CSR PT Boga Rasa Kuliner Gamping Dorong Penghijauan Melalui Pembagian Bibit Pisang

Sleman – Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan tidak hanya dilakukan melalui aksi penanaman pohon, namun juga melalui pendekatan spiritual. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan pengajian dan penyerahan bibit pohon pisang yang diselenggarakan PT Boga Rasa Kuliner Gamping melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) di Aula Balecatur, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Kegiatan yang dihadiri Lurah Balecatur, Andri Septiyanto bersama perangkat kalurahan, tokoh agama, perwakilan Kepolisian Sektor Gamping, Koramil 17/Gamping, serta perusahaan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Melalui pengajian, peserta diajak memahami nilai-nilai keagamaan yang mendorong manusia untuk merawat alam sebagai amanah yang harus dijaga.

Dalam sambutannya, Andri menyampaikan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak pada kehidupan manusia, namun juga mengancam keberlangsungan ekosistem.

“Oleh karena itu, setiap individu memiliki kewajiban moral dan spiritual untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Ia mengapresiasi komitmen PT Boga Rasa Kuliner Gamping dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui program CSR. Kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, hijau, dan produktif.

Selain memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan, kegiatan tersebut juga diwujudkan dalam aksi nyata berupa penyerahan bibit pohon pisang kepada masyarakat. Bibit tersebut diharapkan dapat ditanam di pekarangan rumah maupun lahan produktif sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung penghijauan lingkungan.

Perwakilan PT Boga Rasa Kuliner Gamping menyampaikan bahwa program CSR yang dijalankan perusahaan tidak hanya berorientasi pada aspek sosial, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan. Penyerahan bibit pohon pisang dipilih karena tanaman tersebut relatif mudah dibudidayakan, memiliki nilai ekonomi, serta mampu membantu menjaga kesuburan tanah.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Balecatur Aipda Jauzan Arifin mengatakan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu-isu lingkungan yang semakin kompleks.

“Semoga kegiatan ini dapat menginspirasi masyarakat untuk memulai langkah sederhana dalam menjaga kelestarian alam dari lingkungan terdekat,” ujarnya.

Masyarakat yang hadir menyambut positif kegiatan tersebut. Selain memperoleh siraman rohani, mereka juga mendapatkan bibit tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Kehadiran program ini dinilai memberikan manfaat langsung yang dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Melalui pengajian dan penyerahan bibit pohon pisang tersebut, PT Boga Rasa Kuliner Gamping menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui sinergi antara nilai-nilai spiritual dan tindakan nyata. Harapannya, kegiatan serupa terus berlanjut sehingga mampu menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di tengah masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




DP3AP2KB Sleman Dorong Masjid Ramah Anak Lewat Program Pokir DPRD

Sleman – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman menyelenggarakan sarasehan Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Sleman Komisi A, Guntur Yoga Purnawan, dengan tema “Pengembangan Tempat Ibadah Ramah Anak”. Kegiatan berlangsung pada Rabu (17/6/2026) di Masjid Agung Rohmat, Padukuhan Jragung, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Sleman, Yogyakarta.

Hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Sleman Guntur Yoga Purnawan, Kepala DP3AP2KB Sleman, dr. Novita Krisnaini, perwakilan Kemenag Sleman, Sangaji, serta dua narasumber Nyadi Kasmoredjo dan Erfan Arya Putra. Turut hadir pula Ketua Takmir beserta jamaah Masjid Agung Rohmat Jragung.

Ketua Takmir Masjid Agung Rohmat, Giman, menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Masjid Agung Rohmat sebagai lokasi program Masjid Ramah Anak. Ia berharap program tersebut dapat menjadikan suasana masjid lebih semarak dan ramah bagi anak-anak sehingga mereka merasa nyaman berada di lingkungan masjid.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sleman, Guntur Yoga Purnawan menyampaikan bahwa program Pokir Rumah Ibadah Ramah Anak merupakan upaya menyiapkan generasi penerus yang dekat dengan tempat ibadah. Menurutnya, kemakmuran rumah ibadah mencerminkan kualitas sumber daya dan kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya.

“Semakin banyak anak yang terbiasa datang ke tempat ibadah, maka gambaran masa depan akan lebih baik. Oleh karena itu, perlu disiapkan lingkungan masjid yang ramah anak, nyaman, serta didukung oleh pengurus takmir yang memahami karakter anak,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap visi Bupati Sleman dalam pembangunan, baik fisik maupun nonfisik. Pembangunan fisik meliputi infrastruktur yang baik, sedangkan pembangunan nonfisik mencakup penguatan nilai keagamaan dan sosial masyarakat.

“Pembangunan masyarakat akan seimbang apabila pembangunan fisik dan spiritual berjalan beriringan. Harapannya, program ini memberikan manfaat bagi jamaah Masjid Agung Rohmat, khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya,” imbuhnya.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Sleman, dr. Novita Krisnaini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan program Pokir dari DPRD Sleman Guntur Yoga Purnawan. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari, yakni 17–18 Juni 2026, dan dipusatkan di Masjid Agung Rohmat Jragung.

“Semoga program ini dapat membentuk generasi yang lebih baik. Kami berharap kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan terdapat kekurangan,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para narasumber, yakni perwakilan Kemenag Sleman, Sangaji, psikolog Erfan Arya Putra, serta pemerhati anak dan perempuan Nyadi Kasmoredjo. (Kusnadi / KIM Berbah)




Parent Teaching SDIT Jabal Nur Sleman Dorong Literasi Lingkungan Lewat Media Hidrogel

Sleman – Bertanam dengan media hidrogel menjadi salah satu metode pembelajaran yang efektif untuk mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui media tanam yang unik, menarik, dan mudah digunakan, siswa dapat belajar mengenai proses pertumbuhan tanaman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Pentingnya pemanfaatan media hidrogel tersebut disampaikan dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr. Etty Handayani, dalam kegiatan Parent Teaching yang diselenggarakan Komite Sekolah Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Jabal Nur Sleman di aula setempat, Rabu (17/6/2026).

Dalam pemaparannya di hadapan 371 siswa kelas I sampai V, Dr. Etty menjelaskan bahwa hidrogel merupakan media tanam yang memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan air dalam jumlah besar. Karakteristik tersebut membuat tanaman tetap mendapatkan pasokan air yang cukup sehingga memudahkan perawatan, terutama bagi anak-anak yang baru belajar bercocok tanam.

“Penggunaan hidrogel sangat cocok diperkenalkan kepada siswa sekolah dasar karena mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan. Bentuknya yang berwarna-warni dan teksturnya yang menarik membuat anak-anak lebih tertarik untuk mengenal tanaman dan proses pertumbuhannya,” ucapnya.

Selain mengenalkan teknik budidaya sederhana, kegiatan bertanam dengan hidrogel juga memberikan pembelajaran tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Melalui praktik langsung, siswa diajak memahami bahwa setiap tanaman membutuhkan perhatian, air, dan perawatan agar dapat tumbuh dengan baik.

Dr. Etty menambahkan bahwa pendidikan lingkungan perlu diberikan secara praktis dan aplikatif agar lebih mudah dipahami anak-anak. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan menanam, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, namun juga membangun rasa tanggung jawab terhadap makhluk hidup di sekitarnya.

Kegiatan Parent Teaching tersebut menjadi sarana mempererat kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan akademisi dalam mendukung proses pendidikan. Kehadiran narasumber dari kalangan perguruan tinggi memberikan wawasan baru yang dapat memperkaya pengalaman belajar siswa di luar materi pembelajaran reguler.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah SDIT Jabal Nur, Anita Chomsatun mengatakan, program Parent Teaching merupakan salah satu bentuk sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam melatih tanggungjawab dan kreativitas anak melalui aktivitas yang aman dan praktis.

Ia meyakini bahwa kehadiran narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pertanian dapat memberikan wawasan baru sekaligus inspirasi bagi para siswa untuk mengenal lingkungan dan dunia pertanian sejak dini.

“Tema bertanam dengan media hidrogel yang dipelajari hari ini sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan karakter dan lingkungan. Melalui kegiatan praktik seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang tanaman, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, kesabaran, ketekunan, dan kepedulian terhadap alam,” tandas Anita.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat menanamkan kecintaan terhadap lingkungan, menumbuhkan minat pada bidang pertanian, serta membangun karakter peduli dan bertanggung jawab pada diri siswa sejak dini yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Adnan Nurtjahjo|KIMPararta Guna Gamping)




Monev SE2026, BPS Sleman Tekankan Strategi 2-1-2 di Lapangan

Sleman – Dalam rangka memastikan kualitas dan kelancaran pelaksanaan pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), BPS Kabupaten Sleman menyelenggarakan Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pendataan Petugas SE2026 Strategi 2-1-2 di Pendopo Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh petugas lapangan SE2026 di wilayah Kapanewon Depok, baik Petugas Pendataan Lapangan (PPL) maupun Petugas Pemeriksa Lapangan (PML). Turut hadir tim dari BPS Kabupaten Sleman yang memberikan arahan, evaluasi, serta penguatan teknis agar pelaksanaan sensus berjalan sesuai metodologi dan standar kualitas yang telah ditetapkan.

Pada kesempatan tersebut, para peserta mendapatkan pembinaan dan materi dari sejumlah narasumber, yaitu Nur Mujib selaku Instruktur Nasional BPS Kabupaten Sleman, Ardi Kintono selaku Pranata Komputer Ahli Madya BPS Provinsi DIY sekaligus Koordinator Wilayah Kabupaten Sleman, Irvan Jaya Saputra selaku Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Sleman sekaligus Instruktur Daerah, serta Tim Koordinator Wilayah Depok yang terdiri dari Jumawan, M. Heru, Mustajib, dan Nur Mujib.

Dalam arahannya, para narasumber menekankan pentingnya penerapan Strategi 2-1-2 sebagai upaya menjaga mutu data hasil pendataan lapangan. Selain mengevaluasi capaian pendataan yang telah berjalan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan serta merumuskan langkah penyelesaiannya secara cepat dan tepat.

Instruktur Nasional BPS Kabupaten Sleman, Nur Mujib, menyampaikan bahwa keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada ketelitian, kedisiplinan, dan integritas petugas di lapangan. Oleh karena itu, monitoring dan evaluasi secara berkala menjadi bagian penting untuk memastikan data yang dikumpulkan akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Pranata Komputer Ahli Madya BPS Provinsi DIY sekaligus Koordinator Wilayah Kabupaten Sleman, Ardi Kintono menegaskan bahwa kualitas data yang baik akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di masa mendatang.

Ia juga mengapresiasi semangat dan dedikasi para petugas yang terus bekerja di lapangan untuk menjangkau seluruh pelaku usaha sesuai cakupan sensus.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan seluruh petugas SE2026 di wilayah Depok semakin memahami prosedur pendataan, mampu meningkatkan kualitas hasil kerja, serta memperkuat koordinasi antara PPL, PML, dan jajaran BPS, sehingga pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan sukses dan menghasilkan data statistik yang berkualitas bagi Indonesia. (Tri Suhartati KIM Depok)




Telur Asin Jadi Produk Unggulan UMKM Sedogan Makmur Lumbungrejo Tempel

Sleman – Di sebuah halaman di sudut Padukuhan Sedogan, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, terdengar obrolan hangat ibu-ibu yang berkumpul sambil bekerja. Tangan mereka sibuk membersihkan telur, mengaduk adonan, dan membungkus satu per satu telur yang kelak menjadi telur asin bercita rasa khas. Mereka merupakan anggota Kelompok UMKM Sedogan Makmur.

Ketua II Kelompok UMKM Sedogan Makmur, Siwi Lestari saat ditemui Rabu (17/6/2026), mengatakan bahwa dari 40 anggota yang terdaftar, hanya 25 orang yang aktif mengikuti berbagai kegiatan.

“Sebagian besar merupakan pelaku usaha kuliner dan produsen kue basah,” ujarnya.

Berbagai produk dihasilkan oleh anggota kelompok, mulai dari kue lapis beras, serabi, jadah ketan, carabikang, catering, mie ayam, hingga aneka kuliner lainnya. Meski memiliki beragam usaha, telur asin menjadi salah satu produk unggulan kelompok. Produk tersebut dipasarkan dengan merek “SM”, singkatan dari Sedogan Makmur, dengan bahan baku telur yang diperoleh dari sentra peternakan itik di padukuhan tetangga.

“Setiap dua minggu sekali kami berkumpul bersama untuk membuat telur asin. Kegiatan ini tidak hanya untuk produksi, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan, saling mendukung, dan bertukar informasi,” tandas Siwi.

Setiap bulan, kelompok ini juga mengadakan pertemuan rutin untuk membahas perkembangan usaha, strategi pemasaran, serta persiapan membuka lapak pada berbagai event keramaian. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran dan berbagi pengalaman antaranggota.

Proses pembuatan telur asin dilakukan dengan teliti. Telur direndam selama sekitar satu jam untuk menghilangkan kotoran yang menempel, kemudian digosok menggunakan sabut logam hingga bersih dan ditiriskan.

Tahap berikutnya adalah membalut telur dengan campuran abu dapur dan garam. Abu bakar yang digunakan berasal dari dapur anggota. Balutan ini berfungsi sebagai media pengasinan yang memungkinkan garam meresap perlahan ke dalam telur. Setelah itu, telur disimpan selama 12 hingga 14 hari. Usai masa pemeraman, balutan dibersihkan dan telur direbus selama kurang lebih dua jam hingga matang.

Saat ini, pemasaran telur asin dan produk UMKM lainnya tidak hanya mengandalkan pasar tradisional atau pesanan langsung. Para anggota juga memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran. Produksi dilakukan oleh sejumlah anggota, kemudian dipasarkan secara kolektif oleh kelompok sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi para pelaku usaha. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)