Syarifah Adhsila Nugroho Raih Emas O2SN DIY, Siap Wakili DIY ke Tingkat Nasional

Sleman – Atlet muda asal Kabupaten Sleman, Syarifah Adhsila Nugroho, berhasil meraih gelar juara pertama cabang olahraga bulu tangkis tunggal putri SD pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta. Laga puncak kejuaraan tersebut berlangsung di GOR Bulutangkis Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (FIK UNY) pada Selasa (21/07/2026).

Siswa SD Negeri Selomulyo, Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik ini sukses mengamankan medali emas setelah menundukkan perwakilan Kota Yogyakarta di babak semifinal dan mengalahkan atlet asal Kabupaten Gunungkidul pada laga final. Kemenangan ini diraih setelah melalui proses seleksi berjenjang mulai dari tingkat kapanewon hingga tingkat Kabupaten Sleman.

Capaian manis ini sekaligus memastikan langkah Syarifah Adhsila Nugroho sebagai wakil Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan berlaga di O2SN tingkat nasional di DKI Jakarta menghadapi perwakilan dari 38 provinsi se-Indonesia.

“Alhamdulillah, terima kasih Abi dan Mami yang selalu mendukung dan mendampingi saya sampai bisa meraih juara ini. Terima kasih juga kepada sekolah dan pelatih yang terus membimbing saya. Semoga di tingkat nasional nanti saya bisa memberikan hasil terbaik untuk Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Syarifah Adhsila Nugroho.

Prestasi yang diraih Syarifah Adhsila Nugroho menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sleman sekaligus membuktikan efektivitas pembinaan atlet usia dini di daerah. Ajang O2SN ini diharapkan terus menjadi kawah candradimuka dalam melahirkan generasi atlet berprestasi yang siap mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri)




Memukau Ratusan Penonton di Teras Malioboro, Seniman Tamanmartani Bawakan Sendratari Anoman Sang Duta

Sleman – Ratusan penonton Gelar Pentas Seni Kalurahan Budaya Selasa Wagen terpukau oleh pertunjukan sendratari yang dibawakan oleh puluhan seniman asal Kalurahan Mandiri Budaya Tamanmartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman. Pagelaran seni bertajuk “Anoman Sang Duta” tersebut sukses menghentak panggung Teras Malioboro 1 Beskalan, Kota Yogyakarta, pada Selasa (21/07/2026).

Tampil dengan nomor urut enam, kontingen seniman potensi lokal Tamanmartani tersebut tampil di bawah naungan Sanggar Seni Tari Puri serta mendapat dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Kalurahan Tamanmartani, pendamping budaya, hingga tim monitoring dan evaluasi. Pertunjukan ini diselenggarakan melalui alokasi Dana Keistimewaan DIY guna melestarikan serta mempromosikan potensi seni pertunjukan daerah.

Lakon Anoman Sang Duta mengisahkan perjuangan ksatria kera Anoman sebagai utusan Sri Rama yang menyusup ke Kerajaan Alengka untuk memastikan keselamatan Dewi Shinta. Meski sempat ditangkap dan dihukum bakar oleh Rahwana, kesaktian serta keteguhan hati Anoman justru berhasil meratakan sebagian Kerajaan Alengka dengan api sebelum kembali membawa kabar gembira kepada Sri Rama.

Kisah pewayangan ini disajikan secara apik untuk menyampaikan pesan moral mengenai nilai-nilai kesetiaan, keberanian, tanggung jawab, dan pengorbanan dalam menunaikan amanah demi menegakkan kebenaran.

Di sela-sela persiapan pementasan, Ketua Sanggar Seni Tari Puri, Surojo, mengungkapkan bahwa pengasuhan bakat para penari lokal tersebut dilakukan secara konsisten melalui latihan rutin mingguan di Balai Budaya Tamanmartani.

“Latihan para anak asuh kami selenggarakan setiap hari Minggu di Balai Budaya Tamanmartani. Peserta latihan regenerasi ini mencakup anak usia sekolah dasar, SLTA, hingga tingkat mahasiswa,” ujar Surojo.

Selain menampilkan perwakilan seniman Kalurahan Tamanmartani dan orkes musik dari Kalurahan Pandowoharjo sebagai duta Kabupaten Sleman, panggung Selasa Wagen ini turut dimeriahkan oleh pementasan dari sembilan Kalurahan Budaya lainnya yang berasal dari Kabupaten Gunungkidul, Bantul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta. (Tri Joko S/KIM Kalasan Bersahabat)




Destana Donoharjo Dampingi MPLS SD Donoharjo Melalui Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan

Sleman – Desa Tangguh Bencana (Destana) Donoharjo turut serta membekali para siswa SD Donoharjo mengenai pentingnya keselamatan diri dan lingkungan dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan edukatif yang dikemas melalui pengenalan lingkungan, susur sungai, hingga fun game tersebut berlangsung di sepanjang aliran Sungai Jetis Suruh hingga kawasan Embung Jetis Suruh, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Selasa (21/07/2026).

Kegiatan luar ruangan yang diikuti oleh seluruh murid dari kelas satu hingga kelas enam ini dirancang untuk memperkenalkan lingkungan sekitar sekolah sekaligus menanamkan pemahaman dini terkait kerja sama tim, keselamatan di alam terbuka, dan mitigasi bencana dasar.

Ketua DESTANA Donoharjo sekaligus Koordinator Kegiatan, Agus Hardiyo Pancoro, menekankan pentingnya solidaritas dan kekompakan kelompok serta kepatuhan pada aturan keselamatan selama melintasi medan alam seperti sungai dan jembatan.

“Sesama teman harus saling memperhatikan dan saling membantu. Tidak boleh saling mendahului, serta seluruh anggota harus tetap utuh sampai tujuan. Tidak boleh ada yang tertinggal. Keselamatan adalah yang utama. Ikuti semua arahan panitia dan pemandu, jangan berjalan sendiri atau mendahului rombongan. Berjalanlah dengan hati-hati. Jangan bercanda, saling mendorong, atau berlari,” ujar Agus Hardiyo Pancoro.

Selain materi keselamatan di alam, para siswa juga mendapatkan edukasi tata cara menyeberang jalan yang aman dari Bhabinkamtibmas Donoharjo, Fajar Indrianto, sebelum memasuki kawasan Embung Jetis Suruh. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan fun game interaktif yang dipandu oleh Unggul Nusantoro guna melatih fokus, strategi, dan komunikasi para siswa.

“Sebelum menyeberang, lihat ke kiri, ke kanan, lalu ke kiri lagi. Jika sudah dipastikan aman, baru menyeberang. Kendaraan dari kiri paling dekat saat kita mulai berjalan, sehingga perlu dilihat dua kali. Jika ada petugas yang membantu, ikuti aba-abanya,” jelas Fajar Indrianto.

Guru SD Donoharjo, Margaretha Kris Handayani, menyampaikan bahwa kolaborasi tahunan bersama DESTANA Donoharjo ini ditujukan untuk menghadirkan suasana belajar yang menyegarkan di luar kelas sekaligus membangun kesadaran kelestarian lingkungan sejak dini.

“Murid-murid mengikuti kegiatan susur sungai dan mitigasi bencana bersama Destana Donoharjo sebagai sarana pembelajaran di luar kelas. Melalui kegiatan ini, diharapkan murid lebih mengenal lingkungan sekitar, memahami pentingnya menjaga kelestarian sungai, serta mempelajari langkah-langkah mitigasi bencana sebagai bekal menghadapi situasi darurat,” tutur Margaretha Kris Handayani. (Endarwati/KIM Donoharjo)




SAH Banyu Bening Sleman Perkuat Kapasitas Fasilitator Gunungkidul Kelola Air Hujan

Sleman – Sekolah Air Hujan (SAH) Banyu Bening Sleman bersinergi dengan Yayasan Mutiara Banyu Langit menyelenggarakan Training of Facilitator (ToF) Pembuatan dan Perawatan Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan (ISLAH) serta Elektrolisa Air Hujan. Kegiatan peningkatan kapasitas pengolahan air mandiri yang didukung dana hibah Yayasan KEHATI tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kalurahan Balong, Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa (21/07/2026).

Pelatihan strategis yang diikuti oleh perwakilan fasilitator dari seluruh padukuhan di Kalurahan Balong ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan keterampilan teknis mengenai pemanfaatan air hujan, sehingga mereka mampu meneruskan pengetahuan tersebut kepada kelompok masyarakat di wilayah yang rentan mengalami kekeringan.

Pendiri SAH Banyu Bening Sleman, Sri Wahyuningsih, menyampaikan bahwa air hujan memiliki potensi besar sebagai solusi atas persoalan ketersediaan air bersih di daerah yang kerap menghadapi kelangkaan air pada musim kemarau.

“Air hujan yang selama ini kerap dianggap sebagai limpasan yang harus segera dibuang, dapat dikelola dan dimanfaatkan melalui sistem yang tepat sehingga memberikan manfaat bagi kebutuhan masyarakat. Keberhasilan pengelolaan air hujan tidak hanya bergantung pada teknologi, melainkan pada perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat. Karena itu, fasilitator memiliki peran penting sebagai penggerak yang mampu menjembatani pengetahuan teknis dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Sri Wahyuningsih.

Rangkaian pelatihan terbagi dalam sesi teori dan praktik lapangan. Pada sesi pertama, instruktur Halik Sandera memberikan pemaparan komprehensif mengenai mekanisme kerja ISLAH, pemenuhan material, teknik perakitan, hingga prosedur filtrasi sederhana guna menjaga higienitas air sebelum dikonsumsi atau digunakan sehari-hari.

Sesi berikutnya dilanjutkan dengan praktik pembuatam instalasi ISLAH, revitalisasi jaringan penampung air hujan yang sudah ada, serta pemeliharaan alat elektrolisa air hujan yang dipandu langsung oleh Sri Wahyuningsih.

Melalui ToF dan penguatan teknologi tepat guna ini, sinergi antara SAH Banyu Bening Sleman dan warga Kalurahan Balong diharapkan mampu mendorong kemandirian masyarakat Gunungkidul dalam mengelola sumber daya air secara ramah lingkungan dan berkelanjutan. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Pemusatan Pelatihan Calon Paskibraka Sleman 2026 Resmi Dimulai, Bentuk Generasi Berkarakter Pancasila

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman resmi membuka Pemusatan Pelatihan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sleman Tahun 2026. Pembukaan rangkaian pembinaan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Sleman, Muhammad Aji Wibowo, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman pada Selasa (21/07/2026).

Sebanyak 38 peserta calon Paskibraka terpilih akan menjalani pemusatan pelatihan intensif selama 21 hari. Pelatihan ini disiapkan khusus guna mematangkan kesiapan fisik, mental, dan teknis para peserta sebelum bertugas mengibarkan bendera merah putih pada Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tingkat Kabupaten Sleman.

Kepala Badan Kesbangpol Sleman, Muhammad Aji Wibowo, menegaskan bahwa pemusatan pelatihan bukan sebatas mengasah keterampilan Peraturan Baris-Berbaris (PBB), melainkan pula sebagai kawah candradimuka pembentukan karakter kepemimpinan dan jiwa nasionalisme yang berlandaskan Pancasila.

“Harapan saya dalam pelatihan ini para peserta diberikan kesehatan, ketabahan, dan kekuatan mental untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan yang akan dibina oleh unsur TNI, Polri, Badan Kesbangpol Sleman, dan DPPI,” ujar Muhammad Aji Wibowo.

Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Sleman, Immawan Nur Syaifuddin, menambahkan bahwa kurikulum pembinaan dirancang secara komprehensif dengan menyeimbangkan porsi latihan fisik dan penguatan wawasan kebangsaan.

“Materi pelatihan yang diberikan tidak hanya berfokus pada Peraturan Baris-Berbaris, tetapi juga mencakup penguatan nilai-nilai Pancasila, pembentukan karakter, kepemimpinan, serta peningkatan wawasan kebangsaan,” tutur Immawan Nur Syaifuddin.

Melalui program pemusatan pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap para peserta tidak hanya sukses mengemban tugas sejarah pada upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI, melainkan juga tampil sebagai purna-Paskibraka dan Duta Pancasila yang teladan serta berintegritas tinggi di tengah masyarakat. (Andy Ahmad/KIM DSN NGAGLIK)