Dongkrak Stok Darah Sleman, PMI Depok Rapatkan Barisan Perkuat Jaringan Relawan Kemanusiaan

Sleman — Kebutuhan logistik medis berupa darah yang tinggi di wilayah urban menuntut respons cepat dari jajaran organisasi kemanusiaan tingkat tapak. Guna menjawab tantangan tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kapanewon Depok menggelar Rapat Kerja Tahunan di Gedung Anglocita Tama, Kompleks Kantor Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Sabtu (6/6/2026). Forum strategis ini difokuskan untuk mengevaluasi program kerja pasca-pandemi sekaligus menyusun draf intervensi kemanusiaan yang lebih masif untuk tahun mendatang.
Agenda evaluasi yang mempertemukan unsur birokrasi kapanewon, pengurus inti, hingga perwakilan Tenaga Sukarela (TSR) ini berfokus pada mitigasi kelangkaan stok darah di wilayah Sleman. Kapanewon Depok yang dikenal sebagai kawasan padat penduduk dan pusat pendidikan tinggi di Yogyakarta memikul tanggung jawab besar sebagai lumbung donor darah potensial.
Panewu Depok, Rakhmat Harinawan, memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi tanpa henti para relawan yang menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat. Mengingat instruksi langsung dari Bupati Sleman mengenai krusialnya pemenuhan kantong darah daerah, Rakhmat meminta PMI Depok tidak sekadar menjadi penyelenggara teknis, melainkan bertransformasi menjadi motor penggerak literasi donor darah.
“Kami sangat mengapresiasi semangat kemanusiaan tiada henti dan pengabdian tulus para relawan PMI Depok. Kegiatan kemanusiaan yang konsisten dilakukan selama ini sangat membantu masyarakat dan menjadi draf nyata dari semangat gotong royong sosial kita. Kebutuhan darah merupakan kebutuhan medis darurat yang sama sekali tidak bisa ditunda oleh birokrasi. Oleh karena itu, kami berharap PMI Depok terus semangat menggerakkan aksi donor darah massal dan memperluas kolaborasi dengan pemerintah kalurahan, lembaga pendidikan, serta komunitas kepemudaan,” ujar Rakhmat Harinawan saat membuka forum raker.
Dalam laporan performa organisasi, Ketua PMI Kapanewon Depok, Sussilistyaningsih, memaparkan catatan meluas mengenai sepak terjang pasukannya sepanjang tahun lalu. Kinerja PMI Depok tercatat sangat aktif mengamankan kluster kesehatan pada agenda makro nasional, mulai dari pengamanan arus mudik Lebaran di kawasan Ambarukmo Plaza, penjagaan Pos Natal dan Tahun Baru, hingga draf layanan pertolongan pertama pada pertandingan sepak bola liga nasional di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Kendati memiliki rekam jejak mobilitas yang tinggi, Sussilistyaningsih mengakui bahwa keterbatasan jumlah personel masih menjadi tantangan klasik di lapangan. Saat ini, organisasi kemanusiaan tersebut hanya disokong oleh sekitar 15 relawan aktif yang harus membagi waktu di tengah tingginya permintaan proteksi kesehatan dari publik.
“Bantuan operasional rutin sebesar empat juta rupiah per semester dari PMI Kabupaten Sleman sangat membantu keberlangsungan draf program kerja kami. Kami berkomitmen penuh menjaga akuntabilitas organisasi dengan menyampaikan laporan keuangan secara transparan dan berkala. Namun, untuk menghadapi tantangan ke depan, kami sangat membutuhkan regenerasi. Kami berharap semakin banyak elemen masyarakat, terutama mahasiswa dan pemuda, yang tergerak untuk bergabung menjadi relawan aktif agar jangkauan pelayanan kemanusiaan kita bisa jauh lebih optimal,” kata Sussilistyaningsih menjelaskan draf kebutuhan organisasi.
Konsistensi tata kelola administrasi dan keterbukaan publik yang ditunjukkan PMI Depok mendapat respons positif dari otoritas pembina di tingkat kapanewon. Staf Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Subekti Handayani, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh memberikan dukungan penuh terhadap program kerja PMI melalui skema sinergi lintas sektor.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran PMI Depok yang selama ini telah berkontribusi besar dalam menjaga draf keselamatan sosial. Jawatan Sosial Kapanewon Depok siap pasang badan untuk terus mendukung dan bersinergi agar program-program prioritas, seperti perluasan kampung donor darah dan penguatan kapasitas relawan untuk tahun anggaran mendatang, dapat terealisasi dengan baik demi kemaslahatan masyarakat luas,” ungkap Subekti Handayani. (Wasana/KIM Depok)



