-benar mendukung pemberdayaan masyarakat ke depan,” kata Agus Setiawan.

Pihak Kinarya Anak Bangsa selaku mitra pelaksana turut memberikan sosialisasi mengenai manajemen air, mulai dari pemanfaatan air tadah hujan hingga proses teknis pengolahan air siap minum. Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, dilakukan pula penandatanganan kerja sama operasional antara yayasan dan pengurus wilayah guna menjamin keberlanjutan instalasi tersebut.

Dukuh Gemawang, Achmad Safei, mengaku bersyukur atas terealisasinya program ini karena distribusi air direncanakan menggunakan sistem gravitasi dari lokasi yang lebih tinggi. Skema ini dinilai lebih hemat biaya operasional karena meminimalisir penggunaan pompa listrik, sehingga distribusi air kepada warga RT 04 dan RT 05 dapat berjalan lebih stabil dan terjangkau secara berkelanjutan. (Edy/KIM Pijar Mlati)