Pameran Edukasi dan Sarasehan Tosan Aji Tejo Kinurung Tanamkan Cinta Budaya pada Generasi Muda

Sleman – Dalam upaya mengenalkan nilai sejarah, filosofi, serta pentingnya pelestarian benda pusaka kepada generasi muda, Paguyuban Pametri Tosan Aji Tejo Kinurung menggelar Pameran Edukasi dan Sarasehan Tosan Aji. Kegiatan edukatif tersebut diselenggarakan di Sekretariat Paguyuban Tejo Kinurung, Padukuhan Jombor Lor, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, pada Senin (20/07/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, Arif Wibowo, Panewu Mlati, Dyah Purwanti, Kamituwa Kalurahan Sinduadi, Hadiyan, Dukuh Jombor Lor, Armunandar, Ketua Paguyuban Tejo Kinurung, Y. Edy Setyoharjo, serta pemerhati tosan aji, Sutopo. Selain jajaran pejabat dan tokoh masyarakat, pameran juga diikuti oleh puluhan siswa dan guru pendamping dari SD Jombor Lor.
Rangkaian acara diawali dengan sarasehan budaya yang menghadirkan dua narasumber utama. Sutopo memaparkan materi mengenai fungsi serta tata cara perawatan keris, sementara Y. Edy Setyoharjo membawakan materi bertajuk “Merawat Warisan Leluhur, Menginspirasi Generasi Penerus” guna memotivasi para pelajar agar memahami warisan adiluhung bangsa.
Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Wibowo, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Paguyuban Tejo Kinurung atas konsistensinya dalam mengedukasi masyarakat.
“Keberadaan komunitas seperti ini sangat penting dalam menjaga kelestarian budaya adiluhung agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Arif Wibowo.
Dukungan senada disampaikan oleh Panewu Mlati, Dyah Purwanti, yang berharap program pengenalan budaya ini terus diperluas ke berbagai wilayah di Kapanewon Mlati agar memupuk rasa bangga para siswa sejak usia dini. Sementara itu, Kamituwa Kalurahan Sinduadi, Hadiyan, mendorong agar pameran edukasi ini dijadikan agenda tahunan kalurahan.
Ketua Paguyuban Tejo Kinurung, Y. Edy Setyoharjo, menjelaskan bahwa pameran ini dirancang berlangsung secara bergiliran dengan mengundang lima Sekolah Dasar dan satu Sekolah Menengah Pertama.
“Melalui kegiatan ini diharapkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tosan aji tidak hanya dipahami sebagai benda pusaka, tetapi juga sebagai warisan budaya yang sarat filosofi, sejarah, dan karakter bangsa,” kata Y. Edy Setyoharjo.
Melalui pameran dan sarasehan ini, warisan keris dan tosan aji diharapkan tidak lagi dipandang sebagai hal mistis oleh generasi muda, melainkan sebagai karya seni dan pengetahuan bersejarah yang patut dijaga kelestariannya. (Y. Edy/KIM Pijar Mlati)



