Latsar Bela Negara Sleman Perkuat Nasionalisme Warga Hadapi Tantangan Era Digital

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat semangat nasionalisme masyarakat dengan menggelar Latihan Dasar (Latsar) Bela Negara. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi di Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Selasa (28/07/2026). Program ini diselenggarakan untuk membekali warga agar semakin bijak dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan era digital, seperti maraknya disinformasi hingga ancaman terhadap persatuan bangsa.

Perhelatan yang mengusung tema “Meneguhkan Kembali Bela Negara di Era Digital untuk Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa” ini diikuti oleh 75 peserta dari berbagai kalurahan di Kapanewon Gamping. Kegiatan ini difasilitasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan anggota DPRD Kabupaten Sleman melalui pokok-pokok pikiran Fika Chusnul Chotimah, dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (30/07/2026).

Penjabat Lurah Trihanggo, Budi Supriyanto, mengingatkan pentingnya literasi digital dan kemampuan memilah informasi sebagai bentuk implementasi bela negara masa kini di tengah derasnya arus teknologi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk melaksanakan bela negara di era digital ini dengan baik. Jangan sampai terjerumus pada hal-hal negatif seperti judi online,” ujar Budi Supriyanto dalam sambutannya.

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman, Hendri Setiawan, menegaskan bahwa kemampuan menyaring informasi sebelum membagikannya merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter warga yang bertanggung jawab di ruang siber.

“Di era digital seperti saat ini kita harus bisa semaksimal mungkin menyaring berbagai informasi. Dengan latsar bela negara ini bisa menjadi dasar kita untuk bersikap dan bertindak,” kata Hendri Setiawan.

Pada hari pertama, para peserta mendapatkan pembekalan materi mengenai peran legislatif dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air dari anggota DPRD Sleman Fika Chusnul Chotimah, serta materi penguatan kesadaran bela negara dari akademisi UPN Veteran Yogyakarta Aditya Pandu Wicaksono. Melalui rangkaian materi wawasan kebangsaan, hukum, dan pertahanan negara ini, Pemkab Sleman berharap warga mampu menjadi masyarakat digital yang kritis, cerdas, serta konsisten menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Andy Ahmad/KIM DSN NGAGLIK)




KSB Sumbersari Resmi Dibentuk, Dinsos Sleman Tekankan Gerak Cepat Kunci Penanganan Bencana

Sleman – Dinas Sosial Kabupaten Sleman resmi membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) baru di Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, pada Selasa (28/07/2026). Pembentukan KSB ke-33 di Kabupaten Sleman tersebut dilaksanakan melalui rangkaian pelatihan kebencanaan berbasis masyarakat yang berlangsung selama tiga hari di Pendopo Kalurahan Sumbersari pada Selasa (28/07/2026) hingga Kamis (30/07/2026).

Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wawan Widiantoro. Dalam perhelatan ini, pembentukan KSB Sumbersari difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan logistik serta manajemen dapur umum darurat guna merespons potensi bencana alam maupun bencana sosial di wilayah setempat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Wawan Widiantoro, menegaskan bahwa kecepatan merespons situasi darurat di tingkat lokal menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana.

“Kecepatan penanganan bencana merupakan hal sangat urgent. Apabila terjadi bencana harus gerak cepat, tidak harus menunggu BPBD, Dinsos, dan Damkar. Jangan dianggap remeh masalah dapur umum, kalau tidak ada pelatihan akan berbeda,” ujar Wawan Widiantoro saat memberikan sambutan pembukaan.

Ia juga mengapresiasi keaktifan para relawan di Kapanewon Moyudan yang dinilainya tanggap dan memiliki respons cepat setiap kali terjadi situasi darurat kebencanaan di lingkungan warga.

Sementara itu, Pemerintah Kalurahan Sumbersari melalui Carik Junaidi menyambut baik serta mengapresiasi langkah Dinas Sosial Kabupaten Sleman yang telah memfasilitasi pembentukan KSB di wilayahnya. Menurutnya, pelatihan ini menjadi sarana vital untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat.

“Kegiatan ini sarana menimba ilmu. Kita tidak berharap terjadi bencana, tetapi sewaktu-waktu terjadi kita siap menangani bersama,” tutur Junaidi. (Giek/KIM Moyudan)




Bebek Restorasi, Kisah Mahasiswa UNY yang Biayai Kuliah Mandiri dari Bengkel Motor Klasik

Sleman – Deru mesin tua terdengar saban hari dari sebuah garasi sederhana di Padukuhan Gesikan, Kalurahan Sidoarum, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman. Di lokasi tersebut, seorang pemuda bernama Dana Brata Fitriawan Kusuma tekun merestorasi berbagai sepeda motor klasik melalui usahanya yang diberi nama Bebek Restorasi pada Senin (27/07/2026). Usaha otomotif yang ditekuni sejak duduk di bangku SMK ini tidak hanya menghidupkan kembali kendaraan retro, tetapi juga mampu membiayai pendidikannya hingga lulus sarjana dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Perjalanan bisnis tersebut dirintis Dana sejak 2018 ketika melihat tingginya minat masyarakat terhadap sepeda motor retro. Berbekal keterampilan otomotif, ia mulai menerima pengerjaan restorasi untuk berbagai tipe motor legendaris, seperti Honda C-70, Astrea 800, Astrea Prima, Astrea Grand, Honda Win, hingga Honda Supra X.

“Saat itu saya masih SMK dan melihat peluangnya menarik. Prinsip restorasi adalah membuat kendaraan kembali seperti baru, sesuai bentuk aslinya,” ujar Dana Brata Fitriawan Kusuma.

Proses restorasi membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi. Dalam sebulan, bengkelnya hanya membatasi pengerjaan maksimal empat unit motor dengan durasi pengerjaan dua minggu hingga satu bulan per unit. Biaya jasa pengerjaan dipatok berkisar Rp6 juta hingga Rp7 juta di luar penggantian suku cadang. Dari ketekunan tersebut, putra pasangan Windu Nurdiantoro dan Ndari Apriani ini berhasil membiayai seluruh biaya perkuliahannya di Program Studi Teknik Manufaktur UNY secara mandiri.

Kerja kerasnya kian membuah hasil manis ketika ia berhasil menyabet Juara Pertama Tingkat Nasional dalam Program Mahasiswa Wirausaha yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi pada 2022 lalu.

Kini, setelah resmi menyandang gelar sarjana teknik, Dana bertekad mengembangkan Bebek Restorasi menjadi bengkel yang lebih besar dan profesional guna membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Ia membuktikan bahwa keterampilan, ketekunan, dan kerja keras di ruang bengkel mampu merakit masa depan yang mandiri. (Athiful/KIM Depok)




Wabup Sleman Buka Pra Temu Nasional XV BEM Nusantara 2026 di UIN Sunan Kalijaga

Sleman – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa secara resmi membuka kegiatan Pra Temu Nasional XV Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Tahun 2026 di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga, Kabupaten Sleman, pada Senin (27/07/2026). Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya forum konsolidasi nasional yang dihadiri oleh ratusan perwakilan BEM dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.

Sesi pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi beserta jajaran sivitas akademika dan jajaran pengurus Aliansi BEM Nusantara. Perhelatan ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi berbagai isu kebangsaan menuju Temu Nasional XV mendatang.

Dalam sambutannya, Danang Maharsa mengapresiasi peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan gagasan dan solusi konkret bagi kemajuan bangsa. Ia berpesan agar para peserta menjunjung tinggi kebersamaan serta kerendahan hati saat bertukar pikiran, dengan mengutip filosofi Jawa “Aja Rumangsa Bisa, Nanging Kudu Bisa Rumangsa” yang bermakna jangan merasa paling bisa, melainkan harus bisa mawas diri dan menghargai pandangan orang lain.

“Keberagaman dari berbagai latar belakang kampus justru menjadi kekuatan apabila setiap peserta memiliki kerendahan hati untuk mendengar, keberanian untuk menyampaikan gagasan secara santun, serta kebijaksanaan untuk mencari titik temu demi kepentingan bangsa,” ujar Danang Maharsa.

Ia juga berharap forum ini mampu mencetak kepemimpinan generasi muda yang matang secara intelektual maupun emosional, sehingga sanggup memperkuat sinergi antarmahasiswa di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi menyambut kehadiran para utusan BEM se-Indonesia di kampusnya. Ia menegaskan pentingnya perguruan tinggi menyediakan ruang dialog yang inklusif, terbuka, dan konstruktif bagi dinamika gerakan mahasiswa.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara mahasiswa, pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional,” pungkas Noorhaidi.




Forum Kiai se-Kabupaten Sleman Dorong UNU Yogyakarta Buka Fakultas Kedokteran

Sleman – Forum Kiai se-Kabupaten Sleman menyatukan gagasan strategis untuk mendorong Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta membuka Fakultas Kedokteran. Gagasan dan komitmen bersama tersebut mengemuka dalam forum diskusi yang diikuti oleh sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Lantai V Gedung UNU Yogyakarta pada Senin (27/07/2026).

Diskusi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sleman masa khidmat 2026–2031 terpilih Ariyanto Nugroho, bersama Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Sleman terpilih Ahmad Fatah. Forum ini menjadi wadah penting untuk menghimpun pandangan serta aspirasi para ulama dalam memperluas kontribusi NU di bidang pendidikan tinggi dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Sleman terpilih, Ariyanto Nugroho, menyampaikan bahwa gagasan pendirian Fakultas Kedokteran di UNU Yogyakarta merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Kehadiran pendidikan kedokteran diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi profesional di bidang kesehatan, sekaligus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, etika, integritas, dan kepedulian sosial,” ujar Ariyanto Nugroho.

Dalam mewujudkan rencana tersebut, para tokoh NU menilai perlunya kesiapan akademik, kelembagaan, hingga penguatan jejaring dengan pemerintah, tenaga medis, rumah sakit, dan dunia pendidikan.

Sementara itu, Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Sleman terpilih, Ahmad Fatah, menegaskan bahwa dorongan tersebut harus ditindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata melalui konsolidasi internal dan komunikasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Gagasan ini sekaligus menjadi bagian dari visi jangka panjang untuk memperluas kiprah Nahdlatul Ulama dalam bidang pendidikan dan kesehatan, serta menghadirkan sumber daya manusia profesional yang berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” tutur Ahmad Fatah.

Melalui dukungan moral dan kultural para kiai se-Kabupaten Sleman, pengembangan Fakultas Kedokteran di UNU Yogyakarta diharapkan dapat dipersiapkan secara matang guna memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan dan kemaslahatan umat. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)