Jebol Target Permudah Layanan Administrasi Kependudukan Warga Maguwoharjo

Sleman – Pemerintah Kapanewon Depok Kabupaten Sleman melaksanakan pelayanan Jemput Bola Tertib Administrasi Kependudukan (Jebol Target) di Padukuhan Denokan, Kalurahan Maguwoharjo, pada Selasa (14/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan mendekatkan layanan administrasi kependudukan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kepemilikan dokumen kependudukan yang tertib dan mutakhir.

Kepala Bagian Umum Kapanewon Depok, Benyamin Dalung, mengatakan bahwa program Jebol Target merupakan wujud komitmen Kapanewon Depok dalam menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat.

“Melalui pelayanan jemput bola ini, masyarakat dapat mengurus berbagai kebutuhan administrasi kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan. Kami berharap program ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib administrasi kependudukan,” ujarnya.

Pelayanan yang dilaksanakan di tingkat padukuhan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari warga. Berdasarkan hasil rekapitulasi, kegiatan Jebol Target di Padukuhan Denokan berhasil mencatatkan 52 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), 9 pengurusan Kartu Keluarga (KK), 11 penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), serta 1 penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA).

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari kolaborasi antara Kapanewon Depok, Pemerintah Kalurahan Maguwoharjo, serta dukungan kader dan tokoh masyarakat setempat.

“Sinergi tersebut memungkinkan pelayanan berlangsung lancar dan memberikan manfaat nyata bagi warga” ujarnya.

Ia menambahkan, Kapanewon Depok akan terus menghadirkan pelayanan publik yang inovatif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya tertib administrasi kependudukan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah Kapanewon Depok.

“Jebol Target menjadi salah satu langkah Pemerintah Kapanewon Depok dalam memperluas akses layanan administrasi kependudukan sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas,” tandasnya. (Athiful/KIM Depok)




 Wisatawan Perancis Kagumi Lurik Tenun Moyudan

Sleman – Keindahan lurik tenun khas Moyudan kembali menarik perhatian wisatawan mancanegara. Sepasang wisatawan asal Perancis, Patrick dan Natali, mengunjungi sentra produksi Lurik Pakel Arum di Padukuhan Pakelan, Kalurahan Sumberarum, Kapanewon Moyudan, Sleman, Rabu (15/7/2026).

Mereka menyaksikan langsung proses pembuatan lurik dan stagen yang masih mempertahankan teknik tradisional. Pemilik usaha, Dwi Susilowati, bersama suaminya, Didik Karyadi, turut menjelaskan tahapan produksi kepada para tamu.

“Saya benar-benar takjub melihat proses menenun. Ini seperti museum hidup yang tidak pernah saya temukan di negara saya,” ujar Patrick.

Usaha yang dirintis sejak 2012 tersebut merupakan warisan keluarga Dwi. Selain memproduksi kain lurik, Pakel Arum juga menghasilkan stagen yang telah dipasarkan hingga Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea.

Meski demikian, Dwi mengaku masih menghadapi kendala, terutama minimnya regenerasi penenun.

“Tantangan kami adalah kurangnya tenaga penenun. Hingga kini masih sedikit generasi muda yang tertarik menekuni profesi ini, meski proses produksi sudah dibantu mesin,” ungkapnya.

Semangat melestarikan tradisi justru datang dari penenun senior. Wagimin (75) masih aktif menenun sejak usia muda. Dalam sehari, ia mampu menghasilkan dua stagen dengan panjang masing-masing 10 meter.

“Saya tidak memikirkan upahnya. Bagi saya, menenun membuat badan tetap sehat,” katanya.

Kunjungan wisatawan asal Perancis tersebut diharapkan semakin memperkenalkan lurik tenun Moyudan ke pasar internasional sekaligus mendorong pelestarian warisan budaya lokal. (Giek/KIM Moyudan)




Sebanyak 15 Siswa SD Muhammadiyah Condongcatur Siap Ikuti International Scout Camp 2026

Sleman – Sebanyak 15 siswa SD Muhammadiyah Condongcatur (Muh CC) Sleman resmi dilepas untuk mengikuti International Scout Camp (ISC) 2026 yang akan berlangsung di Thailand, Malaysia, dan Singapura pada 18–27 Juli 2026. Pelepasan dilaksanakan di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (14/7/2026), sebagai bentuk dukungan dan pembekalan bagi para peserta sebelum mengikuti ajang kepanduan internasional.

Keikutsertaan tersebut menjadi momentum bagi para siswa untuk membawa nama baik sekolah, Hizbul Wathan, Muhammadiyah, dan Indonesia di hadapan peserta dari berbagai negara. Selain doa bersama, para peserta juga mendapatkan motivasi agar senantiasa menjaga akhlak, semangat belajar, dan menjadi teladan selama berada di luar negeri.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan DIY, Dede Dian, bersama Wakil Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan DIY, Drs. Hendro Setyono. Kehadiran keduanya menegaskan komitmen Hizbul Wathan dalam mendorong kader muda Muhammadiyah tampil di tingkat internasional.

Kontingen SD Muhammadiyah Condongcatur dipimpin Kepala Sekolah Estri Rukmiyanti, didampingi Wakil Kepala Sekolah Margono Wisanto serta guru pendamping Estry Pujilestari dan Slamet Untung. Mereka memastikan seluruh peserta siap mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus memperoleh pengalaman berharga dalam membangun karakter, kepemimpinan, dan wawasan global.

Dalam arahannya, Muh. Ikhwan Ahada mengajak para peserta untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan.

“Muhammadiyah is the best, maka kita harus to be the best. Menjadi yang terbaik bukan berarti mengalahkan orang lain, tetapi terus berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat, berakhlak mulia, dan tidak berhenti belajar,” ujarnya.

Wakil Ketua PWM DIY, Gita Danupranata, menilai International Scout Camp merupakan kesempatan berharga bagi generasi muda untuk memperluas jejaring persahabatan lintas negara sekaligus menumbuhkan wawasan global.

Sementara itu, Wakil Ketua PWM DIY, Azman Latif, mengapresiasi keberanian para siswa mengikuti kegiatan di luar negeri. Menurutnya, keberanian keluar dari zona nyaman merupakan modal penting dalam membentuk karakter pemimpin masa depan.

Pesan serupa disampaikan Wakil Ketua PWM DIY, Nur Ahmad Ghozali, yang mengingatkan peserta agar memperluas persahabatan selama kegiatan berlangsung tanpa mengabaikan prinsip-prinsip keislaman, termasuk menjaga kehalalan makanan.

Suasana pelepasan semakin hangat ketika Wakil Ketua PWM DIY, Iwan Setiawan, berdialog dengan para peserta mengenai cita-cita mereka. Beragam jawaban, mulai dari ingin menjadi dokter spesialis, dokter anak, dokter umum, hingga mengikuti jejak orang tua, menghadirkan suasana penuh semangat dan keakraban.

Kontingen SD Muhammadiyah Condongcatur terdiri atas delapan peserta putri, yakni Aina, Aini, Aisyah, Zahra, Mima, Yumna, Cia, dan Zareen, serta tujuh peserta putra, yaitu Abiyyu, Al, Keyvin, Kafa, Hakan, Khafizh, dan Aidan.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Wakil Ketua PWM DIY, Yayan Suryana, dilanjutkan foto bersama sebagai simbol pelepasan resmi menuju International Scout Camp 2026.

Keikutsertaan kontingen SD Muhammadiyah Condongcatur diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memperkuat peran generasi muda Muhammadiyah sebagai duta bangsa yang berkarakter Islami, berjiwa kepemimpinan, dan mampu menjalin persahabatan di tingkat internasional.

(Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Kalurahan Condongcatur Salurkan PMT bagi Ibu Hamil KEK dan Baduta Stunting

Sleman – Pemerintah Kalurahan Condongcatur kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan baduta stunting. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Rabu (15/7/2026), tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) Condongcatur sebagai bentuk intervensi gizi bagi keluarga berisiko stunting.

Sebanyak 40 penerima manfaat yang merupakan sasaran baru tahun 2026 menerima paket PMT berupa bahan pangan bergizi dengan penekanan pada sumber protein hewani, seperti telur, ikan, dan bahan pangan bergizi lainnya. Bantuan akan disalurkan setiap bulan selama enam bulan untuk membantu meningkatkan status gizi ibu hamil KEK serta mendukung pertumbuhan optimal baduta yang mengalami stunting.

Kegiatan dihadiri Plt. Lurah Condongcatur Budi Arto, Carik Condongcatur, Penyuluh KB Kapanewon Depok Siti Juwariyah, Ketua Pokja IV TP PKK Kalurahan Condongcatur Tintrim Tri Pamungkas, Ketua DASHAT Condongcatur Tatik Sukarsih, serta perwakilan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB), Lintang Kusumadewi.

Dalam sambutannya, Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto, berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima sekaligus mendukung upaya penurunan angka stunting di wilayahnya.

“Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan anak-anak di Condongcatur sehingga mereka tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Kami berharap berbagai upaya yang dilakukan secara bersama-sama mampu menurunkan prevalensi stunting di Kalurahan Condongcatur,” ujarnya.

Ketua DASHAT Condongcatur, Tatik Sukarsih, menjelaskan bahwa selain menerima bantuan pangan bergizi, para penerima manfaat juga memperoleh edukasi mengenai kesehatan ibu dan anak. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya imunisasi lengkap, penerapan pola makan bergizi seimbang melalui pedoman Isi Piringku, pemenuhan protein hewani, serta upaya menjaga kesehatan selama musim kemarau untuk mencegah gangguan kesehatan pada ibu hamil dan balita.

Sementara itu, Penyuluh KB Kapanewon Depok, Siti Juwariyah, menegaskan bahwa keberhasilan percepatan penurunan stunting tidak hanya bergantung pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga memerlukan komitmen keluarga dalam menerapkan pola asuh dan pola makan yang sehat.

“Harapan kami angka stunting di Condongcatur terus menurun. Ibu hamil tetap sehat, balita tumbuh dan berkembang sesuai usianya, sehingga lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusias. Selain menerima bantuan pangan bergizi, para peserta juga berdiskusi dengan kader dan pendamping mengenai pemenuhan gizi keluarga serta pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun atau Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pendekatan tersebut menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam mewujudkan generasi yang sehat, unggul, dan bebas stunting.  (Wasana / KIM Depok)




Kapanewon Depok Tingkatkan Kapasitas Satlinmas melalui Pelatihan Teori dan Praktik

Sleman – Upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) terus dilakukan di Kapanewon Depok. Melalui kegiatan Pengembangan Satlinmas yang digelar di Gedung Sasana Anglocitatama, Komplek Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (15/7/2026), sebanyak 24 anggota Satlinmas mendapatkan pembekalan teori dan praktik untuk memperkuat kemampuan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Peserta pelatihan terdiri atas delapan anggota Satlinmas dari masing-masing Kalurahan Condongcatur, Caturtunggal, dan Maguwoharjo. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan sumber daya manusia Satlinmas agar semakin siap mendukung terciptanya keamanan, ketenteraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat di tingkat kalurahan.

Kegiatan dihadiri Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Depok, Deni Irwandi, Bhabinkamtibmas Kalurahan Condongcatur, Aiptu Bastian Sapta Adhi, dan Bhabinkamtibmas Kalurahan Caturtunggal, Aiptu Dodi Kurniawan.

Kepala Jawatan Keamanan Kapanewon Depok, Deni Irwandi menegaskan bahwa peningkatan kompetensi Satlinmas merupakan investasi penting dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Satlinmas merupakan mitra strategis pemerintah dan aparat keamanan di tingkat kalurahan. Melalui pelatihan ini kami berharap seluruh anggota semakin memahami tugas pokok, meningkatkan kemampuan teknis, disiplin, serta siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Materi utama disampaikan Bhabinkamtibmas Kalurahan Condongcatur, Aiptu Bastian Sapta Adhi yang memberikan teori dan praktik 12 Gerakan Dasar Pengaturan Lalu Lintas. Peserta dibekali teknik dasar memberikan isyarat kepada pengguna jalan, penggunaan peluit, sikap tubuh, serta koordinasi gerakan tangan sesuai standar Polri. Kemampuan tersebut diperlukan untuk mendukung pengamanan lalu lintas pada kegiatan masyarakat, acara pemerintahan, maupun situasi darurat.

Sebelum sesi praktik lapangan, peserta juga mengikuti latihan pembinaan fisik ringan guna menjaga kebugaran dan meningkatkan kesiapan dalam menjalankan tugas.

Menurut Aiptu Bastian, kemampuan mengatur lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan teknik, tetapi juga merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat.

“Gerakan pengaturan lalu lintas harus dilakukan dengan benar, tegas, dan penuh percaya diri. Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Selanjutnya, Bhabinkamtibmas Kalurahan Caturtunggal, Aiptu Dodi Kurniawan memberikan materi teori dan praktik Peraturan Baris Berbaris (PBB). Peserta dilatih berbagai gerakan dasar, seperti sikap sempurna, penghormatan, hadap kanan dan kiri, balik kanan, serta langkah tegap. Latihan tersebut bertujuan membentuk disiplin, kekompakan, ketangkasan, dan jiwa korsa anggota Satlinmas.

“Melalui latihan PBB, anggota Satlinmas dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, kompak, dan mampu bekerja dalam satu komando. Nilai-nilai ini sangat penting dalam mendukung tugas pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Selama pelatihan, peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Pada sesi praktik, instruktur memberikan evaluasi secara langsung untuk memastikan setiap peserta memahami teknik dan prosedur yang benar.

Melalui kegiatan ini, Kapanewon Depok berharap anggota Satlinmas di Kalurahan Condongcatur, Caturtunggal, dan Maguwoharjo semakin profesional, disiplin, tanggap, serta mampu menjadi mitra pemerintah, TNI, dan Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan ketenteraman masyarakat. (Wasana / KIM Depok)