Revolution Academy Sleman Raih 30 Medali di Kejuaraan Internasional Taekwondo GTI 2026

Sleman – Tim Taekwondo Indonesia Revolution Academy yang bermarkas di Maguwoharjo, Kabupaten Sleman kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih total 30 medali pada ajang Kejuaraan Internasional Gelora Taekwondo Indonesia (GTI) 2026 yang berlangsung di Gedung Olah Raga Universitas Negeri Yogyakarta, Minggu (21/6/2026).
Kejuaraan berskala internasional tersebut diikuti lebih dari atlet taekwondo dari berbagai daerah di Indonesia serta empat negara, yakni Malaysia, Australia, Timor Leste, dan Brunei Darussalam. Pertandingan berlangsung di delapan arena dengan mempertandingkan berbagai kategori, meliputi Kyorugi (pertarungan) dan Poomsae (rangkaian jurus).
Manajer Tim Taekwondo Revolution Academy Sleman, Rizky Savira Kusuma, menjelaskan bahwa pada hari pertama kompetisi, tim berhasil mengoleksi empat medali yang terdiri atas dua medali perak dan dua medali perunggu.
Medali perak diraih oleh Muhammad Ammar Dirga Sulistyo pada kategori Kyorugi Cadet O-45 Kg Putra, serta Jihan Makaila Wibawa pada kategori Kyorugi Junior U-52 Kg Putri. Sementara itu, medali perunggu dipersembahkan oleh Alvaro Marchcleo Putra Riyadi (Kyorugi Pra Cadet C U-26 kg Putra), dan Muhammad Aydan Arya (Kyorugi Cadet U-45 Kg Putra).
Memasuki hari kedua pertandingan, performa para atlet semakin meningkat. Asisten Pelatih Tim Revolution Academy Sleman, Arjun Uswatun, menyampaikan bahwa pihaknya berhasil menambah lima medali, terdiri atas dua medali perak dan tiga medali perunggu.
“Perolehan tersebut diraih oleh Muhammad Fawwaz Anwar (Poomsae Cadet Taeguk 2 Male), Arsva Nathan Jaswinder Wibowo (Kyorugi Pra Cadet C U-33 Male), Dhafin Julio Shakeil Alfarizky (Kyorugi Pra Cadet B U-42 kg Putra), Swatantri Girindra Wardhani (Kyorugi Pra Cadet C U-42 Female), dan Ghaziya Ainun Mahya di kategori Kyorugi Pra Cadet C U-26 Female,” sebutnya.
Puncak prestasi tim terjadi pada hari ketiga kompetisi. Kepala Pelatih Tim Revolution Academy Sleman, Arif YM, mengungkapkan bahwa para atlet berhasil menyumbangkan 21 medali tambahan, termasuk tiga medali emas yang menjadi kebanggaan tim.
“Capaian prestasi ini sekaligus mengukuhkan posisi Tim Revolution Academy sebagai salah satu klub taekwondo berprestasi di Daerah Istimewa Yogyakarta,” tandasnya.
Adapun tiga medali emas bergengsi berhasil dipersembahkan oleh Muhammad Hafidin di kelas Kyorugi Senior U-58 Kg Putra, Fairuz Ghalia Athaillah (Poomsae Junior Taeguk 6 Putri), serta Rahmania Putri Hapsari (Kyorugi Senior U-67 Kg Putri). Ketiganya tampil impresif dan mampu mengalahkan lawan-lawan tangguh di babak final.
Menurut Arif YM, keberhasilan para atlet meraih medali emas merupakan hasil dari proses latihan yang panjang dan persiapan yang matang. Disebutkan, Muhammad Hafidin sukses menaklukkan atlet dari tim Universitas Teknologi Digital Indonesia pada partai final, sementara Fairuz Ghalia Athaillah mengungguli atlet dari Marunting Batu Aji, Kepulauan Riau. Di kategori lainnya, Rahmania Putri Hapsari berhasil mengalahkan atlet dari tim Taekwondo Universitas Gadjah Mada untuk memastikan gelar juara.
Secara keseluruhan, Tim Revolution Academy Sleman menurunkan 30 atlet yang dibina dari Dojang Revolution Club, SMKN 1 Depok, MAN 2 Sleman, MTsN 3 Sleman, dan MTsN 9 Sleman yang bertanding pada cabang kyorugi dan poomsae. Dari jumlah tersebut, tim berhasil membawa pulang 3 medali emas, 11 medali perak, dan 16 medali perunggu.
Arif YM menilai capaian tersebut menjadi momentum penting bagi kebangkitan tradisi prestasi emas yang selama ini menjadi identitas Tim Taekwondo Revolution Academy Sleman. Sekaligus mengapresiasi kerja keras seluruh atlet, pelatih, serta dukungan orang tua yang terus memberikan motivasi selama proses persiapan hingga pertandingan berlangsung.
“Raihan medali emas ini menjadi bukti bahwa tradisi prestasi Tim Taekwondo Revolution Academy Sleman masih terus terjaga. Harapan ke depan, prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan meraih hasil yang lebih baik pada kejuaraan yang akan datang,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)



