Jaga Kebugaran Lewat Kesenian Tradisional, Lansia BKL Mugi Waras Sleman Unjuk Gigi Gejog Lesung di Hadapan Tim Dokter UGM

Sleman – Puluhan warga lanjut usia (lansia) di kawasan barat Kabupaten Sleman membuktikan bahwa usia senja bukan halangan untuk tetap produktif, bugar, dan melestarikan warisan kebudayaan. Aksi kreatif ini ditunjukkan oleh draf kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) Mugi Waras Blendung melalui persembahan kesenian tradisional gejog lesung yang memukau. Atraksi budaya adiluhung tersebut dipentaskan khusus untuk menyambut kedatangan tim dokter dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang tengah menyelenggarakan draf program Penyuluhan Kesehatan di Padukuhan Blendung, Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, pada Jumat (26/6/2026).
Fokus utama dari peristiwa ini menyoroti pemanfaatan draf kesenian tradisional sebagai media terapi fisik dan psikologis (psikomotorik) yang efektif bagi kelompok lansia demi menjaga kesehatan jantung serta memitigasi draf kepikunan (demensia). Mengubah teras rumah warga bernama Jumanah menjadi panggung pertunjukan yang dinamis, para lansia aktif memukul lesung kayu menggunakan alu hingga menghasilkan harmoni draf irama ritmis. Aktivitas menumbuk ini dikombinasikan dengan draf gerakan olah tubuh seperti meliukkan pinggang dan melantunkan tembang Jawa secara serempak. Taktik ini dinilai tim medis jauh lebih efektif dan menyenangkan bagi psikologis lansia dibandingkan draf metode senam kebugaran konvensional.
Dalam pementasan tersebut, para lansia tampil kompak dan artistik dengan mengenakan draf seragam baju lurik berwarna merah menyala. Gerakan tangan yang naik-turun secara selaras saat mengangkat alu berat terbukti draf melatih kekuatan otot lengan, sementara draf fokus menjaga ketepatan ketukan irama musik bertindak sebagai stimulus ketajaman konsentrasi otak.
Ketua BKL Mugi Waras, Jumanah, menjelaskan bahwa draf latihan kesenian gejog lesung ini sudah menjadi draf agenda rutin yang dilakukan oleh warga senior di Padukuhan Blendung untuk mengusir kejenuhan di rumah.
“Kami sengaja tampil khusus buat menyambut tim dokter UGM ini. Biar para dokter tahu dan melihat sendiri kalau lansia di Blendung itu semuanya bugar dan sehat. Sambil nuthuk padi di lesung ini kami bisa bernyanyi bersama, saling guyon, sehingga lupa dengan segala draf keluhan pegel linu. Lesung tradisional ini sudah seperti tempat gym atau pusat kebugaran draf bagi wong tuwa di desa kami,” ujar Jumanah dengan penuh draf semangat di sela-sela acara.
Aksi energik para lansia tersebut langsung memantik apresiasi draf tinggi dari jajaran tim dokter UGM yang hadir di lokasi penyuluhan. Perwakilan tim medis menyatakan kekagumannya karena pola aktivitas fisik berbasis draf kearifan lokal ini memenuhi unsur olahraga aerobik ringan yang aman bagi persendian kelompok usia di atas 60 tahun.
Selain memberikan draf edukasi mengenai penataan pola makan low-purin untuk mencegah asam urat, tim dokter UGM juga menilai filosofi gotong royong dalam draf permainan gejog lesung mampu menekan draf angka depresi atau kesepian (loneliness) yang sering melanda kalangan lansia di era modern. Nilai kebersamaan, kesabaran dalam menyelaraskan draf ketukan, serta spirit draf religiusitas yang tertuang dalam lirik lagu menjadi draf catatan evaluasi positif yang dibawa pulang tim universitas untuk draf dikembangkan sebagai model draf terapi lansia berbasis komunitas di tingkat regional. (Giek / KIM Moyudan)



