Dua Siswa MAN 4 Sleman Raih Prestasi di O2SN Kabupaten Sleman

Sleman – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh murid MAN 4 Sleman. Dua siswa berbakat, Muhammad Aulia Alafasi dan Azzahra Dara Puspita, menerima penghargaan dan hadiah dari Balai Pendidikan Menengah (Baldikmen) Kabupaten Sleman atas keberhasilan mereka meraih prestasi dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Sleman, Kamis (18/6/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang berlangsung di Open Theater Youth Center Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Keduanya berhasil mengharumkan nama madrasah setelah meraih Juara II dan Juara III pada cabang Seni Pencak Silat dalam kompetisi tersebut.

Pembimbing Ekstrakurikuler Pencak Silat MAN 4 Sleman, Lu’lu’ul Ilmi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian para siswa binaannya.

“Alhamdulillah, dua murid kami pagi ini menerima penghargaan dan hadiah dari Baldikmen Sleman. Ketekunan dalam berlatih serta kesungguhan mereka akhirnya membuahkan hasil. Semoga prestasi ini menjadi motivasi dan inspirasi bagi murid-murid lainnya untuk terus berusaha meraih yang terbaik,” ungkapnya.

O2SN merupakan ajang kompetisi olahraga tahunan bagi peserta didik jenjang pendidikan dasar hingga menengah di Indonesia, termasuk SD, SMP, SMA, SMK, dan madrasah sederajat. Kompetisi yang dilaksanakan secara berjenjang ini bertujuan menjaring bibit atlet muda potensial, menanamkan nilai sportivitas, serta memperkuat karakter peserta didik melalui olahraga.

Berdasarkan Surat Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman Nomor tentang Penyerahan Hadiah Kejuaraan O2SN Tingkat Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada 56 atlet berprestasi dari berbagai cabang olahraga. Para penerima penghargaan tersebut berasal dari 28 SMA, MA, dan SMK negeri maupun swasta di Kabupaten Sleman.

Pemberian penghargaan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda sekaligus memberikan apresiasi kepada atlet pelajar yang telah mengharumkan nama sekolah dan daerah melalui prestasi olahraga.

Keberhasilan Muhammad Aulia Alafasi dan Azzahra Dara Puspita tidak hanya menjadi kebanggaan bagi MAN 4 Sleman, tetapi juga membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat berlatih mampu mengantarkan siswa meraih prestasi membanggakan. Capaian ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga madrasah untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Kemenag Sleman Dorong Masjid Ramah Anak untuk Siapkan Generasi Penerus

Sleman – Perkembangan pembangunan negara di masa mendatang sangat dipengaruhi oleh kesiapan generasi anak-anak saat ini. Upaya menyiapkan generasi tersebut dapat dimulai dari lingkungan kecil, yakni melalui jamaah masjid.

Kekuatan jamaah yang dimotori pengurus takmir masjid menjadi unsur utama dalam tata kelola masjid, terutama dalam menyiapkan generasi penerus. Salah satu upaya memakmurkan masjid sekaligus menyiapkan generasi penerus adalah menjadikannya sebagai tempat yang nyaman dan aman bagi tumbuh kembang anak, baik secara psikis maupun fisik.

Program Masjid Ramah Anak pun menjadi salah satu pilihan untuk mewujudkan kemakmuran masjid yang berkelanjutan.

“Sebuh masjid akan makmur bila diisi dengan lantunan zikir, bacaan Al-Qur’an, serta upaya penyiapan generasi penerus,” tutur Kasubag Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Sangaji, Rabu (18/6/2026), dalam sarasehan Program Rumah Ibadah Ramah Anak di Masjid Agung Rohmat, Padukuhan Jragung, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.

Program tersebut merupakan Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Sleman, Guntur Yoga Purnawan, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman.

Lebih lanjut, Sangaji menyampaikan bahwa keberadaan masjid menjadi sangat penting, mengingat terdapat keterangan ulama yang menyebutkan bahwa memakmurkan masjid menjadi salah satu sebab ditundanya azab bagi suatu kaum.

Ia juga menekankan pentingnya berbuat baik kepada anak sebagai generasi penerus bangsa. Hal tersebut sebagaimana diriwayatkan dalam hadis bahwa Rasulullah SAW tidak akan memberikan syafaat kepada orang yang tidak memiliki kasih sayang kepada anak-anak serta tidak menghormati orang tua. (Kusnadi KIM Berbah)




SMP Negeri 1 Sleman Gelar Pergelaran Seni Gamelan Bersama UNY

Sleman – Siswa-siswi SMP Negeri 1 Sleman menampilkan kemampuan bermain gamelan dalam Pergelaran Seni Gamelan yang berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Sleman, Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang terbuka untuk umum ini merupakan puncak program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Seni Musik, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap seni tradisional Jawa kepada generasi muda.

Acara diawali dengan sambutan Kepala SMP Negeri 1 Sleman, Agus Istiyadi yang menegaskan bahwa kebudayaan menjadi bagian penting dari visi sekolah dalam membentuk karakter peserta didik. Ia menekankan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya daerah agar tetap lestari dan dikenal luas. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan harapan agar budaya Yogyakarta semakin berkembang dan menjadi bagian penting dari budaya nasional.

Kegiatan ini turut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara SMP Negeri 1 Sleman dan tim pengabdian Universitas Negeri Yogyakarta sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengembangan pendidikan seni dan budaya di lingkungan sekolah. Program pengabdian tersebut dipimpin oleh Cipto Budy Handoyo, bersama anggota Birul Walidaini dan Melania Septian Desti Saraswati, yang selama beberapa waktu mendampingi siswa dalam pelatihan gamelan hingga akhirnya ditampilkan dalam pergelaran tersebut.

Mewakili tim pengabdian, Cipto Budy Handoyo menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas dukungan selama pelaksanaan program.

“Semangat dan antusiasme siswa dalam mempelajari gamelan menjadi modal penting dalam pelestarian budaya Jawa. Sebagai bentuk apresiasi, kami menyerahkan sebuah lagu berbahasa Jawa yang dipersembahkan khusus untuk SMP Negeri 1 Sleman,” ujarnya.

Pergelaran kemudian menampilkan hasil pelatihan siswa melalui sajian lagu “Lancaran SMP Negeri 1 Sleman” dan “Prau Layar”. Penampilan para siswa mendapat sambutan hangat dari tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Kekompakan, penguasaan irama, serta penghayatan terhadap musik gamelan menunjukkan hasil positif dari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut tamu dari Italia, Mr. Lo, yang mengaku terkesan dengan suasana sekolah serta semangat siswa dalam melestarikan budaya. Ia menilai SMP Negeri 1 Sleman memiliki lingkungan yang mendukung pengembangan kebudayaan, dengan bangunan bernilai sejarah serta siswa yang ramah, cerdas, dan bersemangat. Ia juga mengapresiasi penampilan gamelan yang dinilainya mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.

Melalui pergelaran ini, SMP Negeri 1 Sleman bersama tim pengabdian Universitas Negeri Yogyakarta menegaskan komitmen dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional Jawa di tengah perkembangan zaman. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan siswa, tetapi juga sarana edukasi budaya yang memperkuat identitas serta kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya bangsa. (AJENG KIM DSN)




JEBOL TARGET Depok Hadir di Padukuhan Dero, Permudah Layanan Adminduk Warga

Sleman – Kapanewon Depok kembali menggelar program JEBOL TARGET (Jemput Bola Pemutakhiran Data Kartu Keluarga dan KTP Elektronik) di Gedung Sarana dan Prasarana Padukuhan Dero, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan adminduk kepada masyarakat ini dihadiri oleh Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung, Kaur Tata Laksana Kalurahan Condongcatur, Andree Setiawan, serta Dukuh Dero, Ribut Suparman.

Kegiatan ini juga didukung oleh para kader JAKADARA (Jaringan Kader Adminduk Depok Agar Tertib dan Tertata) Padukuhan Dero yang aktif membantu proses pendampingan dan verifikasi administrasi masyarakat selama pelayanan berlangsung. Adapun pelayanan yang diberikan meliputi aktivasi IKD, pengurusan KK, penerbitan KIA, serta pelayanan administrasi penduduk datang.

Berdasarkan rekapitulasi pelayanan, kegiatan JEBOL TARGET di Padukuhan Dero berhasil melayani 57 aktivasi IKD, 16 pengurusan Kartu Keluarga, 17 penerbitan KTP elektronik, dan 2 penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA). Tingginya jumlah layanan menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat untuk memperbarui dokumen kependudukan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya administrasi yang tertib dan akurat.

Panewu Depok, Rakhmat Harinawan menegaskan bahwa pelayanan jemput bola merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat.

“Melalui program JEBOL TARGET, kami ingin memastikan setiap warga memperoleh akses pelayanan administrasi kependudukan yang mudah, cepat, dan berkualitas. Kemudian data kependudukan yang mutakhir merupakan fondasi penting bagi perencanaan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Jawatan Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung, mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat, termasuk para kader JAKADARA yang menjadi ujung tombak edukasi administrasi kependudukan di tingkat masyarakat.

“Kehadiran kader JAKADARA sangat membantu kelancaran pelayanan di lapangan. Mereka tidak hanya mendampingi warga, tetapi juga menjadi agen edukasi yang mendorong masyarakat semakin sadar akan pentingnya tertib administrasi kependudukan,” katanya.

Di sisi lain, Kaur Tata Laksana Kalurahan Condongcatur, Andree Setiawan menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pemerintah kalurahan, dan kader masyarakat merupakan kunci keberhasilan program jemput bola.

“Pelayanan yang hadir langsung di wilayah padukuhan mampu memangkas jarak dan waktu yang harus ditempuh masyarakat. Harapannya, semakin banyak warga yang segera memperbarui dokumen kependudukannya sehingga data yang dimiliki pemerintah selalu akurat dan valid,” ungkap Andree. (Wasana / KIM Depok)




Pendidikan Berbasis Budaya Lokal Jadi Fokus Rakorpim Kapanewon Gamping

Sleman – Gelaran pameran Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) bertema “Budaya Lokal Pembelajaran Global” menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Kapanewon Gamping yang digelar di Ruang Rapat Puntadewa Kalurahan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Kamis (18/6/2026).

Rakor yang dipandu oleh Panewu Anom Gamping, Kurnia Astuti dihadiri Panewu Gamping, Suyanto bersama jajarannya, Kepala Kepolisian Sektor Gamping, AKP Bowo Susilo, Pelda Acip Mulyawana mewakili Komandan Koramil 17/Gamping, Kepala Puskesmas Gamping I dan II, Kepala Kantor Urusan Agama, Kepala Stasiun Geofisika Yogyakarta, Lurah, Direktur Bumkalma, Koordinator PKH, Koordinator PLKB, Koordinator Pendamping Desa, serta KIM Kapanewon Gamping.

Dalam forum tersebut, perwakilan Koordinator Wilayah Layanan Pendidikan Kapanewon Gamping, Heri Purwanto, memaparkan sejumlah persiapan yang telah dilakukan menjelang pameran Konferensi Pendidikan Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 2 Juli 2026 di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta dengan mengangkat isu kekayaan budaya khas Yogyakarta sebagai media pembelajaran yang relevan di tingkat global.

Heri menjelaskan bahwa tema “Budaya Lokal Pembelajaran Global” dipilih sebagai upaya memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal memiliki daya tarik dan manfaat pendidikan yang dapat dipelajari masyarakat luas. Salah satu budaya yang akan ditampilkan adalah tradisi Upacara Adat Bekakak yang menjadi warisan budaya masyarakat Ambarketawang.

Menurutnya, Upacara Adat Bekakak sebagai warisan budaya takbenda tidak hanya memiliki nilai historis dan spiritual, namun juga mengandung berbagai nilai pendidikan seperti gotong royong, kebersamaan, pelestarian budaya, serta penghormatan terhadap sejarah dan tradisi masyarakat setempat. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan untuk dikenalkan kepada generasi muda melalui pendekatan pendidikan kontekstual.

“Melalui pameran ini, peserta didik dapat belajar langsung dari budaya yang hidup di tengah masyarakat. Bekakak bukan sekadar tradisi, melainkan sumber pembelajaran yang kaya akan nilai karakter, sejarah, dan identitas budaya,” ujar Heri di hadapan peserta rapat.

Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan konferensi dan pameran pendidikan tersebut menjadi momentum penting untuk memperlihatkan bagaimana sekolah-sekolah di wilayah Gamping yang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini, Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat mampu mengintegrasikan budaya lokal ke dalam proses pembelajaran yang inovatif dan berorientasi global tanpa meninggalkan akar budaya daerah.

“Konferensi Pendidikan Indonesia ini menjadi wadah penting untuk menunjukkan praktik-praktik baik pendidikan yang memadukan kemajuan pembelajaran dengan pelestarian budaya lokal,” imbuhnya.

Kesepahaman yang terbangun dalam Rakor Pimpinan Tingkat Kapanewon Gamping menjadi landasan kuat bagi dukungan lintas sektor terhadap penyelenggaraan Pameran Konferensi Pendidikan Indonesia. Melalui kegiatan ini, budaya lokal diharapkan semakin diakui sebagai aset pendidikan yang memiliki nilai universal, sekaligus menjadi media pembelajaran yang efektif dalam menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter, adaptif, dan berwawasan global. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)