Bentengi Generasi Muda dari Kenakalan Remaja, Polsek Pakem Gembleng Kedisiplinan Siswa MAN 4 Sleman

Sleman – Aparat kepolisian sektor terus mengintensifkan program pembinaan mental dan karakter remaja di lingkungan sekolah guna mengantisipasi maraknya aksi kenakalan jalanan. Langkah preventif ini diwujudkan oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Pakem dengan memberikan pembinaan kepemudaan khusus di tengah agenda Perkemahan Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Sleman. Kegiatan penguatan ideologi negara dan disiplin personal tersebut diselenggarakan di kawasan alam terbuka Bumi Perkemahan Jaka Garong, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, pada Senin sore (22/6/2026).
Fokus utama dari peristiwa ini menonjolkan taktik jemput bola kepolisian dalam memanfaatkan momentum kegiatan kepramukaan sebagai laboratorium efektif untuk menginternalisasi nilai-nilai hukum dan ketertiban masyarakat. Polsek Pakem menilai, pembentukan karakter tangguh pada usia remaja tidak cukup hanya mengandalkan materi formal di dalam kelas, melainkan harus ditempa di alam terbuka melalui simulasi kemandirian. Langkah edukasi ini dirancang agar para pelajar mampu membentengi diri dari pengaruh negatif kelompok menyimpang, paham radikalisme, hingga penyalahgunaan gawai yang merusak konsentrasi belajar.
Hadir langsung memberikan materi secara taktis di tengah kepungan tenda peserta, perwakilan Polsek Pakem, Slamet Riyadi. Di hadapan ratusan siswa, ia mengupas tuntas bahwa esensi disiplin merupakan pilar mutlak yang tidak boleh ditawar oleh seorang pelajar jika ingin memenangkan persaingan global di masa depan.
“Tidak ada kesuksesan tanpa disiplin. Ini adalah prinsip dasar yang harus tertanam dalam diri setiap generasi muda. Karakter disiplin yang dibangun dari sekarang akan menjadi bekal hidup yang sangat berharga. Kelak, ketika kalian menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, disiplinlah yang akan menjaga kalian tetap pada jalur yang benar,” ujar Slamet Riyadi memompa daya juang para peserta kemah.
Slamet Riyadi menguraikan lebih lanjut bahwa indikator kedisiplinan yang sejati tidak boleh diartikan sempit sebatas kepatuhan takut pada hukuman. Nilai luhur tersebut harus bertransformasi menjadi kesadaran murni untuk menghargai waktu, memiliki rasa tanggung jawab dalam menuntaskan tugas, cakap mengendalikan emosi perilaku, serta berkomitmen menjaga nama baik almamater sekolah dan keluarga di lingkungan sosial.
Suasana penyuluhan berlangsung sangat interaktif, di mana para peserta aktif melempar pertanyaan terkait draf aturan hukum lalu lintas hingga kiat-kiat membangun konsistensi ibadah dan belajar harian. Pola komunikasi dua arah di alam bebas ini dinilai ampuh mengikis jarak antara aparat penegak hukum dengan komunitas pelajar, sehingga pesan kamtibmas dapat diserap secara optimal tanpa kesan menggurui.
Melalui sinergi pembinaan yang runtut antara kepolisian dan lembaga madrasah ini, MAN 4 Sleman optimistis dapat mencetak output lulusan yang unggul secara intelektual sekaligus matang dalam bersikap. Pengondisian mental yang berlandaskan nilai keislaman dan semangat kebangsaan di Bumi Perkemahan Jaka Garong ini diharapkan mampu melahirkan generasi penerus Kabupaten Sleman yang tangguh, responsif terhadap kemajuan teknologi, serta patuh pada hukum demi kemajuan bangsa. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)



