Shafira Devi Harfesa Lolos Tim Olimpiade Catur Indonesia, Raih Peringkat Pertama Seleksi Nasional

Sleman – Kabar membanggakan datang bagi dunia olahraga Kabupaten Sleman. Pecatur muda asal Sleman, Shafira Devi Harfesa, berhasil lolos menjadi anggota Tim Olimpiade Catur Indonesia setelah meraih peringkat pertama pada seleksi nasional yang diselenggarakan Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB PERCASI).

Seleksi Tim Olimpiade Catur Indonesia digelar pada 5–11 Juli 2026 di Bandung sebagai persiapan menghadapi FIDE Chess Olympiad 2026 yang akan berlangsung pada September mendatang di Samarkand, Uzbekistan. Seleksi diikuti masing-masing 10 pecatur putra dan 10 pecatur putri terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua PERCASI Kabupaten Sleman, Nuradi Indrawijaya, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas keberhasilan Shafira yang tidak hanya lolos ke tim nasional, tetapi juga menempati peringkat pertama pada kategori putri.

“Yang lebih membanggakan, Shafira berhasil menempati peringkat pertama pada kelompok putri dalam seleksi tersebut,” ujar Nuradi di Sekretariat PERCASI Sleman, Jalan Kaliurang Km 14, Tegal Manding, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman, Selasa (14/7/2026).

Nuradi mengucapkan selamat kepada Shafira atas prestasi yang diraih. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan pembinaan yang berkelanjutan mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.

Ia berharap pencapaian Shafira dapat menjadi inspirasi bagi para atlet catur muda di Kabupaten Sleman untuk terus berlatih, berjuang, dan berani meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Tidak ada keberhasilan yang diraih secara instan, tetapi melalui proses panjang yang penuh dedikasi,” katanya.

Nuradi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, khususnya Bupati Sleman, atas komitmen dan dukungannya terhadap pembinaan olahraga. PERCASI Kabupaten Sleman akan terus memperkuat pembinaan atlet melalui program yang berkelanjutan, sekaligus menjaring bibit-bibit unggul sejak usia dini.

“Semoga keberhasilan Shafira menjadi awal lahirnya lebih banyak atlet catur Sleman yang mampu mengharumkan nama daerah dan Indonesia di kancah internasional,” pungkasnya.

Sementara itu, ibunda Shafira, Dewi Rochana, mengaku bersyukur atas keberhasilan putrinya meraih peringkat pertama pada seleksi nasional sehingga berhak memperkuat Tim Olimpiade Catur Indonesia.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan doa masyarakat Sleman, khususnya Ketua dan warga RW 06 Sawahan Kidul, Ngemplak, jajaran pengurus PERCASI Kabupaten Sleman hingga PB PERCASI, serta Pemerintah Kabupaten Sleman.

Ia menuturkan, di balik prestasi tersebut terdapat proses panjang yang dijalani Shafira. Putrinya telah mengenal dan berlatih catur sejak usia tiga tahun. Dengan latihan yang disiplin, konsisten, dan pantang menyerah, Shafira mampu mengukir berbagai prestasi hingga akhirnya dipercaya menjadi bagian dari Tim Olimpiade Catur Indonesia.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar Shafira dapat memberikan hasil terbaik pada Olimpiade Catur Dunia maupun kejuaraan-kejuaraan lainnya,” ujar Dewi.

Keberhasilan Shafira menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Sleman sekaligus membuktikan bahwa pembinaan atlet yang berkelanjutan mampu melahirkan talenta-talenta unggul yang siap mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. (Kusnadi KIM Berbah)




TPPS Margomulyo Perkuat Intervensi Ibu Hamil KEK untuk Percepatan Penurunan Stunting

Sleman – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kalurahan Margomulyo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) pada Selasa (14/7/2026) di Gedung Serbaguna Kalurahan Margomulyo. Rakor membahas pelaksanaan Program TPPS yang didukung Dana Keistimewaan (Danais) DIY dengan fokus pada intervensi spesifik bagi ibu hamil sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting.

Program tersebut mengoptimalkan Danais melalui pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil, khususnya yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), disertai edukasi gizi dan penerapan pola hidup sehat.

Rakor dihadiri Ketua TPPS Kalurahan Margomulyo, Carik Margomulyo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bidan Desa dari Puskesmas Seyegan, serta kader kesehatan yang tergabung dalam TPPS.

Ketua TPPS Kalurahan Margomulyo, Ervan Susanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan program dilakukan secara berjenjang hingga tingkat kalurahan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

“Pelaksanaan Program TPPS dan distribusi bantuan gizi bagi ibu hamil dikelola secara berjenjang hingga tingkat kalurahan. Untuk mengetahui jadwal penyaluran, kuota bantuan, maupun tata cara pendaftaran sebagai penerima manfaat, masyarakat dapat berkoordinasi dengan kader kesehatan di padukuhan masing-masing,” ujar Ervan.

Ia menyampaikan, berdasarkan hasil pendataan di 13 padukuhan, terdapat 46 ibu hamil di Kalurahan Margomulyo. Namun, kuota Program TPPS yang didanai Danais hanya tersedia bagi 13 penerima manfaat sehingga diprioritaskan untuk ibu hamil dengan kondisi KEK.

Sementara itu, Bidan Desa Puskesmas Seyegan, Widya, mengungkapkan bahwa Puskesmas Seyegan juga telah melaksanakan program PMT bagi ibu hamil KEK selama satu bulan terakhir. Selain itu, para ibu hamil juga memperoleh dukungan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.

“Hasil Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) Tahun 2025 menetapkan bahwa upaya penurunan stunting di wilayah Seyegan akan diintervensi melalui kegiatan Gaspro, Kespro, Parenting, dan Kelas Ibu Hamil. Jadi selain pemberian PMT, kita juga dapat melaksanakan salah satu program hasil MMD tersebut,” jelas Widya.

Melalui diskusi bersama para kader kesehatan, Rakor menyepakati bahwa bantuan PMT yang didanai Danais akan diberikan kepada 13 ibu hamil KEK. Selain itu, TPPS juga akan menyelenggarakan Kelas Ibu Hamil yang diikuti 32 ibu hamil dari 13 padukuhan.

Kegiatan pendampingan tersebut akan difokuskan pada senam ibu hamil, edukasi kesehatan, serta pemenuhan gizi selama masa kehamilan. Seluruh rangkaian program intervensi bagi ibu hamil KEK dan pelaksanaan Kelas Ibu Hamil dijadwalkan berlangsung selama 120 hari mulai Agustus 2026.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program, para kader kesehatan diminta segera menyelesaikan pendataan ibu hamil KEK di wilayah masing-masing hingga akhir Juli 2026 agar intervensi dapat dilaksanakan tepat waktu dan tepat sasaran.

Melalui sinergi antara pemerintah kalurahan, tenaga kesehatan, dan kader di tingkat padukuhan, Program TPPS Kalurahan Margomulyo diharapkan mampu meningkatkan status gizi ibu hamil sekaligus menjadi langkah nyata dalam mencegah lahirnya kasus stunting baru di wilayah tersebut. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




Polsek Gamping Edukasi Siswa SD Negeri Tegalyoso Cegah Perundungan Sejak Dini

Sleman – SD Negeri Tegalyoso terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan sekolah ramah anak melalui edukasi pencegahan perundungan (bullying) bagi peserta didik. Kegiatan yang menghadirkan Kepala Unit Binmas Polsek Gamping, Iptu Mamik Susanti, bersama Bhabinkamtibmas Kalurahan Banyuraden, Aipda Suyanto, berlangsung pada Selasa (14/7/2026).

Sebanyak 125 siswa mengikuti kegiatan yang bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif.

Dalam pemaparannya, Iptu Mamik Susanti menegaskan bahwa perundungan bukanlah perilaku yang dapat dianggap sebagai gurauan antarteman. Berbagai bentuk perundungan, seperti ejekan, penghinaan, pengucilan, intimidasi, hingga kekerasan verbal maupun fisik, dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi korban.

“Perundungan tidak hanya memengaruhi kesehatan mental dan rasa percaya diri anak, tetapi juga dapat menghambat proses belajar serta perkembangan mereka di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman dan mendukung tumbuh kembang setiap peserta didik. Oleh karena itu, pencegahan perundungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah melalui penguatan budaya saling menghormati, menumbuhkan empati, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Iptu Mamik juga mengajak para siswa untuk berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk perundungan. Apabila mengalami ataupun menyaksikan tindakan tersebut, siswa diminta tidak memilih diam, melainkan segera melaporkannya kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya agar dapat segera ditangani.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kalurahan Banyuraden, Aipda Suyanto, menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat dan saling menghargai di lingkungan sekolah. Menurutnya, persahabatan yang dibangun atas dasar rasa hormat akan menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif sekaligus membentuk karakter peserta didik yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab.

“Perundungan tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga dapat berlangsung melalui media sosial atau aplikasi pesan. Karena itu, jagalah etika dalam berkomunikasi dan jangan menyebarkan ejekan, hinaan, maupun konten yang dapat menyakiti perasaan orang lain,” tegasnya.

Selain memberikan edukasi mengenai bahaya perundungan, personel Polsek Gamping juga mengajak para siswa untuk senantiasa menjunjung tinggi sikap sopan santun, menghormati guru, menyayangi teman, serta menjadikan sekolah sebagai tempat mengembangkan prestasi, kreativitas, dan karakter positif.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara kepolisian, sekolah, dan keluarga dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan ramah anak. “Edukasi ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara kepolisian, pihak sekolah, dan keluarga dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, serta ramah bagi tumbuh kembang anak,” pungkas Aipda Suyanto. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




DESTANA–KSB Condongcatur Perkuat Sinergi Kesiapsiagaan Bencana dan Keamanan Lingkungan

Sleman – Satuan Tugas Kebencanaan (DESTANA–KSB) Kalurahan Condongcatur menggelar Rapat Koordinasi Bulan Juli pada Selasa (14/7/2026), di Ruang Wacanaloka, Kalurahan Condongcatur.

Rapat dipimpin oleh Ketua Satgas Kebencanaan DESTANA–KSB Condongcatur sekaligus Jagabaya Kalurahan Condongcatur, Rudi Antariksawan, dan dihadiri oleh unsur Satlinmas, KSB, DESTANA Condongcatur, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Jagabaya Kalurahan Condongcatur.

Dalam sambutannya, Rudi menyampaikan pentingnya memperkuat sinergi dan koordinasi antarunsur dalam menjaga kesiapsiagaan bencana sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Selanjutnya, Bhabinkamtibmas Condongcatur, Bripka Bagyo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pencurian, khususnya di lingkungan rumah kos. Ia menyampaikan bahwa kasus kehilangan sepeda motor, sepatu, maupun barang berharga lainnya masih perlu menjadi perhatian bersama.

“Oleh karena itu, pemilik kos maupun penghuni diharapkan lebih peduli terhadap sistem keamanan lingkungan,” tegasnya.

Bripka Bagyo juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas lingkungan selama rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung. Apabila wilayah akan menyelenggarakan lomba, pentas seni, atau hiburan masyarakat, panitia diimbau agar berkoordinasi dan memberitahukan kepada pihak kepolisian.

“Hal tersebut bertujuan agar kepolisian dapat memetakan kebutuhan pengamanan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai musim bediding, yaitu kondisi cuaca saat siang hari terasa panas namun malam hari menjadi dingin. Perubahan cuaca yang cukup ekstrem tersebut dapat memengaruhi kondisi kesehatan.

“Masyarakat diimbau menjaga daya tahan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat yang cukup, dan selalu menjaga kebugaran,” ujar Bripka Bagyo.

Sementara itu, Babinsa Condongcatur, Serda Jati Hari Prayuda, menyampaikan pentingnya pengawasan orang tua terhadap putra-putri yang memasuki usia remaja. Orang tua diimbau lebih aktif memperhatikan pergaulan anak, termasuk sesekali melakukan pengecekan terhadap tas maupun bagasi (jok) sepeda motor mereka.

“Langkah tersebut merupakan bentuk upaya pencegahan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti penyalahgunaan barang-barang terlarang maupun tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” tuturnya.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh unsur DESTANA, KSB, Satlinmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan pemerintah kalurahan semakin solid dalam menjaga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana serta mewujudkan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan bagi seluruh masyarakat Condongcatur. (Tri  Suhartati KIM Depok)




Polsek Gamping Tanamkan Budaya Persahabatan Tanpa Bullying Sejak Dini

Sleman – Menanamkan budaya persahabatan yang baik sejak dini menjadi salah satu kunci menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. Pesan tersebut disampaikan Kepala Unit Binmas Kepolisian Sektor Gamping, Iptu Mamik Susanti, bersama Bhabinkamtibmas Kalurahan Trihanggo, Aiptu Rusmanto, saat memberikan pembinaan dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SD Negeri Baturan 2 Trihanggo, Gamping, Sleman, Selasa (14/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Iptu Mamik Susanti mengajak 103 siswa kelas 1 hingga kelas 6 untuk membangun hubungan pertemanan yang dilandasi sikap saling menghormati, saling membantu, dan menghargai setiap perbedaan. Menurutnya, sekolah merupakan tempat belajar yang harus memberikan rasa aman sehingga seluruh siswa dapat tumbuh dan berkembang secara optimal tanpa rasa takut maupun tekanan dari teman sebaya.

“Perundungan atau bullying, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun sosial, tidak boleh dianggap sebagai candaan biasa. Tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak psikologis yang berkepanjangan, menurunkan rasa percaya diri, mengganggu proses belajar, hingga memengaruhi perkembangan karakter anak apabila tidak segera dicegah sejak dini,” tandasnya.

Karena itu, Iptu Mamik mengajak seluruh siswa untuk menjadi sahabat yang baik dengan membiasakan sikap peduli terhadap teman, menghindari ejekan, tidak mengucilkan siapa pun, serta berani melaporkan kepada guru apabila mengetahui adanya tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Menurutnya, keberanian untuk saling melindungi merupakan bagian dari pendidikan karakter yang harus dibangun bersama.

Sementara itu, Aiptu Rusmanto menekankan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh perlindungan dan kenyamanan selama mengikuti proses pembelajaran. Oleh sebab itu, budaya saling menghargai perlu ditanamkan sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah agar menjadi kebiasaan yang terus tumbuh sepanjang jenjang pendidikan.

Ia juga memperkenalkan dasar-dasar tertib berlalu lintas kepada para siswa sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin sejak usia dini. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab orang dewasa, tetapi juga perlu dipahami oleh anak-anak, baik sebagai pejalan kaki, penumpang kendaraan, maupun pesepeda.

“Kebiasaan sederhana seperti menyeberang di tempat yang aman, menggunakan helm saat berboncengan sepeda motor, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas merupakan langkah awal dalam membangun budaya keselamatan di jalan,” ujar Aiptu Rusmanto.

Kegiatan MPLS juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan peran Polisi sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, guru, serta orang tua dinilai menjadi faktor penting dalam membangun budaya sekolah yang ramah anak sekaligus mencegah berbagai bentuk kenakalan maupun perundungan.

Dengan menumbuhkan empati, toleransi, serta kepedulian terhadap sesama sejak dini, sekolah diharapkan menjadi ruang yang bebas dari perundungan, sehingga setiap anak dapat belajar dengan bahagia, percaya diri, dan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta menghormati sesama. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)