MUI Depok Perkuat Sinergi Publikasi dengan Kedaulatan Rakyat

Sleman – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, melakukan audiensi dengan Surat Kabar Harian (SKH) Kedaulatan Rakyat di Aula KR, Rabu (24/6/2026), guna memperkuat sinergi publikasi kegiatan dan penyebarluasan informasi kepada masyarakat.

Ketua MUI Depok, Sunhaji mengatakan bahwa Kedaulatan Rakyat merupakan media massa berbasis di Yogyakarta yang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu surat kabar harian tertua di Indonesia yang masih beroperasi. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam menjembatani informasi antara lembaga dan masyarakat.

“Kami berharap terjalin sinergi yang baik antara MUI Depok dan Kedaulatan Rakyat. Melalui kerja sama publikasi ini, berbagai program dan kegiatan MUI dapat diketahui masyarakat secara lebih luas sehingga nilai-nilai positif yang kami bangun dapat memberikan manfaat yang lebih besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, MUI Depok selama ini aktif melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan umat, pendidikan keagamaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang perlu didukung dengan publikasi yang memadai agar informasi dapat diterima masyarakat secara tepat dan berimbang.

Audiensi tersebut juga membahas peluang kerja sama publikasi berbagai kegiatan MUI Depok, termasuk agenda keagamaan, penguatan moderasi beragama, pemberdayaan umat, dan kegiatan sosial yang mendukung pembangunan masyarakat.

Pemimpin Redaksi KR, Octo Lampito menyambut baik inisiatif MUI Depok dalam membangun kemitraan dengan media massa. Menurutnya, kolaborasi antara lembaga keagamaan dan media memiliki peran strategis dalam menghadirkan informasi yang edukatif dan bermanfaat bagi publik.

“Kami menyambut baik upaya MUI Depok untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan media. Kedaulatan Rakyat siap menjadi mitra dalam menyebarluaskan informasi yang memberikan dampak positif, mencerdaskan masyarakat, dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan serta kehidupan sosial yang harmonis,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Octo didampingi wartawan KR Surya Adi Lesmana. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif dengan semangat membangun kolaborasi yang berkelanjutan.

Melalui penguatan sinergi antara MUI dan media massa, diharapkan informasi mengenai program keagamaan dan kemasyarakatan dapat tersampaikan secara lebih efektif, meningkatkan literasi publik, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang religius, harmonis, dan berdaya. (Athiful/KIM Depok)




Percasi Sleman Gelar Kejurkab Catur 2026, Jadi Ajang Seleksi PORDA DIY

Sleman – Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Sleman akan menyelenggarakan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Catur Sleman Tahun 2026 pada 27–28 Juni 2026, di Aula Bappeda Kabupaten Sleman.

Mengusung tema “Mengasah Strategi, Mencetak Master Masa Depan”, kejurkab ini menjadi ajang pencarian bibit unggul pecatur di Kabupaten Sleman, sekaligus sebagai bagian dari seleksi atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY Tahun 2027 di Kulonprogo.

Ketua Percasi Sleman, Nuradi Indrawijaya menyampaikan harapannya agar melalui kejuaraan ini dapat muncul pecatur-pecatur muda berbakat dari Kabupaten Sleman.

“Dengan pertandingan catur kali ini diharapkan akan muncul bibit unggul baru dari Kabupaten Sleman. Junjung sportivitas, raih prestasi terbaik untuk Percasi Sleman,” ujarnya saat rapat pemantapan Panitia Penyelenggara (Panpel) Kejurkab Catur Sleman 2026 di Warung Makan Dolan Sabin, Sumber Rahayu, Moyudan, Selasa (23/6/2026).

Ketua Panpel Kejurkab Catur Sleman 2026, Ahmad Marlan menyampaikan terima kasih atas kerja sama seluruh divisi panitia yang terus bergerak sesuai bidang masing-masing. Menurutnya, kekompakan antarbidang menjadi kunci kesiapan pelaksanaan kegiatan.

“Dari laporan masing-masing bidang terlihat kerja sama yang baik. Kejurkab akan berjalan sesuai rencana, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu dimatangkan. Masih ada waktu beberapa hari untuk penyempurnaan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Percasi Sleman, Achmadridlo, menjelaskan bahwa jumlah peserta ditargetkan lebih dari 100 orang yang terbagi dalam beberapa kategori.

Kategori junior meliputi A (18–19 tahun), B (16–17 tahun), C (14–15 tahun), D (12–13 tahun), E (10–11 tahun), F (8–9 tahun), dan G (2–7 tahun), masing-masing untuk putra dan putri. Sementara kategori senior untuk usia 20–54 tahun dan kategori veteran untuk usia di atas 55 tahun.

Untuk kategori junior A–G, pemenang peringkat 1, 2, dan 3 akan mendapatkan trofi, piagam, dan uang pembinaan. Juara harapan 1 dan 2 akan memperoleh piagam dan voucher. Sementara kategori senior, juara 1–3 mendapatkan trofi dan uang pembinaan, serta peringkat 4–10 memperoleh uang pembinaan. Untuk kategori veteran, juara 1–3 juga mendapatkan uang pembinaan.

“Pemain bidak putih wajib menyiapkan papan catur dan jam catur standar. Pertandingan menggunakan sistem catur klasik dengan waktu 30 menit + 30 menit,” jelas Achmadridlo.

Pendaftaran peserta dibuka hingga 25 Juni 2026, sementara technical meeting akan dilaksanakan pada Jumat, 26 Juni 2026 pukul – WIB di Aula Bappeda Sleman. (Kusnadi KIM Berbah)




WKSBM Pelita Ikhlas Sleman Rutin Salurkan Santunan bagi Yatim dan Dhuafa

Sleman – Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) Pelita Ikhlas di Ngangkruk, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman, terus konsisten menebar kepedulian sosial. Sejak berdiri pada 16 Mei 2017, lembaga yang kini diketuai Lilia Ciptaningsih tersebut rutin menyalurkan santunan setiap dua bulan sekali.

Sasaran utama santunan adalah anak yatim, yatim piatu, dan kaum dhuafa. Untuk anak yatim dan yatim piatu, bantuan diberikan secara rutin setiap dua bulan, sedangkan untuk kaum dhuafa disalurkan secara bergilir sesuai kriteria yang telah ditetapkan agar bantuan dapat merata.

Pada Juni 2026 ini, kegiatan penyaluran santunan telah memasuki putaran ke-57.

Lilia Ciptaningsih menjelaskan bahwa WKSBM Pelita Ikhlas tidak hanya berfokus pada bantuan materi, tetapi juga menjalankan program pendampingan serta rujukan bagi permasalahan sosial di wilayah setempat.

“Permasalahan sosial ada yang dapat diselesaikan di tingkat padukuhan, namun jika perlu penanganan lebih lanjut ke instansi yang lebih tinggi, kami tetap melakukan pendampingan,” ujarnya, Rabu (24/6/2026) di kediamannya.

Dana kegiatan dihimpun dari berbagai sumber, antara lain lembaga padukuhan, RT, dasa wisma, majelis taklim, serta para donatur. Sinergi masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program yang telah berjalan hampir sembilan tahun tersebut.

Menurut Lilia, konsistensi kegiatan ini menjadi bukti nyata kepedulian sosial warga Ngangkruk. Santunan rutin diharapkan tidak hanya meringankan beban penerima, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kami ingin menjadi pelita yang ikhlas menerangi sesama,” pungkasnya. (Giek / KIM Moyudan)




SMK Muhammadiyah 1 Turi Raih Juara Umum Nasional, Pecahkan Rekor Perakitan Komputer 40 Menit

Sleman – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMK Muhammadiyah 1 Turi yang berhasil meraih predikat juara umum tingkat nasional kategori SMA dan SMK dalam ajang kompetisi teknologi yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Malang pada 22–23 Juni 2026.

Keberhasilan tersebut diraih setelah tim SMK Muhammadiyah 1 Turi tampil gemilang pada dua cabang lomba yang menjadi sorotan, yakni PC Assembly (Perakitan Komputer) dan Hackathon Web Profile. Berbekal kemampuan teknis, kerja sama tim, serta persiapan yang matang, para siswa mampu bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Momen yang paling menyita perhatian terjadi pada cabang PC Assembly. Tim SMK Muhammadiyah 1 Turi berhasil menyelesaikan proses perakitan komputer beserta instalasi sistem operasi hanya dalam waktu 40 menit. Catatan waktu tersebut menjadi pencapaian luar biasa yang disebut-sebut melampaui rekor kompetisi pada tahun-tahun sebelumnya.

Kecepatan dan ketelitian tim mendapat apresiasi langsung dari dewan juri. Hasil tersebut mengantarkan mereka meraih Juara 1 PC Assembly sekaligus Nomine 1 Fastest PC Assembly.

Salah satu anggota tim, Eka Widya, mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut tidak diraih dengan mudah. Menurutnya, pengalaman melakukan kesalahan justru menjadi pelajaran penting dalam proses kompetisi.

“Kami melakukan kesalahan di awal, namun yang kami ingat adalah belajar dari kesalahan dan tidak pernah berhenti ataupun menyerah. Dari situ kami terus memperbaiki diri hingga mampu menyelesaikan tantangan dengan baik,” ujar Eka.

Selain sukses di bidang perakitan komputer, prestasi individu juga diraih oleh Aditya Alfiansyah yang dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP). Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi, kemampuan teknis, dan konsistensinya selama mengikuti rangkaian kompetisi.

Sementara itu, tim Hackathon Web Profile juga menunjukkan performa yang tidak kalah membanggakan. Mereka berhasil masuk jajaran terbaik dengan meraih Nomine 3 Kategori Best Presentation Web Profile, menambah perolehan poin penting bagi sekolah.

Adapun daftar prestasi yang berhasil diraih SMK Muhammadiyah 1 Turi dalam kompetisi tersebut meliputi Juara Umum SMA dan SMK Tingkat Nasional, Juara 1 PC Assembly, Juara MVP atas nama Aditya Alfiansyah, Nomine 1 Fastest PC Assembly dan Nomine 3 Best Presentation Web Profile

Guru Produktif Teknik Komputer dan Jaringan SMK Muhammadiyah 1 Turi, Budi Putra, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras siswa, pendamping, dan dukungan sekolah dalam mengembangkan kompetensi teknologi informasi.

Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa SMK mampu bersaing di tingkat nasional apabila diberikan ruang untuk berinovasi dan mengasah keterampilan sesuai perkembangan industri digital.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa kemampuan siswa tidak hanya berada pada tataran teori, tetapi juga mampu dibuktikan melalui kompetisi yang menuntut kecepatan, ketepatan, kreativitas, dan kerja tim. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar dan mengembangkan diri,” kata Budi. (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




UMKM Mlati Didorong Lindungi Merek melalui Sosialisasi Kekayaan Intelektual

Sleman – Bertempat di Puri Mataram, Rabu (24/6/2026), UMKM Kapanewon Mlati kembali digandeng Dinas Pariwisata DIY dalam kegiatan Sosialisasi Kekayaan Intelektual Angkatan 11.

Di tengah tantangan digitalisasi, hampir seluruh aspek kehidupan saat ini tidak lepas dari media sosial. Perubahan tersebut juga berdampak pada dunia usaha, di mana konten menarik di media sosial dapat dengan cepat menjadi sarana promosi dan pemasaran produk.

UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat dituntut untuk terus berinovasi, berkreasi, serta beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Melalui kegiatan ini, narasumber perwakilan Sentra KI ISI Yogyakarta, Agung Wicaksono, perwakilan Kanwil Kemenkum DIY, Siwi Anggraeni, dan Owner Bahana Bati, Erwin Yuniarti, memaparkan pentingnya inovasi, kreativitas, dan orisinalitas yang harus dibarengi dengan perlindungan hukum melalui pendaftaran merek.

Menurut Agung, banyak produk UMKM yang berkembang dan dikenal luas namun menghadapi permasalahan di kemudian hari.

“Produk UMKM yang berkembang banyak yang bagus, tapi menghadapi permasalahan karena merek dagangnya telah lebih dahulu didaftarkan oleh pihak lain,” pungkasnya.

Berbagai ilustrasi disampaikan untuk memberikan pemahaman bahwa setiap pelaku usaha, khususnya UMKM, perlu segera mendaftarkan produk dan mereknya sebagai pembeda sekaligus bentuk perlindungan hukum.

Ke depan, karya dan produk UMKM yang kompetitif serta terlindungi secara hukum diharapkan dapat mendorong UMKM Kapanewon Mlati untuk naik kelas dan semakin berdaya saing. (Jami H – KIM Pijar Mlati)