Cetak Hattrick Bersejarah, Drum Band MTsN 2 Sleman Rebut Piala Bergilir UNY Menjadi Piala Tetap

Sleman — Rekor baru dalam dunia seni pertunjukan musik tiup dan perkusi tingkat remaja sukses diukir oleh perwakilan pelajar Kabupaten Sleman. Tim Drum Band Gema Suara Masda besutan MTsN 2 Sleman berhasil menobatkan diri sebagai Juara Umum dalam ajang bergengsi Klasemen Senior Non Brass Marching Band Indonesia SMP/MTs Citra Derap Bahana (CDB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026 yang puncaknya berlangsung pada Senin (1/6/2026).
Kemenangan ini terasa sangat monumental dan emosional karena menjadi raihan gelar juara umum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut oleh madrasah tersebut. Berdasarkan regulasi ketat kejuaraan nasional CDB UNY, keberhasilan mencetak hattrick prestasi ini membuat trofi bergilir yang diperebutkan oleh puluhan sekolah dari berbagai daerah tersebut kini resmi diserahkan untuk draf kepemilikan permanen atau menjadi piala tetap MTsN 2 Sleman.
Dominasi Gema Suara Masda di atas lantai kompetisi dibuktikan lewat penguasaan podium pada delapan kategori penilaian utama yang diawasi oleh dewan juri independen. Tim perwakilan Sleman ini sukses mengamankan predikat Juara Umum Tropi Piala Bergilir Menjadi Piala Tetap, Juara 1 General Effect, Juara 1 Field Commander, Juara 1 Konser, Juara 1 Color Guard, Juara 1 Analisis Musik, serta Juara Defile Klasemen Senior Combc 2026. Sementara untuk kategori Paramanandi, mereka harus puas menduduki posisi Juara 2 nasional.
“Alhamdulillah, sebuah kebanggaan luar biasa tim kita mampu meraih juara umum untuk yang ketiga kalinya di tingkat universitas negeri. Karena konsistensi raihan ketiga secara beruntun ini, piala bergilir yang sangat prestisius itu akhirnya sah menjadi piala tetap milik madrasah kami untuk tahun 2026. Ini bukan sekadar piala biasa, melainkan simbol draf perjuangan panjang anak-anak yang mengorbankan waktu luangnya untuk berlatih disiplin,” ujar Kepala MTsN 2 Sleman, Titik Susilowati, dengan mata berkaca-kaca menahan haru pasca-pengumuman pemenang.
Titik memaparkan, manajemen madrasah menerapkan pola pendampingan total selama masa persiapan yang memakan waktu berbulan-bulan. Unsur pimpinan sekolah turun langsung ke lapangan guna menunggui proses latihan berkala hingga larut malam demi memastikan pemenuhan gizi, motivasi mental, hingga jaminan keselamatan kepulangan para siswa ke rumah masing-masing dalam kondisi aman.
Kombinasi ketat antara keselarasan dentuman drum, akurasi tiupan alat musik tiup, serta konfigurasi estetis koreografi pasukan pengibar bendera (color guard) menjadi kunci keunggulan nilai mereka dari aspek general effect. Kompleksitas aransemen yang dibawakan menuntut tingkat fokus dan sinkronisasi motorik yang sangat tinggi dari puluhan personel yang terlibat di dalam lapangan.
“Keberhasilan makro ini mutlak tidak lepas dari konsistensi semangat dan kerja keras semua pihak tanpa terkecuali. Persiapan yang matang, latihan intensif yang menguras fisik, hingga pelaksanaan lomba berjalan dengan penuh rasa kebersamaan yang kokoh. Kompetisi marching band dengan jumlah personel massal seperti ini menuntut tingkat koordinasi kolektif yang sangat tinggi. Satu orang saja melakukan kesalahan ritme, maka fatal bagi keseluruhan nilai tim. Namun, anak-anak membuktikan bahwa mereka mampu memikul tanggung jawab besar itu,” kata Titik menambahkan analisis teknisnya.
Capaian legendaris ini diharapkan bertransformasi menjadi stimulus dan inspirasi positif bagi ekosistem pendidikan di Kabupaten Sleman agar terus memfasilitasi minat bakat siswa di luar ranah akademik formal. Manajemen sekolah menegaskan bahwa investasi pada pembentukan karakter, kedisplinan, dan mentalitas juara melalui unit kegiatan ekstrakurikuler terbukti ampuh melahirkan generasi muda yang tangguh, kompetitif, dan siap bersaing di level nasional.
“Kami menghaturkan rasa terima kasih yang tidak terhingga kepada seluruh personel tim drum band, jajaran pelatih profesional yang sabar, guru pendamping, serta persatuan orang tua murid yang telah memberikan dukungan moral maupun materil secara penuh tanpa henti. Raihan piala tetap ini adalah hadiah terindah dan torehan tinta emas bagi perjalanan sejarah madrasah kita tercinta,” tutur Titik Susilowati memungkasi kalimatnya dengan senyuman bangga. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)



