PKL Bekali Siswa DKV MAN 4 Sleman Hadapi Dunia Industri Kreatif

Sleman – Sebanyak 32 siswa Program Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) MAN 4 Sleman mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang di tujuh perusahaan desain dan industri kreatif di wilayah Sleman dan sekitarnya.

Melalui program ini, para siswa memperoleh pengalaman langsung di dunia kerja dengan ditempatkan di studio desain, rumah produksi, hingga biro periklanan. Mereka tidak hanya mengamati proses kerja, tetapi juga terlibat dalam penyelesaian berbagai proyek nyata yang mengasah kreativitas, kemampuan teknis, serta profesionalisme.

Guru pengampu DKV MAN 4 Sleman, Muhamad Rijal, mengatakan bahwa pengalaman bekerja secara langsung merupakan bekal penting bagi siswa sebelum memasuki dunia kerja.

“Pengalaman bekerja secara langsung adalah bekal paling berharga sebelum mereka benar-benar melangkah sebagai tenaga profesional,” ujar Rijal usai melakukan monitoring peserta PKL di Rumah Desain Heruind, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, program PKL tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga membentuk karakter dan budaya kerja peserta didik.

“Melalui PKL, siswa belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab terhadap pekerjaan, komunikasi yang efektif dengan klien maupun tim, serta kemampuan menyelesaikan permasalahan di lingkungan kerja. Pengalaman seperti ini tidak dapat diperoleh hanya melalui pembelajaran di kelas,” jelasnya.

Kepala MAN 4 Sleman, Ahmad Arif Makruf mengatakan PKL merupakan salah satu bentuk komitmen madrasah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja.

“PKL merupakan laboratorium kehidupan. Di sinilah siswa belajar membangun etika profesi, kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, hingga mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Pengalaman tersebut akan menjadi nilai tambah ketika mereka memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri,” tuturnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta PKL agar selalu menjaga nama baik madrasah selama menjalani magang.

“Jadikan setiap tugas sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Tunjukkan bahwa siswa MAN 4 Sleman adalah generasi yang disiplin, santun, bertanggung jawab, dan memiliki integritas tinggi. Nilai-nilai tersebut akan menjadi bekal utama untuk meraih kesuksesan,” pesannya. (Edy – KIM Sumber Biwara Moyudan)




Rembug Stunting Condongcatur Perkuat Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggelar Rembug Stunting Kalurahan Condongcatur Tahun 2026, di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program penanganan stunting, sekaligus merumuskan langkah-langkah percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Depok, Fransiskus Suhyadi, Nutrisionis Penyelia Puskesmas Depok II, Winariyanti, Koordinator PLKB Kapanewon Depok, Siti Juwariyah, Kepala UPT Pelayanan Pendidikan Kapanewon Depok, Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto, Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Pendamping Desa, TP Posyandu Kalurahan Condongcatur, HIMPAUDI, Kader Pembangunan Manusia (KPM), perwakilan Kader DASHAT, Pokja IV TP PKK, serta kader kesehatan.

Dalam sambutannya, Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto menegaskan komitmen Pemerintah Kalurahan Condongcatur dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui penguatan pelayanan kesehatan, pemberdayaan kader, serta kolaborasi lintas sektor.

“Pemerintah Kalurahan Condongcatur berkomitmen mendukung upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan Posyandu, pemberdayaan kader kesehatan, edukasi kepada keluarga, serta sinergi dengan Puskesmas, TP PKK, Tim Pendamping Keluarga, dan berbagai lembaga kemasyarakatan. Kami berharap tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal karena kurangnya perhatian terhadap gizi dan kesehatan,” tuturnya.

Pada sesi materi, Nutrisionis Penyelia Puskesmas Depok II, Winariyanti memaparkan perkembangan tren stunting di Kalurahan Condongcatur berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) serta pelaporan gizi Semester I Tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kurangnya asupan gizi, penyakit infeksi, pola asuh, kesehatan ibu, hingga kondisi sanitasi dan lingkungan.  

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui pemenuhan gizi ibu hamil, ASI eksklusif, MPASI yang tepat, imunisasi lengkap, suplementasi gizi, pemantauan pertumbuhan balita, serta pendampingan keluarga secara berkelanjutan. Berbagai intervensi seperti PMT, konsultasi gizi, home visit, dan pemberian vitamin maupun tablet tambah darah juga terus diperkuat,” kata Winariyanti.

Selanjutnya, Koordinator PLKB Kapanewon Depok, Siti Juwariyah menjelaskan pentingnya intervensi sensitif sebagai pendukung keberhasilan percepatan penurunan stunting.

“Melalui pendataan keluarga, pendampingan calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, baduta, dan balita oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta pelaksanaan Program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting), pemerintah berupaya memastikan setiap keluarga berisiko mendapatkan pendampingan yang tepat,” ungkap Siti.

“Selain itu, penyuluhan keluarga, pembinaan Kampung KB, dan koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar penanganan stunting berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” sambungnya.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta menyampaikan berbagai kondisi riil di lapangan, mulai dari pendampingan keluarga berisiko stunting, peningkatan kehadiran balita di Posyandu, edukasi gizi kepada orang tua, pelaksanaan program DASHAT, hingga penguatan koordinasi lintas sektor dalam penanganan stunting. (Wasana / KIM Depok)




Puskesmas Depok II Perkuat Peran Kader Posyandu Tingkatkan Kewaspadaan Penyakit

Sleman – Puskesmas Depok II menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakordasi) bersama kader kesehatan di Aula Puskesmas Depok II, pada Senin (7/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kader dari 40 Posyandu se-Kalurahan Condongcatur, sebagai upaya meningkatkan koordinasi dan kapasitas kader dalam mendukung program kesehatan masyarakat.

Kegiatan dipandu oleh Promotor Kesehatan (Promkes) Puskesmas Depok II, Pramija Ujiana. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh kader untuk terus memperkuat sinergi dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit.

Adapun materi yang disampaikan dalam acara tersebut, ialah antisipasi dampak fenomena El Nino terhadap peningkatan populasi nyamuk. Kader diimbau untuk mengedukasi masyarakat agar lebih aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta mewaspadai penyakit yang ditularkan melalui nyamuk seperti DBD, malaria, chikungunya, dan penyakit lainnya.

Menurut Pramija, kader Posyandu juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), khususnya suspek difteri.

“Kader diharapkan memantau kelengkapan status imunisasi balita melalui Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), memberikan edukasi kepada orang tua yang anaknya belum memperoleh imunisasi lengkap, serta segera melaporkan kepada Puskesmas apabila ditemukan balita pendatang yang status imunisasinya belum dapat dipastikan,” ujarnya.

Selain itu, Pramija juga menyampaikan informasi mengenai leptospirosis. Meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus baru di wilayah kerja Puskesmas Depok II, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kader diharapkan terus mengampanyekan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggalakkan pengendalian tikus, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengedukasi masyarakat agar mengenali tanda dan gejala leptospirosis, sehingga dapat segera memperoleh penanganan medis apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.” tuturnya

“Kewaspadaan juga perlu terus ditingkatkan karena masih terdapat laporan kasus di beberapa wilayah lain,” sambung Pramija.

Melalui Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakordasi) ini, diharapkan seluruh kader Posyandu semakin siap menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat, sekaligus mendukung program promotif dan preventif dalam mewujudkan masyarakat Kalurahan Condongcatur yang sehat, serta tanggap terhadap permasalahan kesehatan.  (Tri Suhartati KIM Depok)




Atlet Muda Condongcatur Raih Juara I Kejurda Pencak Silat DIY 2026

Sleman – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra terbaik Kalurahan Condongcatur. Ananda Fairus L. (14), warga RT 13 RW 41 Padukuhan Pringwulung, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, berhasil meraih Juara I Kelas A Remaja Putra (30–40 kg), pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026.

Kejuaraan yang berlangsung di Graha Wana Bakti Yasa, Yogyakarta, pada 2–8 Juli 2026 tersebut diikuti ratusan pesilat dari berbagai perguruan serta kontingen kabupaten dan kota se-DIY. Berbagai nomor dipertandingkan, mulai dari kategori tanding, seni tunggal, seni ganda, hingga seni regu putra dan putri. Kejurda menjadi ajang pembinaan sekaligus mengukur kemampuan atlet muda untuk dipersiapkan menuju kompetisi yang lebih tinggi.

Prestasi Fairus menjadi semakin istimewa karena ia berasal dari keluarga penerima Kartu Keluarga Miskin (KKM). Di tengah berbagai keterbatasan ekonomi, semangat berlatih, disiplin, dan kerja keras yang dijalaninya membuahkan hasil membanggakan. Dengan teknik bertanding yang matang, mental yang tangguh, dan sportivitas tinggi, Fairus berhasil mengalahkan para pesaingnya hingga meraih gelar Juara I Kelas A Remaja Putra (30–40 kg).

Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga mengharumkan nama Padukuhan Pringwulung, Kalurahan Condongcatur, dan Kabupaten Sleman di tingkat DIY.

Dukuh Pringwulung, Sahid Fahrudin, menyampaikan apresiasi atas pencapaian warganya tersebut.

“Prestasi Ananda Fairus menjadi bukti bahwa semangat, disiplin, dan kerja keras mampu mengalahkan segala keterbatasan. Kami bangga karena dari Pringwulung lahir atlet muda berprestasi yang mampu bersaing di tingkat DIY. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi anak-anak dan generasi muda lainnya untuk terus berlatih, berani bermimpi, dan tidak pernah menyerah meraih cita-cita,” ujarnya.

Sahid pun berharap keberhasilan Fairus mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak agar pembinaan atlet-atlet muda berbakat, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Puncak kebanggaan itu ditandai dengan penyerahan piala, medali, dan piagam penghargaan kepada para juara dalam seremoni yang digelar di Graha Wana Bakti Yasa, Yogyakarta, pada Selasa (7/7/2026).

Momen tersebut menjadi penutup rangkaian Kejurda Pencak Silat DIY 2026 sekaligus bentuk apresiasi kepada atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di DIY yang telah menunjukkan kemampuan, sportivitas, dan semangat juang sepanjang kejuaraan.

Prestasi yang diraih Fairus diharapkan menjadi awal lahirnya atlet-atlet berprestasi lainnya dari Condongcatur. Kisahnya membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Dengan ketekunan, dukungan keluarga, pelatih, masyarakat, serta pembinaan yang berkelanjutan, generasi muda memiliki kesempatan yang sama untuk mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi (Wasana / KIM Depok)




Pengurus DPC PKB Sleman Periode 2026–2031 Silaturahmi ke Para Ketua Terdahulu

Sleman – Pengurus definitif Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sleman masa bakti 2026–2031 yang terdiri atas Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) melakukan silaturahmi kepada para pendahulu yang pernah memimpin DPC PKB Sleman. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian para senior sekaligus memperkuat kesinambungan kepemimpinan organisasi.

Silaturahmi dilaksanakan pada Selasa (7/7/2026). Rombongan terlebih dahulu mengunjungi Ketua DPC PKB Sleman pertama, KH. Syaifudin Anwar, di kawasan Ambarukmo, Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

Pada hari yang sama, rombongan juga bersilaturahmi dengan Ketua DPC PKB Sleman periode berikutnya, Sukamto. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan kekeluargaan.

Pada kesempatan tersebut, jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara memohon doa restu, masukan, serta arahan sebagai bekal dalam menjalankan amanah kepengurusan DPC PKB Sleman selama lima tahun ke depan.

Ketua DPC PKB Sleman, Tri Nugroho, mengatakan bahwa silaturahmi kepada para pendahulu merupakan tradisi baik yang perlu terus dijaga. Menurutnya, pengalaman, kebijaksanaan, dan dedikasi para ketua terdahulu menjadi modal penting dalam membangun organisasi yang semakin solid dan dekat dengan masyarakat.

“Kami menyadari bahwa kemajuan DPC PKB Sleman saat ini tidak terlepas dari pondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu. Karena itu, kami hadir untuk bersilaturahmi, memohon doa restu, sekaligus meminta masukan dan arahan agar kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Pada pertemuan tersebut, KH. Syaifudin Anwar dan Sukamto menyampaikan berbagai pandangan strategis mengenai penguatan soliditas kader, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, penguatan komunikasi dengan para ulama dan tokoh masyarakat, serta pentingnya menjaga nilai-nilai perjuangan PKB yang berlandaskan semangat kebangsaan, keislaman, dan kerakyatan.

Keduanya juga berharap agar DPC PKB Sleman mampu menjaga kekompakan pengurus hingga tingkat kecamatan dan desa, memperkuat kaderisasi, serta semakin hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sleman.

Tri Nugroho menambahkan, pihaknya juga berencana melakukan silaturahmi dengan Ketua DPC PKB Sleman ketiga, R. Agus Choliq. Namun, hingga saat ini jadwal pertemuan masih dalam proses koordinasi.

“Kami masih berkomunikasi untuk dapat sowan sekaligus berdiskusi dengan Ketua DPC PKB Sleman ketiga, Bapak R. Agus Choliq. Insyaallah akan kami jadwalkan ketika waktunya memungkinkan,” pungkasnya. (Kusnadi KIM BERBAH)