Enam SMP di Sleman Barat Ikuti Bimtek Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan

Sleman – Sebanyak enam SMP di wilayah binaan Sleman Barat mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) yang diselenggarakan di SMP Negeri 3 Godean, Rabu (24/6/2026).
Kepala SMP Negeri 3 Godean, Dwi Utami selaku tuan rumah menegaskan bahwa Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) merupakan jantung penyelenggaraan pendidikan di sekolah. KSP yang disusun secara kontekstual akan mampu menghadirkan layanan pendidikan dan pembelajaran yang berpihak kepada murid sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing.
“Melalui KSP yang kontekstual, kita dapat mewujudkan layanan pendidikan yang benar-benar berpihak kepada murid. Dengan bimbingan langsung dari para narasumber yang kompeten, kegiatan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk menyamakan persepsi, berbagi praktik baik, sekaligus memperkuat jejaring antarsekolah binaan,” ungkapnya.
Adapun enam sekolah yang mengikuti kegiatan ini yaitu SMP Negeri 1 Godean, SMP Negeri 3 Godean, SMP Negeri 1 Minggir, SMP Muhammadiyah 1 Minggir, SMP Muhammadiyah 2 Minggir, dan SMP Ibnu Abbas Godean.
Bimtek menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, yakni Kepala Bidang Pembinaan SMP, Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan, Kepala Seksi Kelembagaan, Pengawas SMP, serta Pengawas Pendamping.
Kepala Seksi PTK, Dwi Warni, menekankan pentingnya pengembangan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan yang disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsinya. Ia juga mengingatkan agar setiap sekolah menjadikan Rapor Pendidikan sebagai dasar dalam menyusun program peningkatan mutu.
Di sisi lain, Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan, Supraptiningsih, meminta seluruh sekolah menyerahkan dokumen KSP paling lambat akhir Juli 2026. Ia juga menegaskan bahwa matriks kurikulum harus mampu mengukur capaian delapan Dimensi Profil Lulusan.
Kepala Bidang Pembinaan SMP, Ponidi, menambahkan bahwa rekomendasi yang terdapat dalam Rapor Pendidikan harus diterjemahkan ke dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) sekolah.
“Fokus pengembangan pendidikan pada tahun ini diarahkan pada penguatan pendekatan STEM, STEAM, dan STEAMS guna meningkatkan kemampuan bernalar, kreativitas, serta empati sosial peserta didik,” ujarnya. (Giek/ KIM Moyudan)



