Senam Anak Indonesia Hebat Bentuk Kedisiplinan Murid Baru SMK Muhammadiyah 1 Sleman

Sleman – SMK Muhammadiyah 1 Sleman menerapkan Senam Anak Indonesia Hebat sebagai langkah untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan kepada peserta didik baru. Kegiatan fisik ini diselenggarakan dalam rangkaian Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) serta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Jumat (17/07/2026).

Program Senam Anak Indonesia Hebat merupakan bagian dari Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digagas untuk mendorong para siswa menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik rutin dan terarah sejak awal masuk sekolah.

Wakil Kepala Bidang Humas SMK Muhammadiyah 1 Sleman, Afifuddin, menjelaskan bahwa kegiatan senam ini bukan sekadar aktivitas olahraga biasa, melainkan media efektif untuk membangun karakter positif murid baru. Melalui gerakan yang dilakukan secara serentak dan bersama-sama, para siswa dilatih untuk membiasakan diri hidup tertib, disiplin, serta peduli terhadap kesehatan diri.

“Senam ini mengajak siswa-siswi untuk melakukan gerakan olahraga dasar, seperti berjalan di tempat, meregangkan tangan, dan menghentakkan kaki,” ujar Afifuddin.

Ia menerangkan bahwa rangkaian gerakan sederhana dalam senam tersebut membawa dampak positif yang besar bagi tumbuh kembang para pelajar. Selain berguna menjaga daya tahan dan kebugaran tubuh, aktivitas fisik yang teratur juga terbukti mendukung kesehatan mental anak dalam menghadapi proses pembelajaran.

“Senam ini merupakan program dasar pemerintah untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran anak Indonesia. Meski sederhana, manfaatnya sangat besar, baik secara fisik maupun mental,” katanya.

Afifuddin menambahkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan komitmen sekolah dan kebijakan daerah dalam menghadirkan ekosistem pendidikan yang kondusif. Kabupaten Sleman sendiri terus aktif mendorong penguatan pendidikan karakter dan pembiasaan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah.

Melalui pembiasaan Senam Anak Indonesia Hebat ini, pihak SMK Muhammadiyah 1 Sleman berharap para peserta didik baru dapat mengawali jenjang pendidikan mereka dengan fondasi karakter dan kebiasaan positif yang konsisten diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Athiful/KIM Depok)




Bentengi Murid Baru dari Radikalisme, MAN 4 Sleman Hadirkan Densus 88 Beri Edukasi Pencegahan

Sleman – Upaya membangun generasi muda yang moderat, toleran, dan cinta damai terus dilakukan oleh MAN 4 Sleman. Sebagai bagian dari rangkaian Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Mata Muda) 2026, pihak sekolah menghadirkan dua personel Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, Octaviani dan Bayu A.T., untuk memberikan edukasi mengenai antisipasi paham radikalisme pada Jumat (17/07/2026) di Aula 1 madrasah setempat.

Di hadapan 180 murid baru, Bayu A.T. menegaskan bahwa pembinaan ini merupakan langkah preventif untuk memperkuat ketahanan generasi muda terhadap berbagai paham yang mengancam persatuan bangsa.

“Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mencegah penyebaran intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET), termasuk maraknya konten kekerasan di ruang digital yang berpotensi menyasar anak-anak muda,” ujar Bayu A.T.

Dalam pemaparannya, Bayu A.T. mengajak peserta memahami tiga istilah yang kerap disalahartikan, yaitu radikalisme, ekstremisme berbasis kekerasan, dan terorisme. Ia menjelaskan bahwa radikalisme merupakan paham yang menumbuhkan kebencian dan menolak perbedaan, ekstremisme berbasis kekerasan adalah keyakinan yang menganggap kekerasan sebagai cara yang benar untuk mencapai tujuan, sedangkan terorisme merupakan tindakan menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut demi kepentingan tertentu.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat remaja menjadi kelompok yang rentan terpapar paham-paham berbahaya tersebut, terutama melalui media sosial dan platform digital.

“Banyak remaja yang tanpa sadar terpapar ideologi radikal melalui konten yang mereka lihat setiap hari di gawai. Karena itu, kemampuan menyaring informasi dan berpikir kritis menjadi sangat penting agar mereka tidak mudah terpengaruh,” tegas Bayu A.T.

Ia menambahkan, paparan paham radikal juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan perilaku seseorang. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain kecenderungan menarik diri dari lingkungan, mudah marah, sulit berkonsentrasi, mengalami stres, hingga menunjukkan sikap intoleran terhadap orang lain.

Untuk membentengi diri dari pengaruh tersebut, Bayu A.T. membagikan sejumlah langkah praktis yang dapat diterapkan para pelajar. Langkah-langkah itu dimulai dari berpikir kritis dengan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi hoaks, serta bijak dalam menggunakan media sosial dengan menghindari konten provokasi dan kebencian.

Selain itu, para siswa juga diimbau untuk memilih lingkungan pergaulan yang positif, menghormati perbedaan suku, agama, dan budaya, serta aktif mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat seperti belajar, berolahraga, berorganisasi, maupun berkesenian. Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah keberanian para siswa untuk menolak dan melaporkan setiap ajakan yang mengarah pada penyebaran kebencian.

“Jika ada ajakan bergabung dengan kelompok yang menyebarkan kebencian atau menghalalkan kekerasan, jangan ragu untuk menolaknya dan segera laporkan kepada guru, orang tua, atau pihak yang berwenang,” pesan Bayu A.T.

Ia memungkas keterangannya dengan mengingatkan bahwa menjaga Indonesia tetap aman merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya tugas aparat keamanan. Generasi muda diharapkan dapat menjadi pelopor toleransi, menjaga persatuan, serta menciptakan kedamaian di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan edukasi ini, MAN 4 Sleman menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang moderat, berpikiran terbuka, bijak bermedia digital, dan mampu menjadi agen perdamaian. (Edy/KIM Sumber Biwara Moyudan)




Dukung Konservasi dan Ekonomi Warga Sleman, BPDAS-SOP Bagikan 500 Bibit Buah Gratis

Sleman – Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo (BPDAS-SOP) menyalurkan sebanyak 500 bibit buah-buahan unggul secara gratis kepada masyarakat dalam ajang Batu Gamping Festival #2. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Taman Wisata Alam Gunung Gamping, Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, pada Jumat (17/07/2026).

Pembagian bibit secara cuma-cuma ini menjadi bagian dari upaya memperkuat gerakan penghijauan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan warga melalui pemanfaatan tanaman produktif. Masyarakat menyambut antusias ragam bibit berkualitas yang dibagikan, mulai dari mangga arumanis (Mangifera indica), alpukat (Persea americana), jambu kristal (Psidium guajava), hingga kelengkeng (Dimocarpus longan). Bibit tersebut dapat ditanam warga di pekarangan rumah maupun lahan pertanian demi meningkatkan tutupan vegetasi dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.

Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama pada Seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan BPDAS-SOP, Mifta Kamarullah, menjelaskan bahwa program ini mengusung pendekatan konservasi yang berorientasi pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Penanaman pohon buah yang berkualitas dinilai mampu mengintegrasikan fungsi ekologis dan fungsi ekonomi sehingga masyarakat memperoleh manfaat langsung dari upaya menjaga kelestarian alam,” ujar Mifta Kamarullah di area pameran.

Ia menambahkan, penanaman tanaman produktif ini dapat membentuk bentang lahan yang lebih hijau, sehat, dan meningkatkan daya serap air. Langkah ini efektif dalam mengurangi risiko erosi, menjaga kesuburan tanah, serta memperkuat fungsi daerah tangkapan air di lingkungan pemukiman warga.

“Selain memberikan manfaat ekologis, tanaman buah memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan. Ketika memasuki masa panen, hasil buah dapat dikonsumsi sendiri maupun dipasarkan sehingga menjadi tambahan sumber pendapatan bagi keluarga,” tuturnya.

Melalui program ini, BPDAS-SOP terus mengajak masyarakat berperan aktif dalam rehabilitasi hutan dan lahan. Bibit tanaman berkualitas tersebut diproduksi dan disiapkan gratis melalui Persemaian BPDAS Serayu Opak Progo yang berlokasi di Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder, Kabupaten Gunungkidul, serta kompleks Politeknik Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara. Akses terbuka ini diharapkan memudahkan masyarakat, kelompok tani, komunitas, lembaga pendidikan, hingga pemerintah desa untuk aktif menanam pohon.

Momentum Batu Gamping Festival #2 ini sukses menjadi sarana edukasi lingkungan yang memadukan unsur konservasi, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan tradisi, gelaran ini turut menjadi wadah kampanye pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan pelestariannya. (Adnan Nurtjahjo/KIM Pararta Guna Gamping)




Permudah Layanan Warga, Program Jebol Target Depok Sleman Terbitkan 112 Dokumen Kependudukan

Sleman – Program Jemput Bola Tertib Administrasi Kependudukan (Jebol Target) yang digagas Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, kembali mencatatkan capaian positif. Layanan langsung ke pemukiman yang diselenggarakan di Padukuhan Karangploso, Kalurahan Maguwoharjo, pada Kamis (16/07/2026) tersebut berhasil memproses sebanyak 112 dokumen kependudukan milik warga.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kapanewon Depok untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat, cepat, dan efisien. Melalui strategi jemput bola, masyarakat tidak perlu lagi mendatangi kantor kapanewon karena pengurusan dokumen dapat diselesaikan langsung di lingkungan tempat tinggal mereka.

Berdasarkan data rekapitulasi pelayanan, sebanyak 112 dokumen yang terlayani terdiri atas 55 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), 30 penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), 22 lembar Kartu Keluarga (KK), serta 5 penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA).

Kepala Bagian Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung, menjelaskan bahwa program Jebol Target dirancang untuk memperluas jangkauan aksesibilitas layanan serta mendorong masyarakat agar lebih tertib memiliki dokumen kependudukan yang terbarukan.

“Pelayanan jemput bola ini kami lakukan agar masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan administrasi kependudukan. Dengan hadir langsung di tengah warga, proses pengurusan dokumen menjadi lebih praktis, cepat, dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujar Benyamin Dalung.

Ia menegaskan bahwa kelancaran kegiatan ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo, pengurus padukuhan, serta kesadaran tinggi dari warga setempat. Kerja sama lintas elemen ini terbukti efektif dalam menyukseskan program tertib administrasi kependudukan di wilayah Depok.

Ke depan, pihak Kapanewon Depok bertekad untuk terus menggulirkan dan mengembangkan inovasi pelayanan publik demi memenuhi kebutuhan dokumen masyarakat secara optimal.

“Melalui kegiatan Jebol Target, kami berharap semakin banyak warga memiliki dokumen kependudukan yang lengkap sehingga mendukung kemudahan akses terhadap berbagai layanan publik,” kata Benyamin Dalung. (Athiful/KIM Depok)




SPKLU SMK Muhammadiyah 2 Sleman Kian Diminati Pengguna Kendaraan Listrik

Sleman – Layanan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berlokasi di SMK Muhammadiyah 2 Sleman semakin diminati oleh masyarakat. Tingginya antusiasme warga yang memanfaatkan fasilitas ini menandakan bahwa kebutuhan akan infrastruktur pendukung kendaraan ramah lingkungan di Kabupaten Sleman terus mengalami pertumbuhan pesat.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Sleman, Ahmad Maftuhin, menyampaikan bahwa fasilitas yang dibuka untuk umum tersebut menjadi pilihan favorit pengguna kendaraan listrik dari berbagai daerah. Hal ini dikarenakan letaknya yang strategis dan ditunjang oleh teknologi pengisian daya yang memadai.

“Sejak dibuka, respons masyarakat sangat baik. Semakin banyak pengguna kendaraan listrik yang datang untuk mengisi daya di SPKLU kami. Ini menjadi indikator bahwa kebutuhan terhadap infrastruktur pendukung kendaraan listrik terus meningkat,” ujar Ahmad Maftuhin pada Jumat (17/07/2026).

Fasilitas pengisian daya di sekolah vokasi ini telah mengadopsi teknologi fast charging berkapasitas 50 kW DC. Pemanfaatan teknologi tersebut mampu memangkas durasi pengisian daya secara signifikan jika dibandingkan dengan metode konvensional. Kehadiran SPKLU ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen pihak sekolah dalam mendukung percepatan transisi menuju energi bersih.

Tak sekadar menjadi tempat pengisian daya bagi publik, keberadaan SPKLU ini juga difungsikan sebagai sarana edukasi bagi para siswa. Melalui fasilitas tersebut, peserta didik dapat mempelajari secara langsung teknologi kendaraan listrik, mekanisme pengisian daya, hingga tata kelola layanan otomotif berbasis masa depan.

Ahmad Maftuhin menambahkan bahwa respons positif dari para pengguna menjadi dorongan tersendiri bagi pihak sekolah untuk konsisten menjaga mutu pelayanan. Pemeliharaan dan perawatan perangkat SPKLU rutin dilakukan agar fasilitas tetap aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat luas.

“Harapan kami, SPKLU ini tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat pengguna kendaraan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ucap Ahmad Maftuhin.

Melalui pengoperasian SPKLU ini, SMK Muhammadiyah 2 Sleman bertekad untuk terus memperluas aksesibilitas pengisian daya kendaraan listrik sekaligus membuktikan peran aktif sekolah vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi modern. (Athiful/KIM Depok)