DLH Sleman Perkuat Tata Kelola Sampah Berbasis Digital melalui Pelatihan SIOSESTU

Sleman – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman terus mendorong pengelolaan sampah yang lebih tertib, modern, dan berbasis data melalui pelatihan Sistem Informasi Operasional Pengelolaan Sampah Terpadu (SIOSESTU) bagi Kelompok Pengelola Sampah Mandiri (KPSM) wilayah Sleman Barat. Pelatihan yang diikuti 30 peserta dari Kapanewon Minggir dan Seyegan tersebut berlangsung di Ruang Puntadewa, Lantai II Kapanewon Seyegan, Rabu (8/7/2026).

SIOSESTU merupakan platform digital berbasis web yang dikembangkan DLH Kabupaten Sleman sejak 2025 untuk mempermudah administrasi, pencatatan data, hingga operasional kelompok pengelola sampah di tingkat masyarakat. Selain menjadi sarana pencatatan operasional yang lebih tertib dan akurat, data yang dihimpun melalui aplikasi ini juga menjadi dasar evaluasi serta perumusan kebijakan penanganan sampah di Kabupaten Sleman.

Koordinator Pendamping Kalurahan Sleman Barat DLH Kabupaten Sleman, Mujoko, menjelaskan bahwa keberadaan SIOSESTU diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai informasi pengelolaan sampah sehingga lebih efektif dan berkelanjutan.

“SIOSESTU dirancang untuk membantu KPSM dalam pencatatan administrasi dan operasional secara lebih tertib serta akurat. Data yang dihimpun nantinya menjadi dasar evaluasi dan penyusunan kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Sleman,” ujar Mujoko saat membuka pelatihan.

Mayoritas peserta pelatihan merupakan generasi muda yang aktif mengelola sampah di wilayahnya. Melalui pelatihan ini, mereka diharapkan mampu memperkuat sistem pelaporan dan monitoring pengelolaan sampah di tingkat lokal sekaligus mendukung peningkatan efektivitas pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kawat Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Rini Nurhidayati menyampaikan apresiasi kepada DLH Kabupaten Sleman yang terus memberikan pendampingan kepada KPSM melalui pelatihan SIOSESTU.

“Melalui platform ini, data pengelolaan sampah dari masyarakat dapat terdokumentasi secara lebih sistematis sehingga meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta memudahkan koordinasi antara kelompok pengelola sampah dengan Pemerintah Daerah,” kata Rini.

Ia juga menegaskan bahwa ke depan penggunaan SIOSESTU akan menjadi salah satu persyaratan bagi KPSM yang mengajukan fasilitasi dari DLH Kabupaten Sleman.

Sebagai narasumber, Koordinator Pendamping Kawasan DLH Sleman, Andi Triyanto, memandu peserta mulai dari pengenalan halaman utama sistem, proses autentikasi dan pembuatan akun, hingga pendaftaran kelompok serta permohonan verifikasi. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai dokumen yang wajib diunggah, seperti Surat Keputusan (SK) KPSM, susunan pengurus, alamat kelompok, hingga data rekanan atau pengepul sebagai mitra KPSM.

“Melalui SIOSESTU, pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan berbasis data. Karena itu, kelengkapan dokumen yang diunggah menjadi bagian penting agar proses verifikasi berjalan dengan baik,” jelas Andi.

Pelatihan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Kehadiran SIOSESTU diharapkan semakin memperkuat tata kelola pengelolaan sampah berbasis digital sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendukung terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan di Kabupaten Sleman. (Sutarto Agus/KIM Seyegan)




PCM Turi Perkuat Sinergi Majelis dan PRM untuk Penguatan Dakwah dan Pendidikan

Sleman – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Turi menggelar rapat koordinasi bersama seluruh majelis dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kapanewon Turi di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ngablak, Bangunkerto, Rabu (8/7/2026).

Rapat yang dipimpin Ketua PCM Turi, Bambang Rahmanto dengan tuan rumah PRM Sidoharjo di bawah koordinasi Gesang Subagyo itu membahas sejumlah agenda strategis organisasi, mulai dari persiapan Kajian Rutin Ahad Kliwon pada 12 Juli 2026 hingga langkah mengatasi penurunan jumlah peserta didik baru di sejumlah sekolah Muhammadiyah.

Dalam rapat tersebut, seluruh majelis dan PRM diminta berperan aktif menyukseskan Kajian Ahad Kliwon yang akan dipusatkan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi. Kegiatan ini diharapkan menjadi media memperkuat ukhuwah Islamiyah, memperdalam pemahaman keislaman, sekaligus membangkitkan semangat dakwah persyarikatan di tingkat cabang maupun ranting.

Ketua PCM Turi, Bambang Rahmanto menegaskan bahwa keberhasilan sebuah kajian tidak hanya diukur dari banyaknya peserta yang hadir, tetapi juga dari dampaknya dalam membangun semangat dakwah warga Muhammadiyah.

 “Kajian Ahad Kliwon harus menjadi penggerak kebangkitan dakwah. Seluruh ranting perlu bersama-sama mengajak warga Muhammadiyah hadir sehingga kajian benar-benar menjadi ruang pembinaan umat yang hidup, berkelanjutan, dan mampu mempererat ukhuwah di lingkungan Persyarikatan,” ujarnya.

Rapat yang dipandu Sekretaris PCM Turi, Suroyo juga menyoroti peningkatan mutu layanan pendidikan harus diimbangi dengan promosi yang lebih efektif, pelayanan prima kepada masyarakat, serta sinergi antara sekolah, Majelis Dikdasmen dan PNF, majelis lainnya, serta seluruh warga Muhammadiyah.

“Sekolah Muhammadiyah adalah amal usaha bersama. Kita harus membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang berkualitas, prestasi peserta didik, serta keterlibatan seluruh warga Muhammadiyah dalam memperkenalkan keunggulan sekolah kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, rapat menghasilkan komitmen untuk kembali menggelorakan kajian-kajian rutin di setiap ranting Muhammadiyah. Setiap PRM didorong menyelenggarakan pengajian dengan materi yang relevan dan menghadirkan mubalig yang mampu membangun semangat keislaman.

Melalui koordinasi antara PCM, majelis, dan PRM, Muhammadiyah Turi optimistis mampu memperkuat dakwah persyarikatan, meningkatkan kualitas amal usaha pendidikan, serta menghadirkan program-program yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.  (Arief Hartanto KIM Kertomandiri Turi)




Banyuraden Salurkan Stimulan dan Perkuat Pembinaan Kelompok Seni demi Lestarikan Budaya Lokal

Sleman – Pemerintah Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, menggelar pembinaan sekaligus menyerahkan stimulan penunjang kegiatan kepada kelompok seni dan kebudayaan sebagai upaya memperkuat pelestarian warisan budaya di tengah arus modernisasi. Program yang digelar di Ruang Rapat Banyuraden, Gamping, Sleman, Rabu (8/7/2026) tersebut menyasar sanggar seni, kelompok bregada, jathilan, serta pelestari tradisi lokal yang selama ini aktif mengembangkan seni budaya di wilayah Banyuraden.

Kegiatan yang diampu Kamituwa Kalurahan Banyuraden, Agus Nurdalmadi, dibuka secara resmi oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa seni dan budaya merupakan simbol identitas sekaligus kebanggaan masyarakat yang perlu dijaga keberlangsungannya melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Kelompok seni memiliki peran penting dalam menjaga jati diri Banyuraden. Pemerintah kalurahan akan terus memberikan dukungan agar berbagai tradisi dan kesenian lokal tetap hidup, berkembang, dan mampu diwariskan kepada generasi penerus,” kata Sudarisman.

Sementara itu, Kepala Bidang Adat Tradisi, Lembaga Budaya dan Seni Kundha Kabudayan Kabupaten Sleman, Dekhi Nugroho, mengatakan pembinaan merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas pelaku seni agar mampu mengelola organisasi secara lebih baik sekaligus menjaga keberlanjutan aktivitas kebudayaan.

Menurut Dekhi, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui penyelenggaraan pertunjukan semata, melainkan memerlukan proses pembinaan yang berkesinambungan, penguatan kelembagaan, serta regenerasi pelaku seni. Karena itu, sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi budaya lokal.

“Stimulan yang diberikan bukan hanya bantuan operasional, tetapi merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada para pelaku seni yang selama ini konsisten melestarikan tradisi dan kebudayaan di wilayahnya,” ujar Dheki.

Ia menambahkan, keberadaan sanggar seni, kelompok bregada, jathilan, dan komunitas pelestari tradisi memiliki kontribusi besar dalam mengembangkan kreativitas masyarakat sekaligus memperkuat kohesi sosial. Aktivitas seni dinilai mampu menjadi ruang pendidikan karakter, mempererat kebersamaan warga, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah.

Dekhi pun mengajak seluruh kelompok seni untuk terus melakukan inovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi yang menjadi ciri khas Banyuraden. Menurutnya, adaptasi terhadap perkembangan zaman perlu dilakukan agar kesenian tradisional tetap diminati generasi muda dan memiliki daya saing sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Melalui pembinaan dan penyaluran stimulan tersebut, Pemerintah Kalurahan Banyuraden berharap seluruh kelompok seni dan kebudayaan semakin aktif berkarya, memperkuat jejaring antarkomunitas, serta terus berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian budaya lokal sebagai identitas masyarakat Banyuraden. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Ketua Umum Karang Taruna Sleman Perkuat Peran Wiramuda Banyuraden

Sleman – Pemerintah Kalurahan Banyuraden terus memperkuat peran generasi muda sebagai mitra strategis dalam pembangunan melalui kegiatan pembinaan Pengurus Wiramuda Banyuraden masa bakti 2026–2031.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kalurahan Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, Rabu (8/7/2026), menghadirkan Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Sleman, Destiawan Dwi Nugroho, sebagai narasumber utama.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Lurah Banyuraden, Sudarisman, didampingi Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama, serta Kamituwa Banyuraden, Agus Nurdalmadi.  Dalam sambutannya, Sudarisman menegaskan bahwa dengan kolaborasi yang baik antara Ketua dan pengurus Karang Taruna Banyuraden dengan pemerintah kalurahan akan berperan dalam kemajuan pembangunan.

Menurutnya, kepengurusan yang baru perlu memiliki semangat kolaborasi, inovasi, serta kemampuan merancang program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan Kalurahan Banyuraden.

“Pemuda harus menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan masing-masing. Organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi menjadi ruang belajar untuk melatih kepemimpinan, membangun kepedulian sosial, serta menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sudarisman.

Lebih lanjut, Carik Banyuraden, Hendy Indra Utama menekankan bahwa karang taruna sebagai wadah pembinaan dan pengembangan, serta pemberdayaan. Menurutnya, dalam upaya pengembangan kegiatan, karang taruna harus berdampingan bersama komponen masyarakat lainnya demi pengembangan potensi generasi muda di kalurahan.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Sleman, Destiawan Dwi Nugroho menyampaikan bahwa pembinaan organisasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan kepengurusan yang profesional dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, bahwa tantangan organisasi kepemudaan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan dinamika sosial masyarakat. Oleh karena itu, pengurus dituntut memiliki kemampuan beradaptasi, memanfaatkan teknologi informasi, membangun jejaring kolaborasi, serta menghadirkan kegiatan yang mampu menjawab kebutuhan dan potensi pemuda di tingkat kalurahan.

“Karang Taruna harus mampu menjadi solusi di tengah masyarakat. Pemuda jangan hanya menunggu kesempatan, tetapi harus mampu menciptakan peluang melalui kreativitas, inovasi, pemberdayaan ekonomi, kegiatan sosial, hingga pengembangan potensi lokal yang dimiliki wilayahnya,” ungkap Destiawan.

Melalui sesi pembinaan tersebut, para pengurus Wiramuda Banyuraden mendapatkan penguatan mengenai kepemimpinan kolektif, penyusunan program kerja yang terukur, pentingnya membangun sinergi dengan pemerintah kalurahan, lembaga kemasyarakatan, maupun berbagai pemangku kepentingan. Pembinaan ini diharapkan mampu melahirkan organisasi yang aktif, akuntabel, dan konsisten memberikan kontribusi bagi pembangunan sosial, ekonomi, maupun budaya di Banyuraden.  (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)




Technical Meeting KIM Goes to School Langkah Awal Penguatan Literasi Siswa Sleman

Sleman – Technical Meeting Program Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Goes to School menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan pelaksanaan program penguatan literasi khususnya penulisan artikel bagi pelajar di Kabupaten Sleman.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung SMP Muhammadiyah 1 Tempel, Kabupaten Sleman, Rabu (8/7/2026), tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi sekaligus mematangkan konsep pelaksanaan program agar mampu memberikan manfaat optimal bagi peserta didik.

Diskusi yang dipandu oleh Pengurus KIM Senyum, Sadhono Hadi tersebut dihadiri Kepala SMP Muhammadiyah 1 Tempel, Widayatun, Pranata Hubungan Masyarakat Ahli Muda Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman, Agastya Dedy Kusuma, Ketua Forum Komunitas Informasi Masyarakat (FKIM) Sembada Kabupaten Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo, serta segenap panitia.

Pertemuan berlangsung dalam suasana kolaboratif dengan fokus pada penyusunan materi, metode penyampaian, pembagian peran, hingga praktik penulisan artikel oleh siswa kelas VIII dan IX SMP Muhammadiyah 1 Tempel di lingkungan sekolah.

Dalam uraiannya, Sadhono Hadi, menjelaskan bahwa Program KIM Goes to School merupakan upaya memperluas peran KIM sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kapasitas literasi masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, sekolah menjadi ruang yang tepat untuk menanamkan pemahaman mengenai literasi baca tulis sebagai kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap siswa SMP sebagai bekal menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan arus informasi yang semakin pesat.

“Melalui KIM Goes to School, kami ingin menghadirkan edukasi yang relevan dengan kehidupan pelajar saat ini. Siswa yang memiliki budaya membaca dan menulis cenderung lebih mudah mengikuti proses pembelajaran dan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik,” ujar Sadhono.

Dalam forum tersebut, dibahas penyusunan materi yang bersifat interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Selain memberikan pemahaman mengenai teknis penulisan artikel, program ini dirancang untuk mendorong kreativitas pelajar sebagai sarana belajar, berkomunikasi, berkarya, serta menyebarkan informasi yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Adnan Iman Nurtjahjo selaku Ketua FKIM Sembada mengatakan, kemampuan membaca secara kritis dan menulis artikel yang baik akan membantu siswa memahami berbagai persoalan di sekitarnya, mengolah informasi menjadi pengetahuan, sekaligus menyampaikan gagasan secara sistematis dan berbasis fakta. Keterampilan tersebut akan menjadi bekal penting dalam dunia pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.

“Pelatihan penulisan artikel bukan sekadar mengajarkan teknik menulis, melainkan melatih siswa untuk berpikir kritis, melakukan observasi, mencari data dari sumber yang kredibel, mengolah informasi secara objektif, kemudian menyajikannya dalam tulisan yang runtut, informatif, dan menarik. Proses inilah yang akan membentuk karakter pelajar yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab,” tandas Adnan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Tempel, Widayatun menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi kepada KIM Senyum Kapanewon Tempel, FKIM Sembada Kabupaten Sleman, dan Dinas Kominfo Kabupaten Sleman yang telah berkolaborasi menghadirkan program ini. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan dunia pendidikan merupakan wujud nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi.

“Harapannya, artikel yang ditulis siswa dapat mengangkat berbagai potensi sekolah, prestasi siswa, budaya lokal, lingkungan, inovasi, maupun aktivitas masyarakat. Sehingga, pelajar dapat berkontribusi menyebarluaskan informasi yang positif dan membangun citra daerah melalui karya jurnalistik yang baik,” ucapnya.

Melalui technical meeting tersebut, seluruh pihak berharap Program KIM Goes to School dapat berjalan secara terstruktur, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas literasi pelajar serta mendukung kemajuan pendidikan dan pembangunan daerah di Kabupaten Sleman. (Adnan Nurtjahjo|KIM Pararta Guna Gamping)