PKK Condongcatur Sulap Tempe Jadi Kuliner Modern untuk Dukung Percepatan Penurunan Stunting

Sleman – Tim Penggerak PKK Kalurahan Condongcatur melalui Pokja III menggelar Lomba Memasak Berbahan Dasar Tempe di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Rabu (29/7/2026). Mengusung tema “Cita Rasa Nusantara, Menembus Batas Kuliner Modern”, kegiatan ini menjadi ajang inovasi olahan pangan lokal yang sehat, bergizi, dan bernilai ekonomi.

Sebanyak 18 padukuhan berpartisipasi dalam lomba yang terbagi ke dalam kategori olahan basah dan olahan kering. Para peserta menampilkan beragam kreasi menu berbahan dasar tempe, mulai dari makanan utama hingga camilan modern yang menarik dan ramah bagi anak.

Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu mendorong pemanfaatan pangan lokal sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan stunting.

“Kegiatan ini menjadi media edukasi untuk menghadirkan menu yang bergizi, aman, beragam, dan seimbang dengan memanfaatkan pangan lokal. Harapannya lahir inovasi menu sehat yang dapat diterapkan di setiap keluarga sehingga anak-anak Condongcatur tumbuh sehat dan cerdas,” ujarnya.

Plt. Ketua TP PKK Kalurahan Condongcatur, Maslina Dalimunthe, juga mengapresiasi kreativitas para kader PKK dalam mengolah tempe menjadi sajian yang lebih variatif.

“Tempe merupakan pangan lokal yang kaya gizi. Melalui lomba ini, kita melihat berbagai inovasi olahan yang menarik, memiliki nilai gizi, dan berpotensi disukai anak-anak maupun keluarga,” katanya.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri atas unsur chef, ahli gizi Puskesmas Depok II, dan TP PKK dengan mempertimbangkan aspek kreativitas, cita rasa, nilai gizi, penyajian, kebersihan, serta nilai ekonomis produk.

Berdasarkan hasil penilaian, kategori olahan basah dimenangkan Padukuhan Pringwulung sebagai Juara I, disusul Ngringin dan Dabag. Sementara kategori olahan kering dimenangkan Padukuhan Pondok, diikuti Kentungan dan Gejayan.

Kamituwa Kalurahan Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, menegaskan Pemerintah Kalurahan akan terus mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat yang mendorong pemanfaatan pangan lokal.

Melalui lomba ini, TP PKK Kalurahan Condongcatur berharap masyarakat semakin kreatif mengolah tempe sebagai sumber protein berkualitas untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Selain memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kalurahan Condongcatur. (Wasana / KIM Depok)




KWT Lestari Gempol Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Pangan

Sleman – Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Padukuhan Gempol, Kalurahan Condongcatur, menggelar pertemuan rutin di Rumah Dukuh Gempol, Selasa (28/7/2026). Pertemuan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi program kerja sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam mengembangkan berbagai kegiatan produktif kelompok.

Ketua KWT Lestari Gempol, Sri Asmoroning, mengatakan pertemuan rutin tidak hanya menjadi wadah koordinasi, tetapi juga sarana memotivasi anggota agar terus berkembang dan mandiri.

“Kami berharap seluruh anggota KWT menjadi perempuan yang mandiri, berdaya, dan terus berkembang. Semangat kebersamaan serta kerja sama menjadi kunci keberhasilan dalam membangun kelompok yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sri Asmoroning menjelaskan, berbagai kegiatan budidaya yang dikelola KWT Lestari menunjukkan perkembangan positif. Kubung jamur tiram yang dikelola bersama kini telah berproduksi dan mampu menghasilkan panen setiap hari. Selain itu, tanaman kangkung yang dibudidayakan di lahan sawah kelompok juga telah memasuki masa panen sehingga memberikan manfaat bagi para anggota.

Sementara itu, Dukuh Gempol, Ari Susanti, mengapresiasi konsistensi anggota KWT dalam mengembangkan berbagai kegiatan produktif. Ia mendorong seluruh anggota untuk terus menjaga kekompakan dan semangat dalam mengembangkan potensi kelompok.

Menurutnya, KWT Lestari memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan melalui pengembangan usaha pertanian dan budidaya.

Melalui pertemuan rutin ini, KWT Lestari Gempol diharapkan semakin solid dalam mengembangkan berbagai usaha produktif, memperkuat pemberdayaan perempuan, serta menjadi contoh kelompok masyarakat yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan di tingkat padukuhan.

(Tri Suhartati KIM Depok)




Polsek Gamping Edukasi Siswa SMK Putra Samodera Bijak Bermedia Digital dan Waspadai Jerat Judi Online

Sleman – Judi online tidak hanya mengancam kondisi finansial, namun juga dapat merusak masa depan generasi muda. Kemudahan akses melalui telepon pintar dan berbagai platform digital membuat pelajar menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan edukasi dan penguatan literasi digital agar tidak terjerumus dalam praktik perjudian.

Kanit Binmas Kepolisian Sektor Gamping, Iptu Mamik Susanti, mengingatkan para pelajar untuk tidak menjadikan judi online sebagai jalan pintas memperoleh keuntungan. Pesan tersebut disampaikan di hadapan 43 siswa kelas X SMK Putra Samodera Tahun Ajaran 2026–2027 di Sekolah yang berlokasi di Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (29/7/2026).

Menurut Iptu Mamik, judi online memiliki daya rusak yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Bermula dari rasa penasaran atau sekadar mencoba, seseorang dapat terjebak dalam pola permainan berulang karena tergiur keuntungan instan. Kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi kecanduan yang sulit dikendalikan.

Ia menegaskan, para pelajar harus memahami bahwa keuntungan yang ditawarkan dalam judi online hanyalah umpan. Di balik iming-iming kemenangan, terdapat risiko kerugian yang dapat berdampak panjang terhadap kehidupan seseorang. Ketika mengalami kekalahan, pemain sering kali terdorong untuk kembali bermain dengan harapan mendapatkan kembali uang yang telah hilang.

“Jangan pernah mencoba judi online hanya karena penasaran atau ingin mendapatkan uang dengan cepat. Sekali mencoba bisa menjadi pintu masuk untuk terus bermain. Jangan sampai masa depan kalian rusak hanya karena tergiur keuntungan sesaat,” tandas Iptu Mamik di hadapan para siswa.

Dampak judi online, lanjut dia, juga tidak berhenti pada persoalan kehilangan uang. Ketika seseorang mulai kecanduan, persoalan tersebut dapat memicu konflik dalam keluarga, mengganggu konsentrasi belajar, menurunkan prestasi akademik, hingga memengaruhi hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.

Karena itu, edukasi mengenai bahaya judi online perlu dilakukan secara berkelanjutan, khususnya kepada generasi muda yang sehari-hari dekat dengan teknologi dan media sosial. Penguatan literasi digital diperlukan agar pelajar mampu mengenali konten, iklan, maupun ajakan yang mengarah pada perjudian serta memahami risiko di baliknya.

Senada hal tersebut, Bhabinkamtibmas Banyuraden, Aipda Suyanto mengajak para siswa SMK Putra Samodera untuk berani menolak segala bentuk ajakan judi online dan tidak ikut menyebarkan tautan maupun konten yang berkaitan dengan perjudian. Ia pun mendorong siswa untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif, mengembangkan keterampilan, serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung pendidikan dan merancang masa depan.

“Upaya pencegahan ini membutuhkan keterlibatan bersama antara kepolisian, sekolah, keluarga, dan masyarakat. Lewat edukasi yang konsisten serta pengawasan yang tepat, maka generasi muda memiliki ketahanan diri dalam menghadapi berbagai ancaman di ruang digital. Masa depan pelajar harus dibangun melalui pendidikan, kerja keras, dan prestasi, bukan dipertaruhkan dalam permainan judi online yang berisiko merusak kehidupan,” pungkasnya. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Sarasehan Satlinmas Inti Trihanggo Antisipasi Penipuan Lewat Medsos dan Platform Digital

Sleman – Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) inti se-Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, memperkuat sinergi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa melalui sarasehan yang digelar di Padukuhan Jambon, Selasa malam (28/7/2026). Forum tersebut menjadi ruang koordinasi untuk memperkuat kesiapsiagaan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tingkat kewilayahan.

Sarasehan dinilai penting di tengah dinamika persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Satlinmas sebagai bagian dari unsur perlindungan masyarakat memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah kalurahan menciptakan kondisi lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif. Peran tersebut semakin optimal ketika dibangun melalui koordinasi yang erat dengan unsur TNI dan Polri di tingkat kewilayahan.

Pertemuan yang dihadiri Bhabinkamtibmas Trihanggo, Aiptu Rusmanto dan Babinsa Trihanggo, Serda Beny Noverianto membahas permasalahan berbagai modus penipuan melalui media sosial (Medsos) dan platform digital, serta pemetaan berbagai potensi kerawanan yang dapat muncul di lingkungan masyarakat.

Menurut Aiptu Rusmanto Pembahasan mengenai penipuan di dunia maya dinilai relevan karena perkembangan teknologi informasi telah membuka ruang bagi pelaku kejahatan untuk menggunakan berbagai platform digital dalam menjalankan aksinya. Modus yang digunakan pun semakin beragam, mulai dari pesan atau akun palsu, penyamaran sebagai pihak tertentu, hingga upaya membangun kepercayaan korban sebelum meminta data pribadi maupun sejumlah uang.

Dalam forum tersebut, Aiptu Rusmanto menekankan perlunya memperkuat kewaspadaan masyarakat. Satlinmas sebagai unsur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat kewilayahan diharapkan dapat ikut membantu menyebarluaskan informasi mengenai potensi penipuan digital sekaligus mendorong warga agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang diterima melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

“Masyarakat harus terbiasa melakukan verifikasi sebelum merespons pesan atau informasi yang mencurigakan. Setiap permintaan data pribadi, kode keamanan, transfer uang, maupun tautan yang tidak dikenal perlu dicermati secara hati-hati. Langkah sederhana ini sebagai upaya agar masyarakat tidak menjadi korban kejahatan berbasis digital,” tandasnya di hadapan puluhan satlinmas.

Sementara itu, Serda Beny Noverianto mengajak satlinmas memetakan berbagai potensi kerawanan yang dapat muncul di lingkungan masyarakat. Pemetaan dilakukan dengan memperhatikan perkembangan situasi di masing-masing wilayah sehingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban dapat diantisipasi sejak dini.

Ia menyoroti pentingnya pendekatan deteksi dini karena berbagai persoalan sosial dan keamanan sering kali bermula dari gejala atau informasi yang dianggap sepele. Dengan komunikasi yang aktif antara Satlinmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah kalurahan dan masyarakat, maka potensi kerawanan diharapkan dapat segera dikenali dan ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Informasi yang diperoleh dari masyarakat dapat menjadi bahan untuk menentukan langkah pencegahan, sementara Satlinmas dapat berperan membantu menyampaikan informasi kepada aparat keamanan teritorial dan meningkatkan kewaspadaan warga di lingkungan masing-masing,” terang Serda Beny.

Sinergi Satlinmas dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa menjadi salah satu kunci dalam membangun sistem keamanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Ketiganya dapat saling mendukung dalam melakukan deteksi dini, menyampaikan informasi kewilayahan, serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan secara persuasif sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban yang lebih besar. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




TPK Kalurahan Condongcatur Intensif Dampingi Keluarga Sasaran Cegah Stunting

Sleman – Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kalurahan Condongcatur terus berkomitmen mendampingi keluarga sasaran sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting. Pendampingan menyasar calon pengantin (catin), ibu hamil, ibu pascapersalinan, serta anak di bawah dua tahun (baduta) melalui edukasi dan pemantauan secara berkala.

Salah satu kegiatan pendampingan dilaksanakan oleh TPK I Padukuhan Gempol pada Selasa (28/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, tim memberikan edukasi kepada keluarga sasaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan, memenuhi kebutuhan gizi, menerapkan pola asuh yang tepat, serta memantau tumbuh kembang anak sesuai tahapan usianya.

Bidan Evy Ernawati, dosen STIKES Guna Bangsa yang juga merupakan anggota TPK Padukuhan Gempol, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan secara rutin setiap bulan sebagai bentuk komitmen TPK dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.

“Melalui pendampingan ini, sasaran mendapatkan edukasi dan pendampingan sesuai kebutuhannya agar kesehatan ibu dan anak tetap terjaga, sehingga diharapkan mampu mencegah terjadinya stunting sejak dini,” ujarnya.

Selain memberikan edukasi, TPK juga melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan keluarga dan memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing sasaran. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi dan pola pengasuhan yang optimal sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia dua tahun.

Salah seorang penerima manfaat, Retha, mengaku merasa terbantu dengan pendampingan yang dilakukan secara rutin oleh TPK.

“Saya merasa senang dan diperhatikan karena rutin dikunjungi oleh TPK. Edukasi yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami dalam menjaga kesehatan keluarga,” tuturnya.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, TPK Kalurahan Condongcatur berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan keluarga semakin meningkat. Dengan sinergi antara tenaga kesehatan, kader, dan keluarga sasaran, upaya pencegahan stunting diharapkan dapat berjalan lebih optimal sehingga terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Tri Suhartati KIM Depok)