Forum Reformasi Birokrasi Kalurahan Perkuat Budaya SATRIYA dan Nilai Kepamongan

Sleman – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIY menggelar Forum Komunikasi Penyelenggaraan Reformasi Birokrasi Kalurahan bertema “Budaya Pemerintahan SATRIYA dan Keistimewaan Pamong Jogja” di Grage Business Hotel Yogyakarta, Kamis (30/7/2026).

Forum ini menjadi wadah penguatan implementasi reformasi birokrasi berbasis nilai budaya dan keistimewaan DIY. Peserta berasal dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) empat kabupaten, para panewu, serta lurah perwakilan kalurahan. Dari Kabupaten Sleman hadir Kepala DPMK Kabupaten Sleman, Panewu Berbah, Sleman, Depok, Gamping, dan Godean, serta Lurah Sidoarum, Balecatur, Condongcatur, Triharjo, dan Kalitirto.

Penelaah Teknis Kebijakan, R.Y. Retno Yuni Wulandari mewakilan Kepala DPMKKPS DIY dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa reformasi birokrasi kalurahan tidak hanya berfokus pada pembenahan tata kelola pemerintahan, tetapi juga penguatan karakter aparatur melalui nilai-nilai budaya Yogyakarta. Tujuannya adalah mewujudkan pemerintahan kalurahan yang profesional, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Materi pertama disampaikan Widyaiswara Utama Badan Pendidikan dan Pelatihan DIY, Eko Yayuk W., yang menjelaskan Budaya Pemerintahan SATRIYA sebagai landasan budaya kerja aparatur. Menurutnya, nilai-nilai SATRIYA yang berakar pada filosofi Hamemayu Hayuning Bawana diwujudkan melalui karakter aparatur yang selaras, berakhlak, menjadi teladan, rela melayani, inovatif, percaya diri, dan profesional.

“Budaya SATRIYA bukan sekadar slogan, tetapi pedoman perilaku aparatur dalam memberikan pelayanan yang berintegritas dan profesional,” ujar Eko.

Materi berikutnya disampaikan Sekretaris Pawiyatan Pamong Yogyakarta, Fajar Sudarwo mengenai konsep Keistimewaan Pamong Jogja. Ia menjelaskan bahwa pamong tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga berperan sebagai pelayan, pembimbing, dan penggerak pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai kepamongan menjadi modal penting dalam membangun pemerintahan kalurahan yang humanis, partisipatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui forum ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai penerapan reformasi birokrasi yang berpijak pada Budaya Pemerintahan SATRIYA dan nilai kepamongan. Selain itu, forum menjadi sarana berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi antar pemerintah kabupaten, kapanewon, dan kalurahan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik. (Wasana / KIM Depok)




RS Condong Catur Perkuat Budaya Hidup Sehat melalui Jalan Santai dan Aksi Bersih

Sleman – Rumah Sakit (RS) Condong Catur menggelar kegiatan Jalan Santai dan Aksi Bersih Lingkungan bertema Sehat Bersama, Lingkungan Terjaga pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen rumah sakit dalam membangun budaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Kegiatan diikuti seluruh jajaran manajemen dan karyawan RS Condong Catur. Diawali dengan jalan santai mengelilingi kawasan sekitar rumah sakit, peserta kemudian melaksanakan aksi bersih lingkungan dengan memungut sampah di sepanjang rute yang dilalui sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Direktur RS Condong Catur, dr. Erna Efiani, mengatakan rumah sakit tidak hanya berperan memberikan pelayanan medis, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun budaya hidup sehat dan menjaga lingkungan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan budaya hidup sehat di kalangan karyawan sekaligus mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan. Rumah sakit harus menjadi contoh dalam menciptakan lingkungan yang sehat,” ujarnya.

Menurut dr. Erna, aktivitas fisik seperti berjalan kaki dan menjaga kebersihan lingkungan merupakan langkah sederhana yang bermanfaat bagi kesehatan fisik maupun mental. Selain meningkatkan kebugaran, kegiatan tersebut juga mempererat kebersamaan dan sinergi antarpegawai sehingga berdampak positif terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan, sejalan dengan transformasi layanan kesehatan yang menekankan pentingnya pencegahan penyakit dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Selama aksi berlangsung, seluruh peserta diajak menerapkan prinsip tanggung jawab terhadap lingkungan dengan mengumpulkan sampah yang ditemukan di sepanjang jalur jalan santai. Langkah sederhana tersebut menjadi pesan bahwa menciptakan lingkungan yang bersih merupakan tanggung jawab bersama, dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin rumah sakit. Dengan tubuh yang sehat, lingkungan yang bersih, dan kerja sama yang solid, kami dapat memberikan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas kepada masyarakat,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, RS Condong Catur berharap budaya hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan dapat terus tumbuh, baik di lingkungan rumah sakit maupun di tengah masyarakat, sehingga mendukung terciptanya pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas. (Wasana / KIM Depok)




Sidoluhur Perkuat Gerakan Pilah Sampah untuk Dukung Sleman Tuntas Sampah 2029

Sleman – Pemerintah Kalurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, terus menunjukkan komitmennya mendukung program Sleman Tuntas Sampah 2029 melalui sosialisasi pengelolaan sampah di tingkat padukuhan. Meski menghadapi kebijakan efisiensi anggaran, Kalurahan Sidoluhur tetap mengalokasikan Dana Desa untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat.

Sosialisasi dilaksanakan secara bertahap di 13 dari 15 padukuhan, dimulai pada Kamis (30/7/2026) di Pendopo Kalurahan Sidoluhur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya, yaitu rumah tangga.

Pertemuan perdana ini diikuti oleh tokoh masyarakat Padukuhan Pandean dan Kragilan. Pada kesempatan tersebut, Lurah Sidoluhur, Henawan Zudanto mengajak warga membiasakan memilah sampah sehingga hanya sampah residu yang dikirim ke fasilitas pengolahan.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Jika masyarakat terbiasa memilah sampah, maka yang dibawa ke insinerator hanya sampah residu. Inilah kunci mewujudkan pengelolaan sampah mandiri di Kalurahan Sidoluhur,” ujarnya.

Henawan menjelaskan, Kalurahan Sidoluhur telah memiliki fasilitas pengolahan sampah berupa insinerator yang dikelola BUMKal Luhur Sembada sejak 2024. Keberadaan fasilitas tersebut membantu mengurangi volume sampah, namun keberhasilannya sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam melakukan pemilahan dari rumah.

Ia berharap gerakan pengelolaan sampah dapat berkembang mulai dari tingkat RT, RW, hingga padukuhan sehingga tercipta sistem pengelolaan sampah mandiri di seluruh wilayah Sidoluhur.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kalurahan Sidoluhur bersama BUMKal Luhur Sembada akan memberikan insentif bagi warga yang aktif memilah sampah.

“Semakin baik masyarakat memilah sampah, kami akan mendorong penurunan tarif jasa pengambilan sampah. Ini merupakan bentuk penghargaan atas partisipasi warga dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih,” tandas Henawan.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kalurahan Sidoluhur berharap kesadaran masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah terus meningkat sehingga target Sleman Tuntas Sampah 2029 dapat terwujud dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.  (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Kalurahan Tamanmartani Gelar Pelatihan Macapat untuk Perkuat Ketahanan Budaya

Sleman – Pemerintah Kalurahan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, menyelenggarakan pelatihan macapat bagi pamong kalurahan sebagai upaya memperkuat ketahanan budaya. Kegiatan yang akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan ini dimulai pada Kamis malam (30/7/2026) di Balai Budaya Tamanmartani.

Carik Tamanmartani, Tomi Nugraha mengatakan pelatihan ini bertujuan memperluas pelestarian seni macapat yang selama ini baru diikuti sebagian masyarakat. Menurutnya, Tamanmartani telah memiliki sarana yang memadai untuk pengembangan budaya, seperti Balai Budaya dan perangkat gamelan perunggu laras slendro dan pelog yang didukung Dana Keistimewaan DIY.

“Fasilitas yang tersedia cukup representatif untuk mendukung kegiatan pelestarian dan pengembangan seni budaya, termasuk macapat,” ujar Tomi.

Ia menambahkan, Pemerintah Kalurahan juga telah mengalokasikan anggaran melalui kegiatan Kamituwa sehingga pelatihan dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan.

Sementara itu, Kamituwa Tamanmartani, Awan Parades menjelaskan bahwa peserta pelatihan tahap awal berasal dari pamong, staf kalurahan, dan para dukuh. Ke depan, kegiatan ini akan diperluas dengan melibatkan pengurus lembaga kemasyarakatan serta generasi muda, termasuk Karang Taruna.

Menurut Awan, pelatihan macapat tidak hanya bertujuan melestarikan seni tradisi, tetapi juga menjadi media untuk mempelajari dan menghayati nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tembang karya para pujangga.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat, terutama generasi muda, semakin mencintai dan melestarikan budaya Jawa sebagai bagian dari identitas daerah,” katanya.

Pengurus Paguyuban Macapat Tamanmartani, LB Surojo menyambut baik inisiatif tersebut. Ia berharap ke depan pelatihan juga didukung lebih banyak kelompok karawitan agar pelaksanaan macapat yang diiringi gamelan dapat berlangsung lebih optimal.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Kalurahan Tamanmartani dalam mendukung Desa Mandiri Budaya melalui pelestarian, pengembangan, dan perlindungan bahasa serta sastra Jawa. (Tri Joko S/KIM Kalasan Bersahabat)




Kapanewon Gamping Apresiasi Pegawai Teladan, Dorong Budaya Kerja Disiplin

Sleman – Pemerintah Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, memberikan penghargaan kepada pegawai terajin sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dalam menjaga kedisiplinan, ketekunan, dan komitmen menjalankan tugas pelayanan publik. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh aparatur untuk meningkatkan kinerja sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Penghargaan pegawai terajin bulan Juni 2026 diserahkan langsung oleh Panewu Gamping, Suyanto, kepada Analis Tata Praja pada Jawatan Keamanan Kapanewon Gamping, Ariyanti Saputri, saat apel pagi, Kamis (30/7/2026). Penyerahan penghargaan tersebut disaksikan Panewu Anom Gamping, Kurnia Astuti, beserta seluruh kepala jawatan dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kapanewon Gamping.

Pemberian penghargaan ini menjadi salah satu bentuk perhatian pimpinan terhadap dedikasi pegawai yang menunjukkan konsistensi dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Apresiasi tersebut tidak hanya dimaknai sebagai penghargaan secara personal, melainkan sebagai pengakuan terhadap sikap disiplin dan tanggung jawab yang menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja aparatur pemerintahan.

Panewu Gamping, Suyanto menilai penghargaan kepada pegawai terajin penting untuk membangun iklim kerja yang positif di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, pegawai yang memiliki kedisiplinan dan etos kerja baik perlu mendapatkan apresiasi agar semangat tersebut dapat menular dan menjadi motivasi bersama bagi seluruh jajaran.

Menurut Suyanto, dalam penyelenggaraan pemerintahan, kualitas pelayanan publik sangat dipengaruhi oleh profesionalisme aparatur yang berada di garis depan pelayanan masyarakat. Karena itu, kedisiplinan, ketepatan waktu, ketekunan, serta kesungguhan dalam menyelesaikan pekerjaan merupakan nilai penting yang perlu terus dipelihara dan diperkuat.

“Penghargaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap pegawai memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan organisasi. Sekecil apa pun tugas yang dijalankan, ketika dilaksanakan secara konsisten, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, akan memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan pemerintahan,” tandasnya.

Sementara itu, Kurnia Astuti selaku Panewu Anom Gamping menambahkan bahwa apresiasi terhadap pegawai berprestasi dapat menjadi instrumen untuk membangun budaya kompetitif yang sehat.

“Setiap aparatur didorong untuk meningkatkan kapasitas dan kinerja bukan semata-mata demi memperoleh penghargaan, melainkan sebagai bagian dari komitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Keterlibatan Panewu Anom, para kepala jawatan, dan seluruh pegawai dalam momentum tersebut turut memperkuat pesan bahwa penghargaan merupakan bagian dari upaya membangun kebersamaan dalam organisasi. Prestasi individu diharapkan dapat menjadi energi positif yang mendorong peningkatan kinerja kolektif seluruh jajaran Pemerintah Kapanewon Gamping.

Melalui pemberian penghargaan secara konsisten dan objektif, Pemerintah Kapanewon Gamping diharapkan dapat terus menumbuhkan budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Apresiasi kepada Ariyanti Saputri menjadi salah satu langkah sederhana namun strategis untuk mendorong seluruh pegawai agar senantiasa memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung terwujudnya pelayanan publik yang prima bagi masyarakat. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)