Jafar Berkah, Inovasi Disdukcapil Sleman Dekatkan Pelayanan Adminduk ke Masyarakat

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat inovasi pelayanan publik proaktif guna mempermudah akses masyarakat dalam kepemilikan dokumen kependudukan. Salah satu langkah konkrit ditunjukkan melalui pelaksanaan program Jafar Berkah (Pelayanan Jemput Bola Menjelang Safari Sholat Jumat Bupati bersama Anggota Forkopimda) yang bertempat di Masjid Al Mukarom, Padukuhan Salakan, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Jumat (24/07/2026).

Program jemput bola yang diintegrasikan dengan agenda rutin Safari Jumat Bupati Sleman tersebut diselenggarakan untuk memberikan kemudahan bagi warga sekitar dalam mengurus berbagai dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor dinas.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sleman, Arifin, menyampaikan bahwa program ini mengusung prinsip pelayanan yang mendatangi masyarakat di pusat-pusat aktivitas warga.

“Melalui Jafar Berkah, kami menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan secara langsung di lokasi Safari Sholat Jumat. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi maupun mengurus berbagai kebutuhan dokumen kependudukan sesuai dengan layanan yang tersedia. Kehadiran pelayanan jemput bola diperlukan untuk memastikan setiap warga mendapatkan kemudahan dalam mengakses dokumen administrasi kependudukan,” ujar Arifin.

Ia menegaskan bahwa kelengkapan dokumen kependudukan merupakan hak dasar warga yang menjadi syarat utama untuk mengakses berbagai pelayanan publik lainnya, seperti kesehatan, pendidikan, hingga bantuan sosial.

Sementara itu, Panewu Gamping, Suyanto, mengapresiasi terobosan ini sebagai perubahan paradigma pelayanan publik yang semakin proaktif dan responsif terhadap kebutuhan warga yang memiliki keterbatasan waktu maupun akses.

“Kehadiran Jafar Berkah dalam rangkaian Safari Sholat Jumat di Masjid Al Mukarom menjadi bukti bahwa inovasi pelayanan publik dapat dilakukan dengan pendekatan sederhana namun berdampak nyata,” kata Suyanto.

Melalui hadirnya program Jafar Berkah, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib administrasi kependudukan semakin meningkat sekaligus mewujudkan tata kelola data kependudukan yang akurat dan valid. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Gelar PKAT Balita Usia 6 Bulan, Puskesmas Depok II Perkuat Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak

Sleman – Puskesmas Depok II menyelenggarakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) bagi balita usia 6 bulan di Aula Puskesmas Depok II, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Jumat (24/07/2026). Kegiatan yang diikuti oleh 13 balita beserta orang tua tersebut digelar sebagai upaya mendeteksi secara dini kondisi kesehatan, pertumbuhan, serta perkembangan anak sejak usia balita.

Dalam kegiatan tersebut, tim tenaga kesehatan memberikan pelayanan kesehatan komprehensif yang mencakup pemeriksaan fisik, pengukuran pertumbuhan, pemantauan perkembangan motorik, hingga evaluasi pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Selain mendapatkan pemeriksaan medis, para orang tua juga menerima edukasi interaktif mengenai pemenuhan gizi seimbang, stimulasi tumbuh kembang, dan pola perawatan bayi sesuai tahapan usianya.

Pengampu kegiatan PKAT, Erna Widyaningsih, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala bagi anak usia 6 bulan merupakan langkah krusial untuk mengidentifikasi potensi gangguan tumbuh kembang secara lebih awal.

“Melalui kegiatan PKAT ini, kami berharap kondisi kesehatan serta tumbuh kembang balita dapat dipantau sejak dini. Apabila ditemukan adanya penyimpangan atau permasalahan, maka dapat segera dilakukan tindak lanjut dan penanganan yang tepat sehingga anak memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Erna Widyaningsih.

Melalui penyelenggaraan PKAT secara berkesinambungan, Puskesmas Depok II berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan anak sekaligus memperkuat sinergi dengan para orang tua demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (Tri Suhartati/KIM Depok)




Hadiri Safari Jumat di Trihanggo, Wakil Bupati Tekankan Pentingnya Silaturahmi dan Jaga Warga

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menyelenggarakan agenda Safari Jumat sebagai sarana mempererat komunikasi publik sekaligus mendekatkan pelayanan kepada warga. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, tersebut bertempat di Masjid Al Mukarom, Padukuhan Salakan, Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Jumat (24/07/2026).

Agenda rutin ini diselenggarakan sebagai wadah silaturahmi substantif dan ruang dialog interaktif antara jajaran pemerintah daerah dan masyarakat. Melalui perjumpaan langsung ini, Pemkab Sleman berupaya menyerap aspirasi warga serta memastikan terciptanya kondisi wilayah yang aman dan kondusif.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa Safari Jumat memiliki makna mendalam untuk menjaga kerukunan sesama warga tanpa terhalang sekat kedudukan sosial maupun jabatan formal.

“Safari Jumat harus dimaknai lebih dari sekadar agenda seremonial belaka. Jabatan di pemerintahan adalah amanah yang ada batasnya, sehingga kebersamaan, rasa empati, dan kerukunan antarwarga harus selalu diletakkan di atas segala status sosial. Sikap rendah hati dan semangat tepo seliro harus terus hidup dalam keseharian masyarakat,” ujar Danang Maharsa.

Selain menekankan pentingnya nilai-nilai kebersamaan, Danang Maharsa turut mengimbau warga Padukuhan Salakan untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan melalui penguatan peran Jaga Warga serta senantiasa membudayakan tradisi tabayun dalam menyaring informasi.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kemakmuran tempat ibadah dan kesejahteraan masyarakat sekitar, Pemkab Sleman bersama instansi terkait menyerahkan bantuan gotong royong senilai total Rp22,56 juta untuk Masjid Al Mukarom yang dihimpun dari BAZNAS Kabupaten Sleman, BPD DIY, PDAM, Bank Sleman, Bank Sleman Syariah, Kemenag Sleman, Kapanewon Gamping, Kalurahan Trihanggo, serta infak jemaah. Pada kesempatan yang sama, disalurkan pula santunan bagi dua orang warga yang membutuhkan melalui alokasi dana ZIS Kapanewon Gamping.

Melalui Safari Jumat ini, Pemkab Sleman berharap Masjid Al Mukarom tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah, tetapi juga menjadi pusat peradaban dan pembinaan kegiatan positif bagi generasi muda di wilayah setempat. (Humas Sleman)




Gubernur DIY Resmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto di Kalurahan Trimulyo

Sleman – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, didampingi Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dan Ketua Yayasan De Britto, Romo Pitoyo, meresmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto di Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, pada Jumat (24/07/2026).

Pembangunan fasilitas pendidikan terbuka tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran lintas disiplin yang memfasilitasi riset, pengabdian masyarakat, pembinaan kepemimpinan, hingga refleksi pembentukan karakter peserta didik. Ketua Yayasan De Britto, Romo Pitoyo, menjelaskan bahwa laboratorium alam ini dibangun dengan filosofi mendalam sebagai ruang yang aktif membentuk kepribadian siswa.

“Laboratorium alam dibangun dengan filosofi sebagai ruang membentuk orang. Ruang tidak hanya berfungsi sebagai wadah pasif, tetapi juga menjadi entitas yang mampu membentuk perilaku, pola pikir, emosi, hingga identitas seseorang,” ujar Romo Pitoyo.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan pentingnya ketersediaan sarana pembentukan karakter di tengah melesatnya era kecanggihan teknologi. Menurutnya, pendidikan merupakan tanggung jawab kolektif yang tidak boleh berhenti pada pencapaian akademis semata.

“Pintar saja tidak cukup, namun diperlukan pembentukan karakter bagi manusia. Saat ini kita dihadapkan pada perkembangan teknologi AI yang serba cepat, tetapi AI tidak bisa melatih manusia menghadapi kegagalan dan kegelisahan yang menyertai proses berpikir,” tegas Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut positif hadirnya fasilitas pembelajaran berbasis alam ini sebagai sarana pendidikan kontekstual (experiential learning) yang mendekatkan siswa pada lingkungan hidup.

“Laboratorium alam dirancang sebagai ruang belajar terbuka yang memungkinkan peserta didik berinteraksi langsung dengan alam. Melalui pendekatan experiential learning, para siswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan,” tutur Harda Kiswaya.




Peringatan HUT ke-64 PWRI, Bupati Harda Kiswaya Tekankan Pentingnya Sinergi Pemkab dan Para Purna Tugas

Sleman – Bupati Sleman, Harda Kiswaya, secara resmi melepas ratusan peserta jalan sehat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sleman. Kegiatan olahraga massal tersebut berlangsung meriah di Lapangan Pemerintah Kabupaten Sleman pada Jumat (24/07/2026).

Dalam arahannya, Bupati Sleman menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh anggota PWRI atas rekam jejak dedikasi serta pengabdian yang tak terputus, baik saat masih aktif sebagai aparatur negara maupun setelah memasuki masa purna tugas.

“PWRI merupakan wadah yang sangat strategis dalam menjaga semangat kebersamaan dan pengabdian para purna tugas. Kami meyakini, pengalaman, kebijaksanaan, serta keteladanan para anggota PWRI merupakan aset berharga bagi pembangunan Kabupaten Sleman,” ujar Harda Kiswaya.

Ia menegaskan bahwa sumbangsih pemikiran, keteladanan, dan masukan konstruktif dari para pensiunan PNS tersebut masih sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman guna mempercepat pembangunan daerah.

“Kami berharap PWRI terus menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan Sleman yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. Semangat pengabdian tidak berhenti ketika memasuki masa pensiun, namun justru semakin matang dalam memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” tutur Harda Kiswaya.

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan HUT PWRI Sleman, Sudaryo, melaporkan bahwa semarak peringatan tahun ini diisi dengan beragam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, antara lain donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar UMKM, senam bersama, jalan sehat, hingga penyaluran bantuan sosial.

“Semua ini menjadi bukti bahwa di usia yang matang, semangat kreativitas dan melestarikan budaya dari para wredatama tidak pernah surut,” kata Sudaryo.

Rangkaian peringatan HUT ke-64 PWRI Kabupaten Sleman tersebut dilanjutkan dengan acara resepsi puncak yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Sabtu (25/07/2026) guna mempererat tali silaturahmi serta memperkuat keharmonisan antara purna tugas, pemerintah, dan masyarakat luas.