Kalurahan Caturtunggal Gelar Serah Terima Jabatan Dukuh Samirono

Sleman — Pemerintah Kalurahan Caturtunggal menyelenggarakan acara Purna Tugas dan Serah Terima Jabatan Dukuh Samirono pada Kamis (30/4/2026), di Pendopo Puspadenta. Kegiatan ini dihadiri oleh Panewu Depok beserta Forkompimkap, Penjabat Lurah Caturtunggal, jajaran pamong kalurahan, BPKal, lembaga kalurahan, serta tokoh masyarakat setempat.

Acara diawali dengan pembukaan, doa, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Caturtunggal. Selanjutnya dilakukan pembacaan Surat Keputusan Lurah Caturtunggal yang menjadi dasar pelaksanaan serah terima jabatan.

Prosesi inti ditandai dengan serah terima jabatan dari Dukuh Samirono purna tugas, Muh Dimyati, kepada pelaksana tugas Dukuh Samirono, Kirwanto. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara sebagai bentuk legalitas dan tanggung jawab administrasi pemerintahan.

Dalam kesempatan tersebut, Muh Dimyati menyampaikan pesan dan kesan selama menjabat sebagai dukuh. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama bertugas.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan dukungan selama ini. Saya juga berpesan agar kita semua tidak berhenti untuk berbuat baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Penjabat Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi Muh Dimyati selama menjalankan tugas sebagai dukuh, serta berharap pelaksana tugas yang baru dapat melanjutkan program dan pelayanan kepada masyarakat dengan baik.

Panewu Depok, Rakhmat Harinawan dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan wilayah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kalurahan Caturtunggal sesuai dengan rencana pembangunan yang telah disusun.

“Pembangunan kalurahan harus dilakukan bersama-sama, sesuai dengan RPJMKal, hingga menyentuh tingkat padukuhan,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan penyerahan Surat Keputusan dan penghargaan kepada Dukuh Samirono purna tugas, serta harapan agar estafet kepemimpinan ini dapat membawa kemajuan bagi semua Padukuhan yang ada di Kalurahan Caturtunggal. (Oktaviana/KIM Depok)




Ubah Sampah Jadi Berkah, Warga Jatirejo Sleman Konsisten Jalankan Gerakan Sedekah Sampah

Sleman — Kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga mulai menunjukkan dampak positif yang nyata bagi lingkungan dan ekonomi lokal. Ibu-ibu di RW 22 Jatirejo, Kalurahan Sendangadi, Kapanewon Mlati, secara konsisten menjalankan gerakan pemilahan dan sedekah sampah yang dilaksanakan setiap pekan. Melalui kelompok Mekar Mandiri, warga membuktikan bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak berguna dapat menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang ampuh.

Kegiatan yang melibatkan warga dari RT 04, RT 05, dan RT 06 ini dilakukan dengan memilah sampah rumah tangga yang masih memiliki nilai ekonomi. Hasil dari penjualan sampah tersebut tidak hanya membuat lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat, tetapi juga dikelola secara mandiri untuk membiayai berbagai kegiatan warga dan kebutuhan kelompok sosial di wilayah setempat.

Perwakilan ibu-ibu Mekar Mandiri, Sudarjati, mengungkapkan bahwa gerakan ini bermula dari inisiatif sederhana untuk mengisi waktu luang sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga. Namun, konsistensi tersebut kini membuahkan hasil yang jauh lebih besar dari sekadar kebersihan lingkungan, karena mampu meringankan beban biaya kegiatan kemasyarakatan.

“Dulu awalnya hanya sekadar mengumpulkan sampah yang masih bisa dimanfaatkan untuk mengisi waktu bersama. Ternyata sekarang dampaknya luar biasa, hasilnya bisa membantu biaya kegiatan ibu-ibu, pengajuan proposal bantuan juga menjadi lebih lancar karena administrasi kelompok yang rapi, dan yang terpenting lingkungan kami menjadi jauh lebih bersih,” ujar Sudarjati di sela kegiatan pemilahan, Sabtu (2/5/2026).

Ketua RT 05, Hartono, bersama Ketua RT 06, Dandun, memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan warga yang terus menjaga semangat gotong royong. Senada dengan hal tersebut, Dukuh Jatirejo, Bandung Febriansah, menilai bahwa gerakan sedekah sampah ini merupakan contoh konkret bagaimana masalah lingkungan dapat diselesaikan melalui pendekatan sosial dan spiritual. Ia berharap semangat warga Jatirejo ini dapat menginspirasi wilayah lain di Sleman.

“Ini adalah contoh yang sangat baik bagi wilayah lain. Sampah yang biasanya hanya dibuang begitu saja ternyata bisa menjadi berkah dan membantu kegiatan masyarakat jika dikelola dengan sistem yang benar. Kami bangga melihat kerukunan warga yang semakin erat melalui kegiatan lingkungan seperti ini,” ungkap Bandung Febriansah.

Apresiasi juga datang dari Panewu Anom Kapanewon Mlati yang turut meninjau kegiatan tersebut. Menurutnya, meskipun infrastruktur dan bangunan di suatu wilayah sudah tertata rapi, kualitas lingkungan yang sesungguhnya ditentukan oleh budaya masyarakatnya dalam mengelola sampah. Kesadaran untuk memilah sampah sejak dari sumbernya adalah fondasi utama dalam menjaga kelestarian ekosistem di masa depan.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang telah memiliki kepedulian luar biasa terhadap pemilahan sampah. Lingkungan yang berkualitas bukan hanya terlihat dari gedung-gedung yang bagus, tetapi dari tumbuhnya budaya masyarakat yang peduli terhadap kebersihan dan pengelolaan limbah secara mandiri. Ini adalah langkah nyata menuju kampung yang mandiri dan sehat,” pungkas Panewu Anom. (EDY/KIM Pijar Mlati)




Alumni FKG UGM 86 dan PDGI Sleman Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gigi di SD Muhammadiyah Dadapan

Sleman – Alumni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) angkatan 1986 bekerja sama dengan Bidang Pengabdian Masyarakat Persatuan Dokter Gigi Indonesia Cabang Sleman, menggelar kegiatan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut bagi siswa-siswi SD Muhammadiyah Dadapan, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diisi dengan berbagai agenda edukatif dan preventif, di antaranya SiGiBer (Sikat Gigi Bersama) serta TAF (Topikal Aplikasi Fluoride). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak usia sekolah dasar.

TAF sendiri merupakan tindakan pengolesan fluoride pada permukaan gigi, guna memperkuat email gigi dan mencegah terjadinya karies atau gigi berlubang. Prosedur ini dikenal aman, tidak menimbulkan rasa sakit, dan efektif sebagai langkah pencegahan dini terhadap masalah kesehatan gigi pada anak.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 70 alumni FKG UGM angkatan 1986, didukung oleh 40 tenaga dari PDGI Sleman serta sejumlah personel dari Puskesmas Turi. Kolaborasi lintas elemen ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah Sleman.

Ketua PDGI Sleman, Isa Dharmawijaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya bakti sosial tersebut.

“Selamat dan turut mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial di SD Muhammadiyah Dadapan Wonokerto Turi. Selamat bernostalgia di Jogja dengan tetap berkiprah kepada masyarakat,” katanya.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Dadapan, Lutfi Andari KS pada kesempatan yang sama juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada para alumni FKG UGM dan PDGI Sleman atas terpilihnya Sd MuDa sebagai sasaran baksos. Terima kasih atas edukasi yang diberikan dan tentunya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kesehatan kami semua. Alhamdulillah anak-anak senang dan antusias mengikuti semua rangkaian acara hingga selesai,” tandasnya.

 Selain kegiatan pelayanan kesehatan, panitia juga memberikan plakat sebagai bentuk kenang-kenangan kepada pihak sekolah. Tak hanya itu, bantuan berupa infak pembangunan sebesar Rp10 juta juga ikut diserahkan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan fasilitas pendidikan di SD Muhammadiyah Dadapan. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Momentum Hardiknas 2026, UNY Beri Penghargaan bagi Ribuan Mahasiswa Berprestasi Dunia

Sleman — Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan semangat refleksi dan penguatan kualitas sumber daya manusia. Dalam momentum yang berlangsung pada Sabtu (2/5/2026) ini, UNY memberikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa yang berhasil menorehkan prestasi di berbagai bidang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Peringatan ini diikuti oleh seluruh sivitas akademika sebagai ajang untuk meneguhkan kembali komitmen dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif. Rektor UNY, Sumaryanto, menekankan bahwa pendidikan pada hakikatnya adalah proses yang tulus untuk memanusiakan manusia serta menumbuhkembangkan potensi alamiah peserta didik sebagai makhluk yang mulia.

“Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah serta potensi manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti dari seluruh proses pendidikan adalah memuliakan manusia, sehingga setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Sumaryanto di hadapan para peserta upacara.

Dalam arahannya, Sumaryanto juga menyoroti tantangan global yang kini tengah membayangi dunia pendidikan tinggi, mulai dari disrupsi digital, krisis lingkungan, hingga perubahan lanskap dunia kerja akibat perkembangan pesat kecerdasan artifisial. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu bertransformasi dengan memperluas akses pendidikan dan memperkuat riset yang memberikan solusi nyata bagi pembangunan nasional.

“Pendidikan tetap menjadi solusi strategis dan berkelanjutan dalam menjawab berbagai persoalan global. Kita perlu mengembangkan riset yang tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga melahirkan inovasi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Sebagai bentuk nyata dari kualitas pendidikan tersebut, UNY menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada empat mahasiswa yang mewakili ribuan penerima prestasi lainnya. Mereka adalah Dhimas Satria Wicaksono yang meraih Juara I Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2025, serta Benediktus Praditya Arista Putra atas capaian internasionalnya di bidang seni paduan suara.

Prestasi gemilang juga ditunjukkan di bidang olahraga dan organisasi oleh Arif Dwi Pangestu yang menyabet Juara I Beregu Recurve Putra pada SEA Games ke-33 di Thailand tahun 2025, serta Septiana Nabila Dwi Halisa sebagai Juara I Abdidaya ORMAWA 2025. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNY mampu bersaing di kancah global sekaligus berkontribusi dalam penguatan reputasi pendidikan Indonesia.

Melalui peringatan Hardiknas 2026, Universitas Negeri Yogyakarta meneguhkan langkahnya untuk terus mendukung pembangunan pendidikan nasional yang berkelanjutan. Sinergi antara prestasi mahasiswa dan inovasi riset diharapkan dapat terus menjadi motor penggerak bagi kemajuan bangsa di masa depan. (Athiful/KIM Depok)




Panewu Depok Terima Audiensi Himpaudi, Bahas Penguatan Layanan PAUD

Sleman – Panewu Depok, Rakhmat Harinawan didampingi Kepala Jawatan Sosial, Fransisus Suhyadi dan Subekti Handayani, menerima audiensi Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (30/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Himpaudi Depok, Arum Ariningsih melaporkan bahwa terdapat 90 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) nonformal di wilayah Kapanewon Depok. Lembaga pendidikan tersebut meliputi Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS), dengan jumlah peserta didik mencapai anak.

“Selain itu, terdapat sekitar 15 layanan daycare yang hingga saat ini belum memiliki izin resmi,” ungkapnya.

Arum juga menyampaikan rencana pelaksanaan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Himpaudi Depok dalam waktu dekat, serta mengharapkan kehadiran Panewu Depok dalam kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa Himpaudi siap bersinergi dengan pemerintah kapanewon dalam memperjuangkan hak-hak pendidik PAUD sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan usia dini.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah dalam memastikan layanan PAUD yang berkualitas serta memperjuangkan kesejahteraan para pendidik,” ujar Arum.

Menanggapi hal tersebut, Panewu Depok, Rakhmat Harinawan menyampaikan apresiasi atas peran aktif Himpaudi dalam mendukung pengembangan pendidikan usia dini di wilayah Kapanewon Depok.  

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

“Pemerintah Kapanewon Depok mendukung upaya peningkatan kualitas PAUD, termasuk mendorong legalitas lembaga serta penguatan kapasitas pendidik. Sinergi ini penting agar layanan pendidikan anak usia dini dapat berjalan optimal dan merata,” tegasnya.

Ia berharap, audiensi antara Pemerintah Kapanewon Depok dan Himpaudi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat dan mewujudkan layanan pendidikan usia dini yang berkualitas dan berkelanjutan di wilayah Kapanewon Depok. (Athiful/KIM Depok)