Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Pengajian Rutin Lintas Masjid Satukan Warga Ngropoh dalam Semangat Kerukunan

Sleman – Semangat mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis terus digaungkan oleh warga Padukuhan Ngropoh, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Ratusan jemaah dari berbagai wilayah Padukuhan Ngropoh berkumpul menghadiri Pengajian Rutin Lintas Masjid yang diselenggarakan di Masjid Baitul Birrii, Widoro Baru, pada Minggu (19/07/2026).

Mengusung tema “Mewujudkan Kerukunan untuk Beribadah dan Menjalani Kehidupan yang Lebih Harmonis”, kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Pembina Umat Islam (BPUI) Padukuhan Ngropoh ini menjadi wadah memperkokoh persatuan masyarakat melalui pendekatan keagamaan. Pengajian lintas masjid tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap empat bulan sekali secara bergiliran di tujuh masjid se-Padukuhan Ngropoh.

Rangkaian acara dimulai pukul WIB dengan registrasi jemaah yang disambut hangat, dilanjutkan pertunjukan seni bela diri Persinas ASAD serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Ketua Takmir Masjid Baitul Birrii, Sarjono, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Masjid Baitul Birrii sebagai lokasi penyelenggaraan pengajian, mengingat masjid tersebut merupakan yang termuda di Padukuhan Ngropoh.

“Melalui kegiatan di tujuh masjid ini, mari kita berburu hikmah untuk memperkokoh takwa. Di tujuh masjid ini insyaallah tersimpan sumber keselamatan dan keberkahan, mulai dari pitutur, pituah, hingga pitulungan Allah SWT,” ungkap Sarjono.

Dalam kesempatan yang sama, Dukuh Ngropoh, Nurdin Widodo, mengapresiasi konsistensi BPUI dan dukungan warga dalam menjaga iklim masyarakat yang religius dan kondusif.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada BPUI Padukuhan Ngropoh yang terus istiqamah mengadakan pengajian rutin setiap empat bulan sekali. Semoga semangat kebersamaan ini terus menjaga lingkungan yang aman, nyaman, religius, dan harmonis,” ujar Nurdin Widodo.

Di sela acara, Nurdin Widodo turut mengumumkan kepengurusan baru Sub Unit LPMKal Padukuhan Ngropoh yang kini diketuai oleh Suwarto menggantikan Nurwahyuli Aryanto, serta Sriyanto sebagai Wakil Ketua menggantikan Noorhan Fitri. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat sinergi pembangunan fisik maupun pemberdayaan nonfisik masyarakat.

Puncak acara diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Abdul Rozak. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa kerukunan merupakan fondasi utama dalam menciptakan ketenteraman masyarakat yang diridhai Tuhan.

“Kerukunan tidak cukup hanya diwujudkan dalam ucapan, tetapi harus dibangun melalui sikap saling menghormati, saling menolong, menjaga ukhuwah, serta menjadikan iman dan takwa sebagai landasan dalam setiap aktivitas kehidupan,” pesan Abdul Rozak.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan karakter, penguatan keluarga, dan pemberdayaan umat. Acara yang dihadiri jajaran pengurus RW, RT, Rois, serta tokoh masyarakat setempat ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Sumarwiyanto dan dilanjutkan ramah tamah antarjemaah hingga pukul WIB. (Wasana/KIM Depok)




Bupati Sleman Hadiri Pelantikan Pengurus RT-RW Caturtunggal Periode 2026–2031

Sleman – Penjabat Lurah Caturtunggal, Feri Ferdian, resmi melantik Pengurus RT dan RW se-Kalurahan Caturtunggal Masa Bakti 2026–2031 dalam acara pengukuhan yang digelar di Pendopo Puspadenta Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Jumat (17/07/2026) malam. Langkah ini menjadi momentum krusial dalam memperkokoh kelembagaan masyarakat di tingkat akar rumput guna mengoptimalkan pelayanan publik dan pembangunan wilayah.

Kegiatan pelantikan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, jajaran Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman, Panewu Depok, jajaran BPKal Caturtunggal, Dukuh, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa.

Rangkaian prosesi diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Caturtunggal, yang dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Penetapan. Penyerahan SK dilakukan secara simbolis oleh Penjabat Lurah Caturtunggal kepada perwakilan Ketua RT dan RW terpilih sebagai tanda dimulainya masa pengabdian untuk lima tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, memberikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas kesediaan para pengurus terpilih dalam mengemban tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

“Semoga amanah diberi kelancaran dalam menjalankan tugas. Kehadiran RT dan RW harus mampu memahami masyarakat dan menjadi bagian yang memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujar Harda Kiswaya.

Harda Kiswaya menggarisbawahi pentingnya peran strategis pengurus RT dan RW sebagai garda terdepan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan dinamika warga. Pengurus diharapkan mampu membangun komunikasi yang persuasif, responsif terhadap aspirasi lokal, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan kemudahan dalam mengabdi.

Di sela acara, Bupati Sleman turut menyinggung mengenai persiapan proses Pengganti Antar Waktu (PAW) Lurah Caturtunggal. Ia berharap tahapan tersebut dapat berjalan kondusif sehingga melahirkan sosok pimpinan yang mampu melanjutkan program pemerintahan dan pelayanan publik secara berkelanjutan.

Pelantikan pengurus RT dan RW ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara lembaga kemasyarakatan, Pemerintah Kalurahan Caturtunggal, dan pemerintah daerah demi terwujudnya tata kelola lingkungan yang partisipatif dan sejahtera. (Oktaviana/KIM Depok)




Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi, Perguruan Tinggi dan Masyarakat Sleman Bersinergi

Sleman – Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi pilar krusial dalam memperkuat upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) hidrometeorologi di Kabupaten Sleman. Peran akademisi dinilai sangat penting untuk menjembatani ilmu pengetahuan dengan aksi nyata kesiapsiagaan warga di tingkat akar rumput.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Departemen Pendidikan Fisika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yusman Wiyatmo, di Kabupaten Sleman pada Minggu (19/07/2026). Ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi memikul tanggung jawab moral dan akademis melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mentransformasikan riset kebencanaan menjadi pemahaman praktis bagi masyarakat.

“Pengurangan risiko bencana tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat agar pengetahuan kebencanaan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yusman Wiyatmo.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Sleman memiliki karakteristik kerawanan bencana yang cukup kompleks dan beragam. Wilayah lereng Gunung Merapi rentan terhadap ancaman tanah longsor dan banjir lahar hujan, sementara kawasan bagian tengah hingga selatan lebih berpotensi mengalami angin kencang serta pohon tumbang akibat fenomena cuaca ekstrem.

Oleh karena itu, edukasi kebencanaan yang terintegrasi diharapkan dapat membangun sinergi yang solid antara warga dengan pemerintah daerah dalam memperkuat penanggulangan bencana berbasis komunitas.

“Kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat mampu membangun budaya sadar bencana sekaligus meningkatkan ketangguhan masyarakat Kabupaten Sleman dalam menghadapi ancaman hidrometeorologi,” tegas Yusman Wiyatmo. (Athiful/KIM Depok)




Kemeriahan Hari Jadi ke-80 Kalurahan Argomulyo, Pentas Ketoprak Humor PADAS Sedot Perhatian Ratusan Warga

Sleman – Gelak tawa dan antusiasme ratusan penonton mewarnai Rest Area Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (18/07/2026) malam. Paguyuban Dagelan Sleman (PADAS) berkolaborasi dengan seniman lokal dan pamong setempat sukses menggelar Pentas Ketoprak Humor bertajuk “Jooss Bodo Amat” dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-80 Kalurahan Argomulyo.

Pertunjukan seni yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman ini disaksikan langsung oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, Panewu Cangkringan, perwakilan Dinas Kebudayaan DIY, serta ratusan warga yang memadati lokasi hingga Minggu dini hari.

Disutradarai oleh Nano Asmorondono, pentas berkonsep ketoprak koplak ini mengisahkan sayembara Raja Prabu Kusnun dari Argomulyo yang mencari pelamar untuk putrinya, Dewi Mesi Arumsari. Sayembara mendadak menjadi rumit ketika sang putri tiba-tiba mengalami sakit bisu, hingga akhirnya sesosok pemuda bersahaja bernama Bodo Amat berhasil menyembuhkan sang putri yang ternyata merupakan penjelmaan Batara Mudrik.

Lakon komedi tersebut dibawakan secara apik oleh deretan seniman kondang seperti Dalijo Angkring, Eko Asmoro, Budi Mbah Suto, Sukir Iwak Gasir, Siphe, Dini Penitiwati, Anis Damayanti, serta jajaran dukuh dan Lurah Argomulyo, Danang Hendri Bintoro. Setiap adegan, dialog spontan, dan gestur para pemain berhasil mengocok perut penonton hingga acara berakhir pukul WIB.

Ketua PADAS, Suparno, yang turut tampil memerankan tokoh Batara Narada bersama Tri Joko S sebagai Raja Perkek, menyampaikan harapan bagi kemajuan wilayah setempat di sela-sela pertunjukan.

“Selamat Hari Jadi ke-80 Kalurahan Argomulyo, semoga semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujar Suparno di atas panggung.

Melalui perpaduan humor, seni tradisi, dan keterlibatan aktif para pejabat kalurahan, pementasan ketoprak ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat yang menyegarkan, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi warga sekaligus melestarikan kekayaan seni budaya lokal di Kabupaten Sleman. (Tri Joko S/KIM Kalasan Bersahabat)




PMI Sleman Gelar Pelatihan SIBAT dan Tekand MoU Kemitraan Bersama Delapan Kalurahan

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman kembali memperkuat kapasitas kesiapsiagaan bencana tingkat tapak melalui Pelatihan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT). Kegiatan yang difokuskan pada manajemen penanganan kedaruratan ini diikuti oleh para relawan dari Kalurahan Tridadi, Banyurejo, Purwobinangun, dan Pakembinangun di Aula Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (18/07/2026).

Pelatihan yang mengombinasikan metode ceramah, diskusi, hingga simulasi sistem table top exercise ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas relawan, membangun sistem koordinasi, serta memperkuat jejaring komunikasi kedaruratan. Dalam sesi pembuatan peta risiko, para peserta memetakan potensi bencana skala mikro sesuai karakteristik wilayah masing-masing, mulai dari kekeringan, angin puting beliung, wabah penyakit, hingga potensi bencana sosial.

Saat simulasi manajemen kedaruratan berlangsung, peserta dibagi ke dalam berbagai peran strategis di bawah komando posko, seperti petugas pos komando, pengamanan, kaji cepat, logistik, komunikasi, dan transportasi. Pelatihan peran ini dirancang agar penanganan di lapangan dapat berjalan secara efektif dan efisien tanpa tumpang tindih saat terjadi situasi darurat.

Ketua PMI Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi dalam mencetak sumber daya manusia yang tangguh bencana serta memperluas kemitraan strategis dengan pemerintah kalurahan.

“Kami siap melakukan pendampingan dan peningkatan SDM relawan, kami berusaha menerjunkan pelatih dan fasilitator yang kompetensinya diakui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” ujar Mafilindati Nuraini saat membuka acara secara resmi.

Sebelum sesi pelatihan dimulai, PMI Kabupaten Sleman terlebih dahulu menandatangani nota kesepahaman (MoU) kemitraan dengan lurah dari delapan kalurahan, yaitu Tridadi, Banyurejo, Pakembinangun, Purwobinangun, Tamanmartani, Wedomartani, Sardonoharjo, dan Sambirejo. Kerja sama tersebut mencakup penguatan kapasitas relawan serta penyelenggaraan kegiatan donor darah secara berkelanjutan.

Prosesi penandatanganan MoU tersebut disaksikan langsung oleh jajaran pengurus PMI Sleman, perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD Kabupaten Sleman, serta Panewu Anom Kapanewon Sleman. Sinergi ini diharapkan mampu mengoptimalkan sistem penanggulangan bencana berbasis komunitas di seluruh wilayah Sleman. (Tri Joko S/KIM Kalasan Bersahabat)