KPOTI Moyudan Resmi Terbentuk, Siap Lestarikan Permainan Tradisional Gobak Sodor di Sleman

Sleman – Kapanewon Moyudan resmi membentuk pengurus Komite Permainan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) tingkat kapanewon pertama di Kabupaten Sleman. Kehadiran kepengurusan baru tersebut disampaikan jajaran pengurus saat menggelar audiensi bersama Pemerintah Kapanewon Moyudan di Kantor Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, pada Senin (27/07/2026).
Ketua KPOTI Moyudan, Hanung Dwi Nugroho, yang hadir didampingi pengurus Nur Cahyo Prasetya Budi Utama, Wijang Wahyu Wiwoho, dan Sugiyanto, menjelaskan bahwa pembentukan struktur kepengurusan ini digagas usai mengikuti pelatihan wasit permainan tradisional yang diselenggarakan oleh KPOTI Kabupaten Sleman.
“KPOTI Moyudan terbentuk Juli 2026. Berawal dari pelatihan wasit permainan tradisional yang digelar KPOTI Sleman. Dari empat peserta asal Moyudan dan satu pengurus KPOTI Sleman yang juga dari Moyudan, kami berinisiatif membentuk pengurus. Kami baru satu-satunya KPOTI di tingkat kapanewon yang berdiri di Sleman,” ujar Hanung Dwi Nugroho.
Sebagai langkah awal gebrakan organisasi, KPOTI Moyudan berencana menggelar kejuaraan gobak sodor antar-Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kapanewon Moyudan pada Sabtu, 22 Agustus 2026 mendatang. Kompetisi tersebut ditargetkan diikuti sebanyak 40 regu peserta untuk memperebutkan Piala Bergilir Bupati Sleman.
Panewu Moyudan, Muhammad Arif Rahman, menyambut hangat dan memberikan dukungan penuh atas terbentuknya kepengurusan KPOTI pertama di tingkat kapanewon tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan lomba permainan tradisional sangat selaras dengan arahan Bupati Sleman untuk menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia secara sederhana namun sarat makna kebersamaan.
“Lomba gobak sodor semoga menjadi nuansa baru bagi masyarakat Moyudan. Semoga bisa menjadi contoh kapanewon lainnya. Permainan tradisional merupakan permainan yang menggembirakan dan sebagai reduksi positif yang harus kita pertahankan untuk memperkenalkan kembali kepada generasi muda,” tutur Muhammad Arif Rahman.
Ia juga menekankan kepada jajaran panitia agar mematangkan seluruh persiapan teknis dengan memprioritaskan keselamatan peserta, ketertiban, serta sifat inklusivitas acara, sehingga perhelatan olahraga tradisional ini mampu membangkitkan nostalgia sekaligus melestarikan nilai-nilai kebudayaan lokal di tengah masyarakat. (Giek/KIM Moyudan)



