Pemerintah Kalurahan Caturtunggal Bekali Remaja Konsep Diri Lewat Logika, Rasa, dan Raga

Sleman – Pemerintah Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, berkomitmen memperkuat mental dan fisik generasi muda melalui pendekatan emosional dan kesehatan yang holistik. Melalui Posyandu Instansi Kalurahan Caturtunggal, jajaran pemerintah setempat menggelar kegiatan Posyandu Remaja bertajuk “Who Am I? Mengenal Konsep Diri Remaja antara Logika, Rasa, dan Raga” di Pendopo Puspadenta Kalurahan Caturtunggal, Kamis (11/6/2026).
Agenda ini menyasar perwakilan remaja putri dari seluruh padukuhan di Kalurahan Caturtunggal dengan jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama hingga Sekolah Menengah Atas. Langkah ini dinilai strategis dalam membentengi moral dan psikologis remaja di tengah tantangan era digital serta paparan media sosial yang masif.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan skrining kesehatan intensif di Ruang Erawati Kalurahan Caturtunggal. Pemeriksaan kesehatan yang dipimpin langsung oleh Pokja Posyandu ini meliputi pengecekan berat badan, lingkar perut, lingkar lengan atas, tekanan darah atau tensi, serta pemeriksaan kadar hemoglobin dalam darah. Pengecekan ini bertujuan memantau kondisi fisik remaja putri secara dini agar terhindar dari masalah kesehatan seperti anemia atau malnutrisi.
Setelah menjalani pemeriksaan fisik, para peserta diarahkan menuju Pendopo Puspadenta untuk mendapatkan penguatan psikologis dan edukasi konsep diri. Penjabat Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas sektor yang berhasil mewujudkan program ini. Menurutnya, tema yang diangkat sangat krusial bagi fase perkembangan remaja saat ini yang rentan mengalami krisis identitas.
“Remaja saat ini sering dihadapkan pada berbagai tekanan dan kebingungan dalam memahami dirinya sendiri. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting agar mereka tidak mudah merasa kehilangan arah ataupun putus asa,” ujar Feri Ferdian saat membuka acara.
Ia menggarisbawahi bahwa keselarasan antara aspek logika, rasa, dan raga merupakan fondasi utama untuk melahirkan generasi muda yang tangguh. Ketiga elemen tersebut harus tumbuh seimbang agar para remaja mampu menyikapi dinamika kehidupan sosial dengan bijak dan tetap memiliki mental yang sehat.
Suasana edukasi dibuat mencair dan interaktif melalui sesi ice breaking yang dipandu oleh perwakilan Pokja Posyandu sebelum memasuki pemaparan materi inti. Sesi utama kemudian diisi oleh praktisi psikologi, Jatu Anggraeni, yang membedah tuntas mengenai pentingnya memetakan konsep diri sejak usia dini.
Jatu Anggraeni mengajak para peserta untuk mengenali karakter pribadi, menggali potensi tersembunyi, mengelola dinamika emosi, serta membangun jembatan yang sehat antara pikiran, perasaan, dan kondisi fisik mereka. Pengenalan diri secara utuh adalah kunci utama bagi remaja untuk menemukan jati diri yang positif di tengah lingkungan yang terus berubah.
“Proses mengenal diri sendiri pada dasarnya merupakan sebuah perjalanan panjang yang dinamis dan terus berkembang sepanjang hayat. Ketika remaja mampu menyelaraskan logika yang menuntun arah, rasa yang memberi warna, dan raga yang menjaga langkah, mereka akan menemukan versi terbaik dari dirinya yang kuat serta bahagia,” tutur Jatu Anggraeni di hadapan para peserta.
Edukasi ini berlangsung dinamis dengan tingginya antusiasme peserta pada sesi tanya jawab. Banyak di antara remaja putri tersebut memanfaatkan momen ini untuk mencurahkan pengalaman pribadi, bertukar pandangan, hingga berkonsultasi mengenai hambatan psikologis maupun sosial yang kerap mereka hadapi dalam interaksi sehari-hari.
Pemerintah Kalurahan Caturtunggal berharap, melalui penguatan program Posyandu Remaja ini, generasi muda di wilayahnya tidak hanya memiliki ketahanan fisik yang prima, melainkan juga kecerdasan emosional dan mental yang matang. Program berkelanjutan semacam ini diharapkan melahirkan pemuda-pemudi yang percaya diri, adaptif, dan siap menjadi motor penggerak kemajuan bangsa di masa depan. (Oktaviana/KIM Depok)



