Bentengi Anak dari Kecanduan Gawai, PKK Joho Condongcatur Sleman Dirikan Pojok Baca Puruhita

Sleman – Gerakan akar rumput dalam menyelamatkan mentalitas anak dari dampak buruk ketergantungan gawai pintar (gadget) terus digalakkan di wilayah sub-urban Kabupaten Sleman. Langkah taktis ini diwujudkan oleh kader penggerak PKK RT 07 RW 60 Padukuhan Joho dengan menginisiasi pembuatan ruang literasi mandiri bernama Pojok Baca Puruhita. Sarana edukasi berbasis komunitas tersebut resmi diluncurkan dan dibuka untuk umum di kawasan Joho Blok VI, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Jumat sore (26/6/2026).
Fokus utama dari peristiwa ini menyoroti taktik jemput bola para ibu rumah tangga dalam memotong dominasi penggunaan gawai pada anak usia sekolah melalui penyediaan ruang sosial yang interaktif. Menyadari tingginya risiko kecanduan layar digital yang memicu penurunan daya konsentrasi dan sifat antisosial pada generasi alfa, PKK Joho memanfaatkan area garasi rumah warga bernama Teguh untuk diubah menjadi perpustakaan mini yang nyaman. Langkah stimulasi ini didesain agar anak-anak kembali mengenal budaya membaca buku fisik, berinteraksi secara sehat dengan teman sebaya, serta melatih ketajaman berpikir kritis sejak dini tanpa intervensi algoritma digital.
Prosesi peresmian draf ruang baca ini dipimpin langsung oleh Dukuh Joho, Retnaningsih, melalui upacara pemotongan pita simbolis. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi doa bersama serta tradisi kenduri menikmati nasi gudangan sebagai wujud syukur kolektif atas berdirinya pusat literasi baru tersebut.
Ketua PKK RT 07 RW 60 Padukuhan Joho, Trisni Rahmasari, selaku konseptor utama gerakan memaparkan bahwa Pojok Baca Puruhita akan dioperasikan secara konsisten setiap hari Jumat mulai pukul hingga WIB. Lembaga swadaya ini menyediakan ratusan draf buku bacaan edukatif, ensiklopedia anak, hingga buku cerita rakyat yang dapat diakses dan dipinjam oleh seluruh warga sekitar secara gratis.
“Kami berharap Pojok Baca Puruhita menjadi ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak dan masyarakat sekitar. Melalui kebiasaan membaca yang dipupuk sejak dini, mereka akan memiliki wawasan yang luas dan bekal kuat untuk meraih masa depan yang lebih baik. Ini adalah gerakan swadaya kami untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari ketergantungan gawai yang kian mengkhawatirkan,” ujar Trisni Rahmasari saat menjelaskan draf operasional perpustakaan mini tersebut.
Trisni Rahmasari juga menyampaikan draf apresiasi tertulis kepada seluruh elemen warga yang telah mendonasikan buku bacaan bekas layak pakai, bantuan tenaga, hingga draf ide kreatif dalam menyusun tata ruang garasi agar tampak estetik dan memikat minat kunjung anak-anak.
Dukungan serupa diutarakan oleh Dukuh Joho, Retnaningsih. Ia menguraikan bahwa draf pendirian Pojok Baca Puruhita merupakan draf aksi nyata atau tindak lanjut dari program Sosialisasi Peningkatan Minat Baca Masyarakat yang sebelumnya diundangkan oleh TP PKK Pokja II Kalurahan Condongcatur. Kebijakan makro tingkat desa tersebut memang mewajibkan setiap padukuhan menstimulasi draf pola pengasuhan anak yang ramah literasi melalui metode mendongeng sebelum tidur.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif cerdas dari PKK RT 07 RW 60 Padukuhan Joho ini. Semoga keberadaan Pojok Baca Puruhita mampu meningkatkan minat baca warga secara drastis dan menjelma menjadi ruang belajar yang inklusif serta bermanfaat bagi anak-anak maupun masyarakat umum. Kami berharap ke depan tempat ini juga menjadi pusat kegiatan literasi aktif seperti bedah buku, mendongeng bersama, hingga ruang diskusi edukatif warga,” tutur Retnaningsih menandaskan harapan besarnya. (Wasana / KIM Depok)



