Sambut Hari Lahir Pancasila, Ratusan Ibu-Ibu PKK Kejora Rejosari Sleman Gelar Senam ‘Sak Obahe’ guna Perkuat Kohesi Sosial

Sleman — Implementasi nilai-nilai luhur Pancasila di era modern tidak terbatas pada forum refleksi formal, melainkan dapat diaktualisasikan melalui aktivitas kolektif yang menyehatkan fisik dan memperkuat kerukunan warga. Menyambut Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni, ratusan ibu-ibu yang tergabung dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kejora Padukuhan Rejosari menggelar aksi senam massal bertajuk “Senam Sak Obahe” di halaman rumah Dukuh Rejosari, Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Minggu (31/5/2026).
Agenda olahraga komunal yang berlangsung semarak ini diposisikan sebagai momentum penting untuk membumikan kembali pilar-pilar kebangsaan di tingkat unit sosial terkecil, yakni keluarga. Dengan mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, gerakan senam bersama ini dimanfaatkan untuk merekatkan tali persaudaraan antar-warga sekaligus mengikis potensi polarisasi sosial di tengah dinamika masyarakat pedesaan.
Dukuh Rejosari, Muhamad Dalis Kurniawan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas inisiatif mandiri dari pengurus dan anggota PKK Kejora dalam mengemas peringatan hari bersejarah negara dengan kegiatan yang produktif. Menurut analisisnya, esensi dasar dari Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa harus diwujudkan melalui semangat gotong royong untuk membangun daerah sesuai dengan kapasitas dan bidang keahlian masing-masing.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila di era sekarang bukan lagi sekadar pelaksanaan upacara bendera yang bersifat seremonial atau pengibaran bendera merah putih semata. Momentum ini harus menjadi pemicu bagi seluruh komponen bangsa untuk menguatkan kembali falsafah Pancasila dalam realitas kehidupan bermasyarakat harian. Makna terpentingnya adalah bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini dengan kemampuan yang ada. Aktivitas olahraga senam ini menjadi ikhtiar nyata untuk menyehatkan bangsa, di mana ibu-ibu PKK bertindak sebagai garda terdepan sekaligus tulang punggung negara yang memegang peran sentral dalam mendidik dan menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter kuat,” ujar Muhamad Dalis Kurniawan di sela-sela pemantauan kegiatan.
Tingginya animo warga terlihat dari padatnya lokasi senam oleh sekitar seratus anggota yang bergerak sinkron mengikuti irama musik di bawah panduan instruktur senam, Ani Wijaya. Gerakan “Sak Obahe” yang ekspresif dan penuh kegembiraan ini berhasil mencairkan suasana dan membangun keakraban lintas usia di padukuhan tersebut.
Ketua PKK Kejora Rejosari, Umi Nasihah, mengaku bangga dengan kekompakan yang ditunjukkan oleh seluruh anggotanya dalam menyukseskan agenda ini. Ia memaparkan bahwa nama “Kejora” yang disematkan pada kelompok PKK tersebut memiliki muatan filosofis persatuan yang kuat, karena merupakan akronim dari gabungan tiga kampung yang berada di bawah rumpun administrasi Padukuhan Rejosari.
“Nama PKK Kejora ini adalah akronim autentik dari tiga wilayah kampung kami, yaitu Kampung Kerten, Jogomangsan, dan Rejosari. Penyatuan ini menjadi bukti konkret bahwa perbedaan latar belakang geografis kampung tidak menjadi penghalang bagi kami untuk bersatu dalam satu wadah yang harmonis. Kami bersyukur kegiatan yang dikoordinasikan oleh ketua kelompok senam kita, Fitri, ini berjalan sukses. Harapannya, melalui kebersamaan di lapangan ini, semangat persatuan Pancasila benar-benar tertanam di hati ibu-ibu dan diimplementasikan dalam pengasuhan anak di rumah,” kata Umi Nasihah menjelaskan latar belakang organisasinya.
Pemerintah padukuhan berharap gerakan hidup sehat berbasis komunitas yang diinisiasi oleh kaum perempuan ini dapat terus digulirkan secara konsisten dan berkelanjutan. Penjagaan kebugaran fisik yang diimbangi dengan solidnya ketahanan sosial warga dinilai menjadi modal pembangunan paling mendasar bagi Kabupaten Sleman dalam mewujudkan wilayah yang aman, sehat, dan berdaya saing dari tingkat tapak. (Kusnadi/KIM Berbah)



