Warga Daplokan Bentuk KPSM Demi Wujudkan Pengelolaan Sampah Mandiri

Sleman – Mangkraknya operasional Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) Resik di Padukuhan Daplokan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, mendorong masyarakat setempat mengambil langkah cepat. Melalui musyawarah warga yang digelar di kediaman Jamaludin, RT 3 RW 17 Padukuhan Daplokan, pada Sabtu (25/07/2026), warga bersepakat membentuk Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) sebagai solusi konkret mengatasi permasalahan sampah rumah tangga di wilayah setempat.
Forum musyawarah tersebut dihadiri oleh Dukuh Daplokan, pengurus RW 17, para ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan Karang Taruna, serta Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) Kapanewon Seyegan sebagai narasumber.
Dukuh Daplokan, Koko Dewanto, menjelaskan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman telah secara resmi menutup operasional TPS3R Resik sejak 26 Juni 2026 akibat tata kelola yang tidak berjalan sesuai prosedur standar.
“DLH resmi menutup operasional TPS3R Resik Daplokan karena pengelolaan sampahnya tidak dilakukan oleh pengurus. Sampah hasil pengambilan dari warga tidak dipilah dan terus menumpuk hingga akhirnya lokasi tersebut harus ditutup. DLH sudah dua kali memberikan surat peringatan yang tidak direspons. Akhirnya dilakukan penutupan dan dipasang banner larangan membuang sampah beserta ancaman sanksinya,” ujar Koko Dewanto.
Sementara itu, Petugas Pendamping Pengelolaan Sampah (P3S) Kapanewon Seyegan, Sutarto Agus, memaparkan bahwa timbunan sampah di Kabupaten Sleman yang mencapai lebih dari 500 ton per hari membutuhkan intervensi langsung dari tingkat tapak. Pembentukan KPSM seperti bank sampah maupun gerakan sedekah sampah dipandang sebagai instrumen krusial untuk menekan volume sampah sejak dari sumbernya.
“Peran KPSM sangat penting untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST. Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga, agar target Sleman Tuntas Sampah 2029 dapat tercapai. Karang Taruna akan sangat membantu dalam pendataan sampah terkelola melalui aplikasi Siosestu. Saya juga siap mendampingi masyarakat mulai dari pemilahan sampah hingga mencarikan pengepul yang akan membeli sampah hasil pemilahan warga,” kata Sutarto Agus.
Melalui pembentukan KPSM dan pelibatan generasi muda serta kaum ibu, warga Padukuhan Daplokan berharap pembersihan tumpukan sampah di lokasi TPS3R dapat segera dituntaskan, sekaligus menjadi fondasi awal untuk mengaktifkan kembali fungsi TPS3R Resik secara lebih profesional dan berkelanjutan. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)



