Perkuat Budaya Literasi, Diskominfo DIY Hibahkan Buku kepada KIM Depok Raya

Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY menghibahkan sejumlah buku kepada Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Depok Raya, Kabupaten Sleman, pada Kamis (23/7/2026).

Buku tersebut diserahkan dalam kegiatan penguatan literasi bermedia masyarakat Jogja yang berlangsung di Aula Kresna, Kantor Kominfo DIY, sebagai upaya mendorong budaya membaca sekaligus memperkuat literasi masyarakat.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo DIY, Riris Puspita Wijaya Kridaningrat, mengatakan budaya baca perlu terus ditumbuhkan sebagai fondasi dalam meningkatkan literasi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan informasi digital.

“Kami berharap buku-buku ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperkaya wawasan, menumbuhkan minat baca, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami dan menyampaikan informasi yang benar,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan bahan bacaan yang berkualitas dapat mendukung peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat peran komunitas informasi sebagai mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi publik yang akurat dan edukatif.

Melalui hibah buku ini, Riris berharap budaya baca terus tumbuh di lingkungan komunitas informasi sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Sleman.

Hibah buku tersebut diterima Sekretaris KIM Depok Raya, Athiful Khoiri, untuk dimanfaatkan sebagai koleksi bacaan dan referensi bagi anggota komunitas dalam mengembangkan budaya literasi serta meningkatkan kapasitas pengelolaan informasi. (Athiful/KIM Depok)




Pemkal Condongcatur dan Universitas AMIKOM Yogyakarta Perkuat Kompetensi Pendidik PAUD

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur berkolaborasi dengan Universitas AMIKOM Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Pendidik PAUD bertema “Pemanfaatan Media Digital dalam Mendukung Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (23–24/7/2026), tersebut diikuti 40 pendidik PAUD se-Kalurahan Condongcatur.

Pembukaan kegiatan dilaksanakan di Kampus Universitas AMIKOM Yogyakarta, Kamis (23/7/2026), dan dihadiri Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto, Carik Condongcatur, Riska Dian Nur Lestari, Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, serta perwakilan LPPM Universitas AMIKOM Yogyakarta, Rizqi Sukma Kharisma.

Dalam sambutannya, Rizqi menyampaikan bahwa Universitas AMIKOM Yogyakarta terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah, lembaga, maupun masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui LPPM, Universitas AMIKOM siap mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui penyediaan tenaga ahli, narasumber, fasilitas laboratorium komputer, ruang pembelajaran, serta pendampingan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto mengapresiasi kerja sama tersebut sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pendidik PAUD.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas AMIKOM Yogyakarta atas kerja sama yang terjalin. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensi. Dengan semangat belajar dan dukungan perguruan tinggi, saya optimistis kualitas layanan PAUD di Condongcatur akan semakin baik,” kata Budi.

Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam menambahkan Pemerintah Kalurahan Condongcatur berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi dan kualifikasi akademik para pendidik PAUD. Menurutnya, peningkatan kapasitas pendidik menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Workshop tersebut mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Peserta mendapatkan materi pemanfaatan media digital, praktik pembuatan media pembelajaran sederhana, serta pendampingan di Laboratorium Komputer Universitas AMIKOM Yogyakarta.

Selain itu, para pendidik dibimbing merancang kegiatan bermain yang mendukung pengembangan nilai agama dan budi pekerti, sosial emosional, literasi, numerasi, kreativitas, serta keterampilan sosial anak.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Paguyuban PAUD Condongcatur, dan Universitas AMIKOM Yogyakarta. Melalui sinergi tersebut, diharapkan pendidik PAUD semakin profesional, kreatif, inovatif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran yang efektif untuk mendukung tumbuh kembang anak. (Wasana / KIM Depok)




Kapanewon Depok Perkuat Sinergi Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan

Sleman – Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, memperkuat komitmen dalam mempercepat penanganan dan penanggulangan kemiskinan di wilayahnya. Komitmen tersebut disampaikan Panewu Depok, Rakhmat Harinawan dalam rapat koordinasi dan sosialisasi program penanggulangan kemiskinan tingkat kapanewon yang digelar di Kapanewon Depok, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pemerintah kalurahan, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam arahannya, Rakhmat menekankan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial yang bersifat konsumtif. Menurutnya, penanganan kemiskinan perlu diarahkan pada penguatan pemberdayaan ekonomi agar masyarakat mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan secara berkelanjutan.

“Bantuan sosial memang penting sebagai jaringan pengaman, tetapi kunci utama untuk mengentaskan kemiskinan adalah melalui pemberdayaan. Kita ingin warga tidak hanya dibantu untuk bertahan hidup, tetapi juga didorong agar mampu mandiri secara ekonomi,” ujar Rakhmat.

Dalam rapat tersebut, terdapat tiga strategi utama yang menjadi fokus penanggulangan kemiskinan di wilayah Kapanewon Depok.

Pertama, meningkatkan akurasi data penerima manfaat melalui pembaruan dan validasi data secara berkala di tingkat kalurahan, meliputi Kalurahan Caturtunggal, Condongcatur, dan Maguwoharjo. Langkah ini diperlukan untuk memastikan program bantuan dan intervensi pemerintah diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Kedua, memperkuat pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan UMKM dan pelatihan kerja. Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong pelatihan kewirausahaan, membuka akses permodalan bagi usaha mikro, serta meningkatkan pendampingan pemasaran, termasuk pemanfaatan platform digital, bagi keluarga penerima manfaat.

Ketiga, memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah kapanewon mendorong keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), perguruan tinggi, lembaga amil zakat, serta berbagai pihak terkait lainnya untuk mempercepat upaya pengentasan kemiskinan secara bersama-sama.

Rakhmat juga mengimbau para dukuh, ketua RT/RW, dan pamong kalurahan untuk aktif memantau kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah masing-masing.

“Langkah ini penting agar warga yang membutuhkan dapat segera teridentifikasi dan memperoleh penanganan yang sesuai,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan, Kapanewon Depok optimistis upaya penanggulangan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif, sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. (Lidya / Kim Depok)




Kalurahan Margorejo Salurkan BLT Dana Desa Tahap Ketujuh kepada 14 KPM

Sleman — Pemerintah Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap penyaluran ketujuh kepada 14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Kamis (23/7/2026).

Penyaluran bantuan berlangsung di Kantor Kalurahan Margorejo dan dilaksanakan secara transparan dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan desa. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa dalam menjaga daya tahan ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi.

Secara simbolis, bantuan diserahkan oleh Kamituwa Margorejo, Anwar Ihsani didampingi Carik Margorejo, Ariyanto Wibowo, perwakilan Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal), Ardhian Dwi Putranto, Tenaga Pendamping Sosial Desa (TPSD), Iwan Wismantoro.

Kamituwa Margorejo, Anwar Ihsani menegaskan bahwa BLT Dana Desa merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara bijaksana untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Pemerintah kalurahan terus berupaya memastikan penyaluran berjalan tepat sasaran, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga, terutama bagi kelompok rentan.

Sementara itu, Tenaga Pendamping Sosial Desa, Iwan Wismantoro menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, pendamping sosial, dan masyarakat agar setiap program perlindungan sosial dapat berjalan optimal.

“Pendampingan tidak berhenti pada proses penyaluran. Kami juga terus melakukan pemantauan dan memastikan keluarga penerima memperoleh akses terhadap berbagai program pemberdayaan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraannya secara bertahap,” katanya.

Program BLT Dana Desa merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat jaring pengaman sosial di tingkat desa. Di berbagai daerah, bantuan ini menjadi instrumen penting untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mengurangi risiko meningkatnya angka kemiskinan.

Melalui penyaluran yang akuntabel dan didukung koordinasi berbagai pihak, pemerintah desa diharapkan terus menjadi ujung tombak pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain memberikan bantuan tunai, desa juga didorong mengembangkan berbagai program pemberdayaan ekonomi agar keluarga penerima manfaat memiliki kesempatan meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup secara berkelanjutan. (SBD / KIM Tempel)




Penguatan Verifikasi Informasi Tingkatkan Kecakapan Digital Komunitas Literasi

Sleman – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY menggelar penguatan kapasitas verifikasi informasi untuk mewujudkan masyarakat Jogja yang wasis dan cerdas bermedia di Aula Kresna, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Kabupaten Sleman, di antaranya KIM Depok Raya, KIM DSN Sardonoharjo, KIM Sumber Biwara Moyudan, dan KIM Pararta Guna Gamping.

Acara ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunitas informasi dalam memverifikasi informasi sekaligus memperkuat literasi digital di tengah tingginya penggunaan internet.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo DIY, Riris Puspita Wijaya Kridaningrat, mengatakan bahwa tingginya akses internet di DIY perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan ruang digital secara bijak dan bertanggung jawab.

“Persentase pengguna internet di DIY telah mencapai sekitar 92,4 persen. Kondisi ini harus diiringi dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memilah dan memverifikasi informasi agar ruang digital tetap sehat,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Kementerian Komunikasi dan Digital, cakupan teknologi informasi dan komunikasi di DIY telah mencapai lebih dari 68 persen.

Namun, tingkat keterampilan digital masyarakat masih berada pada kisaran 50 persen sehingga masih memerlukan penguatan melalui berbagai program edukasi.

Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas verifikasi informasi menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun masyarakat yang wasis, kritis, dan cerdas dalam menggunakan media digital.

Peserta diharapkan tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga dapat menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada anggota komunitas masing-masing.

“Selamat mengikuti kegiatan ini. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kepada anggota komunitas sehingga manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” katanya.

 (Athiful/KIM Depok)