SPS BUAH Hati Bunda Margomulyo Seyegan Gelar Pentas Akhir Tahun, Tandai Kelulusan Siswa PAUD

Sleman – Suasana meriah dan penuh kebahagiaan mewarnai kegiatan Pentas Akhir Tahun Satuan PAUD Sejenis (SPS) Buah Hati Bunda yang digelar di Eco Edu Park Kaliklangsi, Margomulyo, Seyegan, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya tahun ajaran 2025/2026, sekaligus momentum kelulusan anak-anak PAUD sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang Taman Kanak-Kanak (TK).

Acara yang dihadiri oleh orang tua siswa, komite sekolah, serta tamu undangan tersebut berlangsung semarak dengan berbagai penampilan menarik dari anak-anak. Mulai dari hafalan surat pendek, tari-tarian, hingga menyanyi bersama berhasil memukau para hadirin dan menuai tepuk tangan meriah.

Kepala Lembaga SPS Buah Hati Bunda, Ary Retnowati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pentas akhir tahun ini merupakan bentuk apresiasi terhadap perkembangan anak selama mengikuti proses pembelajaran di PAUD.

“Kegiatan ini kami maksudkan untuk memberikan penghargaan kepada anak-anak sekaligus memberi kesempatan kepada mereka untuk menunjukkan bakat, keberanian, dan hasil perkembangan selama belajar dan bersosialisasi di SPS Buah Hati Bunda,” ujar Ary.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada SPS Buah Hati Bunda dalam mendampingi tumbuh kembang putra-putri mereka. Ary menyebutkan, sebanyak 28 siswa telah menyelesaikan masa pendidikan PAUD dan siap melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan bapak dan ibu semua. Meski dengan fasilitas yang masih terbatas dan berbagai kekurangan yang kami miliki, kami terus berupaya memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komite PAUD SPS Buah Hati Bunda, Sutarto Agus Raharjo, turut mengajak masyarakat untuk mendukung keberlangsungan lembaga PAUD di wilayah Jamblangan. Ia berharap para orang tua dapat ikut mempromosikan keberadaan SPS Buah Hati Bunda agar jumlah peserta didik terus meningkat.

“Kami berharap para orang tua bisa ikut mengenalkan SPS Buah Hati Bunda kepada masyarakat sekitar. Potensi anak usia PAUD di wilayah Jamblangan cukup besar, kurang lebih ada 60 anak balita yang bisa menjadi calon peserta didik,” ungkap Sutarto.

Menurutnya, keberadaan PAUD sangat penting sebagai pondasi awal pendidikan anak sebelum memasuki Taman Kanak-Kanak. Bahkan, lanjutnya, sekolah TK umumnya lebih senang menerima siswa yang sebelumnya telah mendapatkan pendidikan PAUD.

Acara Pentas Akhir Tahun ini juga menjadi bukti kuatnya kebersamaan antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Kegiatan yang diprakarsai bersama oleh wali murid tersebut berlangsung penuh antusiasme, kehangatan, dan kebanggaan melihat keberanian anak-anak tampil di depan umum.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan masyarakat, SPS Buah Hati Bunda diharapkan terus berkembang dan menjadi tempat pendidikan anak usia dini yang mampu membentuk generasi cerdas, kreatif, dan berkarakter. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Pemkal Trihanggo Fokus Tingkatkan Tata Kelola dan Pelayanan Publik Jelang Lomba Tingkat Kabupaten Sleman

Sleman – Pemerintah Kalurahan Trihanggo terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Persiapan Lomba Antar Kalurahan se-Kabupaten Sleman, yang digelar di Ruang Rapat Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Rabu (10/6/2026).

Rapat dihadiri oleh jajaran pemerintah kalurahan, pamong, lembaga kemasyarakatan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta unsur terkait yang terlibat dalam proses persiapan lomba. Dalam pertemuan itu, peserta melakukan evaluasi terhadap berbagai program pembangunan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, hingga administrasi pemerintahan yang menjadi bagian penting dalam indikator penilaian.

Penjabat Lurah Trihanggo, Budi Supriyanta, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam Lomba Kalurahan bukan semata-mata untuk meraih prestasi, melainkan menjadi momentum untuk mengukur capaian pembangunan dan kualitas pelayanan yang telah diberikan kepada masyarakat selama ini. Melalui evaluasi tersebut, pemerintah kalurahan dapat mengetahui berbagai aspek yang perlu ditingkatkan.

“Lomba kalurahan merupakan sarana yang efektif untuk mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat. Sekaligus menjadi wadah untuk menampilkan berbagai inovasi yang telah dilaksanakan oleh pemerintah kalurahan bersama masyarakat,” jelasnya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, berbagai bidang yang menjadi fokus penilaian dibahas secara rinci, mulai dari administrasi pemerintahan, ketahanan sosial masyarakat, pemberdayaan ekonomi, pengelolaan lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik. Masing-masing bidang diberikan tugas untuk melengkapi data dukung dan dokumen yang diperlukan.

Budi juga menekankan bahwa pihaknya mengutamakan pentingnya kolaborasi antara seluruh unsur masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan lomba. Dukungan dari lembaga kemasyarakatan, kelompok usaha, kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga generasi muda dinilai menjadi kekuatan utama yang mencerminkan keberhasilan pembangunan berbasis partisipasi warga.

Selain mempersiapkan administrasi dan dokumentasi, rapat juga membahas kesiapan lokasi-lokasi yang akan menjadi objek penilaian lapangan. Berbagai potensi unggulan kalurahan, program pemberdayaan masyarakat, serta inovasi pelayanan publik akan ditampilkan sebagai bentuk komitmen Trihanggo dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Para peserta rapat sepakat bahwa keberhasilan dalam lomba kalurahan tidak hanya diukur dari hasil akhir yang diperoleh, tetapi juga dari proses pembenahan dan peningkatan kualitas pelayanan yang dilakukan secara berkelanjutan. Karenanya, setiap unsur diminta untuk bekerja secara maksimal sesuai dengan bidang tugas masing-masing.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Trihanggo, Aiptu Rusmanto berpendapat bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan pembangunan di tingkat kalurahan. Oleh karena itu, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong, menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan nyaman.

“Keberhasilan dalam lomba tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi, tetapi juga oleh kekompakan, partisipasi warga, serta kemampuan menjaga situasi yang aman, tertib, dan kondusif,” imbuhnya.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kalurahan Trihanggo berharap seluruh persiapan dapat berjalan dengan baik sehingga mampu menampilkan potensi terbaik yang dimiliki. Lebih dari sekadar kompetisi, keikutsertaan dalam lomba kalurahan tingkat Kabupaten Sleman menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, memperkuat partisipasi masyarakat, serta mendorong terwujudnya kalurahan yang maju, mandiri, dan sejahtera. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Tegakkan Ketertiban, Polda DIY Periksa Disiplin dan Urine Personel Polsek Gamping

Sleman – Upaya menjaga profesionalisme dan integritas anggota kepolisian terus dilakukan melalui kegiatan penegakan ketertiban dan disiplin serta pemeriksaan urine yang dilaksanakan Tim Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam), bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Kepolisian Daerah (Polda) DIY, di Markas Kepolisian Sektor Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kepala Urusan Pembinaan Disiplin Subbidang Provost Bidpropam Polda DIY, AKP Setyo Soddiq Paramono, dengan melibatkan personel Bidpropam dan tenaga kesehatan dari Biddokkes Polda DIY.

Seluruh anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Gamping mengikuti rangkaian pemeriksaan yang meliputi pengecekan kelengkapan administrasi perorangan, sikap tampang, kelengkapan identitas, penggunaan seragam dinas, pengecekan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu, kendaraan dinas, ruang tahanan, tempat penyimpanan senjata api dinas, gawai personel, hingga pemeriksaan urine.

AKP Setyo menjelaskan bahwa kegiatan penegakan ketertiban dan disiplin merupakan agenda rutin yang bertujuan memastikan setiap anggota kepolisian senantiasa mematuhi aturan kedinasan, menjaga disiplin, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa anggota Polisi dituntut tidak hanya mampu menegakkan hukum kepada masyarakat, tetapi juga harus menjadi teladan dalam menaati peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, pengawasan internal menjadi instrumen penting untuk menjaga marwah dan profesionalisme institusi.

Di samping itu, tes urine dilakukan sebagai langkah preventif dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan kepolisian. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari komitmen kepolisian Republik Indonesia dalam mewujudkan organisasi yang bersih dari narkoba serta memastikan seluruh personel menjalankan tugas dalam kondisi prima dan bebas dari pengaruh zat terlarang.

Menurut AKP Setyo, kegiatan pengawasan internal semacam ini memiliki nilai strategis karena mampu mendeteksi sejak dini berbagai potensi pelanggaran yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan adanya pengawasan berkala, setiap personel diharapkan semakin meningkatkan disiplin, profesionalisme, integritas, serta menghindari berbagai bentuk pelanggaran etika profesi yang dapat mencoreng nama baik institusi.

“Pemeriksaan kesehatan dan tes urine juga menjadi bentuk perlindungan terhadap anggota agar tetap memiliki kondisi fisik dan mental yang baik dalam menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Aparat yang sehat dan disiplin menjadi faktor penting dalam menciptakan pelayanan publik yang berkualitas,” jelas AKP Setyo.

Sementara itu, Kapolsek Gamping, AKP Bowo Susilo beserta jajaran menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai sarana evaluasi dan pembinaan internal. Hasil pemeriksaan diharapkan menjadi bahan perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia kepolisian, khususnya di lingkungan Sektor Gamping.

Melalui kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin serta pemeriksaan urine ini, Polda DIY menegaskan komitmennya dalam membangun budaya kerja yang profesional, modern, dan terpercaya. Disiplin yang kuat, integritas yang terjaga, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba menjadi modal utama bagi setiap anggota Polisi dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Pasbuja Kawi Merapi Sleman Ditunjuk sebagai Induk Kelompok Masyarakat Kebudayaan

Sleman – Paguyuban Sastra Budaya Jawa (Pasbuja) Kawi Merapi Sleman ditunjuk Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman sebagai Induk Kelompok Masyarakat Kebudayaan Kabupaten Sleman. Penunjukan ini didasarkan pada rekam jejak Pasbuja Kawi Merapi Sleman dalam memberikan kontribusinya terhadap pelestarian kebudayaan, khususnya sastra Jawa.

Kepala Seksi Bahasa dan Sastra Bidang Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseuman Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Ita Kurniawati menjelaskan bahwa Pasbuja dinilai layak karena memiliki kemandirian, konsistensi, serta inovasi dalam menjalankan kegiatan, baik dengan maupun tanpa pendampingan pemerintah.

“Selain itu, salah satu syarat menjadi induk komunitas masyarakat adalah memiliki legalitas kelembagaan,” jelasnya dalam Sarasehan Budaya yang berlangsung di Ruang Rukun Dinas Kebudayaan Sleman, Rabu (10/6/2026).

Ita menambahkan, sebagai induk kelompok masyarakat kebudayaan, Pasbuja akan berperan sebagai wadah bagi berbagai komunitas seni dan budaya dalam upaya pelestarian objek pemajuan kebudayaan di Kabupaten Sleman. Sejumlah komunitas yang telah ada di antaranya Ruang Sastra Perempuan, Lonceng Aksara, Wijaya Kusuma, dan lainnya.

Menurutnya, komunitas yang tergabung akan tercatat dalam basis data kebudayaan daerah sehingga memperoleh perlindungan hukum serta prioritas dalam pembinaan dan fasilitasi dari pemerintah.

“Induk kebudayaan bertugas mengelola dan memperkuat jejaring komunitas bahasa, sastra, dan aksara di Kabupaten Sleman,” tandas Ita.

Sementara itu, Ketua Pasbuja Kawi Merapi, Sutopo Sugihartono menyambut baik penunjukan tersebut. Ia menilai penunjukkan tersebut merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar bagi Pasbuja.

Induk Kelompok Kebudayaan tidak hanya menjadi tempat berkumpul para pegiat sastra dan budaya, tetapi juga ruang penyatuan visi dalam pelestarian nilai-nilai luhur budaya Jawa, seperti keselarasan hidup, tata krama, dan kebijaksanaan kolektif.

“Nilai-nilai tersebut menjadi filter sekaligus penyeimbang di tengah derasnya arus globalisasi digital yang memengaruhi generasi muda,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, sastrawan Budi Sarjono atau Budsar juga menilai penunjukan Pasbuja sebagai sebuah anugerah sekaligus tantangan untuk memperkuat literasi budaya, khususnya sastra Jawa.

Ia mencontohkan program penulisan antologi bertema Taru yang digagas Pasbuja sebagai upaya meningkatkan kualitas penulis. Kontributor diwajibkan mempertanggungjawabkan naskah yang dikirim dengan standar penulisan yang ketat.

“Harapannya, ke depan tim editor hanya bertugas menyeleksi naskah yang layak tanpa banyak melakukan penyuntingan,” pungkasnya. (Kusnadi KIM Berbah)




KWT Dahlia Bersemi Bahas Pengendalian Uret Ramah Lingkungan Bersama POPT Sleman

Sleman – Serangan uret atau ulat tanah yang belakangan meresahkan petani di wilayah Tempel menjadi topik utama dalam pertemuan rutin Kelompok Wanita Tani (KWT) Dahlia Bersemi, Padukuhan Lodoyong, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Rabu (10/6/2026).

Pertemuan yang dipimpin Ketua KWT Dahlia Bersemi, Rusmiyanti, tersebut menghadirkan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Theresia Nastiti Larasati, sebagai narasumber, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Purwanto.

Dalam pemaparannya, Theresia menjelaskan bahwa uret merupakan fase larva dari serangga sejenis kumbang yang sering menyerang akar tanaman. Menurutnya, salah satu sumber utama munculnya uret berasal dari penggunaan pupuk organik yang belum matang sempurna saat proses fermentasi.

“Pupuk organik yang difermentasi dengan baik umumnya sudah bebas dari telur uret. Namun jika proses pengolahannya belum sempurna, telur yang terdapat dalam kotoran ternak masih dapat menetas dan berkembang menjadi uret,” jelasnya.

Theresia menambahkan, salah satu indikator pupuk belum matang adalah suhunya yang masih hangat. Dalam kondisi tersebut, pupuk sebaiknya difermentasi kembali selama sekitar satu minggu dan ditambahkan jamur antagonis Metarhizium serta gula secukupnya untuk membantu mematikan telur uret.

Jika pupuk sudah terlanjur diaplikasikan ke lahan, pengendalian dapat dilakukan dengan menyiramkan larutan jamur antagonis yang telah dicampur air dan gula. Penyiraman dianjurkan dilakukan berulang hingga sedikitnya tiga kali.

Selain itu, Theresia juga menjelaskan habitat, jenis kumbang penyebab uret, serta siklus metamorfosisnya. Ia pun mendorong petani untuk lebih mengutamakan penggunaan bahan nabati dan agen hayati dalam pengendalian hama dibandingkan insektisida kimia.

“Pengendalian ramah lingkungan lebih aman bagi kesuburan tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan,” ujarnya.

Pertemuan berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari anggota KWT terkait pencegahan dan penanganan serangan uret yang saat ini banyak dikeluhkan petani di wilayah Tempel. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)