Tingkatkan Ketahanan Belajar, TP PKK Kabupaten Sleman Paparkan Cetak Biru Ekosistem Pendidikan Berkelanjutan di KPI 2026

Sleman — Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Lingkar Daerah Belajar (LDB) sukses menyelenggarakan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026. Acara yang berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini dilaksanakan pada Kamis (2/7/2026), dan dihadiri oleh perwakilan kapanewon serta kalurahan se-Kabupaten Sleman.
Salah satu agenda utama yang menarik perhatian besar adalah Sesi Studio Intervensi #3 yang mengusung tema “Literasi dan Pemberdayaan Komunitas untuk Ketahanan Belajar”. Sesi ini menghadirkan tiga narasumber lintas sektor yang kompeten di bidangnya, yaitu perwakilan Let’s Read – The Asia Foundation, Elsa Agustine, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Parmilah Harda Kiswaya, serta Pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Mata Aksara, Heni Wardatur Rohmah selaku.
Ketua TP PKK Kabupaten Sleman, Parmilah Harda Kiswaya dalam paparannya menekankan pentingnya “Skalabilitas Sistemik: Cetak Biru Ekosistem Pendidikan yang Berkelanjutan”. Ia menjelaskan bahwa penguatan pendidikan di tingkat akar rumput hanya dapat terwujud melalui kolaborasi lintas sektor yang solid, terarah, dan berkelanjutan.
“Ekosistem pendidikan berkelanjutan menempatkan keluarga sebagai pusat (center) yang berfungsi sebagai pendidik utama sekaligus ruang belajar pertama bagi anak. Strategi tersebut ditopang oleh tiga ring penguat, yaitu dasawisma, birokrasi kalurahan, dan kemitraan makro,” ujarnya.
Ring 1 (Dasawisma) melibatkan Dasawisma yang tersebar di 86 kalurahan sebagai penggerak lini depan, dengan 103 kader aktif yang telah mengabdi lebih dari 10 tahun.
Sementara Ring 2 (Birokrasi Kalurahan)merupakan dukungan pemerintah kalurahan dalam mengintegrasikan program PKK ke dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Kemudian Ring 3 (Kemitraan Makro) berupa kolaborasi strategis yang melibatkan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), organisasi perangkat daerah (OPD), perbankan, instansi pemerintah, serta komunitas akademik seperti Mata Aksara, GPMB, dan UPN,” jelas Parmilah.
Model gerakan PKK Sleman yang terintegrasi tersebut terbukti memberikan hasil signifikan, dengan capaian Kabupaten Sleman yang berhasil mempertahankan predikat Juara I Tingkat DIY selama tujuh tahun berturut-turut pada periode 2019–2025.
Lebih lanjut, forum ini juga menyoroti pentingnya akses literasi yang inklusif. Kolaborasi dengan The Asia Foundation melalui gerakan Let’s Read diharapkan dapat menyediakan bahan bacaan digital yang berkualitas dan ramah anak, yang kemudian diimplementasikan langsung oleh TBM Mata Aksara di tengah masyarakat.
Acara ditutup dengan sesi apresiasi dan penyerahan penghargaan kepada para kader serta perwakilan kapanewon yang telah berdedikasi dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Sleman. (SRI RAHAYU / KIM DEPOK)



