550 Siswa Baru SMKN 1 Seyegan Dapat Edukasi Anti-Bullying dan Literasi Digital Saat MPLS

Sleman – Sebanyak 550 siswa baru SMK Negeri 1 Seyegan mengikuti sosialisasi bertema “Pelajar Berkarakter, Anti Bullying, Anti Klithih, Anti Radikalisme, dan Bijak Bermedia Digital” dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Olahraga SMKN 1 Seyegan pada Selasa (14/7/2026), pukul hingga WIB itu diterima langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Nurhadi dan diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta didik baru.
Sosialisasi menghadirkan dua narasumber, yaitu RM Yohanes Samiaji dari Dinas Sosial Kabupaten Sleman yang bertugas sebagai Tenaga Pelopor Perdamaian, serta Bagus Jalu Anggara dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman. Keduanya menyampaikan materi yang menyentuh berbagai persoalan aktual yang kerap dihadapi generasi muda, mulai dari pencegahan perundungan atau bullying, kejahatan jalanan atau klithih, radikalisme, hingga bahaya ruang digital seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, dan propaganda yang menyasar kalangan remaja. Menurut para narasumber, berbagai bentuk kekerasan yang melibatkan pelajar kerap berawal dari rendahnya kepedulian terhadap sesama, pengaruh lingkungan pergaulan, serta penggunaan media sosial yang tidak bijaksana.
Dalam pemaparannya, RM Yohanes Samiaji menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda yang peduli terhadap sesama, menjunjung tinggi toleransi, serta memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan di era digital.
“Menjadi pelajar hebat bukan karena ditakuti, tetapi karena mampu menghormati perbedaan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta berani mengatakan tidak terhadap bullying, klithih, dan segala bentuk kekerasan,” ujarnya di hadapan para siswa.
Sementara itu, Bagus Jalu Anggara menyampaikan pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat bela negara, serta menjaga toleransi dan wawasan kebangsaan sebagai fondasi persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Ia juga mengajak para siswa untuk cerdas dalam menyaring informasi serta bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab secara interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai cara menghadapi perundungan, menjaga keamanan bermedia digital, hingga langkah yang harus dilakukan apabila menemukan indikasi kekerasan maupun penyebaran paham radikal di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta didik baru SMKN 1 Seyegan mampu menjadi pelajar yang berkarakter, menjunjung tinggi nilai toleransi, menghormati perbedaan, serta berani menolak segala bentuk kekerasan, perundungan, kejahatan jalanan, maupun paham radikalisme.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk menjadi Pelajar Anti Bullying, Anti Klithih, Anti Radikalisme, dan Bijak Bermedia Digital sebagai komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda. (Sastra/KIM DSN)



