Kalurahan Maguwoharjo Bersiap Gelar Pemilihan Lurah Antar Waktu, BPKal dan Pemkal Matangkan Pembentukan Panitia

Sleman – Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo bersinergi dengan Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Maguwoharjo menggelar rapat koordinasi persiapan pembentukan Panitia Pemilihan Lurah Antar Waktu (PAW) pada Senin (20/07/2026). Rapat koordinasi ini dilaksanakan untuk memastikan seluruh rangkaian proses PAW Lurah Maguwoharjo berjalan tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.

Ketua BPKal Maguwoharjo, Saliman, menjelaskan bahwa persiapan pembentukan panitia ini merupakan tindak lanjut langsung atas diundangkannya Peraturan Bupati Sleman Nomor 22 Tahun 2026 tentang Pedoman Tata Cara Pemilihan Lurah Antar Waktu. Regulasi terbaru tersebut menjadi landasan hukum utama guna menjamin keberlanjutan roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kalurahan Maguwoharjo.

“Setelah Peraturan Bupati diterbitkan, kami bersama Pemerintah Kalurahan segera melakukan koordinasi untuk mempersiapkan seluruh tahapan Pemilihan Lurah Antar Waktu. Pembentukan panitia menjadi langkah penting agar seluruh proses PAW dapat berlangsung tertib, transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi,” ujar Saliman.

Ia menambahkan, BPKal Maguwoharjo akan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Panitia PAW yang salinannya bakal diteruskan kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Kabupaten Sleman sebagai bentuk pelaporan resmi.

Sementara itu, Penjabat Lurah Maguwoharjo, R. Hery Subagio, menyampaikan bahwa pihak Pemerintah Kalurahan telah menyodorkan sejumlah nama calon pengurus panitia kepada BPKal untuk divalidasi dan ditetapkan.

“Pemerintah Kalurahan menyodorkan beberapa nama calon panitia sesuai ketentuan. Jumlah anggota panitia mengacu pada regulasi, yakni paling sedikit lima orang dan paling banyak 13 orang,” tutur R. Hery Subagio.

Sinergi antara Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo dan BPKal ini diharapkan mampu mengawal transisi kepemimpinan secara profesional serta demokratis, demi terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat setempat. (Athiful/KIM Depok)




Polda DIY Tegaskan Peran Keluarga Sebagai Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Sleman – Lingkungan keluarga memiliki peran strategis dan mendasar dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak dini. Sebagai unit terkecil masyarakat, keluarga menjadi ruang pertama bagi setiap individu untuk mengenali, memahami, dan membiasakan perilaku tertib berkendara di jalan raya.

Pentingnya peran tersebut disampaikan oleh Kasubditkamsel Ditlantas Polda DIY, Widya Mustikaningrum, dalam Seminar Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili Korban yang digelar di Ruang Rapat Wirasuta, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Senin (20/07/2026).

Widya Mustikaningrum menegaskan bahwa penanganan keselamatan di jalan raya tidak dapat hanya bergantung pada upaya penegakan hukum oleh kepolisian atau instansi pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari lingkungan keluarga.

“Mitigasi dan edukasi keselamatan berlalu lintas harus dimulai dari lingkungan terdekat. Keluarga memiliki posisi kunci untuk menanamkan kesadaran bahwa setiap perjalanan harus dilakukan dengan selalu mengutamakan keselamatan,” ujar Widya Mustikaningrum.

Ia menambahkan, pembentukan karakter tertib berlalu lintas perlu diteladankan melalui tindakan nyata sehari-hari, seperti kepatuhan menggunakan helm standar, mengenakan sabuk pengaman, mematuhi marka jalan, serta tidak menggunakan ponsel saat berkendara.

Selain keteladanan, pengawasan dari orang tua terhadap remaja yang mulai berkendara juga menjadi perhatian penting guna mencegah perilaku ugal-ugalan dan menekan angka kecelakaan fatal.

Adapun pendekatan keselamatan berbasis domisili korban dinilai efektif karena memungkinkan intervensi edukasi serta sosialisasi secara lebih presisi dan tepat sasaran di wilayah pemukiman warga. Sinergi yang kuat antara keluarga, masyarakat, pemerintah, dan kepolisian diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas secara berkelanjutan di wilayah Kabupaten Sleman dan sekitarnya. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Kotak Senyum KIM Kerto Mandiri Turi, Inovasi Keswadayaan Organisasi yang Sejahterakan Anggota

Sleman – Kebersamaan dan kemandirian organisasi tidak selalu bergantung pada besaran iuran yang membebani anggota. Hal tersebut dibuktikan oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kerto Mandiri Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, melalui program inovatif bertajuk “Kotak Senyum” yang sukses memperkuat kas serta soliditas kelompok.

Inovasi penggalangan dana swadaya berupa kotak donasi sukarela tersebut rutin diedarkan pada setiap pertemuan bulanan anggota. Penggagas sekaligus sesepuh KIM Kerto Mandiri, Suharno, mengungkapkan bahwa program yang telah berjalan kurang dari satu tahun ini disambut antusias oleh seluruh anggota.

“Ternyata para anggota sangat antusias menyambut gagasan ini. Belum genap satu tahun Kotak Senyum berjalan, kami sudah bisa membelikan seluruh 45 anggota seragam batik berkualitas. Semua anggota mendapatkannya secara gratis,” ujar Suharno saat ditemui di Sekretariat KIM Kerto Mandiri, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, pada Minggu (19/07/2026).

Pria berusia 84 tahun yang ikut mendirikan KIM Kerto Mandiri pada tahun 2002 tersebut menjelaskan bahwa kunci keberlanjutan organisasinya terletak pada tertib administrasi, kekompakan anggota, serta transparansi tata kelola keuangan.

Kemandirian dan kerapian manajemen KIM Kerto Mandiri bahkan menorehkan prestasi internasional. Organisasi ini pernah terpilih sebagai salah satu dari empat KIM terbaik di Indonesia yang melakukan kunjungan studi ke Malaysia, serta menjadi destinasi studi banding balasan dari rombongan Malaysia.

Selain aktif mempublikasikan informasi pembangunan daerah dan memberdayakan UMKM lokal, KIM Kerto Mandiri juga rutin menggelar senam lansia, edukasi kesehatan, hingga membangun sinergi lintas lembaga seperti Forum Komunikasi UMKM Kapanewon Turi dan PWRI. (Sadhono Hadi/KIM Senyum Tempel)




Pemuda RT 06 Sidoharjo Turi Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi dan Jaga Keasrian Lingkungan

Sleman – Semangat menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri terus ditunjukkan oleh pemuda-pemudi RT 06 Padukuhan Sidoharjo, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman. Melalui program pemilahan dan pengumpulan sampah berkala, generasi muda di kawasan lereng Merapi ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat mampu memberikan dampak lingkungan sekaligus manfaat ekonomi yang nyata.

Aksi pemilahan sampah tersebut merupakan kegiatan rutin dua bulanan yang melibatkan keterlibatan aktif warga setempat. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Senin (20/07/2026), para pemuda bergerak dari rumah ke rumah untuk mengambil sampah yang telah dipilah warga menjadi kategori plastik, kertas, kardus, logam, hingga kaca. Sampah bernilai jual disalurkan ke pengepul, sedangkan sampah organik diolah secara mandiri menjadi pupuk kompos.

Ketua kegiatan, Dendra Wicaksono, menyampaikan bahwa gerakan ini dipelopori untuk mengedukasi warga agar membiasakan pola pemilahan sampah sejak dari tingkat rumah tangga.

“Kami ingin mengajak seluruh warga menjadikan kebiasaan memilah sampah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan cara sederhana ini, lingkungan menjadi lebih bersih, sampah memiliki nilai ekonomi, dan hasilnya bisa dimanfaatkan kembali untuk kepentingan bersama,” ujar Dendra Wicaksono saat ditemui pada Senin (20/07/2026) sore.

Koordinator pendataan hasil pengumpulan sampah, M. Rafi, menjelaskan bahwa partisipasi warga dari waktu ke waktu terus mengalami peningkatan. Dalam satu kali pengambilan, para pemuda rata-rata berhasil mengumpulkan sedikitnya 200 botol bekas, 100 kardus bekas, serta 5 hingga 10 kilogram material logam dan besi yang siap didaur ulang.

Seluruh dana hasil penjualan sampah yang dicairkan setiap enam bulan sekali dialokasikan sepenuhnya masuk ke kas kepemudaan RT 06 Sidoharjo. Dana tersebut dimanfaatkan untuk membiayai berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, operasional kerja bakti, hingga program pembinaan kepemudaan di tingkat RT.

Selain menjadi sarana penerapam prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), gerakan konsisten ini berdampak positif terhadap lingkungan permukiman, seperti berkurangnya penyumbatan di saluran air serta ketersediaan kompos untuk penghijauan lingkungan.

M. Rafi menegaskan bahwa tujuan utama dari gerakan ini adalah membangun kesadaran kolektif serta karakter pemuda yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam sekitar.

“Harapan kami, kegiatan ini terus berlanjut dan semakin banyak warga yang ikut berpartisipasi. Ketika masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah, manfaatnya bukan hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menjadi warisan budaya peduli lingkungan bagi generasi berikutnya,” pungkasi M. Rafi. (Arief Hartanto/KIM Kertomandiri Turi)




RS Condongcatur Gandeng Merapi Merbabu Hotel Perkuat Layanan Kesehatan

Sleman – Rumah Sakit Condongcatur (RSCC) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Merapi Merbabu Hotel Yogyakarta guna memperluas jangkauan dan akses layanan kesehatan bagi lingkup industri perhotelan. Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilaksanakan di Kabupaten Sleman pada Senin (20/07/2026).

Kesepakatan tersebut ditandatangani secara langsung oleh Direktur RS Condongcatur, Erna Efiani, bersama Direktur Utama Merapi Merbabu Hotel Yogyakarta, Djati Nindiarto. Langkah kolaboratif ini mencakup penyediaan paket Medical Check Up (MCU) berkala bagi karyawan, pemeriksaan kesehatan bagi staf dan keluarganya, hingga penyediaan layanan Home Care, Dokter On Call, serta kesiapsiagaan ambulans 24 jam untuk para tamu hotel.

Direktur RS Condongcatur, Erna Efiani, menyampaikan bahwa kemitraan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan dunia usaha dan pariwisata lokal.

“Kerja sama ini kami harapkan menjadi awal kemitraan yang berkelanjutan. Selain mendukung kebutuhan layanan kesehatan bagi karyawan dan tamu hotel, kolaborasi ini juga membuka peluang pemanfaatan berbagai layanan unggulan RS Condongcatur pada masa mendatang,” ujar Erna Efiani.

Erna Efiani menambahkan bahwa ketersediaan fasilitas kesehatan yang responsif dan mudah diakses merupakan elemen vital dalam menciptakan iklim kerja yang sehat, aman, dan produktif, sekaligus meningkatkan jaminan kenyamanan bagi wisatawan serta tamu yang menginap.

Melalui sinergi ini, RS Condongcatur mempertegas posisinya sebagai mitra medis terpercaya yang siap menghadirkan layanan kesehatan komprehensif, cepat, dan berstandar mutu tinggi bagi sektor usaha di Kabupaten Sleman. (Athiful/KIM Depok)